Anda di halaman 1dari 5

PENGARUH MINUMAN KOPI ULEE KARENG TERHADAP PERUBAHAN WARNAPADA RESIN KOMPOSIT KONVENSIONAL DAN NANO PARTIKEL BAB

1 PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Dewasa ini terdapat cukup banyak jenis material yang dapat digunakan untuk merestorasi gigi, namun yang umum digunakan dalam bidang konservasi gigi adalah resin komposit, GIC (Glass Ionomer Cement) dan amalgam. Tetapi yang mempunyai nilai estetik yang baik adalah resin komposit karena mempunyai nilai estetis yang sangat baik bila dibandingkan dengan GIC dan amalgam. Hasil akhirnya menyerupai gigi asli, warna dapat disesuaikan dengan keadaan gigi pasien, karena resin komposit memiliki pilihan warna, mempunyai konduktivitas suhu yang rendah, melindungi struktur gigi yang tersisa, tidak mengandung merkuri. Kandungan utama resin komposit adalah matriks resin dan partikel pengisi anorganik. Berdasarkan ukuan partikel bahan pengisi anorganik resin komposit dibagi menjadi : mega filler, makro filler, midi filler, mini filler, micro filler dan nano filler. Jenis resin komposit dibagi atas komposit tradisional (konvensional), berbahan pengisi partikel kecil, berbahan pengisi mikro, hybrid dan penemuan terbaru yaitu resin komposit nano partikel. Jenis resin ini memiliki ukuran partikel yang sangat kecil. sehingga memperoleh kehalusan permukaan restorasi yang sangat baik. Salah satu sifat dari resin komposit yaitu menyerap air. Resin komposit dapat menyerap warna dari zat pewarna makanan atau minuman sehingga dalam jangka waktu lama dapat berubah warna. Perubahan warna resin komposit dapat disesabkan faktor intrinsic
maupun ekstrinsik. Faktor intinsik melibatkan pewarnaan akibat perubahan pada matriks resin itu sendiri sedangkan faktor ekstrinsik melibatkan absorbsi bahan pewarna sebagai akibat kontaminasi dari berbagai sumber eksogen, seperti tembakau, minuman kopi, teh dan cola. Sejumlah peneliti (gross dan Mosser, 1997; Yannikakis, 1998; Chan, Fuller dan Hormiati, 1980) menemukan bahwa kopi menghasilkan perubahan warna yang lebih banyak dibandingkan teh, cola dan air.

Kopi ulee kareng merupakan jenis kopi robusta (canephora coffea). Kopi ini memiliki kelebihan-kelebihan yaitu kekentalannya dan warna yang kuat. Ditinjau dari segi pemanfaatannya minuman kopi dapat menghilangkan rasa kantuk. Oleh karena itu, minuman kopi sangat digemari di seluruh dunia, khususnya aceh. Kopi robusta mengandung kadar kafein 2% untuk setiap berat yang sama. Kafein merupakan senyawa yang memberi pengaruh stimulasi pada seduhan kopi. Pada masyarakat aceh biasanya mengkonsumsi kopi jenis kopi robusta. Salah satu kerugian mengkonsumsi kopi adalah dapat menimbulkan terjadinya stain pada gigi dan bahan restorasi gigi. Hasil penelitian yang pernah diteliti terdapat perubahan warna resin komposit pada perendaman larutan kopi. Karena alasan tersebut peneliti ingin mengetahui apakah ada perbedaan perubahan warna pada resin komposit konvensional dan nano partikel pada perendaman larutan kopi ulee kareng. Penelitian Mior Azrizal, menyatakan bahwa terdapat perubahan warna dari kedua jenis resin komposit yang tidak signifikan secara statistik yaitu dengan menbandingkan perubahan warna pada resin komposit nanohybrid (Amaris) dan Microhybrid (filtek Z250) yang direndam dalam larutan kopi selama 2 jam, 1, 2, 3, 4 hari. Semua kelompok menunjukkan nilai meningkat secara bertahap dengan waktu. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dinyatakan bahwa adanya pengaruh larutan kopi terhadap perubahan warna pada kedua resin komposit. Tetapi saat ini belum ada informasi mengenai pengaruh kopi ulee kareng terhadap perubahan warna pada resin komposit konvensional dan nano partikel. Oleh karena itu, penelitian ini perlu dilakukan untuk mendapat informasi tersebut, disamping banyaknya manfaat kopi ulee kareng terhadap kesehatan tubuh.

1.2 Perumusan Masalah Adanya rumusan masalah adalah : 1. Apakah ada pengaruh minuman aqua dest terhadap perubahan warna pada resin komposit konvensional dan nano partikel. 2. Apakah ada perbedaan perubahan warna pada resin komposit konvensional dan nano pertikel terhadap minuman kopi ulee kareng.

1.3 Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui perbedaan perubahan warna pada resin komposit konvensional dan nano partikel yang direndam dengan larutan kopi ulee kareng.

1.4 Manfaat penelitiaan 1. Untuk memberikan informasi tentang pengaruh kopi ulee kareng terhadap perubahan warna resin komposit konvensional dan nano partikel. 2. Untuk mengetahui perbedaan perubahan warna pada resin komposit konvensional dan nano partikel yang direndam dengan larutan kopi ulee kareng. 3. Sebagai tambahan informasi bagi dokter gigi tentang jenis minuman yang dapat menyebabkan perubahan warna pada resin komposit konvensional dan nano partikel. 4. Untuk memberikan suatu ide dan memperluas pilihan dalam memilih resin komposit untuk stabilitas dan warna estetik

FREKUENSI PENGGUNAAN RESIN KOMPOSIT, GIC, AMALGAM DI RUMAH SAKIT MEURAXA

BAB 1 PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Terdapat cukup banyak jenis material yang dapat digunakan untuk menambal gigi, namun yang umum digunakan di Indonesia adalah resin komposit, GIC dan

amalgam. Masing-masing bahan memiliki indikasi, kelebihan dan kekurangan, jadi tidak semua kasus dapat ditambal dengan bahan manapun. Resin komposit mempunyai nilai estetis yang sangat baik dan paling sering digunakan untuk merestorasi gigi anterior. Namun penggunaan resin komposit sebagai bahan restorasi gigi posterior telah berkembang pada akhir ini karena banyak pasien yang tertarik pada restorasi yang sesuai dengan warna gigi. Resin komposit diperkenalkan di kedokteran

gigi konservasi untuk meminimalisasikan kekurangan dari bahan resin akrilik pada tahun 1962. Jenis resin komposit dibagi atas tiga tipe berdasarkan atas ukuran, jumlah dan komposisi dari bahan pengisi anorganiknya, yaitu : resin komposit konvensional, mikrofiller, hibrida. Bahan tambal ini umumnya mengalami pengerasan dengan bantuan sinar UV atau bias juga dengan visible light. Kelebihan dari resin komposit ini adalah estetis, hasil akhirnya

menyerupai gigi asli, warna bahan tambal dapat disesuaikan dengan keadaan gigi pasien, karena resin komposit memiliki pilihan warna. Kekurangannya, pada saat merestorasi diperlukan keadaan mulut yang kering karena kontaminasi saliva dapat memepengaruhii sifat-sifat jangka panjang dari resin, seperti kekuatan dan daya tahannya. Resin komp[osit dapat menyerap warna darizat pewarna dari makanan atau minuman seingga dalam jangka waktu lama dapat berubah warna. Glass Ionomer Cement (GIC) adalah adalah bahan tambal sewarna gigi yang komponen utamanya adalah likuid yang merupakan gabungan air dengan polyacid dan bubuk yang berupa fluoroaluminosilicate glass. Kelebihannya karena sifatnya yang dapat

melepas fluor yang sangat berperan sebagai antikaries. Biokompatibilitas bahan ini terhadap jaringan sangat baik (tidak menimbulkan reaksi merugikan terhadap tubuh). Kekurangannya kekuatan lebih rendah bila dibandingkan bahan tambal lain, sehingga tidak disarankan untuk digunakan pada gigi yang emnerima beban kunyah yang besar seperti gigi molar. Warna juga tidak sesuai dengan gigi asli karena lebih radiopaq, restorasi ini juga mudah aus. Amalgam adalah bahan tambal berbahan dasar logam, di mana komponen utamanya
likuid yaitu logam merkuri. Bubuk yaitu logam panduan yang kandungan utamanya terdiri perak, timah dan tembaga. Selain itu juga terkandung logam-logam lain dengan persesntase yang lebih kecil. Kelebihannya bahan tambal yang paling kuat dibandingkan dengan bahan tambal lain dalam melawan tekanan kunyah, sehingga amalgam dapat bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama di dalam mulut (pada beberapa penelitian dilaporkan amalgam bertahan hingga lebih dari 15 tahun dengan kondisi yang baik) asalkan tahap-tahap penambalan sesuai dengan prosedur. Ketahanan terhadap keausan sangat tinggi, merestorasinya relative lebih mudah dan biaya relative lebih rendah. Kekurangannya secara estetis kurang baik karena warnanya yang kontras dengan gigi. Dalam jangka waktu yang

lama ada beberapa kasus dapat menyebabkan perubahan warna pada gii sehingga tampak membayang kehitaman. Hingga kini issue tentang toksisitas amalgam yang dikaitkan

dengan merkuri yang dikandungnya masih hangat dibicarakan. Pada negara-negara tertentu ada yang sudah memberlakukan larangan bagi penggunaan amalgam sebagai bahan tambal. I.2 Perumusan Masalah I.3 Tujuan Penelitian 1.4 Manfaat Penelitian