Anda di halaman 1dari 4

PEMERIKSAAN BARANG BUKTI KEDOKTERAN GIGI FORENSIK

Cakupan Materi 1. 2. 3. Pemeriksaan awal di TKP (Tempat Kejadian Peristiwa/Perkara) Pemeriksaan di ruang pemeriksaan jenazah: Pencacatan data gigi post mortem odontogram Otopsi mulut Analisis bekas gigitan (bite mark)

Pemeriksaan awal di TKP Prinsip-prinsip P3K

Kerja sama dan koordinasi tim penyidikan To touch as little possible and to displace nothing Pemeriksaan setempat: Pemeriksaan extra oral Pemeriksaan mulut secara garis besar Pemeriksaan sekitar lokasi jenazah Bila koraban masih hidup, segera diberikan pertolongan kedaruratan dan evakuasi untuk upaya penyelamatan lebih lanjut Bila korban telah meninggal, jenazah jangan terlalu banyak disentuh, buat dokumentasi dan sketsa mengenai letak dan posisi jenazah dan bagian-bagiannya secara cermat dan teliti Jangan memindahkan benda-benda sebelum pihak-pihak yang berkepentingan dalam penyelidikan lengkap tiba di TKP. Bila semua tindakan pengamanan telah dilakukan, maka dokter gigi dapat mulai melakukan pemeriksaan setempat dahulu untuk mengetahui perlu tidaknya dilakukan tindakan lebih lanjut di TKP. Pemeriksaan setempat Pemeriksaan extraora

Kepala: utuh, busuk, terbakar, terfragmentasi? Pemeriksaan mulut secara garis besar Kakurahang, gigi lengkap / hilang / lepas? Pemeriksaan sekitar lokasi jenazah Barang bukti: crown, bridge, protesa, orto tercecer? Persiapan dibawa ke ruang pemeriksaan jenazah Pemeriksaan lebih lanjut Bila ditemukan benda-benda tersebut, masukkan ke dalam kantong plastik dan tutup rapat. Pada kasus misal, diperhatikan adanya personaleffect, sehingga kantong-kantong plastik perlu diberikan tanda sesuai dengan jenazahnya. Hal ini untuk mempermudah penempatan kembali pada waktu merekonstruksi guna pemeriksaan lebih lanjut di ruang pemeriksaan jenazah. Bila tugas dokter gigi telah selesai dan yakin sudah tidak ada lagi benda-benda yang berhubungan dengan gigi yang diperlukan dari TKP dan semua hal yang mungkin berubah selama pemindahan jenazah telah dicatat, maka jenazah lengkap dengan bagian-bagian dan benda-benda yang terlepas sebagai barang bukti siap dibawa ke ruang pemeriksaan jenazah untuk lebih lanjut. Alat-alat 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. Sarung tangan karet Kaca mulut Pinset Dental explorer Headlight Respirator Kapas Pensil dan ballpoin Kamera Sabun tangan Clipboard Kantong plastik, dll.

Pemeriksaan di ruang pemeriksaan jenazah Merupakan semua tempat yang telah ditentukan oleh pihak yang menangani kasus untuk melakukan pemeriksaan jenazah dan baranb bukti secara ilmiah. Di rumah sakit tertentu instalasi kedokteran forensik. Di tempat darurat laging out room. Tahap-tahap pemeriksaan di ruang pemeriksaan jenazah

1. Untuk memudahkan pemeriksaan, jenazah hendaknya diletakkan lengkap dengan bagianbagian / benda-benda / barang bukti yang diduga berasal dari jenazah tersebut. Pemeriksaan oleh dokter gigi idealnya dilaksanakan setelah dilakukan pemeriksaan luar dan sebelum dilakukan pemeriksaan dalam / autopsy. Untuk memudahkan pemeriksaan mulut, jenazah diberikan bantalan kayu pada daerah punggung atasnya sehingga kepala dapat menengadah. 2. Dengan meretraksi secara vertikal sudut mulut kiri bawah dan kanan, pemeriksaan gigi dimulai dari labial, bukal, vestibulum oris, dan bagian-bagian laninnya yang dianggap perlu. 3. Bila jenazah dalam keadaan rigor mortis maka kaku rahang dapat diatasi dengan berbagai alternatif cara sebagai berikut: Menanti sampai fase rigor mortis terlampaui, atau Mencoba membuka mulut dengan kekuatan tangan, atau Bila tidak mudah, dicoba menggunakan T-chisel dibalut kapas diselipkan pada region gigi-gigi 4, 5, 6, 7 (P dan M), bertahap mulut dan rahang dibuka dengan sangat hatihati. Bila tidak dapat dilakukan r foto / otopsi mulut.

4. Setelah mulut berhasil dibuka, rongga mulut, gigi, rahang, dan lidah diperiksa terhadap keadaan patologisnya, darah / kotoran yang ada dibersihkan dengan kapas yang dibasahi air dengan hati-hati jangan sampai rusak jaringan mukosanya yang sering mudah terkelupas pada proses pembusukan.

5. Setelah keadaan mulut cukup basah merekonstruksi dan menempatkan kembali bila ada fragmen-fragmen tulang rahang dan gigi yang terlepas pada posisi semula.

6. Setelah didapatkan keadaan sebaik mungkin, maka dilakukan pemeriksaan dan pencabutan data gigi post mortem odontogram rekam medis kedokteran gigi forensik.

7. Untuk mengetahui M3 sudah erupsi / belum, juga terhadap dugaan C / M3 yang imbedded / pada kasus tertentu yang dianggap perlu untuk meneliti lebih jauh, sebaiknya / dapat dilakukan r foto dental / kepala.

8. Jika diperlukan untuk penyimpanan data / analisis susunan gigi lebih lanjut, dapat dibuat cetakan gigi dan rahang.

9. Apabila dijumpai luka bekas gigitan dilakukan analisis bite mark.

10. Bila semua telah dilakukan dan tidak ada hal-hal khusus lain yang perlu dikerjakan, maka pemeriksaan data gigi post mortem pada jenazah dapat dinyatakan selesai. Pemeriksaan barang bukti gigi di ruang pemeriksaan jenazah idealnya dilakukan pula oleh dokter gigi yang melakukan pemeriksaan TKP.