Anda di halaman 1dari 6

A.

Lemak di dalam Tubuh Lemak di dalam tubuh dibedakan atas lemak yang merupakan bagian sel, lemak yang merupakan simpanan energi dan lemak metabolik. Lemak yang merupakan bagian sel berfungsi memperkuat selterutama sebagai bagian membran sel. Fosfolipida merupakan bagainterbesar lemak pada membran sel.Lemak yang merupakan simpanan energi berbentuk trigliserida,kebanyakan berupa lemak jenuh dan lemak tak jenuh tunggal. Jenis lemak dalam makanan sehari-hari mempengaruhi susunan lemak simpana. Simpanan energi di dalam tubuh berbentuk lemak karena lemak dapat menyimpan energi lebih dari dua kali energi di dalam karbohidratsehingga memerlukan tempat yang lebih kecil.Lemak yang merupakan simpanan energi berupa jaringan lemak.Sebagian jaringan lemak berupa lemak putih seperti yang terdapat di bawah kulit dan sekitar organ. Lemak tubuh yang mengandung lebih banyak darah tampak kecokelatan dan hanya terdapat di bagian tertentu tubuh.

B. Penyebab dari Penyakit Jantung Koroner Penyakit Jantung Koroner pada mulanya disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding dalam pembuluh darah jantung ( pembuluh koroner ), dan hal ini lama kelamaan diikuti oleh berbagai proses seperti penimbunan jarinrangan ikat, perkapuran, pembekuan darah, dll.,yang kesemuanya akan mempersempit atau menyumbat pembuluh darah tersebut. Hal ini akan mengakibatkan otot jantung di daerah tersebut mengalami kekurangan aliran darah dan dapat menimbulkan berbagai akibat yang cukup serius, dari Angina Pectoris ( nyeri dada ) sampai Infark Jantung, yang dalam masyarakat di kenal dengan serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak. Beberapa faktor resiko terpenting Penyakit Jantung Koroner :

Kadar Kolesterol Total dan LDL tinggi Kadar Kolesterol HDL rendah Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi) Merokok Diabetes Mellitus

Kegemukan Riwayat keturunan penyakit jantung dalam keluarga Kurang olah raga Stress Bila Anda menyandang salah satu atau beberapa faktor resiko tersebut

diatas, Anda dianjurkan secara berkala memeriksakan kesehatan jantung Anda kepada seorang ahli. Adanya dua atau lebih faktor resiko akan berlipat kali menaikkan resiko total terhadap Penyakit Jantung Koroner. C. Deteksi Penyakit Jantung Koroner Beberapa pemeriksaan dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya Penyakit Jantung Koroner antar lain : ECG, Treadmill, Echokardiografi dan Arteriorgrafi Koroner ( yang sering dikenal sebagai Kateterisasi ). Dengan pemeriksaan ECG dapat diketahui kemungkinan adanya kelainan pada jantung dengan tingkat ketepatan 40%. Kemudian bila dianggap perlu akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Treadmill Echokardiografi. Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut kemungkinan akan dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan Arteriografi Koroner ( Kateterisasi ) yang mempunyai tingkat ketepatan paling tinggi ( 99 - 100% ) untuk memastikan apakah mempunyai Penyakit Jantung koroner. D. Kateterisasi Jantung Kateterisasi Jantung merupakan pemeriksaan yang bertujuan untuk memeriksa struktur serta fungsi jantung, termasuk ruang jantung, katup jantung, otot jantung, sserta pembuluh darah jantung termasuk pembuluh darah koroner, terutama untuk mendeteksi adanya pembuluh darah jantung yang tersumbat. Prosedur tersebut dilakukan oleh Dokter Spesialis dengan menggunakan alat Angiografi. Dengan pemberian zat kontras melalui kateter, dokter dapat mengetahui secara tepat letak, luas, serta berat atau derajat penyempitan pembuluh darah koroner. Hasil akan di rekam secara jelas di dalam film atau CD ( Compact Disc )

Potongan melintang pembuluh arteri yang Potongan melintang pembuluh arteri yang normal/ sehat E. Hasil Kateterisasi Jantung Dokter akan menjelaskan hasil film yang direkam selama tindakan dan kemungkinan pengobatan selanjutnya. Bila hasil dari film tersebut diketahui adanya penyempitan pembuluh koroner, maka dokter akan memberitahukan tindakan pengobatan selanjutnya apakah cukup dengan obat atau dengan tindakan pelebaran bagian pembuluh darah jantung yang menyempit atau tersumbat dengan menggunakan alat alat tertentu atau ditiup, Percutaneous Transluminal Coronary Angioplasty, di singkat PTCA atau akhir akhir ini disebut Percutaneous Coronary intervention yang disingkat PCI; atau harus dilakukan Operasi Jantung Terbuka ( Open Heart Surgery ) untuk memasang pembuluh darah baru menggantikan pembuluh darah jantung yang tersumbat Coronary Artery Bypass Surgery disingkat CABG. F. Resiko Kateterisasi Jantung Dengan semakin canggihnya peralatan Angiografi dan berkembangnya teknik teknik baru, pada umumnya tindakan kateterisasi secara praktis dianggap tidak ada resiko. Menurut data statistik dari ribuan pasien yang telah menjalankan kateterisasi di beberapa Rumah Sakit di Indonesia menunjukkan bahwa angka keberhasilannya amat tinggi, setingkat dengan yang dilakukan di Amerika Serikat. menyempit karena timbunan kolesterol

Sebelum Tindakan G. Tindakan Peniupan ( PTCA-PCI )

Sesudah Tindakan

Tindakan "peniupan" atau "balonisasi" atau "Angioplasti" bertujuan untuk melebarkan penyempitan pembuluh koroner dengan menggunakan kateter khusus yang ujungnya mempunyai balon. Balon dimasukkan dan dikembangkan tepat ditempat penyempitan pembuluh darah jantung. Dengan demikian penyempitan tersebut menjadi terbuka. Untuk menyempurnakan hasil peniupan ini, kadang - kadang diperlukan tindakan lain yang dilakukan dalam waktu yang sama, seperti pemasangan ring atau cincin penyanggah (Stent), pengeboran kerak di dalam pembuluh darah (Rotablation) atau pengerokan kerak pembuluh darah (Directional Atherectomy).

H. Pelaksanaan Kateterisasi/ PTCA-PCI atau tindakan terkait lain tersebut diatas Tidak perlu membuang waktu untuk berobat ke Luar Negeri, karena sarana yang setara, atau bahkan dalam beberapa hal, melebihi beberapa sarana yang tersedia di Negara Tetangga kita.Beberapa rumah sakit dengan kekhususan bidang Kardiologi memiliki Angiografi generasi terbaru dengan diperkuat oleh Dokter Spesialis Kardiologi yang berpengalaman dan cukup dikenal di dalam dan luar negeri, sehingga menjamin ketepatan diagnosa dan terapi.

DAFTAR PUSTAKA http://www.medistra.com/index.php?option=com_content&view=article&id=76 http://repository.ipb.ac.id/bitstream/handle/123456789/11550/BAB%20II%20Tinajaun %20Pustaka_%20I09esu.pdf?sequence=6