Anda di halaman 1dari 6

MAKALAH

PELAYANAN PUBLIK PEMERINTAH KOTA BEKASI

KATA PENGANTAR
Segala puji bagi tuhan yang telah menolong hambanya menyusun makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan nya mungkin penyusun tidak akan bisa menyelesaikan nya dengan baik.

DAFTAR ISI

JUDUL.................................................................................................................................i KATAPENGANTAR................................................................................................................ii DAFTAR ISI........................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah.................................................................................................1 1.2 Tujuan penulisan.........................................................................................................1 1.3 Rumusan masalah.......................................................................................................2 BAB II TINJAUAN PUSTAKA.................................................................................................3 BAB III PEMBAHASAN.........................................................................................................4 3.1 Permasalahan pelayanan publik.....................................................................................5 3.2 Pemecahan masalah.....................................................................................................6 3.3 Desentralisasi...............................................................................................................7 BAB IV KESIMPULAN...........................................................................................................8 DAFTAR PUSTAKA

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar belakang masalah Pelayanan publik pada dasarnya menyangkut asfek kehidupan yang sangat luas dalam kehidupan bernegara, maka pemerintah memiliki fungsi memberikan pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat. Pelayanan yang dimulai dari bentuk pengaturan ataupun pelayanan-pelayanan yang lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan dan fasilitas lainnya yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Upaya memperbaiki pelayanan sebenarnya sudah sejak lama dilaksanakan oleh pemerintah, antara lain melalui inpres no 5 tahun 1984 tentang pedoman penyederhanaan dan pengadilan perijinan dibidang usaha. Upaya ini dialnjutkan dengan surat keputusan menteri negara pendayagunaan aratur negara no 91 tahun 1993 tentang Pedoman tata laksana umum .

1.2 Tujuan penulisan Berdasarkan latar belakang diatas,penulis memberikan tujuan sebagai berikut : 1. Mengetahui tentang peranan dan kebijakan pelayanan publik dalam desentralisasi pemerintah. 2. Mengetahui tentang paradigma pelayanan publik pemerintah Kota. 3. Mengetahui tentang perubahan kualitas pelayanan publik pemerintah kota.

1.3 Rumusan masalah Penulis mengambil masalah ini dengan rumusan masalah sebagai berikut : 1. Bagaimana peranan dan kebijakan pelayanan publik dalam desentralisasi pemerintah kota? 2. Bagaimana paradigma pelayanan publik pemerintah kota? 3. Bagaimana pelayanan publik pemerintah kota?

BAB II TINJAUAN PUSTAKA Pelayanan publik pada dasrnya menyangkut asfek kehidupan yang sangat luas dan juga merupakan salah satu unsur yang mendorong perubahan kualitas pemerintah kota. Bagimanapun kecilnya suatu negara, negara tersebut tetap akan membagi-bagi pemerintah menjadi sistem yang lebih kecil ( Pemerintah Kota ) untuk memudahkan pelimpahan tugas dan wewenang.Pembagian daerah indonesia atas daerah besar dan kecil dalam bentuk susunan pemerintahannya ditetapkannya dengan undang-undang, dengan memandang dan mengingati dasar permusyawaratan dalam sistem pemerintah negara, dan hak-hak asal-usul dalam daerah yang bersifat istimewa.Dalam kwehidupan bernegara, maka pemerintah memilki fungsi memnerikan berbagai pelayanan publik yang diperlukan oleh masyarakat, mulai dari pelayanan dalam bentuk pengaturan ataupun pelayanan-pelayanan lain dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan dan pelayanan yang lain yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Sejak diberlakukan penerapan UU No. 22 tahun 1999 telah terjadi pergeseran model pemerintah kota dari yang semula menganut model efisiensi struktural ke arah model demokrasi. Penerapan model demokrasi mengandung arti bahwa penyelenggaraan desentralisasi dan otonomi daerah menuntut adanya partisipasi dan kemandirian masyarakat daerah ( lokal ) tanpa mengabaikan prinsip persatuan negara bangsa.Desentralisasi ( devolusi) dan dekonsentrasi merupakan keniscayaan dalam organisasi negara bangsa yang hubungannya bersifat kontinum, artinya dianutnya desentralisasi tidak perlu meninggalkan sentralisasi.

Dengan demikian, pemerintah kota dalam menjalankan monopoli pelayanan publik sebagai regulator ( rule government ) harus mengubah pola fikir dan kerjanya dan disesuaikan dengan tujuan pemberian otonomi daerah, yaitu memberikan dan meningkatkan pelayanan pelayanan yang memuaskan rakyat. Untuk terwujudnya good governance, dalam menjalankan pelayanan publik, pemerintah kota juga harus memberikan kesempatan luas kepada warga dan masyarakat, untuk mendapatkan pelayanan publik, berdasarkan prinsip-prinsip kesetaraan, transparansi,akuntabilitas dan keadilan. Konsepsi pelayanan publik, berhubungan dengan bagaimana meningkatkan kapasitas dan kemampuan pemerintah dan/atau pemerintah kota menjalankan fungsi pelayanan, dalam kontek pendekatan ekonomi, menyediakan kebutuhan pokok ( dasar ) bagi seluruh masyarakat.

Bersamaan dengan arus globalisasi yang memberikan peluang sekaligus tantangan bagi perbaikan ekonomi, mendorong pemerintah untuk kembali memahami arti pentingnya suatu kualitas pelayanan serta pentingnya dilakukan perbaikan mutu pelayanan.Penyediaan pelayanan pemerintah yang berkualitas, akan memacu potensi sosial ekonomi masyarakat yang merupakan bagian dari demokrasi ekonomi.Penyediaan pelayanan publik yang bermutu merupakan salah satu alat untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah yang semakin berkurang, akibat krisis ekonomi yang terus menerus berkelanjutan pada saat ini. Hal tersebut menjadikan pemberian pelayanan publik yang berkualitas kepada masyarakat menjadi semakin penting untuk dilaksanakan.

BAB III PEMBAHASAN 3.1 Permasalahan pelayanan publik Permasalahan utama pelayanan publik pada dasarnya adalah berkaitan dengan peningkatan kualiitas pelayanan itu sendiri. Pelayanan yang berkualitas sangat tergantung pada berbagai asfek, yaitu bagaimana pola penyelenggaraannya ( tata laksana ), dukungan sumber daya manusia dan kelembagaan. Dilihat dari sisi pola penyelenggaraannya, pelayanan publik masih memiliki berbagai kelemahan, antara lain :

Kurang responsif