Anda di halaman 1dari 14

BAB I PENDAHULUAN I.1.

Latar Belakang Di zaman yang semakin modern ini,dengan tingkat kebutuhan dan keinginan masyarakat yang semakin tinggi,maka tidak heran bila para produsen barangbarang elektronika menawarkan teknologi yang semakin canggih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Masyarakat saat ini sudah sangat terbiasa untuk mengabadikan setiap peristiwa yang terjadi baik melalui suara (audio),gambar (visual) dan juga melalui gambar dan suara (audio visual). Proses merekam suara merupakan hal yang paling sederhana untuk mengabadikan suatu peristiwa penting. Dengan mendengarkan suara, kita dapat mengingat dan membayangkan kejadian yang terjadi saat itu. Namun pada kenyataannya proses perekaman tersebut sangat rentan terkena noise (gangguan), seperti suara kendaraan, maupun suara-suara lain yang mengganggu dan merusak kejernihan suara perekaman yang kita buat. Sehingga untuk menghilangkan suarasuara yang menggangguan,maka suara hasil rekaman tersebut harus diproses lebih lanjut untuk menghilangkan derau yang ada sehingga yang tersisa adalah suara informasinya saja. Usaha untuk mengurangi terjadinya gangguan pada sinyal suara dapat dilakukan dengan berbagai cara pemfilteran secara digital agar dapt menghasilkan suara yang bersih tanpa ada gangguan.

I.2 Tujuan Tujuan yang akan dicapai dalam pembuatan proyek ini adalah sebagai berikut : 1. Memenuhi persyaratan dalam menyelesaikan pendidikan Diploma III Teknik

Elektronika di Politeknik Negeri Padang. 2. Membantu menyediakan alat praktikum tentang digital signal processing pada jurusan teknik elektronika Politeknik Negeri Padang dikarenakan selama ini tidak ada praktikum tentang digital signal processing. 3. Merancang suatu system otomatis hardware serta ditunjang oleh software untuk menghilangkan gangguan pada suatu sinyal suara. 4. Mengetahui prinsip filter analog dan filter digital pada suatu sistem.

I.3. Perumusan Masalah Perumusan masalah dalam pembuatan Aplikasi Sinusiodal Noise Cancellation
dengan DSK TMS320 ini adalah sebagai berikut :

1. Filterisasi suatu sinyal suara yang terdapat beberapa gangguan atau derau yang merusak kualitas sebuah sinyal suara dengan menggunakan digital signal processing. 2. Filter digital yang digunakan untuk sistem sinusiodal noise cancelation.

I.4. Batasan Masalah Batasan masalah dalam pembuatan Aplikasi Sinusiodal Noise Cancellation
dengan DSK TMS320 ini adalah sebagai berikut :

1. Derau yang ditekan atau dikurangi berasal dari satu sumber dengan satu sinyal masukan. 2. Format dari suara dan derau yang digunakan adalah *.wav.

3. Simulasi dilakukan dengan cara merekam terlebih dahulu sinyalsinyal suara yang dibutuhkan. 4. Simulasi dilakukan dengan menggunakan MATLAB 7.0.

I.5. Metodologi Untuk mendapatkan sistem yang baik, tentu tidak terlepas dari cara atau metode yang ada saat melakukan proses penelitian, yang mencakup keberadaan penulisan tugas akhir ini. Dan dalam penulisan ini digunakan tiga metode penelitian antara lain : 1. Penelitian Perpustakaan (Library Research) Dalam metode ini dilakukan kajian literatur untuk melakukan pendekatan terhadap konsep-konsep yang digunakan. Dan untuk lebih meningkatkan pemahaman terhadap aspek-aspek teori yang mendukung pembuatan perangkat keras dan perangkat lunak. 2. Pengumpulan data Dalam metode ini dilakukan pengumpulan data data yang diperlukan sebagai arahan pembuatan tugas akhir ini yang bersumber dari literatur dan pembimbing. Mengambil suara output filter adaptif pada line out dari TMS320C6713 dengan jumlah bobot yang berbeda dan rate convergence yang berbeda. 3. Perancangan atau perencanaan Pembuatan Perangkat Lunak Melakukan perancangan model algoritma untuk noise cancelation. Mengimplemantasikan algoritma tersebut pada TMS320C6713

4. Pengujian dan Analisa system. Melakukan pengujian dan analisa pada sinyal hasil filter adaptif dengan delay,orde filter sampai di hasilkan filter yang dapat menghilangkan noise dengan cepat dengan kualitas sinyal output yang baik dan membandingkan nilai SNR sebelum dan setelah pemfilteran dilakukan.

BAB II LANDASAN TEORI II.1. Filter Digital Aplikasi proses sinyal digital yang tersetting adalah filter. Filter berkaitan langsung dengan manipulasi spektrum sinyal, Untuk membangun sebuah filter digital dibutuhkan tiga komponen utama yaitu: dan delay adder (penambah), multiplier (pengali)

(penunda). Penambah mempunyai dua input dan satu output yang

hasilnya menambahkan masukan dari kedua input tersebut. Pengali adalah elemen penguat dan akan mengalikan sinyal input dengan suatu besaran konstanta tertentu. Penunda akan menunda satu cuplikan yang masuk. Pengolahan sinyal digital menggunakan transformasi diskrit, transformasi yang sering digunakan adalah transformasi z yang merupakan prosedur deret sinyal masukan x(n) menjadi deret sinyal keluaran y(n). Filter digital bekerja berdasarkan data masukan diskrit dari cuplikan-cuplikan sinyal kontinu, yang kemudian diubah oleh konverter analog ke digital menjadi data digital biner, data data digital inilah yang nanti dapat dimanipulasi kinerja dan spektrum sinyalnya dengan prosesor digital. Hasil dari data digital ini dikembalikan ke dalam bentuk analog bila diinginkan dengan konverter digital to analog . Penerapannya filter digital pada pengolahan sinyal dapat digunakan dalam noise reduction, image processing, antialiasing dan menghilangkan pseudoimages pada multirate processing, matched filtering, osilator digital .

Gambar Proses pengolahan dalam filter digital, dengan pengubahan Beberapa keunggulan dari filter digital setelah melalui proses pengolahan sinyal adalah : 1. Pengaturan frekuensi cuplikan sehingga daerah kerja yang dapat dipilih sangat lebar (meliputi frekuensi rendah dan frekuensi tinggi). Termasuk frekuensi sangat rendah sehingga dapat digunakan untuk aplikasi elektronika biomedis. 2. Respon fasa yang benar-benar linear. 3. Karena menggunakan programmable processor , respon frekuensi dapat dipilih secara langsung secara otomatis. 4. Beberapa singal masukan dapat disimpan untuk keperluan selanjutnya. 5. Berkembangnya teknologi pico memungkinkan penggunaan hardware yang lebih kecil, komsumsi daya yang kecil, menekan biaya produksi, dan single chip.

Dalam implementasi filter digital kita dapat menggunakan block diagram atau signal flow graph. Seperti yang nampak dalam gambar di bawah ini

Gambar Block Diagram dan Signal Flow Graph dari tiga elemen utama filter digital Filter FIR adalah salah satu tipe dari filter digital yang dipakai pada aplikasi Digital Signal Processing (DSP). FIR kepanjangan dari Finite Impulse Response. Mengapa disebut respons impulsnya terbatas (finite)? Karena tidak ada feedback didalam filter, jika anda memasukkan sebuah impulse (yaitu sebuah sinyal 1 diikuti dengan banyak sinyal 0), sinyal nol akan keluar setelah sinyal 1 melewati semua delay line dengan koefisiennya. Keuntungan filter FIR antara lain adalah stabil dan memiliki phasa yang linier. Sedangkan kerugiannya adalah filter FIR terkadang membutuhkan lebih banyak memory dan/atau perhitungan untuk mencapai karakteristik respon filter yang diberikan. Dan juga, respon tertentu tidak mudah dilaksanakan untuk diimplementasikan dengan filter FIR.

Flow graph dari filter FIR ditunjukkan oleh gambar berikut :

II.2. DSP TMS320C6713 Digital Signal Processing atau DSP adalah suatu rangkaian terintegrasi yang serupa dengan mikroprosesor, tapi arsitekturnya dioptimasi untuk melakukan pemrosesan data diskrit dengan kecepatan tinggi seperti proses filtering dan fast fourier transform. Prinsip kerja dari digital signal processing tidak terlepas dari sinyal analog dan sinyal digital. Untuk sinyal analog yang meliputi intensitas bunyi, tekanan intensitas cahaya dan sebaginya, adalah variabel kontiniu. Masing-masing indera kita dapat membedakan sinyal-sinyal analog tersebut. Telinga peka terhadap bunyi, maya peka terhadap cahaya dan seterusnya. Ketika kita menerima sinyal sensor organ tubuh kita mengubahnya menjadi sinyal listrik dan mengirimnya ke komputer analog (otak). Otak kita merupakan komuter paralel yang sangat hebat, dengan performanya yang sampai kini, tidak dapat ditiru oleh komputer digital manapun. Otak tidak hanyaa menganalisa informasi yang diterima tetapi juga membuat keputusan berdasarkan informasi tersebut. Sinyal digital, seperti data yang dikirim antar komputer, yang mana informasinya diwakili moleh state diskrit sebagai contoh, level tegangan tinggi dan rendah, bukan variabel kontiniu. Pada proyek ini digunakan pemroses sinyal digital TMS320C6713 yang merupakan mikroprosesor dengan tipe khusus pada arsitekturnya dan sebuah instruksi 8

yang cocok untuk pemrosesan sinyal. Pemrosesan sinyal digital digunakan untuk aplikasi pada range yang lebar dan biasanya digunakan pada komunikasi kontrol hingga image processing. Untuk membangun sebuah program pada implementasi sebuah aplikasi sebuah DSP membutuhkan: 1. DSP Starter Kit (DSK) yang di dalamnya terdapat a) Code Composer Studio (CCS) yang menyediakan perangkat penting pada software b) Board yang di dalamnya terdapat TMS320C6713 c) Kabel USB untuk menyambungkan DSK dengan PC 2. Sebuah IBM yang cocok dengan PC 3. Oscilloscope, function generator, dan speaker Paket DSK sangat bertenaga dengan hardware dan software yang membantu untuk pemrosesan sinyal secara real time. DSK memiliki ukuran 5 x 8 in meliputi C6713 floating point digital signal processor dan 32 bit stereo codec TLV 320AIC23 untuk input dan output. DSK meliputi 16 MB (MegaByte) pada Synchronous Dynamic Random (SDRAM) dan 256 KB (KiloBytes) pada flash memory. Terdapat empat konektor pada DSK untuk input dan output yaitu MIC IN untuk input dari michrophone, LINE IN untuk input dari function generator, LINE OUT untuk output , dan HEADPHONE untuk output pada headphone. Pada Gambar 2.1 dan 2.2 diperlihatkan sebuah board DSK TMS320C6713 dan blok diagram pada TMS320C6713.

Gambar 1.1 Board DSK TMS320C6713

Gambar 1.2 Blok Diagram pada TMS320C6713

1. TMS320C6713 TMS320C6713 pada DSK adalah floating point processor yang didasari pada arsitektur VLIW (Very-Long-Instruction-Word). Memori internal meliputi 2 level penyimpanan daya, yang terdiri dari 4 KB pada level penyinpanan program (L1P), 4 KB pada level 1 penyimpanan data (L1D), dan 256 pada level 2 pembagian memori antara program dan data. Selain itu, juga mempunyai sebuah interface untuk memerintah synchronous dan memori (SDRAM dan SBSRAM) dan asynchronous memori (SPRAM dan EPROM).

10

Selain itu, terdapat 2 McBSP, 2 timer, sebuah host interface dan 32 bit EMIF. Semua itu membutuhkan 32 bit program address bus, 256 bit program data bus. Untuk mengakomodasi 32 bit instruksi, 2 data address bus sebanyak 32 bit dan 2 data bus sebanyak 64 bit sehingga total memori adalah 4 GB yang meliputi 4 eksternal memori yaitu CE0, CE1, CE2, CE3. Pada Gambar 2.3 diperlihatkan data path pada TMS320C6713.

Gambar 1.3 TMS320C6713 data path 2. CODE COMPOSER STUDIO (CCS) CCS (Code Composer Studio) adalah penyedia sebuah Integrated Development Enviroment (IDE) untuk menggabungkan peralatan pada software. Peralatan tersbut antara lain C compiler, sebuah assembler, dan sebuah linker. C compiler merubah c source program dengan .c untuk menghasilkan sebuah assembly source dengan ekstensi .asm. Assembler mengumpulkan file dengan .asm untuk menghasilkan bahasa mesin file object dengan ekstensi .obj. Sedangkan linker menyatukan file object dan object libraries sebagai input untuk menghasilkan sebuah file ekstensi dengan ekstensi out 11

Di dalam Code Composer Studio (CCS) terdapat beberapa file pendukung antara lain adalah: a. C6713dskinit.c: mengandung fungsi fungsi untuk inisialisasi ke DSK, codec, serial port, serta untuk input dan output b. C6713dskinit.h: adalah sebuah file header dengan fungsi prototypes. Biasanya digunakan untuk pemilihan input seperti memilih input dari michrophone sebagai pengganti dari line input, input gain, dan sebagainya c. C6713dsk.cmd: adalah sebuah sample linker command file. File ini dapat dirubah saat menggunakan external memori. d. Vectors_intr.asm: adalah sebuah vector file yang telah dimodifikasi yang terdapat di dalam CCS untuk mengatur interrupt. Terdapat 12 interrupt dimana INT4 hingga INT 15 dapat digunakan. Dan yang biasa menggunakan vector ini adalah INT 11. e. Vectors_poll.asm: file vector untuk program yang menggunakan polling. f. rts6700.lib,dsk6713bsl.lib,csl6713.lib: run-time, board, dan chip yang mendukung filelibrary. File-file ini terdapat di dalam CCS dan barada di lokasi C6000\cgtools\lib,C6000\dsk6713\lib, dan c6000\bios\lib

3. TLV 320AIC23 (AIC23) DSK board meliputi AIC23 codec untuk input dan outputnya. Sirkuit ADC pada codec merubah input analog menjadi tampilan digital untuk diproses oleh DSP. Level tertinggi pada sinyal input dirubah menjadi 6Vp-p dengan onboard codec. Setelah itu, 12

sinyal yang ditangkap akan diproses dan hasilnya akan dikirim keluar. Sebuah filter output akan merekonstruksi sinyal output. AIC23 adalah sebuah stereo audio codec yang didasari oleh teknologi sigma-delta. Itu menunjukkan semua fungsi untuk ADC (Analog to Digtital Converter), DAC (Digital to Analog Converter), LPF (Low Pass Filter), oversampling dan sebagainya. AIC23 mengandung spesifikasi untuk pengiriman data dengan panjang 16,20,24,dan 32 bit. Sigma-delta adalah sebuah converter yang dapat memperoleh resolusi tinggi dengan ratio oversampling besar tetapi dengan sampling rate yang rendah. ADC (Analog to Digital Converter) merubahsinyal input analog menjadi sinyal output digital (discrete) dalam sebuah format pelengkap yang sesuai dengan nilai sinyal analog. DAC (Digital to Analog Converter) meliputi sebuah penyisipan filterdan sebuah digital modulator. Sebuah filter mengurangi data rate digital ke sampling rate. Output DAC pertama kali dilewatkan melalui sebuah internal filter lowpass kemudian akan direkonstruksi untuk menghasilkan sebuah analog sinyal. Komunikasi dengan AIC23 codec untuk input dan output menggunakan 2 multi channel yang berada di buffer serial ports McBSPs pada C6713. McBsp0 digunakan sebagai sebuah unidirectional channel untuk mengirim 16 bit kontrol ke AIC23. Sedangkan McBSP1 digunakan sebagai sebuah bidirectional channel untuk pengiriman dan penerimaan data. Pada Gambar 2.4 diperlihatkan diagram AIC23 codec.

13

Gambar 1.4 Diagram AIC23 codec 4. Daughter card interface Konektor-konektor tambahan yang berguna untuk mengembangkan aplikasi-aplikasi pada board. Terdapat 3 konektor, yaitu memory expansion, peripheral expansion, dan Host Port Interface. 5. LED dan Switches LED dan switches ini merupakan fitur yang dapat membantu dalam membangun aplikasi karena dapat deprogram sesuai keinginan user. 6. JTAG (Joint Test Action Group) Merupakan konektor yang dapat melakukan transfer data dengan kecepatan yang sangat tinggi. Hal ini akan berguna dalam aplikasi real-time.

14