Anda di halaman 1dari 14

Makalah individu

PROTOKOL JARINGAN

Nama NIM Kelas

: Munasysyir : 60200110072 :

JURUSAN TEKNIK INFORMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI ALAUDDIN MAKASSAR 2012

BAB I PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang
Model OSI menyediakan secara konseptual kerangka kerja untuk komunikasi antar computer, tetapi model ini bukan merupakan metode komunikasi. Sebenarnya komunikasi dapat terjadi menggunakan protocol komunikasi. Di dalam konteks jaringan data, sebuah protocol adalah suatu aturan formal dan kesepakatan yang menentukan bagaimana

computer bertukar informasi melewati sebuah media jaringan. Sebuah protocol mengimplementasikan s a l a h s a t u a t a u l e b i h d a r i l a p i s a n l a p i s a n O S I . S e b u a h v a r i a s i ya n g l e b a r d a r i a d a n ya protocol komunikasi, tetapi semua memelihara pada salah satu aliran group: protocol LAN, protocol WAN, protocol jaringan dan protocol routing. P r o t o c o l L A N b e r o p r a s i pada lapisan fisik dan data link dari model OSI serta

mendefinisikan komunikasi dari macam

macam media LAN.

Protocol WAN beroprasi pada ketiga lapisan terbawah dari model OSI dan mendifinisikan dari macam macam WAN. Protocol routing adalah protocol lapisan jaringan yang bertanggung jawab

untuk m e n e n t u k a n j a l a n d a n p e n g a t u r a n l a l u l i n t a s . A k h i r n ya

p r o t o c o l j a r i n g a n t e r d i r i d a r i berbagai protocol dari lapisan teratas yang ada dalam sederetan protocol.

1.2Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah makalah ini adalah : a. Apa definisi protokol jaringan ? b. Apa fungsi dari protokol jaringan ? c. Bagaimana susunan dari protokol jaringan ? d. Bagaimana standarisasi protokol jaringan ? e. Berapa jenis protokol jaringan ?

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi protokol
Protokol adalah suatu aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer, misalnya mengirim pesan, data, informasi dan fungsi lain yang harus dipenuhioleh sisi pengirim (transmitter) dan sisi penerima (receiver) agar komunikasi dapat berlangsungdengan benar.Selain itu protokol juga berfungsi untuk memungkinkan dua atau lebih komputer dapat berkomunikasi dengan bahasa yang sama.Hal hal yang harus dipehatikan dalam protokol adalah sebagai berikut: Syntax, merupakan format data dan cara pengkodean yang digunakan untuk mengkodekansinyal. Semantix, digunakan untuk mengetahui maksud dari infomasi yang dikirim dan mengoreksikesalahan yang terjadi dari informasi tadi. Timing, digunakan untuk mengetahui kecepatan transmisi data.

2.2 Fungsi protokol


Secara umum fungsi dari protokol adalah untuk menghubungkan sisi pengirim dan penerima dalam berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan dengan baik dan benar dengan kehandalan

yang tinggi. Sedangkan fungsi protokol secara detail dapat dijelaskan sebagai berikut: Fragmentasi dan reassembly Fungsi dari fragmentasi dan reassembly adalah membagi informasi yang dikirim menjadi b e b e r a p a p a k e t data pada saat sisi pengirim mengirimkan informasi t a d i d a n s e t e l a h diterima maka si penerima akan menghubungkan lagi menjadi paket berita yang lengkap. EncaptulationFungsi dari encaptulaton adalah melengkapi berita yang dikirimkan dengan address, kode kode koreksi dan lain lain. Connection ControlFungsi dari connection control adalah membangun hubungan komunikasi dari transmitter dan receiver, dimana dalam membangun hubungan ini termasuk dalam hal pengiriman datadan mengakhiri hubungan. Flow controlFungsi dari flow control adalah mengatur perjalanan data dari transmitter ke receiver Error Control Dalam pengiriman data tak lepas dari kesalahan, baik itu dalm proses pengiriman maupun pada waktu data itu diterima. Fungsi dari error control adalah mengontrol terjadinya kesalahan yang terjadi pada waktu data dikirimkan.

Transmission service Berfungsi untuk member pelayanan komunikasi data khususnya yang berkaitan dengan prioritas dan keamanan serta perlindunagan data.

2.3 Susunan Protokol


Protokol jaringan disusun dalam bentuk lapisan lapisan (layer). Hal ini mengandung arti supaya jaringan yang dibuat nantinya tidak menjadi rumit. Di dalam layer ini, jumlah, nama isi danfungsi setiap layer berbeda beda. Akan tetapi, tujuan dari setiap layer ini adalah memeberi layananke layer layer yang ada di atasnya. Susunan dalam layer ini menunjukkan tahapan dalammelakukan komunikasi.Antara setiap layer yang berdekatan terdapat sebuah interface. Interface ini menentukanlayanan layer yang dibawah kepada layer yang diatasnya. Pada saat merencanakan sebuah jaringan,hendaknya

mempertimbangkan bagaimana menentukan interface yang tepat yang akan ditempatkandiantara dua layer yang bersangkutan.Sebuah himpunan layer dan protokol disebut arsitektur jaringan. Sebuah arsitektur harusterdiri dari infomasi yang cukup memungkinkan suatu implementasi menulis program

ataumembentuk perangkat keras pada setiap layer-nya

2.4 Standarisasi Protokol


Sesuai dengan perkembangan teknologi dan komunikasi sekarang ini, setiap system computer mempunyai cirikhas tersendiri. Masing masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Hal inilah yang menimbulkan keinginan untuk dapat

saling menghubungkan komunikasi antara berbagai system computer yang beredar dipasaran. Berbagai yang berperan dalam usaha tersebutantara lain: Electronic Industries Association (EIA) Committee Consultative de Telegrapque et Telephonique (CCITT) International Standart Organization (ISO) American National Standart Institute (ANSI) Institute of Elektrical and Electronic Enginners (IEEE)

Perusahaan tersebut di atas saling bekerja sama dalam menentukan standarisasi khususnyayang menyngkut komunikasi data. Sebelum dilakukan standarisasi, terdapat berbagai macam protocol yang digunakan oleh perusahaan peralatan komunikasi atau system computer. Para produsen merancang protocol sendiri guna untuk memonopoli pasar. Oleh sebab itu standarisai sangatlah perlu dalam industry komunikasi untuk mengatur dan menetapkan karakter elektris, fisik, prosedur dari proses komunikasi data. Selain itu, perlunya standarisasi dalam jaringan computer antara lain: Standarisasi memberi jaminan kepada produsen hard-ware dan software bahwa produknya akan banyak digunakan oleh pemakai dengan kata lain potensi pasar menjadi lebih besar. Standarisasi menjadikan produk dari para produsen computer dapat saling berkomunikasi, sehingga pembeli menjadi lebih leluasa dalam memilih peralatal dan menggunakannya. Dengan standarisasi maka produsen tidak

dapat melakukan monopoli pasar sehingga harga produk menjadi lebih murah, karena terjadi persaingan sehat antar para produsen dalam menjual produknya.

2.5 Jenis Protokol


Dalam sebuah jaringan computer, ada berbagai jenis protocol yang akan digunakan. Dari sekian banyak jenis protocol yang umumnya digunakan dalam sebuah jaringan adalah sebagai berikut:

2.5.1 NetBEUI Frame Protokol (NBF)

Adalah versi modifikasi dari NetBUEI. Dikembangkan pada tahun 1985 oleh IBM.Spesifikasi terbaru dari NBF adalah V. 30. Salah satu keuntungan utama dari stack NBF adalah batas 254 session di dalam NetBUEI sudah dihilangkan. Protocol NBF juga menyediakan alokasimemory otomatis yang sewaktu waktu dapat digunakan. Proses ini bersifat dinamis, sehinggatidak diperlukan pra konfigurasi. Alokasi memori otomatis menurunkan total memoi yangdibutuhkan stack protocol. NetBEUI memiliki header yang sangat kecil, ada dua kerugian dari NBFyaitu ketidak mampuan protocol ini di-route-kan yang berarti secara virtual tidak berguna untuk sebuah WAN. Kerugian lainnya adalah kebergantungan NBF pada pesan broadcast untuk mengkomunikasikan data di antara banyak computer dalam jaringan.

2.5.2 NetBIOS

Adalah suatu interface dan sebuah protocol yang dikembangkan oleh IBM. Fungsi protocolini berkisar di atas tiga layer paling atas (session, presentation and aplikation). Dalam model OSI, NetBIOS memberikan sustu interface standart bagi layer dibawahnya. NetBIOS juga dapatdigunakan sebagai sebuah API (Aplication Program Interface) untuk pertukaran data. Ia membi progammer akses keberbagai sumber data untuk menciptakan hubungan dua computer atau antaradua aplikasi pada computer yang sama. NetBIOS melayani 3 fungsi jaringan yaitu sebagai berikut: Naming ServiveDipergunakan untuk menyeberkan nama group, user dan computer ke jaringan. Ia juga bertugas untuk memastikan agar tidak terjadi duplikasi nama. DataGram SuppportMenyediaka transmisi tanpa koneksi yang tidak menjamin suksesnya pengiriman paket, besarnya tidak lebih dari 512 bytes. Metode datagram ini digunakan oleh naming servive. Session SupportMemungkinkan transmisi dimana sebuah virtual circuit session diadakan sedemikian rupasehingga pengiriman paket dapat dipantau dan dikenali.

2.5.3 NWLink Merupakan suatu implementasi 32 bit Microsoft dari protocol stack yang kompatibel denganIPX/SPX. Ia dapat digunakan untuk menciptakan hubungan antara

computer WindowsNT,Komputer MS-DOS, Windows dengan Windows-NT lainnya. Koneksi ini dicapai melalui variasikomunikasi. NWLink sangat cocok diterapkan di platform Intel tetapi tidak cocok untuk diterapkandi platform lainnya.

2.5.4 IPX/SPX

Adalah protkol yang diimplementasikan dalam jaringan Novell Netware. IPX bertanggung jawab untuk routing dan pengiriman paket. Sementara SPX menciptakan hubungan danmenyediakan acknowledgement dari pengiriman paket tersebut.

2.5.5 TCP/IP TCP/IP bukanlah protocol tunggal tetapi satu kesatuan protocol dan utility. Setiap protocol dalam kesatuan ini memiliki aturan yang spesifik. Protocol ini dikembangkan oleh ARPA(Advanced Research Projects Agency) untuk departeman pertahanan Amerika Serikat pada tahun1969.ARPA menginginkan sebuah protocol yang memiliki karakter sebagai berikut: Mampu menghubungkan berbagai jenis system operasi. Dapat diandalkan dan mampu mendukung komunikasi kecepatan tinggi. Routable dan scalable untuk memenuhi jaringan yang kompleks dan luasSebuah alamat TCP/IP adalah nilai biner berukuran 32 bit yang diberikan ke setiap hostdalam sebuah jaringan. Nilai ini digunakan untuk mengenali jaringan dimana host tersebut danmengenali nomer unik host

bersangkutan di jaringan tertentu. Setiap host yang terhubung jadi satu pada sebuah internet work harus memiliki satu alamat unik TCP/IP.

Konsep ini serupa dengan cara kantor pos mengantarkan surat. Setiap rumah disepanjang jalan menggunakan nama jalan (nama jaringan) yang sama tapi memiliki nomer rumah (nomer host)yang berbeda. Sewaktu waktu computer ingin mengirimkan data ke computer lain, si pengirimharus memberidata itu dilengkapi dengan alamat yang tepat. Jika tidak maka si penerima atau jaringan akan kebingungan harus dikirim kemana jaringan tersebut. Pemberian ini menjadi tanggung jawab pengirim. Setiap alamat terdiri atas dua komponen:

Network IDIni adalah bagian dari alamat IP yang mewakili jaringan fisik dari host (nama jaln darirumah). Setiap computer dalam segmen jaringan tertentu akan memiliki ID jaringan yangsama. Node IDIni adalah bagian yang mewakili bagian individu dari alamat (nomor rumah). Bila computer di segmen jaringan anda memiliki alamat, maka jaringan tersebut perlu tau milik siapakah suatu paket itu. Seperti yang disebutkan diatas tadi bahwa nilai IP adalah nilai biner 32 bit.

Nilai tersebutterbagi menjadi empat bagian nomer 8 bit yang disebut Oktet.Contoh alamat IP: 202.149.240.66. Dengan menggunakan contoh ini,

katakanlah administrator men-setup jaringan dengan semua computer memiliki bagian nilai yang sama: 202.149.240.XXX. Kondisi inilah yang disebut network ID. Nomer pada XXX adalah node ID-nya. Setiap alamat TCP/IP jatuh pada satu kelas alamat. Kelas mewakili setiap grup alamat yangsegera dapat dikenali komponen software sebagai bagian dari sebuah jaringan fisik. Misalnya, ambil contoh alamat TCP/IP berikut dan nilai binernya

10.149.240.6600001010.10010101.11110000.10000010. Dengan memperhatikan tiga nilai biner yang pertama, kita bisa mengatakan bahwa alamat ini termasuk kelas A. Berikut ini table yang memberikan urutan dari alamat IP dan jumlah host yangdidukungnya

0-127

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan
Setelah menyelesaikan penulisan makalah ini, penulis dapat menyimpulkan beberapa hal, antara lain : Protokol adalah suatu aturan yang mendefinisikan beberapa fungsi yang ada dalam sebuah jaringan komputer Secara umum fungsi dari protokol adalah untuk menghubungkan sisi pengirim dan penerima dalam berkomunikasi serta dalam bertukar informasi agar dapat berjalan dengan baik dan benar dengan kehandalan yang tinggi Protokol jaringan disusun dalam bentuk lapisan lapisan (layer). Hal ini mengandung arti supaya jaringan yang dibuat nantinya tidak menjadi rumit Standarisasi menjadikan produk dari para produsen computer dapat saling berkomunikasi, sehingga pembeli menjadi lebih leluasa dalam memilih peralatal dan menggunakannya Dari sekian banyak jenis protocol yang umumnya digunakan dalam sebuah jaringan adalah NetBEUI Frame Protokol (NBF), NetBIOS, NWLink, IPX/SPX, TCP/IP