Anda di halaman 1dari 26

TUGAS PENGAUDITAN 2 Kasus Enron Tinjauan kasus Enron dengan melakukan audit atas Cash Cycle

Kelompok 6 1. Arini Nuriani 2. Christian P 3. Junius 4. Tommy Pasaribu 0806350991 0806351086 0806351426 0806318580

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS INDONESIA DEPOK, MEI 2011

Statement of Authorship
Saya/kami yang bertandatangan dibawah ini menyatakan bahwa makalah/tugas terlampir adalah murni hasil pekerjaan saya/kami sendiri. Tidak ada pekerjaan orang lain yang saya/kami gunakan tanpa menyebutkan sumbernya. Materi ini tidak/belum pernah disajikan/digunakan sebagai bahan untuk makalah/tugas pada mata ajaran lain kecuali saya/kami menyatawkan dengan jelas bahwa saya/kami menggunakannya. Saya/kami memahami bahwa tugas yang saya/kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau dikomunikasikan untuk tujuan mendeteksi adanya plagiarisme.

Nama Arini Nuriani Christian Pasaribu Junius Tommy Pasaribu

NPM 0806350991 0806351086 0806351426 0806318580

Tanda Tangan

Mata Ajar Judul Makalah Tanggal Dosen

: Pengauditan 2 : Kasus Enron Tinjauan kasus Enron dengan melakukan audit atas Cash Cycle : 5 Mei 2011 : Mawar I.R. Napitupulu / Dedy Sukrisnadi

DAFTAR ISI 1.1 Latar Belakang Kasus 1.2 Tinjauan dari International Standard of Auditing (ISA) 1.3 Test Audit atas Cash Cycle Enron 1.4 Kasus Enron Telaah dari Paper dan Jurnal Akuntansi 1.5 Mengaitkan Pencatatan Revenue & A/P dalam Cash Cycle dengan Standar US GAAP yang Berlaku 1.6 Peran Auditor Arthur Andersen Daftar Pustaka

1.1 Latar Belakang Kasus

Enron berdiri pada tahun 1985 melalui merger antara dua perusahaan yang bergerak di bidang pipa gas yaitu Houston Natural Gas dan Omaha-based InterNorth, pada tahun 1985. Posisi CEO pun langsung diduduki oleh founder dari perusahaan tersebut yaitu Kenneth L. Lay sampai akhirnya Enron kedatangan seorang Jeffrey Skilling yang memiliki otak jenius berisi ide-ide inovatif yang berperan penting dalam kesuksesan Enron. Skilling pada awalnya merupakan seorang konsultan dari salah satu kantor konsultan terbaik di dunia, McKinsey & Co., sampai pada akhirnya Ia memenangkan kepercayaan Lay yang menyebabkannya segera diangkat menjadi presiden dari salah satu operasi perdagangan Enron yang baru pada tahun 1990, dengan sebuah ide brilian yaitu konsep perdagangan gas alam dengan kontrak jangka panjang. Metode perdagangan baru ini telah mengubah nasib Enron dalam bisnis. The Use of Off-Balance Sheet Partnerships Enron menciptakan lebih 3000 off-balance sheet subsidiaries dan off-balance sheet partnership yang bergerak di bidang energi dan telekomunikasi. Adapun tujuan partnership tersebut adalah : 1. Dekonsolidasi asset sehingga pertumbuhan tetap terjaga dan posisi credit rating tetap baik. 2. Invest pada hedge berhubungan dengan enrons investment pada beragam operating dan financial assets. Strategi off balance yang diterapkan Enron ini adalah legal dan sesuai dengan standar akuntansi. Tetapi dalam kenyataannya, tanpa sepengetahuan para stakeholder bahwa banyak investasi hedge yang tidak memadai pada periode Agustus dan Sepetember. Pada kuarter ketiga 16 Oktober 2001 Enron mengumumkan adanya biaya sebesar $544 juta. Enron juga melaporkan adanya pengurangan sebesar $1,2 miliar stakeholder equity karena adanya accounting error dalam partnership yang dilakukan oleh kepala keuangan Andrew Fastow. Off-balance sheet partnership merupakan suatu jenis partnership yang dengan sedemikian rupa sehingga tidak mewajibkan perusahaan untuk memasukannya dalam laporan keuangan konsolidasian. Dengan pembentukan off-balance sheet partnership ini, Enron memiliki kesempatan untuk memilah-milah transaksi mana yang ingin dan tidak ingin dimasukkan ke 4

dalam laporan keuangannya. Transaksi-transaksi Enron yang tidak diinginkan keberadaannya dalam laporan keuangan (karena dapat menurunkan laba bersih perusahaan atau menunjukkan posisi keuangan perusahaan yang sedang buruk) dialihkan ke off-balance sheet partnership yang telah dibuatnya tadi. Walaupun tidak melanggar peraturan, namun praktik akuntansi seperti ini dapat menyembunyikan informasi perusahaan yang sebenarnya. Selain off-balance sheet partnership tersebut, Enron juga tidak jarang melakukan manipulasi-manipulasi laporan keuangan lainnya untuk menutupi kondisi perusahaan yang mulai mengalami perputaran roda dari keuntungan menuju kerugian. The Fall of Enron and Its Aftermath Pada tahun 2001, Securities and Exchange Comission (SEC) menemukan kejanggalan dalam laporan keuangan Enron terkait dengan partnershipnya. Dengan demikian Enron diwajibkan untuk me-restate laporan keuangannya selama lima tahun kebelakang. Dalam laporan keuangan restatement tersebut, Enron mengungkapkan overstatement yang terjadi pada laba bersih yang dilaporkan sebesar US$ 586 juta dan shareholders equity sebesar US$ 1 Miliar serta understatement hutang sebesar US$ 711 juta untuk posisi keuangan per tanggal 31 Desember 2000. Hal ini dilakukan karena Enron sadar bahwa kepercayaan investor dan kreditor harus dipertahankan untuk tetap mempertahankan arus kredit yang dibutuhkannya untuk melanjutkan operasi serta melanjutan ekspansinya. Namun, laporan keuangan restatement tersebut justru semakin menghancurkan kepercayaan pasar dan investor kepada Enron. Akhirnya, pada akhir Oktober, credit rating Enron terjun bebas dan banyak hutang tak terjamin (nonrecourse debt) menuntut untuk dikonversi menjadi hutang terjamin (recourse debt). Pada tanggal 9 November 2001, Enron setuju untuk diakuisisi oleh pesaingnya sendiri, Dynegy Inc. Namun, hanya dalam waktu 3 minggu persetujuan tersebut dibatalkan oleh Dynegy karena Enron tidak memberikan cukup pengungkapan pada laporan keuangannya yang sebenarnya. Enron menyempurnakan keterpurukannya dengan menyatakan pailit pada tanggal 2 Desember 2001.

1.2 Tinjauan dari International Standard of Auditing (ISA)

Dalam SA Seksi 311 tentang

Perencanaan dan Supervisi dalam Standar Pekerjaan

Lapangan disebutkan bahwa auditor harus memperoleh pengetahuan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan bisnis entitas, organisasinya, dan karakteristik operasinya. Hal tersebut mencakup tipe bisnis, tipe produk dan jasa, struktur modal, pihak yang memiliki hubungan istimewa, lokasi, metode produksi, distribusi, serta kompensasi. Selain itu auditor juga harus mempertimbangkan hal-hal yang berkaitan dengan industri tempat operasi entitas (Paragraf 07). Hal ini berkaitan dengan business line baru yang dimiliki Enron seperti Oil and Gas Exploration, Production, and Transportation, Trading Energy Products and Services, serta Replicating the Energy-Trading Business in Nonenergy Markets, sebagai contoh, salah satunya Enron melakukan ekspansi usaha dengan memanfaatkan tren baru di masa pascaderegulasi industri gas alam oleh Congress, yaitu melakukan jual-beli gas alam melalui spot market. Enron mulai melakukan perdagangan kontrak penjualan energi secara fisik maupun finansial dan langsung menjadi perusahaan yang pertama menciptakan pasar futures untuk gas alam. Dalam SA Seksi 316 tentang Pertimbangan Atas Kecurangan Dalam Audit Laporan Keuangan disebutkan bahwa meskipun kecurangan merupakan konsep hukum yang luas, kepentingan auditor berkaitan secara khusus ke tindakan kecurangan yang berakibat terhadap salah saji yang material dalam laporan keuangan. Faktor yang membedakan antara kecurangan dan kekeliruan adalah apakah tindakan yang mendasarinya, yang berakibat terjadinya salah saji dalam laporan keuangan, berupa tindakan yang disengaja ataupun yang tidak disengaja. Ada dua tipe salah saji yang relevan dengan pertimbangan auditor tentang kecurangan dalam audit atas laporan keuangan yakni salah saji yang timbul sebagai akibat dari kecurangan dalam pelaporan keuangan dan kecurangan yang timbul dari perlakuan yang tidak semestinya terhadap aktiva (Paragraf 03). Enron sendiri menciptakan lebih 3000 off-balance sheet subsidiaries dan off-balance sheet partnership yang bergerak di bidang energi dan telekomunikasi yang bertujuan untuk dekonsolidasi asset sehingga pertumbuhan tetap terjaga dan posisi credit rating tetap baik. Strategi off balance yang diterapkan Enron ini adalah legal dan sesuai dengan standar akuntansi. Tetapi dalam kenyataannya, tanpa sepengetahuan para stakeholder bahwa banyak investasi hedge yang tidak memadai. Dengan pembentukan off-balance sheet partnership ini, Enron memiliki kesempatan 6

untuk memilah-milah transaksi mana yang ingin dan tidak ingin dimasukkan ke dalam laporan keuangannya. Transaksi-transaksi Enron yang tidak diinginkan keberadaannya dalam laporan keuangan (karena dapat menurunkan laba bersih perusahaan atau menunjukkan posisi keuangan perusahaan yang sedang buruk) dialihkan ke off-balance sheet partnership yang telah dibuatnya tadi. Walaupun tidak melanggar peraturan, namun praktik akuntansi seperti ini dapat menyembunyikan informasi perusahaan yang sebenarnya. Selain off-balance sheet partnership tersebut, Enron juga tidak jarang melakukan manipulasi-manipulasi laporan keuangan lainnya untuk menutupi kondisi perusahaan yang mulai mengalami perputaran roda dari keuntungan menuju kerugian. 1.3 Test Audit atas Cash Cycle Enron Test audit atas cash cycle dilakukan untuk akun-akun yang dicurigai dimanipulasi, antara lain akun net income dan akun account payable. Test audit dimulai dengan mengetahui lingkup bisnis klien, menilai risiko inheren klien, mengeset materialitas, acceptable audit risk, mengetahui internal control dan test of control, serta melakukan analytical procedures. Lingkup Bisnis Klien dan Resiko Bisnis Klien Enron merupakan perusahaan yang bergerak di bidang gas alam dan kelistrikan. Pada akhir tahun 1990an, Enron bergerak dalam beberapa bidang berikut: 1) Penyedia jasa tempat jual beli online, yaitu enrononline.com 2) Penyedia jasa broadband 3) Penyedia jasa transportasi, yaitu Enron Transportation Services 4) Penyedia energi bagi industri dan sektor komersial 5) Penyedia jasa besar, seperti pengembangan infrastruktur listrik, jasa konstruksi, jasa eksplorasi, jasa persediaan, dan jasa pembangun kincir angin. Enron juga mempunyai beberapa anak perusahaan yang tersebar di seluruh dunia. Enron mempunyai moto Respect, Integrity, Communication and Excellence dan Misi We treat others as we would like to be treated ourselves....We do not tolerate abusive or disrespectful treatment. Ruthlessness, callousness and arrogance don't belong here.

Tahun 2001, Enron menempati posisi 7 dalam kategori perusahaan terbesar di dunia versi majalah Fortune. Enron ditengarai memiliki beberapa SPE Special Purpose Entities yang tidak dikonsolidasi yang digunakan untuk memanipulasi laporan keuangan yang dimilikinya sehingga net income meningkat dan tingkat hutangnya menurun. Resiko inheren klien Risiko inheren klien, terutama menyangkut siklus kas adalah adanya beberapa transaksi yang memiliki hubungan istimewa sebagai berikut (Special Investigative Report) 1) Transaksi Chewco. Transaksi ini melibatkan antara Chewco Investments L.P., yang dimanajeri oleh Kopper (karyawan Enron Global Finance) yang merupakan SPE dari Enron. Chewco digunakan oleh Enron untuk menutupi loss yang diderita oleh JEDI (Joint Energy Develop Investment). Chewco tidak memenuhi kriteria SPE yang tidak dikonsolidasi, yaitu jika Chewco mempunyai kepemilikan independen dengan 3% equity capital at risk. Kenyataannya tidak ada investor independen yang berinvestasi di Chewco, hanya Enron dan Kopper, sehingga transaksi Chewco harus dikonsolidasi ke dalam laporan keuangan Enron. 2) Transaksi LJM (Lea, Jeffrey, Mastow) Transaksi LJM antara Enron dan LJM Partnership yang dimanajeri oleh Fastow, Chief Financial Officer Enron, menghasilkan kelebihan profit satu milyar dollar pada laporan keuangan Enron. Selama Juni 1999-2001 Enron mengadakan 20 transaksi dengan LJM Partnership, yang berupa asset sales dan purported hedging transaction. Transaksi asset sales digunakan untuk menjual aset dan menghapuskan aset tersebut dari buku Enron. Transaksi purported hedging digunakan untuk mengalihkan saham Enron kepada LJM dan ditukar dengan notes. LJM akan melindungi Enron dengan menanggung kerugian jika harga saham Rhythm Net Connection (salah satu perusahaan yang dimiliki Enron) menurun. LJM itu sendiri terdiri dari LJM 1 (LJM Cayman L.P) yang digunakan untuk transaksi spesifik dengan Enron dan LJM 2 (LJM2 Co-Investment, L.P.) yang merupakan institusi dana privat yang mendapat dana investasi dari Fastow sebesar 200 juta dollar.

LJM 2 melakukan transaksi penjualan asset dengan Enron. Enron menjual asset-aset yang tidak menghasilkan kinerja baik kepada perusahaan yang membuat Enron berhasil menghilangkat asset tidak menguntungkan tersebut dan mencatat arus kas dari penjualan asset. 3) Raptor Equity Adjustment Transaksi hedging raptor melibatkan empat SPE Enron. Transaksi ini bertujuan untuk mengimbangi kerugian yang terjadi dari loss dari fair value accounting yang timbul dari investasi yang dicatat pada laporan keuangan. Transaksi Raptor ada 4 macam yakni transaksi Raptor 1 yang terjadi tahun 2000 dan melibatkan SPE bernama Talon I, LLC. Raptor 2 dan Raptor 4 dibuat untuk memberi jaminan untuk menutupi investasi 30 juta dollar dengan tambahan 10 juta dollar profit untuk setiap pembentukan SPE baru. Raptor 3 digunakan untuk melindungi investasi Enron di perusahaan The New Power Company. Secara total, Enron menggunakan Raptor untuk menutupi kerugian investasi Enron sebesar 1 milyar dollar US.

Internal Control. Analisis internal control yang ada di dalam Enron:


1. David Delaney, CEO of the retail and wholesale energy divisions.

Merupakan orang yang diduga melakukan insider trading untuk meningkatkan kinerja dari Enron.
2. Andrew Fastow, Chief Financial Officer

Diduga terlibat dalam transaksi antara LJM dengan Enron yang meningkatkan profit Enron dengan manipulasi akuntansi. 3. Ben Gilson, treasurer dari Enron Diduga ikut terlibat dalam transaksi SPE dari Enron. 4. Kenneth Lay, CEO Enron Diduga mengetahui fraud yang ada di dalam Enron. Dengan banyaknya karyawan Enron yang terlibat dalam fraud, dapat kita simpulkan bahwa internal control dari Enron tidak baik, sebab para karyawan tersebut dapat bebas melakukan manipulasi pada net income dan debt yang dimiliki Enron, sehingga angka-angka pada akun tersebut tidak menunjukkan kondisi sebenarnya dari Enron. 9

Analytical Procedures Data akun yang menyangkut siklus kas cash, account receivables, account payables, net income, dan sales adalah sebagai berikut (dari laporan consolidated unaudited in billion):
2000 2001 maret juni september maret juni september Kas 466 718 697 288 847 1001 A/R 10,396 5314 6494 8,949 11,234 9208 A/P 2,914 4400 5390 8,686 9,646 7787 Net Income 338 627 797 425 829 225 Sales 13,145 30,031 138,718 50,129 100,189 59887 AKUN

Peningkatan kas pada periode maret-juni 2000 dan peningkatan kas selama tahun 2001 dinilai tidak wajar. Hal yang mendasarinya adalah adanya berbagai transaksi yang digunakan Enron untuk menutupi kerugian investasi yang dilakukannya sampai tahun 2001. Tingkat sales yang tinggi selama tahun 2000 dan 2001 yang tidak diiringi dengan peningkatan Net Income secara signifikan menunjukkan kondisi bahwa keuangan Enron yang tidak efisien. Investor atau pihak luar dapat mempertanyakan mengapa sales yang berjumlah sangat besar namun net income yang diperoleh kecil. Sales yang besar mungkin diikuti dengan besarnya biaya investasi, proses operasi yang tidak efisien, dan manajemen yang tidak mengelola pendanaan dengan baik.

10

Berikut adalah kompilasi data yang menyangkut laporan cash flow selama periode September 2000 September 2001 (seluruh laporan belum diaudit)
Sep 2000 (Sebelum Restated) Cash Flows From Operating Activities Reconciliation of net income to net cash provided by (used in) operating activities Net income Cumulative effect of accounting changes, net of tax Depreciation, depletion and amortization Deferred income taxes Gains on sales of non-merchant assets Investment losses Changes in components of working capital: Net margin deposit activity Other working capital Net assets from price risk management activities Merchant assets and investments: Realized (gains) losses on sales Proceeds from sales Additions Unrealized losses Other, net 620 22 -365 Sep 2000 (Sesudah Restated) Sep 2001

$919 -

$797

$225 -19

617 8 -135

746 -134 -49 768

-135 -188 -952

541 -580 -830

-2,349 -312 190

15 683 -1,414 0 895

6 728 -1,418 129 264 -----------

-48 643 -663 241 8 ----------------753

Net Cash Provided by (Used in) Operating Activities

100

127

11

----------Cash Flows From Investing Activities Capital expenditures Equity investments Proceeds from sales of nonmerchant assets Acquisition of subsidiary stock Business acquisitions, net of cash acquired Other investing activities

----------------

-1,549 -870 222 -743 -515 -147

-1,539 -858 222 -485 -773 -147 -----------

-1,584 -1,172 1,711

-82 -239 ----------------1,366 ----------------

Net Cash Used in Investing Activities Cash Flows From Financing Activities Issuance of long-term debt Repayment of long-term debt Net increase in short-term borrowings Issuance of common stock Net redemption of companyobligated preferred securities of subsidiaries Dividends paid Net (acquisition) disposition of treasury stock Other financing activities

-3,602

-3,580 -----------

2,725 -545 1,694 182

2,725 -579 1,694 182

4,060 -3,903 2,365 199

-95 -396 354 -8 ----------

-95 -396 354 -12 ----------3,873 -----------

0 -394 -398 -49 ---------------1,880 ----------------239 1,240 ----------------

Net Cash Provided by Financing Activities Increase (Decrease) in Cash and Cash Equivalents Cash and Cash Equivalents, Beginning of Period

3,911 ---------409 288 ---------

420 333 -----------

12

Cash and Cash Equivalents, End of Period Changes in Components of Other Working Capital Receivables Inventories Payables Other

$697

$753

$1,001

($3,694) 339 3,081 86 --------

($3,363) 339 2,899 -455 ----------($580) ====== =====

$987 1 -1,764 464 ---------------($312) ======== ====

Total

($188) ====== =====

Sementara itu, hasil pengolahan data untuk selisih perbedaan antara: 1) Laporan cash flow September 2000 sebelum dan sesudah restatement; dan 2) Laporan cash flow September 2001 (restated) dengan laporan cash flow September 2001 adalah sebagai berikut:

Cash Flow from Operating Activities:


Selisih antara Cash Flow Sep 2000 sebelum dan sesudah restatemen t 122 Selisih antara Cash Flow Sep 2000 restated dengan Cash Flow Sep 2001 572

Net income Cumulative effect of accounting changes, net of tax: Depreciation, depletion and amortization Deferred income taxes Gains on sales of non-merchant assets

3 14 -230

-129 142 -86

13

Investment losses Changes in components of working capital: Net margin deposit activity Other working capital Net assets from price risk management activities Merchant assets and investments: Realized (gains) losses on sales Proceeds from sales Additions Unrealized losses Other, net Net Cash Provided by (Used in) Operating Activities

0 -676 392 -122 0 9 -45 4 -129 631 -27

0 2890 -268 -1020 0 54 85 -755 -112 256 880

Cash Flows from Investing Activities


Selisih antara Cash Flow Sep 2000 sebelum dan sesudah restatemen t -10 -12 0 -258 258 0 -22 Selisih antara Cash Flow Sep 2000 restated dengan Cash Flow Sep 2001 45 314 -1489

Capital expenditures Equity investments Proceeds from sales of non-merchant assets Acquisition of subsidiary stock Business acquisitions, net of cash acquired Other investing activities Net Cash Used in Investing Activities

-691 92 -2214

Cash Flow from Financing Activities


Selisih antara Cash Flow Sep 2000 sebelum Selisih antara Cash Flow Sep 2000 restated

14

Issuance of long-term debt Repayment of long-term debt Net increase in short-term borrowings Issuance of common stock Net redemption of company-obligated preferred securities of subsidiaries Dividends paid Net (acquisition) disposition of treasury stock Other financing activities Net Cash Provided by Financing Activities

dan sesudah restatemen t 0 34 0 0 0 0 0 0 4 38

dengan Cash Flow Sep 2001 -1335 3324 -671 -17 0

-2 752 37 1993

Perubahan Cash dan Perubahan Working Capital


Selisih antara Cash Flow Sep 2000 sebelum dan sesudah restateme nt -11 -45 -56 Selisih antara Cash Flow Sep 2000 restated dengan Cash Flow Sep 2001 659 -907 -248

Increase (Decrease) in Cash and Cash Equivalents Cash and Cash Equivalents, Beginning of Period Cash and Cash Equivalents, End of Period Changes in Components of Other Working Capital Receivables Inventories Payables Other

-331 0 182 541

-4350 338 4663 -919

Beberapa hal yang menyebabkan perubahan angka-angka di atas adalah pengakuan atas transaksitransaksi yang menjadi penyebab tingginya Net Income dari Enron. Penyesuaian atas laporan 15

keuangan dilakukan atas transaksi-transaksi yang melibatkan Chewcho Transaction, LJM Partnership, dan Raptor Equity Adjustment. Pengaruh penyesuaian tersebut antara lain: 1. Restatement dari Net Income, menyebabkan perubahan pada cash flow from incoming activities. 2. Restatetement dari Total Asset, yang menyebabkan perubahan pada cash flow from investing activities dan changes in components of other working capital 3. Restatement dari Debt, yang menyebabkan perubahan pada cash flow from financing activities dan changes in components of other working capital 4. Restatement dari Equity, yang menyebabkan perubahan pada cash flow from financing activities dan changes in components of other working capital. Banyaknya tanda merah di dalam perubahan laporan keuangan dari sebelum direstated menjadi restated menimbulkan pertanyaan, seberapa besar pengaruh manajemen dalam membuat fraud dalam laporan keuangan Enron, dampak kesalahan informasi yang sudah terlanjur menyebar di kalangan investor dan pemerintah AS, serta besarnya manipulasi yang dilakukan atas pencatatan akuntansi di laporan keuangan Enron.

Hasil dari analytical procedures menunjukkan bahwa laporan keuangan Enron terdapat banyak manipulasi, sehingga angka-angka pada laporan keuangannya tidak menunjukkan kondisi sebenarnya dari perusahaan Enron. Kami menemukan antara lain:

Dalam bagian selisih antara Cash Flow September 2000 sebelum dan sesudah restatement di cash flow from investing, bagian acquisition of subsidiary stock secara nominal saling mengoffset dengan business acquisition dimana acquisition of subsidiary stock sebesar $-258 million sedangkan business acquisition sebesar $258 million.

Pada bagian perubahan Net Working Capital, receivable mengalami penurunan dan payable mengalami peningkatan. Hal ini menghasilkan kecurigaan akan adanya kesalahan dalam pengakuan pendapatan. 16

Pada tahun 2000, angka net income ($919) cukup jauh berbeda dengan angka operating cash flow ($100). Hal ini mengindikasikan bahwa kegiatan operasi perusahaan kurang mendukung pencapaian net income sehingga dicurigai adanya keuntungan yang belum terealisasi yang diperoleh dari sistem mark to market yang diterapkan Enron yang berdampak kepada pencapaian net income tersebut.

Free cash flow (cash flow from operating dikurangi dengan cash flow from investing) Enron tidak begitu bagus, hal tersebut bisa dilihat dari angka cash flow from investing yang memiliki perbedaan yang signifikan terhadap cash flow from investing. Enron mampu membiayai kegiatan investingnya yang besar dengan operating cash flow yang tidak begitu besar.

Kesimpulan : karena internal control yang buruk dan hasil analytical procedures yang buruk menyebabkan tingginya risiko audit atas Enron. Auditor harus mempertimbangkan risiko audit yang tinggi karena tingginya kemungkinan management fraud yang ada dalam laporan keuangan Enron.

17

1.4 Kasus Enron Telaah dari Paper dan Jurnal Akuntansi Enron menggunakan pendapatan sebagai tujuan utama keuangan, pengukuran kinerja, dan pengukuran kesuksesan. Hal ini mempengaruhi pemberian insentif para CEO. Hal ini dapat dilihat dari proxy statement tahun 2001 berikut ini:

Karena tingkat pendapatan mempengarui pemberian insentif kepada pihak eksekutif, hal ini dijadikan kesempatan oleh pihak eksekutif untuk melakukan manipulasi laporan keuangan seperti menaikkan tingkat pendapatan dan piutang guna mendapatkan insentif yang lebih besar. Hal tersebut dapat dilakukan dengan penggunaan sistem akuntansi yang dianggap mereka dapat memberikan keuntungan. Berdasarkan data yang diperoleh, pendapatan Enron mengalami peningkatan dari tahun 1996-2000 sebesar 750% dimana pendapatan tahun 1996 sebesar $ 13,3 milyar menjadi $ 100.8 milyar pada tahun 2000 dan $ 138,7 milyar pada tahun 2001. Kenaikan pendapatan sebesar ini jarang terjadi. Enron dicurigai telah melakukan praktek window dressing. Manajemen Enron telah menggelembungkan (mark up) pendapatannya US$ 600 juta, dan menyembunyikan utangnya sejumlah US$ 1,2 miliar. Dalam proses pengembangan perusahaannya, Enron bertumbuh dengan melakukan pendekatan akuntansi yakni: menggunakan market to market untuk kontrak energinya sehingga memungkinkan untuk melaporkan keuntungan yang diharapkan dimasa yang akan datang dan dicatat pada periode sekarang. Contohnya ada perjanjian kepada konsumen untuk mengirim gas pada harga dan jumlah tertentu untuk 10 tahun ke depan. Normalnya pendapatan diakui pada saat kas sudah diterima atau jasa telah diberikan, namun dengan sistem market to market yang digunakan Enron, Enron mencatat estimasi pendapatan yakni estimasi net present value pendapatan dalam perjanjian ini sebagai revenue pada periode sekarang. Bukan hanya itu saja, Enron juga melaporkan seluruh harga jual sebagai pendapatan dan semua biaya pembelian sebagai harga pokok penjualan karena dianggap ada resiko dalam memegang 18

barang yang dibeli, resiko dalam menjual barang dan menagih kepada konsumen. Dalam hal ini, Enron menggunakan merchant model untuk semua transaksi yang dilakukan dalam Enron online. Dalam merchant model, Enron mengakui pendapatan dan biaya dalam energy trading. Sehingga dengan kombinasi market to market dan merchant model, maka pendapatan dan harga pokok penjualan lima puluh kali lebih besar bila dibandingkan dengan akuntansi tradisional.

Laba bersih Enron tidak memiliki tingkat pertumbuhan yang sama dengan pendapatannya. Hal ini nantinya akan mempengaruhi cash flow dari Enron. Enron kurang memperhatikan cash flow mereka padahal itu sangat penting untuk kegiatan operasi mereka guna mempertahankan kelangsungan bisnis.

Bila dibandingkan profit margin Enron dengan data pesaing Enron dalam industri yang sama, Enron masih tergolong rendah karena efek daripada merchant model tersebut. 19

1.5 Mengaitkan Pencatatan Revenue & A/P dalam Cash Cycle dengan Standar US GAAP yang Berlaku FASB Statement No.140 memperbolehkan transfer sekelompok receivables terhadap special purpose entities yang diperlakukan sebagai penjualan selama residual valuenya ditahan oleh penjual, dan dapat diperkirakan secara rasional. Perlakuan akuntansi ini memperbolehkan adanya pengakuan up-front gains pada pseudo-sales ini bahkan sebelum cash dari underlying securities dapat diterima. Tanpa terkecuali, jumlah gain on sale ditentukan melalui estimasi. Special purpose entities (SPE) merupakan alasan fundamental bagi permasalahan Enron untuk akuntansi gain-on-sale yang diizinkan dalam FASB 140. Pada akhirnya, dalam beberapa hal profit dari perlakuan akuntansi seperti ini restated atau membalikkannya dengan melakukan writedown asset yang merepresentasikan residual interest perusahaan yang overvalue pada jaminannya. Perlakuan pooling atas account receivables sering menjadi bukti kebangkrutan SPE atas desakan pembeli. Pembeli notes tersebut memiliki benefit dari pooling account receivables hanya selama principal dan interest tetap dibayar. Ketika notes tersebut dibayar, sisa jaminan akan kembali ke original holder. Enron banyak menggunakan SPE dalam segala aspek bisnisnya, termasuk dalam penjualan asset keuangan (hutang atau equity interest yang dimiliki Enron) kepada SPE, penjualan untuk

20

hedging saham dan contracts Enron kepada SPE untuk menerima saham Enron, dan transfer asset lainnya kepada entitas yang memiliki ekuitas yang terbatas. Tidak ada definisi yang diterima secara umum dari SPE untuk membedakannya dengan entitas legal lainnya, meskipun FASB memiliki konsep entitas di mana aktivitas dan kekuatannya secara signifikan dibatasi oleh kesepakatana atau perjanjian kontraktual lainnya. Sebuah SPE dapat berupa badan hukum, termasuk korporasi, partnership, atau mutual trust. Kemungkinan akan sulit untuk menentukan apakah sebuah entitas dapat dikatakan sebagai SPE atau tidak; pertimbangan utama dalam literature akuntansi menyertakan bagaimana kecenderungan sebuah entitas untuk menjadi SPE, dan batasan yang ditempatkan pada aktivitas tersebut. Karena SEC menyadari bahwa tidak ada standar yang berhubungan dengan konsolidasi SPE, FASB Emerging Issues Task Force mengeluarkan standar yang mengakomodasi prinsipprinsip yang relevan. Pada akhir tahun 1990an, beberapa prinsip konsolidasi telah ditetapkan. Pada awalnya, "[t]here is a presumption that consolidated statements are more meaningful than separate statements and that they are usually necessary for a fair presentation when one of the companies in the group directly or indirectly has a controlling financial interest in the other companies .... "FASB, Accounting Research Bulletin No. 51, Consolidated Financial Statements (1959). Biasanya, mayoritas pemegang sejumlah ekuitas yang didanai oleh pihak ketiga yang independen harus melakukan konsolidasi (dengan asumsi ekuitas tersebut memenuhi kriteria ukuran, kemampuan untuk melaksanakan control, dan exposure risk dan rewards). Jika tidak ada ekuitas independen, atau jika ekuitas independen tersebut gagal memenuhi kriteria, presumsi bahwa pihak yang mentransfer asset kepada SPE harus melakukan konsolidasi atas SPE. Pada November 2007, Enron berencana menarik kembali CalPERS' interest di JEDI sehingga CalPERS dapat berinvestasi di partnership lain yang lebih besar. Enron mencari partner baru, jika tidak Enron harus mengkonsolidasikan JEDI ke dalam laporan keuangannya, yang mana hal tersebut tidak ingin dilakukan Enron. Kopper (salah seorang pegawai Enron) kemudian membantu dalam pembentukan Chewco untuk membeli CalPERS. Di bawah persyaratan SPE, Enron hanya dapat mencegah konsolidasi JEDI dalam laporan keuangannya jika Chewco memiliki kepemilikan independen dengan minimum 3% equity capital at risk. Enron dan Kopper tidak dapat menempatkan investor luar dan malah membiayai pembelian Chewco atas JEDI interest dengan hampir seluruhnya utang, bukan ekuitas. Semuanya dilakukan dengan cepat dan terlihat 21

tidak mengikuti persyaratan akuntansi untuk nonkonsolidasi. Enron tidak mengkonsolidasi Chewco (JEDI) dalam laporan keuangan konsolidasinya. Ketika konsekuensi transaksi tersebut menghancurkan Enron, Kopper malah mendapat 2 juta dollar dalam kurun waktu Desember 1997 sampai Desember 2000 dari upah manajemen dan fee lainnya dari Chewco. Pada bulan Maret 2001, Enron membeli kembali Chewco dari JEDI karena Kopper telah bernegosiasi dengan Fastow (CFO Enron). Kopper telah menginvestasikan 125.000 dollar di Chewco pada tahun 2007 sehingga ia menerima hingga lebih dari 10 juta dollar dari Enron. Di akhir kuarter ketiga dan keempat 1999, Enron menjual kepemilikan dalam tujuh asset kepada LJM1 dan LJM2. Transaksi ini terlihat konsisten dengan tujuan tertulis yang mengizinkan Fastow untuk berpartisipasi dalam partnerships tersebut dan memperbolehkan Enron mengeluarkan asset tersebut dari laporan posisi keuangannya dan mencatat adanya gain. Namun, kejadian tersebut menimbulkan pertanyaan akan keabsahan penjualan tersebut. Beberapa keterangan yang ada: 1. Enron membeli kembali lima dari tujuh asset setelah penutupan tahun laporan keuangan 2. Partnerships LJM1 dan LJM2 menghasilkan profit dalam tiap transaksinya, bahkan ketika asset tersebut dibeli dengan harga pasar yang rendah 3. Menurut Fastow, transaksi-transaksi tersebut dilakukan, langsung ataupun tidak langsung, menghasilkan pendapatan sebesar 229 juta dollar pada semester kedua tahun 1999. Sementara earning yang dilaporkan sebesar 570 juta pre-tax dan 549 juta after-tax. Dari hasil identifikasi bukti-bukti ditemukan bahwa ketiga transaksi di atas, di mana Enron telah setuju untuk melindungi partnership LJM dari kerugian. Jika hal tersebut merupakan fakta yang benar-benar terjadi, transaksi tersebut tidak layak untuk diperlakukan sebagai sales. Transaksi tersebut masuk akal, namun membutuhkan lebih banyak penjelasan untuk beberapa transaksi pembelian kembali. Karena transaksi tesebut tidak memindahkan risiko dari Enron, partnership LJM telah difungsikan sebagai alat untuk mengakomodasi manajemen Enron untuk menghasilkan informasi keuangan tertentu. 1.6 Peran Auditor Arthur Andersen 22

KAP Arthur Andersen telah melanggar kode etik akuntansi yaitu memberikan laporan audit yang salah. Untuk mendukung pendapatnya tersebut, KAP ini melakukan pemusnahan terhadap dokumen yang kurang mendukung keputusan mereka. Bukan hanya itu saja, KAP ini juga telah melakukan dua jasa sekaligus yaitu sebagai auditor dan sebagai konsultan bisnis. Dengan melakukan dua jasa tersebut, KAP dapat memperoleh fee ganda (auditor dan konsultan) dari satu orang klien. Hal ini dapat mengurangi independensi KAP sebagai auditor. Kesalahan Enron Enron melakukan out sourcing terhadap fungsi internal audit mereka yaitu: a. Mantan Chief Audit Executif Enron (Kepala internal audit) semula adalah partner KAP Andersen yang di tunjuk sebagai akuntan publik perusahaan. b. Direktur keuangan Enron berasal dari KAP Andersen

c. Sebagian besar Staf akuntansi Enron berasal dari KAP Andersen. Hal ini telah melanggar kode etik (tidak independen) dimana akuntan sebagai internal auditor Enron. Kemudian manajemen Enron juga melakukan tindakan yang melanggar aturan yang berujung kepada kebangkrutan Enron. Hal ini melanggar norma etika corporate governance dan corporate responsibility. Manajemen Enron sebenarnya mengetahui bahwa praktek akuntansi dan bisnis yang mereka lakukan tidak baik, namun adanya tuntutan akan kepercayaan dari investor maka pihak manajemen Enron dan KAP Arthur Andersen bekerja sama memanipulasi laporan keuangan Enron. Pada saat kasus Enron sudah memasuki pengadilan, KAP Arthur Andersen melakukan penghancuran dokumen-dokumen penting yang kurang mendukung pendapat wajar tanpa pengecualian yang diberikan atas laporan keuangan Enron. Enron juga melakukan partnershipdengan komposisi modal yaitu modal partner lain sekitar 3% dari jumlah modal keseluruhan. Enron menyumbang 97% dari jumlah modal keseluruhan. Enron membiayai partnership tersebut dengan meminjamkan saham induk Enron kepada anak perusahaan Enron sebagai modal dasar (transaksi dengan dirinya sendiri). Dalam hukum perusahaan di Amerika, apabila induk perusahaan berpartisipasi dalam partnership dimana partner dagang menyumbang sedikitnya 3% dari modal keseluruhan, maka neraca partnership ini tidak perlu 23

dikonsolidasi dengan neraca dari induk perusahaan. Tetapi, partnership ini harus dijabarkan secara terbuka dalam laporan akhir tahunan dari induk perusahaan agar pemegang saham dari induk perusahaan maklum dengan keberadaan operasi tersebut. Namun pada kenyataannya, Enron tidak melaporkan secara terbuka mengenai operasi partnership tersebut karena menggunakan sistem off sheet balance sheet. Dalam operasinya, Enron memindahkan utang-utang sebesar 690 juta dolar AS yang ditimbulkan induk perusahaan ke partnership-partnership tersebut. Akibatnya, laporan keuangan dari induk perusahaan terlihat sangat atraktif, menyebabkan harga saham Enron melonjak menjadi 90 dolar AS pada bulan Februari 2001. Enron telah melebih-lebihkan laba mereka sebanyak 650 juta dolar AS dan dicurigai telah melakukan praktek window dressing yang mengakibatkan peningkatan pendapatannya US$ 600 juta, dan menyembunyikan utangnya sejumlah US$ 1,2 miliar. Pada awal tahun 2001 patner KAP Andersen melakukan evaluasi terhadap kemungkinan mempertahankan atau melepaskan Enron sebagai klien perusahaan, mengingat resiko yang sangat tinggi berkaitan dengan praktek akuntansi dan bisnis enron. Dari hasil evaluasi di putuskan untuk tetap mempertahankan Enron sebagai klien KAP Andersen. Hal ini mengundang kecurigaan karena KAP Andersen sudah mengetahui resiko Enron sangat tinggi namun masih tetap mengambil keputusan untuk mengaudit. Untuk itu mencegah munculnya kasus yang sama kemudian dibentuk UU Sarbanes Oxley yang berisi: Beberapa perubahan yang ditentukan dalam SOX memiliki beberapa tujuan, diantaranya:

Untuk menjamin independensi auditor. Kantor Akuntan Publik dilarang memberikan jasa non-audit kepada perusahaan yang diaudit.

Membutuhkan persetujuan dari audit committee perusahaan sebelum melakukan audit. Setiap perusahaan memilikiaudit committee ini karena definisinya diperluas, yaitu jika tidak ada, maka seluruh dewan komisaris menjadi audit committee.

Melarang Kantor Akuntan Publik memberikan jasa audit jika audit partnernya telah memberikan jasa audit tersebut selama lima tahun berturut-turut kepada klien tersebut. 24

Kantor Akuntan Publik harus segera membuat laporan kepada audit committee yang menunjukkan kebijakan akuntansi yang penting yang digunakan, alternatif perlakukanperlakuan akuntansi yang sesuai standar dan telah dibicarakan dengan manajemen perusahaan, pemilihannya oleh manajemen dan preferensi auditor.

KAP dilarang memberikan jasa audit jika CEO, CFO, chief accounting officer, controller klien sebelumnya bekerja di KAP tersebut dan mengaudit klien tersebut setahun sebelumnya.

Berkaitan dengan pemusnahan dokumen, SOX melarang pemusnahan atau manipulasi dokumen yang dapat menghalangi investigasi pemerintah kepada perusahaan yang menyatakan bangkrut. Selain itu, kini CEO dan CFO harus membuat surat pernyataan bahwa laporan keuangan yang mereka laporkan adalah sesuai dengan peraturan SEC dan semua informasi yang dilaporkan adalah wajar dan tidak ada kesalahan material. Sebagai tambahan, menjadi semakin banyak ancaman pidana bagi mereka yang melakukan pelanggaran ini.

25

Daftar Pustaka

1. Ashwal, Alex. Maret 2005. The concept of control in consolidated financial statements: convergence of U.S. and international accounting rules. 2. Cunningham, Gary dan Jean E.Harris. 2006. Enron and Arthur Andersen: The Case of The Crooked E and The Fallen A. Global Perspectives on Accounting Education. 3. Dharan, Bala G. dan Bufkins, William R. 23 Juli 2008. Red Flags in Enron Reporting of Revenues and Key Financial Measures. 4. International Standards on Auditing. 5. Laporan Tahunan Enron Tahun 2000 6. Laporan Keuangan Enron September 2001 7. Laporan Keuangan Enron September 2000 8. Laporan Keuangan Enron Desember 2000 9. Salter, Malcolm S. 17 Oktober 2005. Innovation Corrupted : The Rise and Fall of Enron (A). Harvard Business School. 10. 11. 12. 13. 2011 14. 15. 16. http://www.gpo.gov/congress/joint/jcs-3-03/vol1/070-087.pdf http://cryptome.org/enron-sec8k.htm#Restatement diakses pada 1 Mei 2011 www.fasb.org diakses pada 28 April 2011 Special Investigative Committee of The Board of Directors of Enron Corp. 1 Williams, Thomas C. April 2002. The Rise and Fall of Enron. Journal of Yale, Gordon. 2002. Enron: An Accounting Analysis of How SPEs were used to http://www.citizen.org/cmep/article_redirect.cfm?ID=7104 diakses pada 28 April Februari 2002. Report of Investigation. Accountancy conceal debt and understate losses.

17. www.ifac.org

26