Anda di halaman 1dari 11

1

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Prematuritas adalah suatu keadaan yang belum matang, yang ditemukan pada bayi yang lahir pada saat usia kehamilan belum mencapai 37 minggu. Prematuritas (terutama prematuritas yang ekstrim) merupakan penyebab utama dari kelainan dan kematian pada bayi baru lahir (Bayi-Kita@yahoogroups.com,online. Diakses 09 Juni 2010). Makin rendah masa gestasi dan makin kecil bayi yang dilahirkan makin tinggi morbiditas dan mortalitasnya. Beberapa organ dalam bayi mungkin belum berkembang sepenuhnya sehingga bayi memiliki resiko tinggi menderita penyakit tertentu. Oleh sebab itu, ia mengalami banyak kesulitan untuk hidup di luar uterus ibunya. Dalam hubungan ini sebagian besar kematian perinatal terjadi pada bayi-bayi prematur. Bersangkutan dengan kurang sempurnanya alat-alat dalam tubuhnya baik anatomic

maupun fisiologik, maka mudah timbul beberapa kelainan seperti, suhu tubuh yang tidak stabil oleh karena kesulitan mempertahankan suhu tubuh yang disebabkan oleh bertambahnya penguapan akibat dari kurangnya jaringan lemak di bawah kulit, gangguan pernapasan yang disebabkan oleh pusat pernapasan di medulla belum matur, juga terdapat

gangguan alat pencernaan dan problema nutrisi ( Wiknjonsastro, 2007, Hal. 775,776). Minimnya pengetahuan tentang gizi selama masa kehamilan

menyebabkan banyak bayi terlahir dengan berat badan lahir rendah atau BBLR dan prematuritas. Salah satu sebab bayi lahir dengan kondisi BBLR karena ketidakmampuan orang tua memenuhi gizi selama masa kehamilan. Ketidakmampuan ini biasanya disebabkan kekurangan factor ekonomis. Faktor-faktor lain yang berperan terhadap terjadinya

persalinan prematur adalah kehamilan di usia muda (usia ibu kurang dari 18 tahun), pemeriksaan kehamilan yang tidak teratur, penyalahgunaan obat dan ketuban pecah sebelum waktunya

(http://rumahartikel.blogspot.com, diakses 09 juni 2010 ). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia WHO, kurang lebih 13 juta bayi lahir prematur di dunia, sebelum usia kehamilan mencapai 37 minggu. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat selama periode pertengahan 1990-an hingga tahun 2007 terdapat sekitar 130 juta bayi yang lahir prematur atau dengan rasio setiap 10 kelahiran bayi ada 1 bayi yang lahir prematur Dan lebih dari 1 juta dari mereka, meninggal setiap tahunnya. Jumlah kelahiran prematur yang paling parah terjadi di Afrika dan Asia, di mana terjadi lebih dari 85% kelahiran. Tertinggi kedua ditemukan di Amerika serikat dan Kanada, dengan jumlah kelahiran prematur lebih dari 10%. Di Amerika Serikat dalam kurun waktu 25 tahun terakhir, jumlah

kelahiran prematur meningkat hingga 36%. Salah satu penyebabnya, adalah usia ibu hamil di atas 35

tahun.(http://www.ayahbunda.co.id/Berita.Ayahbunda/Info+Keluarga/13.ju ta.bayi.di.dunia.lahir.prematur/002/002/174/58/-/4/c, online, Diakses 11 Juni 2010) Berdasarkan data dari WHO, di Indonesia, terdapat kelahiran bayi dengan berat badan rendah mencapai 400.000 jiwa, 30%-40% dari bayi meninggal karena prematur. Selain itu, jumlah angka kelahiran bayi berat badan rendah juga meningkat dua kali lipat dari 2,6% pada 1991 naik menjadi 5,5% pada 2007.Di Indonesia, hingga kini jumlah kelahiran prematur diperkirakan mencapai 10-15% dari total kelahiran setiap

tahunnya.(http://web.bisnis.com/senggang/kesehatan/1id189311.html, diakses 11 juni 2010 ). Di provinsi Sulawesi Selatan, data kasus BBLR pada tahun 2009 menunjukkan 2.429 bayi (1,70 %) dari 143.357 kelahiran bayi,ditemukan persalinan prematur sebanyak 467 kasus. Angka yang ditemukan di Makassar sebanyak 243 kasus prematur dari 20.698 kelahiran bayi. sementara itu data proyeksi yang dikeluarkan oleh Depkes RI bahwa AKB di Sulsel pada tahun 2007 sebesar 27,52 per kelahiran hidup. Sementara laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota bahwa jumlah kematian bayi pada tahun 2006 sebanyak 566 bayi, atau 4,32 per 1000 kelahiran hidup, mengalami peningkatan pada tahun 2007 menjadi 709

bayi atau 4,61 per 1.000 kelahiran hidup, tahun 2008 turun menjadi 638 atau 4,39 per 1.000 KH. Untuk tahun 2009 ini jumlah kematian bayi turun menjadi 495 atau 3,31 per 1000 kelahiran hidup.( Dinkes Provinsi Sulawesi Selatan ) Hasil pencatatan di RSIA Siti Fatimah jumlah bayi yang lahir pada tahun 2009 adalah sebanyak 4111(99,18 % ) bayi, dari jumlah tersebut yang mengalami prematur adalah 34 bayi (0,82 % ) sedangkan jumlah kematian bayi pada tahun 2009, sebanyak 146 bayi ( Profil RSIA Siti Fatimah tahun 2009). Mengingat belum sempurnanya kerja alat-alat tubuh yang perlu untuk pertumbuhan dan perkembangan serta penyesuaian diri dengan lingkungan hidup di luar uterus, maka bayi prematur sebaiknya dirawat di rumah sakit karena masih membutuhkan perhatian seperti pengaturan suhu lingkungan, pemberian makanan dan bila perlu pemberian oksigen, pencegahan infeksi serta mencegah kekurangan vitamin dan zat besi, yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan pada bayi dan anak ( Wiknjonsastro, 2007 Hal. 778). Sehubungan dengan hal tersebut di atas maka penulis tertarik untuk membahas lebih lanjut dalam karya tulis ilmiah dengan judul Manajemen Asuhan Kebidanan pada Bayi N dengan prematur di RSIA Siti Fatimah Makassar .

B. Ruang Lingkup Penulisan Ruang lingkup penulisan karya tulis ilmiah ini adalah Manajemen Asuhan Kebidanan Pada Bayi N dengan Prematur di RSIA Siti Fatimah Makassar yang dilaksanakan pada tanggal 05 s/d 07 juni 2010. C. Tujuan Penulisan 1. Tujuan umum Melaksanakan Asuhan Kebidanan Pada Bayi N dengan Prematur di RSIA Siti Fatimah Makassar tanggal 05 s/d 07 Juni 2010. Dengan menggunakan pendekatan manajemen asuhan kebidanan sesuai dengan wewenang bidan. 2. Tujuan Khusus a. Melaksanakan pengkajian dan analisa data dasar pada bayi N dengan Prematur di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar, tanggal 05 Juni 2010. b. Merumuskan diagnosa/masalah aktual pada bayi N dengan Prematur di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar, tanggal 05 Juni 2010. c. Merumuskan diagnosa/masalah potensial pada bayi N dengan Prematur di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar. d. Melaksanakan tindakan segera dan kolaborasi pada bayi N dengan Prematur di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar, tanggal 05 Juni 2010.

e. Merencanakan tindakan dalam asuhan kebidanan pada bayi N dengan Prematur di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar, tanggal 05 Juni 2010. f. Melaksanakan tindakan asuhan kebidanan pada bayi N dengan Prematur di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar, tanggal 05 s/d 07 Juni 2010. g. Mengevaluasi asuhan kebidanan pada bayi N dengan Prematur di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar, tanggal 05 s/d 07 Juni 2010. h. Mendokumentasikan semua temuan dan tindakan dalam asuhan kebidanan yang telah dilaksanakan pada bayi N dengan prematur di Rumah Sakit Ibu dan Anak Siti Fatimah Makassar, tanggal 05 s/d 07 Juni 2010. D. Manfaat penulisan 1. Manfaat praktis Sebagai salah satu persyaratan dalam menyelesaikan ujian akhir dan penerapan yang telah didapatkan pada jenjang pendidikan Diploma Makassar. 2. Manfaat ilmiah Melaksanakan asuhan kebidanan khususnya penerapan proses manajemen asuhan kebidanan pada bayi dengan masalah prematur. lll Kebidanan, Akademi Kebidanan Nusantara Jaya

3. Manfaat bagi institusi Sebagai bahan acuan dan pertimbangan bagi rekan-rekan mahasiswi Kebidanan Nusantara Jaya Makassar dalam pelaksanaan asuhan kebidanan. 4. Manfaat bagi penulis Merupakan pengalaman yang dapat meningkatkan

pengetahuan dan keterampilan dalam penerapan Manajemen Asuhan Kebidanan pada Bayi Prematur. E. Metode Penulisan Metode yang digunakan dalam penulisan karya tulis ilmiah ini secara sistematis meliputi : 1. Studi kepustakaan Penulis membaca dan mempelajari buku atau literatur yang berkaitan dengan masalah yang diangkat sebagai dasar teori yang digunakan dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini. 2. Studi kasus Melaksanakan studi kasus pada bayi N dengan prematur menggunakan pendekatan pemecahan masalah melalui asuhan kebidanan yang meliputi 7 langkah Varney, yaitu melaksanakan identifikasi merumuskan dasar, merumuskan masalah diagnosa/masalah potensial, rencana aktual, tindakan,

diagnosa

pelaksanaan manajemen asuhan kebidanan, evaluasi manajemen

asuhan kebidanan dan pendokumentasian manajemen asuhan kebidanan. Untuk memperoleh data yang akurat penulis menggunakan teknik : a. Anamnesis Penulis melakukan Tanya jawab dengan orang tua dan keluarga guna memperoleh data yang diperlukan untuk memberikan asuhan kebidanan pada bayi tersebut. b. Pemeriksaan Fisik Pemeriksaan fisik dilakukan secara sistematis untuk menjamin diperolehnya data yang lengkap mulai dari keadaan umum seperti melakukan pengukuran (TB, BB, Lingkar Kepala, lingkar Dada, Lingkar Perut dan LILA). Setelah itu dilakukan pemeriksaan yang dimulai dari kepala sampai kaki (head to toe) yang meliputi pemeriksaan secara inspeksi, palpasi, perkusi, auskultasi,

mengukur tanda-tanda vital, dan pemeriksaan penunjang seperti laboratorium. 3. Studi Dokumentasi Studi ini dilakukan dengan membaca dan mempelajari status kesehatan bayi/ klien yang berhubungan dengan bayi prematur yang bersumber dari dokter, bidan perawat dan hasil pemeriksaan penunjang lainnya yang dapat memberi kontribusi dalam

penyelesaian karya tulis ilmiah ini.

4. Diskusi Penulis melakukan Tanya jawab dengan dokter atau bidan yang menangani bayi tersebut serta berdiskusi dengan dosen pembimbing karya tulis ilmiah ini. F. Sistematika Penulisan Untuk memperoleh gambaran umum tentang karya tulis ilmiah ini maka penulis menyusun dengan sistematika sebagai berikut : BAB I : PENDAHULUAN A. Latar Belakang B. Ruang Lingkup Penulisan C. Tujuan Penulisan 1. 2. Tujuan Umum Tujuan khusus

D. Manfaat Penulisan 1. 2. 3. 4. Manfaat Praktis Manfaat ilmiah Manfaat bagi Institusi Manfaat bagi Penulis

E. Metode Penulisan F. Sistematika Penulisan

10

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA A. Tinjauan Umum Tentang Bayi Baru lahir 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Persediaan alat-alat di kamar bersalin Pencegahan infeksi Penilaian bayi baru lahir Identifikasi bayi Mekanisme kehilangan suhu tubuh bayi Merawat tali pusat Pencegahan infeksi pada mata Profilaksis perdarahan bayi baru lahir Pemberian imunisasi hepatitis B

B. Tinjauan Khusus Tentang Bayi Prematur 1. 2. 3. 4. 5. 6. Pengertian tentang bayi prematur Penyebab Bayi prematur Klasifikasi Bayi Prematur Diagnosis dan gambaran klinis Bayi Prematur Komplikasi Bayi prematur Penatalaksanaan Bayi Prematur

C. Proses Manajemen Asuhan Kebidanan 1. 2. 3. Pengertian Manajemen Asuhan Kebidanan Tahapan Manajemen Asuhan Kebidanan Pendokumentasian Manajemen Asuhan Kebidanan

11

BAB III : STUDI KASUS A. Pengkajian Dan Analisa Data Dasar B. Merumuskan Diagnosa/Masalah Aktual C. Merumuskan Diagnosa/Masalah Potensial D. Identifikasi Perlunya Tindakan Segera/Kolaborasi E. Rencana Tindakan Asuhan Kebidanan F. Melakukan Tindakan Asuhan Kebidanan G. Evaluasi Asuhan Kebidanan H. Pendokumentasian Hasil Asuhan Kebidanan BAB IV : PEMBAHASAN Pada bab ini diuraikan tentang kesenjangan antara teori dan fakta yang ada pada pelaksanaan Asuhan Kebidanan yang dilaksanakan di Rumah Sakit Ibu Dan Anak Siti Fatimah Makassar dalam menangani kasus bayi prematur. BAB V : KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan B. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN