Anda di halaman 1dari 3

1. Data berikut diperoleh untuk hidrolisis gula dalam larutan berair pada 25C.

Waktu (menit) Konsentrasi gula (mol dm3

0 1.000

60 0.807

130 0.630

180 0.531

Tunjukkan bahwa reaksi itu orde pertama dan hitunglah tetapan laju hidrolisis. 2. Dua zat A dan B melangsungkan reaksi dwimolekuler. Tabel berikut menunjukkan konsentrasi A pada berbagai waktu untuk eksperimen yang dilakukan pada suhu konstan 117C. 104 [A] (mol dm-3) Waktu (menit) 10.00 0 7.94 10 6.31 20 5.01 30 3.98 40

Jika konsentrasi awal B 2,5 mol dm-3, hitunglah tetapan laju orde kedua untuk reaksi itu. 3. Pada 518C, laju penguraian suatu contoh gas asetaldehida, yang tekanan awalnya 363 Torr, ialah 1.07 Torr det-1 ketika 5.0% telah bereaksi dan 0.76 Torr det-1 ketika 20.0% telah bereaksi. Tentukan orde reaksi itu. 4. Suatu reaksi 2A P memiliki hukum laju orde kedua dengan k = 3.50 x 10 -4 L mol1 1

det-1. Hitunglah waktu yang diperlukan agar konsentrasi A berubah dari 0.260 mol Lke 0.011 mol L-1. NH4CNO H2NCONH2

5. Data berikut diperoleh untuk pembentukan urea dari amonium sianat: Awalnya 22.9 g amonium sianat dilarutkan dalam cukup air untuk menyiapkan 1.00 L larutan. Tentukan orde reaksi, tetapan laju, dan massa amonium sianat yang tersisa setelah 300 menit jika diperoleh data berikut: t (menit) 0 20.0 50.0 65.0 150 m urea (g) 0 7.0 12.1 13.8 17.7 6. 6. Radikal ClO meluruh dengan cepat menurut reaksi: 2ClO Cl2 + O2. Tentukan tetapan laju reaksinya jika diperoleh data berikut: t (x 103 detik) [ClO](x 10-6mol L-1) 0.12 8.49 0.62 8.09 1 0.96 7.10 1.60 5.79 3.20 5.20 4.00 4.77 5.75 3.95

7. Hidrolisis etil nitrobenzoat oleh larutan natrium hidroksida pada 25C diikuti dengan menitrasi hidroksida pada berbagai tingkat reaksi dengan HCl 0,01 mol dm-3. Jika konsentrasi awal kedua reaktan 0,01 mol dm-3, tunjukkan bahwa reaksi tersebut orde dua, dan hitunglah tetapan lajunya. Data eksperimental yang diperoleh ditunjukkan berikut ini: Waktu (detik) Titran (cm3) 95 9,3 140 9,0 222 8,5 334 7,9 805 6,1

8. Reaksi diaseton alkohol dengan basa menghasilkan aseton menyebabkan perubahan volume yang diukur dengan katetometer selama reaksi berlangsung. Dari data berikut, yang diperoleh dengan diaseton alkohol 5% (v/v) dalam larutan KOH 2 mol dm-3, hitunglah orde dan tetapan laju reaksi. 9. Sukrosa mudah terhidrolisis menjadi glukosa dan fruktosa dalam larutan asam. Hidrolisis ini sering dipantau dengan mengukur sudut cahaya-terpolarisasi-bidang yang melalui larutan itu. Dari sudut rotasi, konsentrasi sukrosa dapat ditentukan. Suatu percobaan hidrolisis sukrosa dalam HCl(aq) 0,50 M menghasilkan data berikut: t (menit) 0 14 39 60 80 110 140 170 210 [sukrosa] (mol 0,316 0,300 0,274 0,256 0,238 0,211 0,190 0,170 0,146 liter-1) Tentukan tetapan laju reaksi tersebut dan waktu hidup rerata dari molekul sukrosa. 10. Tetapan-tetapan laju orde pertama (k) berikut ini diperoleh untuk dekomposisi termal etana: 2,5 4,7 8,2 12,3 23,1 35,3 57,6 92,4 141,5 ) Suhu (K) 823 833 843 853 863 873 883 893 903 Dari nilai-nilai tersebut, tentukan energi pengaktifan dan faktor praeksponensial
1

105 k (detik-

untuk dekomposisi ini. 11. Ketika eksperimental dekomposisi 3-buten-2-ol diulangi pada beberapa suhu, diperoleh tetapan laju berikut ini: T (K) 773,5 786 797,5 810 824 834 k (menit-1) 1,63 2,95 4,19 8,19 14,9 22,2 Berapakah energi pengaktifan dan faktor praeksponensial untuk reaksi ini. 12. Reaksi fase-gas:C2H5(g) + HBr(g) C2H6 + Br(g) dwimolekuler pada kedua arah, dengan A = 1.0 x 109 l mol-1det-1 dan Ea = -4.2 kJmol-1 untuk reaksi maju, sedangkan untuk reaksi kebalikanya, k = 1.4 x 1011l mol-1det-1 dan Ea = 53.3 kJmol-1. Hitunglah parameter-parameter termodinamik (Hf,Sm,Gf) untuk C2H5 pada 298 K. 2

Diketahui: H kJmol
o m o f

S Jmol K
o f

G ( kJmol 1)

C2H6 (g) -84.68 229.60 -32.82

Br(g) +111.88 175.02 +82.396

HBr(g) -36.40 198.70 -53.45