Anda di halaman 1dari 5

ANALISIS ION KOMPLEKS [Fe(SCN)N]3-N

A. PELAKSANAAN PRAKTIKUM Tujuan Waktu : Untuk menentukan rumus ion kompleks yang tersusun dari ion Fe3+ dan SCNsecara spektrofotometri. : Jumat, 26 November 2010 Tempat : Lantai III, Laboratorium Kimia Dasar FMIPA Universitas Mataram. B. LANDASAN TEORI Sebuah spektrofotometer adalah suatu instrument untuk mengukur transmitans atau arbsorbans suatu sampel sebagai fungsi panjang gelombang, pengukuran terhadap sederetan sampel pada suatu panjang gelombang tunggal dapat pula dilakukan. Instrument semacam itu dapat dikelompokkan secara manual atau merekam ayau sebagai : berkas tunggal atau berkas rangkap. Dalam praktik instrument berkas tunggal biasanya dijalankan secara manual, dan instrument berkas rangkap umumnya mencirikan perekaman automatik terhadap spectra arbsorpsi, namun dimungkinkan untuk merekam suatu spectrum dengan instrument berkas tunggal. Pengelompokan cara lain didasarkan pada daerah spectral, dan kita menyebut spektrofotometer infra merah, ultraviolet, dan sebagainya. Dalam penggunaan dewasa ini, istilah spektrofotometri menyiratkan pengukuran jauhnya pengabsorpsian energy cahaya oleh suatu system kimia itu sebagai fungsi dari panjang gelombang radiasi, demikian pula pengukuran pengabsorpsian yang menyendiri pada suatu panjang gelombang tertentu. Untuk memahami spektrofotometri, memperhatikan radiasi dengan spesies kimia dengan cara yang elementer, dan secara umum mengurus apa kerja instrument-instrumen (Underwood, 1999 : 382). Analisis dengan spektrofotometri UV-Vis diawali dengan penentuan panjang gelombang maksimum (max). Hal ini sangat penting dilakukan dalam analisis secara spektrofotometri UV-Vis karena pada panjang gelombang maksimum dihasilkan absorbansi tertinggi yang menunjukkan kepekaan suatu pengukuran sehingga dapat digunakan untuk analisis suatu larutan dengan konsentrasi rendah.Penggunaan larutan HNO3 bertujuan agar kompleks yang terbentuk stabil. Kompleks Fe-SCN stabil dalam larutan asam nitrat (Noroozifar, dkk. 2004 : 109). Pada penentuan panjang gelombang maksimum terjadi pergeseran ke panjang gelombang yang lebih panjang (bathokromik). Hal ini disebabkan oleh adanya perpanjangan konjugasi atau ikatan jenuh

berselang-seling dengan ikatan tunggal yang berpengaruh pada penyerapan sinar. Senyawa kompleks FeSCN terbentuk optimum pada panjang gelombang 470 nm, dimana pada panjang gelombang tersebut diperoleh absorbansi yang maksimum pula. Warna merah kompleks Fe dengan beberapa ligan berkisar antara 470-520 nm (Demirhan, 2003 : 257). Penentuan rumus senyawa kompleks dapat dilakukan melalui 3 metode, yaitu metode variasi kontinu, metode rasio mol dan metode rasio slope(Sawyer, 1984). Dalam metode variasi kontinu, larutan kation dan ligan dicampur sesuai dengan komposisi yang diinginkan dengan volume total yang sama. Kemudian absorbansi dari tiap komposisi larutan diukur pada panjang gelombang maksimum. Konstanta pembentukan kompleks dapat diketahui dari perpotongan garis yang berpusat pada absorbansi maksimum. Sedangkan metode rasio mol biasanya dilakukan dengan cara memvariasikan konsentrasi salah satu larutan sementara konsentrasi larutan yang lain tetap. Plot rasio mol menyatakan pembentukan dua atau lebih kompleks yang memiliki absorbtivitas molar yang berbeda. Metode rasio slope digunakan untuk mementukan rumus satu kompleks. Dengan asumsi bahwa reaksi pembentukan kompleks dapat di bentuk oleh (1) berlebihnya reaktan yang lain, (2) mengikuti hukum Beer (Skoog, 1991). Panjang gelombang cahaya UV dan sinar tampak jauh lebih pendek daripada panjang gelombang radiasi infra merah. Satuan yang akakn digunakan untuk memberikan panjang gelombang ini adalah nanometer (1 nm = 10-7 cm). spectrum tampak terentang dari sekitar 400 nm (ungu) sampai 700 nm (merah), sedangkan spectrum ultraviolet terentang dari 100 sampai 400 nm. Baik radiasi UV maupun radiasi cahaya tampak berenergi lebih tinggi daripada radiasi infra merah. Arbsorpsi cahaya ultraviolet atau cahaya tampak mengakibatkan transisi electron, yaitu promosi elktron-elektron dari orbital keadaan dasar yang berenergi rendah ke orbital keadaan tereksitasi berenergi lebih tinggi. Panjang gelombang cahaya UV atau cahaya tampak tergantung pada mudahnya promosi electron. Molekul-moleku yang memerlukan lebih bayak energy untuk promosi electron akan menyerap panjang gelombang yang lebih pendek. Molekul yang memerlukan energy lebih sedikit akan menyerap pada panjang gelombang yang lebih panjang (Fessenden, 1982 : 436-437).

C. ALAT dan BAHAN 1. Alat Spektrofotometer UV-Vis

Labu takar 10 ml Pipet Volume 10 ml Pipet Volume 5 ml Pipet Volume 1 ml Pipet tetes Gelas kimia Ruble bulb 2. Bahan Larutan Fe3+ 0,0025 M Larutan KSCN 0,01 M Larutan KSCN 0,0025 M Larutan HNO3 4 M Aquadest

D. SKEMA KERJA 1. Metode Perbandingan Mol 5 labu takar 10 ml Masing-masing labu takar + 4 ml Fe3+ 0,002M dan + 1 ml HNO3 4 M

Tabung 1
+ Aquadest 5ml

Tabung 2

Tabung 3
+ Aquadest 4ml+1,0 ml KSCN 0,01M

Tabung 4

Tabung 5

+Aquadest 4,5ml+0,5 ml KSCN 0,01M

+ Aquadest 3,5ml+1,5ml KSCN 0,01M

+ Aquadest 3ml+2,0ml KSCN 0,01M

Hasil

Diukur serapannya (nilai A)

2. Metode variasi Kontinu Dibuat 5 seri larutan HNO3 1 ml + 3 ml aquadest Dicampur Tabung 1
+ 6 ml Fe3+ 0,0025

Tabung 2
Ion SCN1ml+ 5 ml Fe3+ 0,0025 M

Tabung 3
Ion SCN2ml + 4 ml Fe3+ 0,0025 M

Tabung 4
Ion SCN3ml+ 3 ml Fe3+ 0,0025 M

Tabung 5
Ion SCN- 4 ml + 2 ml Fe3+ 0,0025

Diukur serapan (A) Hasil E. HASIL PENGAMATAN 1. Metode perbandingan mol Tabel 1. Perbandingan volume pembentuk ion kompleks [Fe(SCN)n]3-n dan absorbansinya Volume larutan Ion Fe3+ 0,0025M (mL) 4 4 4 4 Volume HNO3 4M (mL) 1 1 1 1 Volume Akuades (mL) 5,0 4,0 3,5 3,0 Larutan KSCN 0,01M (mL) 0 0,5 1,0 1,5 Absorbans (A) I 0,428 0,423 0,479 0,602 II 0,464 0,465 0,574 0,683

4 2. Metode variasi kontinu

2,5

2,0

0,607

0,708

Tabel 2. Seri larutan-larutan ion kompleks [Fe(SCN)n]3-n dan absorbansinya Volume larutan Ion Fe3+ 0,0025M (mL) 6 5 4 3 2 Volume HNO3 4M (mL) 1 1 1 1 1 Volume Akuades (mL) 3 3 3 3 3 Larutan SCN 0,0025M (mL) 0 1 2 3 4 Absorbans (A) I 0,582 0,536 0,440 0,356 0,283 II 0,623 0,587 0,468 0,384 0,268