Anda di halaman 1dari 2

Antelmintik

1.Mebendazol
Mebendazol sangat efektif untuk mengobati infestasi cacing gelang, cacing kremi, cacing tambang, dan T.trichiura, juga efektif untuk trichostrongylus, sedangkan untuk taeniasis dan S.stercoralis efeknya bervariasi. Mebendazol menyebabkan kerusakan struktur subselular dan menghambat sekresi asetilkolinesterase cacing. Obat ini juga menghambat ambilan glukosa secara irreversibel sehingga terjadi pengosongan (deplesi) glikogen pada cacing. Cacing akan mati secara perlahan-lahan dan hasil terapi yang memuaskan baru nampak sesudah 3 hari pemberian obat. Mebendazol tersedia dalam bentuk tablet 100 mg dan sirop 20 mg/mL. Dosis pada anak dan dewasa sama yaitu 2 x 100 mg sehari selama 3 hari berturut-turut untuk askariasis, trikuris, dan infestasi cacing tambang dan trichostrongylus.

2.Albendazol
Albendazol adalah obat cacing derivat benzimidazol berspektrum lebar yang dapat diberikan per oral. Dosis tunggal efektif untuk infeksi cacing kremi, cacing gelang, trikuris, S.stercoralis dan cacing tambang. Juga merupakan obat pilihan untuk penyakit hidatid dan sistiserkosis. Dosis dewasa dan anak umur di atas 2 tahun adalah 400 mg dosis tunggal bersama makan. Dibanding prazikuantel, albendazol lebih menguntungkan karena lebih mudah menembus masuk ke cairan serebrospinal dan bila dikombinasikan dengan kortikosteroid, kadar plasma albendazol meningkat, sebaliknya kadar plasma prazikuantel menurun. Obat ini bekerja dengan cara berikatan dengan -tubulin parasit sehingga menghambat polimerisasi mikrotubulus dan memblok pengambilan glukosa oleh larva maupun cacing dewasa, sehingga persediaan glikogen menurun dan pembentukan ATP berkurang, akibatnya cacing akan mati. Untuk cutaneus larva migran dosis terapinya 400 mg/hari selama 3 hari dan untuk kapilariasis intestinal selama 10 hari serta untuk trichinosis 2 x 400 mg/hari selama 1-2 minggu.

3.Pirantel pamoat
Pirantel pamoat dipasarkan sebagai garam pamoat yang berbentuk kristal putih, tidak larut dalam alkohol maupun air, tidak berasa dan bersifat stabil. Oksantel pamoat merupakan analog m-oksifenol dari pirantel yang efektif dalam dosis tunggal untuk T.trichiura.

Pirantel pamoat dan analognya menimbulkan depolarisasi pada otot cacing dan meningkatkan frekuensi impuls, sehingga cacing mati dalam keadaan spastis. Pirantel pamoat juga berefek menghambat enzim kolinesterase, terbukti pada askariasis meningkatkan kontraksi ototnya. Pirantel pamoat tersedia dalam bentuk sirop 50 mg pirantel basa/mL serta tablet 125 mg dan 250 mg. Dosis tunggal dianjurkan 10 mg/kgBB, dapat diberikan setiap saat tanpa dipengaruhi oleh makanan atau minuman. (sumber : gan gunawan, Sulistia. Farmakologi dan terapi, 2009: hal 541-545)