Anda di halaman 1dari 11

KONSEP SURGA DAN NERAKA MENURUT SYEHK SITI JENAR Menurut Syehk Siti Jenar Surga dan Neraka

terdiri dari dua wujud yang terjadinya dari keadaan Anal Jannatun wa Nara katannalil al anna artinya Wujud Mahluk itu dari kejadian surga dan neraka . adanya surga sekarang ini berdasar pada kejadian di dunia , surga yang luhur terletaka pada perasaan hati yang senang . Syehk Siti Jenar meyakini surga dan neraka itu tidak perlu menunggu hari kiamat . di dunia seseorang sudah bisa merasakan keadaan alam kubur, siksa neraka atau kenikmatan surga . di dalam Qalbu itulah seseorang dapat mersakan siksa kubur, surga dan neraka . sesungguhnya konsep tersebut sudah di pahami Siti Jenar dan orang orang khusus, sedangkan pemahaman orang awam surga dan neraka setelah hari Kiamat karena perbedaan tersebut maka teori/konsep Siti Jenar dianggap sesat. Berbeda dengan toko Sufi Syehk Khaled Bentounes ia lebih bijak dalam menjelaskan surga dan neraka dari sudut ke sufian . Syehk Khaled Bentounes tidak mengesampingkan bahwa setelah kematian ruh akan tinggal di alam Bardzakh selama beberapa waktu. Ulam lain mengatakan setelah kematian ruh akan terbebas dari unsure negative yang diterimanya dalam kehidupan ini, karena ruh tidak dapat meneruskan perjalanan yang lebih tinggi kecuali dengan kondisi bersih. Syehk Khaled Bentounes juga berpendapat kehidupan setelah kematian adalah kehidupan baru pada tahap kehidupan ini muncullah gambaran tentang surga dan neraka, yang sesungguhnya merupakan tahapan untuk mencapai realitas tertinggi. Ruh manusia yang menempuh kehidupan lurus terpuji dan mulia akan memasuki surga yaitu tempat merka yang dapat melampaui jarak yang memisahkan mereka dari pengetahuan sempurna, yaitu memandang wajah ALLOH. Sedangkan neraka terletak di awab yang menampung ruh mereka yang hidup dalam ke alpaan terhadap Tuhannya . dengan api penyuci itulah ruh-ruh tersebut akan mengakui Tidak ada Tuhan kecuali Alloh Bagaimanapun menurut perkataan orang bijak besar di sebutkan bahwa neraka adalah sebuah rahmat sebagaimana surga hal ini dapat kita pelajari dari hadist nabi Muhammad SAW. Penduduk Surga berkelu kesah sebagaiman penduduk neraka hal tersebut memberitahukan jiwa akan tersisa bila berpisah denganNYA , tampaknya hal itu berarti bahwa surga itu juga sebuah tahap, sebuah batas jika jiwa juga tidak bersua dengan Ilahi , sang Maha Mutlak. Dikatakan pulah dalam jiwa manusia neraka terasa mengerikan namun neraka diciptakan sebagai penyuci dan penghapus pikiran negative yang menyesaki jiwa sesungguhnya dua tahapan tersebut tidak lain sebua kasih sayang yang tidak terkira besarnya dari sang Khaliq kepada ciptaannya Sumber: http://id.shvoong.com/humanities/philosophy/1849092-konsep-surga-danneraka-menurut/#ixzz1uGY5Yc1i

Dari : http://www.spiritual-experiences.com Konsep surga dan neraka mungkin sukar dipahami sebagai gagasan cinta. Mereka yang telah mengalami secara sekilas akan bersumpah bahwa itu memang nyata, dan mereka

yang belum, hampir tidak dapat membayangkan realitasnya. Tapi bagaimanakah Anda bisa tahu sesuatu yang seharusnya hanya dialami oleh orang-orang yang sudah meninggal? Secara bukti nyata, apakah pengalaman siapapun tentang surga dan neraka berbeda dengan teks-teks ajaran kuno? Surga di atas, adalah sebuah lokasi surgawi yang diklaim oleh umat Katolik adalah yang di atas dan Neraka, terletak di pusat bumi, jelas di bawah, tapi hampir setiap orang sangat tahu bahwa ini bukanlah seperti itu. Jika tidak berada di langit atau di bawah permukaan bumi, lalu di mana? Ketika ditelaah, mereka mungkin menghindari ke sebuah wilayah misterius yang tak terlihat dengan mata kita yang terbatas ini, tapi Surga dan Neraka tidak dapat di atas atau di bawah jika dibandingkan dengan Bumi karena bukan berada di dimensi fisik. Dengan itu dikatakan, di mana Surga dan Neraka? Tempat dimana jiwa pergi setelah kematian tidaklah atas atau bawah, tapi ada di sekitar kita seperti hal-hal lain yang ada di dekat kita tetapi Anda tidak dapat melihat seperti halnya sinar-x dan gelombang radio. Surga dan Neraka adalah dimensi alternatif yang dipisahkan oleh getaran frekuensi yang indera kita tidak bisa mendeteksi. Ketika Kristus menjadi tidak terlihat dengan mata telanjang di depan orang banyak, ia hanya bergaung di luar visi makhluk kurang berkembang di sekelilingnya. Ia tidak berjalan pergi tapi mengalihkan energinya tepat di tempat ia berada. Ketika Anda mati, Anda menggeser kesadaran dalam tubuh fisik ke kondisi yang lebih halus yang tidak berbeda dengan apa yang terjadi pada Anda setiap malam ketika bermimpi. Sekarang setelah Anda membaca teks ini, renungkanlah sendiri. Di manakah Surga dan Neraka itu? Jika Anda masih berpikir itu berada atas dan bawah di mana atas dan bawah? Apakah melewati Jupiter? apakah dibalik Milky Way? Itu akan menjadi aneh mengingat orang-orang yang telah mengatakan Surga dan Neraka di atas dan bawah juga mengatakan bahwa bumi adalah pusat alam semesta. Jika Anda telah memahami ini, seperti saya, bahwa Surga dan Neraka bukanlah di atas atau bawah tapi dimensi lain di sekitar kita, mari kita bahas apa yang dilakukan di tempat-tempat ini dan dimana seharusnya tempat untuk semua keabadian tersebut. Kita semua tahu bahwa Anda bisa menderita atau bahagia, tergantung pada kondisi apa yang Anda telah berhasil capai. Kita diberitahu bahwa jika kita hidup penuh dosa, kita akan dibakar di api neraka (dan jika Anda memang berada di pusat bumi Anda akan terbakar dan penderitaan), dan jika Anda berbuat banyak kebaikan Anda akan pergi ke Surga di mana Anda berada dalam kemuliaan Tuhan selama-lamanya.Dengan meyakini keduanya, Anda menghentikan semua pertumbuhan rohani Anda dan berhenti dalam totalitas. Apakah ini yang terbaik yang dapat dilakukan oleh Tuhan? Apakah Tuhan benar-benar mengisi hidup kita dengan tantangan yang kemudian secara tiba-tiba dan secara permanen dihentikan begitu kita mati? Hanya berpikir: puluhan tahun tantangan kemudian diikuti oleh sebuah siksaan selama lamanya. Untuk apa kita harus dilahirkan? Apakah tempat kekal jiwa di Surga atau Neraka benar-benar hanya ditentukan oleh kehidupan beberapa puluh tahun saja? Anda, yang dalam kehidupan ini telah belajar tentang cinta yang bersyarat (dan kebencian) akan mengatakan ya untuk salah satu atau keduanya, tetapi apakah itu benar-benar nyata? Tidakah Anda merasakan kecurigaan yang tumbuh di dalam diri Anda bahwa ini adalah konsep buatan manusia, bukan realitas Tuhan? Ini tidak hanya desain manusia tapi sesuatu yang disederhanakan saja. Kontradiksi lain adalah di satu pihak mereka menganggap bahwa Tuhan adalah Maha

Penyayang, Maha Mencintai tetapi di sisi lain adalah pendendam dan pemarah yang mengirimkan anak-anaknya ke neraka selamanya karena dosa-dosa yang diperbuat meskipun mereka merupakan bagian dari-ciptaanNya. Dan bagaimana dengan 99% dari populasi yang tidak cukup berkembang untuk mencapai Surga, apakah membiarkan mereka di Neraka? Itu seperti memberi mereka sebuah loteri jackpot spiritual, dan cukup sering kita melihat apa yang terjadi pada pemenang undian tersebut! Mereka kehilangan arah, tumbuh secara mental tidak seimbang dan sering mengambil langkah-langkah rohani yang mundur, bukannya maju. Ini bukanlah rancangan Tuhan, tapi alat untuk mengendalikan manusia melalui ketakutan akan satu hal dan imbalan terhadap hal yang lain. Kita diberitahu konsep Surga dan Neraka karena ada ketakutan yang besar tentang apakah dunia akan seperti dibayangkan jika kita tidak memiliki faktor-faktor yang luar biasa untuk mengendalikan perilaku manusia. Hal ini tentu saja masuk akal bagi kita karena ini adalah metode yang biasa kita gunakan pada anak-anak kita sendiri, Lakukan perintah saya atau. Ini adalah jawaban yang mudah dan jalan yang lebih disukai untuk menangani isu komplex tentang hubungan manusia. Bahkan, seluruh masyarakat kita diatur oleh ancaman/imbalan sehingga tak heran kita telah memasukkan hal ini ke dalam keyakinan keagamaan. Kita mengatakan bahwa Tuhan menciptakan kita dalam rupa-Nya, tetapi dalam kenyataannya, kita menciptakan Tuhan pada titik rendah kerohanian kita. Jika Surga dan Neraka bukan atas atau bawah dan itu merupakan garis yang samar untuk tindakan apa yang menempatkan kita berada di mana dan untuk berapa lama, berapa banyakkah yang benar-benar kita ketahui tentang Surga dan Neraka? Dalam kenyataannya, kita hanya tahu sedikit karena mitos-mitos ini sangat jauh dari kenyataan. Seperti banyak mitos, ada campuran kebenaran dan fiksi dan setengah kebenaran ini adalah apa yang masuk ke dalam sistem kepercayaan kita. Ketika sebuah kepercayaan yang tidak logis mengikat erat dengan ancaman dari otoritas maka keraguan pada pendirian Anda sendiri dimulai. Tambahkan jutaan orang di belakang keyakinan itu dan itu dapat melumpuhkan logika rata-rata manusia. Untuk bertanya adalah menentang, untuk menentang adalah dosa, untuk dosa adalah pergi ke neraka. Bukankah itu rapi? Jadi kita taat secara buta dan sedikit yang dapat dilakukan untuk benar-benar mengerti jalan sesungguhnya dan kita telah sepakat untuk berjalan di bawah, dan bahkan mengorbankan pengembangan spiritual kita sendiri. Ini mudah, itu dapat diterima dan sebagian besar dari kita melakukannya. Kebenaran bahwa tidak ada yang berkaitan dengan Surga dan Neraka berasal guru spiritual telah melihat penglihatan yang lebih tinggi dan lebih rendah ( tinggi dan rendah berarti sama dengan frekuensi yang dihubungi). Sebenarnya ada tempat keberadaan yang beresonansi pada tingkat tertentu yang hanya jiwa-jiwa yang tercerahkan yang dapat mencapai frekuensi tersebut dalam pengalaman mereka ketika masih menghuni tubuh fisik. Ini akurat pada tingkat tertentu bahwa Anda harus baik atau lebih tepatnya, berkembang untuk memasuki alam yang lebih tinggi. Dan orang yang terhambat oleh negativitas mendalam dan kejahatan akan beresonansi pada frekuensi rendah, tempat yang tampaknya lebih kejam dibandingkan dengan yang lebih tinggi. Kabar baiknya adalah bahwa tidak ada seorang pun berada disitu selama-

lamanya. Semua jiwa memiliki pintu yang terbuka secara berkala untuk melanjutkan pertumbuhan mereka dan terus maju. Karena semua hal akhirnya berubah dalam arti persepsi, kita dapat melihat orang yang kita kasihi, tetapi mereka juga akan bergerak untuk tumbuh atau mengalami sesuatu yang lain. Tetapi sering kita kembali satu sama lain karena hubungan kumulatif cinta dan pengalaman. Ini adalah tempat pertengahan Aktivitas tetapi ketika Anda mencapai tempat tempat yang lebih tinggi, Anda tahu bahwa mereka sebenarnya adalah SEMUA YANG ADA dan tidak pernah ada yang meninggalkan atau kembali, hanya suatu kondisi. Dan bagaimana dengan mereka yang telah mencapai tempat yang lebih tinggi? Mereka sering kembali ke tingkat yang lebih rendah dan mengajar, memberikan bimbingan dan kadang-kadang terlihat bahkan mereka memulai dari awal lagi untuk mengalami keajaiban evolusi jiwa. Bukankah itu alasan Tuhan menciptakan kita pada intinya, untuk melihat dan mengalami prosesnya karena ini sangatlah luar biasa? Surga dan neraka hanyalah titik peristirahatan bagi jiwa berkembang. Bumi adalah seperti surga dan neraka, hanya dalam bentuk fisik. Hal ini dialami setiap saat dalam hidup Anda, di setiap tempat. Anda menentukan jalan Anda ke mana Anda pergi ketika mati, apa yang ingin Anda alami dan untuk berapa lama. Kita semua akan mengalami neraka dan kita semua akan mengalami surga sehingga membuat keduanya menjadi non eksklusif. Hal ini tidak di atas, tidak di bawah, tapi di sekitar Anda, termasuk di dalam diri Anda .

ini. Semua agama menjanjikan adanya kehidupan demikian dan dalam agama Islam itu merupakan satu diantara enam buah rukun Iman yang merupakan sendi dari agama Islam itu. Kekalnya kehidupan surga tidak disangsikan lagi, bahwa nikmat surga itu tiada berkesudahan sehingga tidak bisa dibayangkan bagaimana akhirnya... Bagaimana dengan azab neraka? Berbagai pendapat dikalangan Ulama-Ulama Islam mengenai kekal tidaknya neraka akan tetapi sebahagian besar Ulama-Ulama Mainstream Islam berpendapat bahwa azab neraka itu juga kekal selama-lamanya tiada akhir... dan merupakan ganjaran yang tidak berkesudahan terhadap orang-orang yang betul-betul kafir dan melawan Allah.... Pendapat yang umum...... Sudah menjadi pendapat yang umum dikalangan Mainstream Islam bahwa surga dan neraka itu adalah sama-sama abadi. Orang-orang yang ditetapkan masuk neraka disebabkan dosadosanya di dunia tidak akan keluar dari sana dan mereka akan tetap menjadi penghuni tempat api yang bernyala-nyala itu selamalamanya. Berikut pendapat salah seorang penafsir

Al-Qur'an dan Ulama dikalangan Mainstream Islam Indonesia lewat Tafsirnya Al-Furqan dalam Fasal 25 halaman XXIII. Berkata A. Hassan Bandung dalam Pengantar Tafsirnya itu : "Menurut berpuluh-puluh ayat Al-Qur'an bahwa suarga dan neraka itu kekal selama-lamanya, yakni tiada berkeputusan. Oleh sebab merasa kasihan dan merasa tidak "patut" Allah menyiksa hamba-hambanya dengan tiada berkeputusan , maka ada beberapa orang dan pengarang putar-putar ayat Qur'an dan gunakan Hadits palsu hingga mereka jadikan bahwa neraka itu tidak kekal. Cari-cari jalan dengan memutar-mutar arti Ayat-ayat itu tidak halal dan bukan perbuatan orang yang jujur. " Diayat 107 dan 108 Surah Hud , Allah berkata bahwa suarga dan neraka itu kekal selama-lamanya, selama ada langirt dan bumi, kecuali apa yang dikehendaki Tuhanmu. 'Kecuali apa yang dikehendaki oleh Tuhan-mu itu satu pintu yang besar dan lebar. Orang kafir, orang yang dapat hukuman kekal di neraka, orang-orang kafir yangh berbuat kebaikan di dunia dan siapa-siapa lagi, kalau Allah mahu keluarkan dari neraka atau mahu kesuargakan, tidak siapapun yang akan menghalanginya, bahkan neraka itu , seluruhnya kalau Allah mahu hapuskan, tidak berhaq siapapun bertanya "mengapa" ? Memang aneh kalau orang suka cari-cari pintu, tebok sana dan korek sini , ketika pintu yang besar sudah tersedia!"....... Dari keterangan Ulama terkemuka pendiri "Persis" tersebut , jelaslah A. Hassan berpendapat baik surga atau neraka pada prinsipnya kekal tidak berkeputusan . Hanya saja beliau mengemukakan suatu jalan keluar bahwa Allah kuasa mengeluarkan barang siapapun dari neraka atau memasukkan kesurga , kalau Dia mau....... Tidak kekal pada prinsipnya....... Berlainan dengan pendapat yang umum dikalangan Mainstream tersebut sebuah "sempalan Islam" lainnya berpendapat secara solid bahwa surga betul-betul kekal selama-lamanya tiada berakhir, sebaliknya dengan neraka mereka mengatakan terbatas waktunya.... karena itu tidaklah kekal selama-lamanya dan suatu saat pasti berakhir. Penjelasan mereka tidak hanya dikuatkan dengan alasan-alasan akal tetapi juga dengan dalil-dalil naqal, Al-Qur'an dan Hadits. Menurut agama Hindu, surga dan neraka (pahala dan hukuman) mempunyai masa yang terbatas dan manusia kan dikirimkan kedunia ini kembali sesudah sesudah menjalani hukuman atau memperoleh ganjaran karena perbuatannya . Sekalipun beberapa firqah Hindu berselisih paham dalam berbagai perincian agama mereka, namun semua mereka sepakat bahwa mengenai prinsip yang fundamental bahwa penghukuman dan

1. Surga dikelilingi oleh hal-hal yg tidak disukai dan neraka dikelilingi oleh syahwat. {HR. Bukhari} 2. Aku menjenguk ke surga aku dapati kebanyakan penghuninya orang-orang fakirmiskin dan aku menjenguk ke neraka aku dapati kebanyakan penghuninya kaum wanita. 3. Tiada sesuatu yg disesali oleh penghuni surga kecuali satu jam yg mereka lewatkan tanpa mereka gunakan utk berzikir kepada Allah Azza wajalla. 4. Aku {Rasulullah Saw} bertemu Ibrahim ketika Isra. Dia berkata Ya Muhammad sampaikan salamku kepada umatmu dan beritahukan mereka: Sesungguhnya surga itu baik lahannya tawar airnya lembah-lembahnya datar dan tanamannya: Subhanallah walhamdulillah walailaha illallah wallahu akbar. (hadits ini tidak dituliskan siapa yg meriwayatkannya krn itu saya sertakan teks arabnya) 5. Tidak ada di surga sesuatu yg sama seperti yg ada di dunia kecuali nama-nama orang. 6. Rasulullah Saw bersabda bahwa Allah Swt berfirman: Aku menyiapkan utk hambahamba-Ku yg shaleh apa-apa yg belum pernah dilihat oleh mata didengar oleh telinga dan belum pernah terlintas dalam benak manusia. Oleh krn itu bacalah kalau kamu suka ayat: Seorang pun tidak mengetahui apa yg disembunyikan utk mereka yaitu yg menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yg telah mereka kerjakan. . 7. Penghuni neraka ialah orang yg buruk perilaku dan akhlaknya dan orang yg berjalan dgn sombong sombong terhadap orang lain menumpuk harta kekayaan dan bersifat kikir. Adapun penghuni surga ialah rakyat yg lemah yg selalu dikalahkan. 8. Azab yg paling ringan di neraka pada hari kiamat ialah dua butir bara api di kedua telapak kakinya yg dapat merebus otak. 9. Api anak Adam yg biasa dipakai utk memasak adl bagian dari tujuh puluh bagian api neraka. 10. Nabi Saw masuk surga orang yg mati syahid anak yg belum dewasa dan anak perempuan kecil yg dikubur hidup-hidup masuk surga juga. Sumber: 1100 Hadits Terpilih - Dr. Muhammad Faiz Almath - Gema Insani Press

Tingkatan dan nama-nama syurga ialah : 1. Firdaus 2. Syurga Adn 3. Syurga Naiim 4. Syurga Nawa 5. Syurga Darussalaam 6. Daarul Muaqaamah 7. Al-Muqqamul Amin 8. Syurga Khuldi Sedangkan tingkatan dan nama-nama neraka adalah : 1. Neraka Jahannam 2. Neraka Jahiim 3. Neraka Hawiyah 4. Neraka Wail 5. Neraka Saiir 6. Neraka Ladhaa 7. Neraka Saqar 8. Neraka Hutomah

I. Surga
Pengertian Surga Surga ialah suatu tempat kediaman yang berada di alam akhirat yang tempat itu diliputi oleh berbagai kenikmatan dan kebahagiaan yang belum pernah seseorang hamba Allah swt. melihat, mendengar, dan menikmatinya saat hidup didunianya. Dan ketahuilah bahwa surga dipersiapkan bagi hamba-Nya yang bertakwa semasa didunianya, begitu juga bagi hamba-Nya yang beriman dan senantiasa beramal shaleh. Merupakan balasan baginya buat selama-lamanya. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt. dalam Al Qur'an, surat asy Syu'araa, ayat 90. "Dan (pada hari itu) surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa". Dan firman-Nya dalam surat Al Baqarah, aya 82. "Dan orang-orang yang beriman dan beramal shaleh, mereka itu penghuni surga, didalamnya mereka kekal". Dalam Al Qur'an pada lain surat tersebut di atas masih menjelaskan mengenai surga, dan bagi orang yang pantas menghuninya.

II. Kenikmatan Yang Diberikan Allah Bagi Ahli Surga


Ketahuilah, bahwa didalam surga itu terdapat kenikmatan yang luar biasa dan lain seperti halnya yang ada didunia. Untuk mengetahui kenikmatan yang diberikan bagi penghuni surga ialah: 1. Dapat Melihat Dzat Allah Azza Wa Jalla. 1. Mengenai melihat Dzat Allah Azza Wa Jalla, dalam Al Qur'an, surat Al Qiyamah, ayat 23, Allah swt. berfirman: "Kepada Tuhan-Nyalah mereka melihat". 2. Mendapatkan Kemuliaan Dan Dihormati Oleh Allah Dan Para Malaikat. Hal ini berdasarkan penegasan Allah swt. dalam Al Qur'an, surat Yaasiin ayat 58: "(Mereka akan mendapat) ucapan penghormatan sebagai ucapan dari Tuhan Yang Maha Penyayang". Begitu juga juga saat itu penghuni surga masuk ke dalam surga, merekapun juga saat itu penghuni surga masuk ke dalam surga, merekapun juga mendapat kemuliaan dan dihormati oleh para malaikat. Dikala itu mereka masuk kedalam dari semua pintu, seraya memberi salam penghormatan. "Salaamun 'alaikum Bima Shabartum. "Keselamatan atas berkat kebesaranmu". Sebagaimana penegasan Allah swt. dalam Al Qur'an, surat Ar Ra'ad,ayat 23-24. "Dan malaikat-malaikat masuk ketempat-tempat mereka dari semua pintu, (seraya mengucapkan salam). "SALAAMUN 'ALAIKUM BIMAA SHABARTUM". Sungguh alangkah baiknya tempat kesudahan itu". Firman-Nya lagi dalam surat Al Ahzab, ayat 44.

"Salam penghormatan kepada mereka mereka (bagi orang-orang beriman) pada hari mereka menjumpai-Nya (yaitu): "Salaam sejahtera". 3. Ahli Surga Saling Mengunjungi. Mengenai hal ini dalam Al Qur'an, surat Ath Thuur, ayat 25-28. Allah berfirman : "Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain (dan) saling bertanya. Berkatalah mereka. Sesungguhnya kami dahulu saat ada di dalam keluarga kami takut (pada siksa). Sebab itu Allah menganugerahi kepada kami dan menjaga kami daripada siksa neraka. Sesungguhnya kami dahulu menyembah-Nya. Sesungguhnya Dia-lah yang mencurahkan kebaikan lagi Maha Penyayang". Nah, dengan menyimak dan memperhatikan penegasan Allah swt.tersebut, maka akan dapat dapat difahami, bahwa penghuni surga itu bisa saling mengunjungi satu sama lainnya,sama halnya sewaktu dikehidupan dunia. Yakni melakukan kunjungan ke tempat ke kerabat terdekat, kawan, dan kepada orang yang kita anggap berjasa dan terhormat serta mulia di dalam kehidupan ini. Adapun kunjungan yang kita lakukan itu demi untuk sesuatu hal yang di butuhkan. 4. Ahli Surga Bercakap-cakap Dengan Ahli Neraka. Mengenai dialog dan perbincangan penghuni surga dengan penghuni neraka ini, dalam Al Qur'an, surat Al A'raaf, ayat 44. Allah swt. menegaskan : "Dan para penghuni surga berkata kepada para penghuni (dengan berkata) : "Sungguh kami benar-benar telah mendapat apa yang tuhan kami janjikan kepada kami. Karena itu apakah kamu telah mendapat dengan sebenar-benarnya (siksa) yang Tuhan kamu menjanjikan (kepada mu) ? ". Mereka ( penghuni neraka ) menjawab : "Betul". Kemudian seorang penyeru ( malaikat ) memberi pengumuman diantara kedua golongan itu : "Kutukan Allah diberikan kepada orang-orang yang dhalim". Demikian juga bagi penghuni neraka, merekapun bisa melakukan dialog dan berbincang-bincang dengan penghuni surga. Hal ini sesuai panegasan Allah swt. dalam Al Qur'an, surat Al A'raaf, ayat 50. "Dalam penghuni neraka memanggil penghuni surga (dengan megatakan) : Curahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya (yaitu air dan makanan) kepada orang-orang yang ingkar". Itulah penegasan Allah swt. mengenai perbincangan ahli neraka kepada ahli surga. Mudah-mudahan kita semua termasuk hamba-Nya, sehingga menjadi calon penghuni surga-Nya.

Nama-Nama Surga Dan Tingkatannya


1. Nama-Nama Surga. Mengenai nama-nama surga dalam Al Qur'an, allah swt. telah menegaskan, yaitu sebagai berikut : -Surga Firdaus.

Mengenai surga firdaus ini, dalam Al Qur'an, surat Al Kahfi, ayat 107, Allah swt. telah mendengarkan: "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh bagi mereka adalah surga firdaus menjadi tempat tinggal". Juga penegasan-Nya dalam Al Qur'an, surat Al Mu'minuun, ayat 9-11. "Dan orang-orang yang memelihara shalat. Mereka itu adalah orang-orang yang akan mewarisi (yaitu) yang bakal mewarisi surga firdaus, mereka kekal di dalamnya". -Surga 'Adn. Perihal surga 'Adn ini telah banyak sekali di jelaskan dalam Al Qur'an. yaitu sebagai berikut : Firman Allah swt. di dalam surat Thaaha, tepatnya ayat 76. "(Yakni) surga 'Adn yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, didalamnya mereka kekal. Dan itulah (merupakan) balasan bagi orang yang (dalam keadaan) bersih (saat didunianya dari berbagai dosa)". Firman-Nya lagi didalam surat Shaad, ayat 50 : "(Yaitu) surga 'Adn yang pintu-pintunya terbuka bagi mereka". Firman-Nya juga didalam surat Al Kahfi, ayat 30-31 : "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, sungguh pasti kami (Allah) tidak bakal menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengerjakan amal(nya) dengan baik. Mereka itulah (orang-orang) yang bagi mereka surga 'Adn, (yakni) yang mengalir sungai-sungai dibawahnya. Dan juga firman-Nya didalam surat Al Mu'minuun, ayat 8 : "Wahai Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga 'Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang shaleh diantara bapak-bapak mereka, dan istri-istri mereka, dan keturunan mereka semua. -Surga Na'iim. Dalam Al-Qur'an surat Al Hajj, ayat 56. Allah swt. telah menegaskan : "Maka orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh ada di dalam surga yang penuh kenikmatan". Firman-Nya lagi didalam surat Al Luqman, ayat 8 : "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh, bagi mereka bakal mendapat surga yang penuh kenikmatan". Firman-Nya didalam surat Ash Shaffat, ayat 43 : "Di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan". Juga firman -Nya didalam surat Al Hajj, ayat 56 : "Karena itu orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh ada didalam surga yang penuh kenikmatan". -Surga Ma'wa. Banyak sekali didalam Al Qur'an dijelaskan, antara lain : Surat As Sajdah, ayat 19 Allah swt. menegaskan: "Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. Maka bagi mereka mendapat surga-surga tempat kediaman, merupakan pahala pada apa yang telah mereka kerjakan". Firman-Nya lagi didalam surat An Naziat, ayat 41 : "Maka sesungguhnya surga ma'walah tempat tinggal (nya)". Firman didalam surat As sajdah, ayat 19 :

"Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh. Maka bagi mereka mendapatkan surga-surga tempat tinggal, pahala pada apa yang telah mereka kerjakan". Dan firman-Nya didalam surat An Najm, ayat 15 : "Di sisinya ada surga tempat tinggal (orang-orang yang bertakwa)". -Surga Darussalam. Mengenai surga Darussalam ini, telah banyak dijelaskan didalam Al Qur'an, di antaranya ialah : Dalam surat Yunus, ayat 25 : "Dan Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (yakni surga), dan memimpin orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus". Dalam surat Al An'aam, ayat 127 : "Bagi mereka (disiapkan surga) Darussalam di sisi Tuhannya dan Dia-lah pelindung mereka di karenakan amal-amal shaleh yang telah mereka kerjakan". -Surga Darrul Muqoomah. Sesuai dengan penegasan Allah swt. di dalam Al Qur'an, surat Faathir, ayat 3435 : "Dan berkatalah mereka : segala puji bagi Allah yang telah menghapus (rasa) duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami adalah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang memberu tempat kami didalam tempat yang kekal (surga) dan karunia-Nya". -Surga Maqoomul Amiin. Sesuai dengan penegasan Allah swt. didalam Al Qur'an, surat Ad Dukhan, ayat 51 : "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa tinggal didalam tempat yang aman (surga)". -Surga Khuldi. Didalam Al Qur'an, tepatnya surat Al Furqaan, ayat 15, Allah swt. telah menegaskan : "Katakanlah : "Apa (siksa) yang seperti itu yang baik, atau surga yang kekal, yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, sebagai balasan dan kediaman kembali mereka",