Anda di halaman 1dari 2

PEMBAHASAN

Sel penyusun tubuh atau yang disebut dengan sel somatis melakukan reproduksi dengan cara membelah. Pembelahan tersebut merupakan pembelahan mitosis karena pada proses pembelahan ini dari satu sel diperoleh dua sel anak yang memiliki informasi genetik yang ekuivalen dengan sel induknya (Campbell, 2004). Proses pembelahan sel dapat ditemukan di bagian tumbuhan yang sedang aktif membelah. Oleh karena itu, pada praktikum ini akar yang digunakan adalah akar yang sengaja ditumbuhkan setelah proses pembersihan dan menggunakan air mineral untuk menambah zat mineral bagi bawang dan memacu pertumbuhan akar. Akar tersebut dipotong sepanjang 1,5 cm dari ujung akar. Pada bagian ujung akar adalah bagian yang meristematis (masih terus membelah) sehingga sedikit di bagian yang paling ujunglah yang dijadikan bahan pembuatan preparat. Hasil dari pengamatan akar bawang yang dilakukan memiliki pembelahan sel yang meliputi beberapa fase, yaitu interfase, profase, metafase, anafase, dan telofase. Fase setelah mitosis hingga mitosis berikutnya adalah interfase. Secara keseluruhan terdapat 1766 sel yang diamati pada ujung akar bawang merah. Terdapat 107 sel yang sedang melakukan mitosis. Sel yang sedang dalam tahap profase didapatkan sebanyak 53 sel. Berdasarkan pengamatan, fase ini terlihat seperti inti sel yang tidak beraturan bentuknya atau tidak membulat dan terlihat kromosomnya. Kromosom tersebut terdiri dari dua kromatid bersaudara (Campbell, 2004). Fase selanjutnya dari profase adalah metafase yang dapat diidentifikasi dengan terlihatnya kromosom yang berada di tengah tengah sel yaitu pada pelat metafase, suatu bidang khayal yang berjarak sama di antara kedua kutub gelendong (Campbell, 2004). Fase metafase ditemukan sebanyak 15 sel. Fase selanjutnya adalah anafase. Fase ini ditemukan sebanyak 22 sel. Fase ini dapat diidentifikasi dengan terpisahnya kromosom menuju dua kutub yang berbeda dan berlawanan. Fase ini dimulai ketika pasangan sentromer dari setiap setiap kromosom berpisah, yang akhirnya melepaskan kromatid saudara (Campbell, 2004). Akhir dari mitosis adalah anafase yang ditemukan sebanyak 17

pasang sel. Anafase kemudian diikuti dengan proses sitokinesis, pembelahan sitoplasma sehingga penampakan dua sel anak terlihat setelah akhir mitosis (Campbell, 2004). Pada pengamatan, sel sel anafase ini terlihat dua sel karena seperti sudah membelah. Berbeda dengan sel sel lain yang berdampingan, pada sel sel hasil telofase, ukuran kromosom yang berkumpul tidak sebesar seperti pada fase interfase. Interfase sangat jelas terlihat inti sel yang berwarna biru dan bulat beraturan. Sebagian besar sel sel akar bawang merah yang diamati sedang dalam fase interfase. Menurut Campbell (2004), fase ini memiliki periode yang lama, yang sering kali meliputi 90% dari siklus ini. Oleh karena itu, pada pengamatan banyak sekali sel dalam tahap interfase, yaitu sebanyak 1659 sel. Tahap interfase ini menunjukkan sel yang siap untuk membelah, tetapi belum memperlihatkan kegiatan membelah. Inti sel nampak keruh, lambat laun nampak benang-benang kromatin yang halus. ( Suryo,1984). Hasil pengamatan tersebut cukup representatif untuk menunjukkan bahwa pada mitosis tiap sel induk yang diploid (2n) akan menghasilkan dua buah sel anakan yang masing-masing tetap diploid serta memiliki sifat keturunan yang sama dengan sel induknya. (Suryo, 1984). Pengamatan mitosis akar bawang ini memiliki nilai indeks mitosis sebesar 0,06, indeks ini terbilang kecil karena indeks mitosis ini didapatkan dari jumlah sel dalam tahap mitosis dibagi jumlah sel yang teramati. Pada pengamatan ini jumlah sel total dalam tahap mitosis yang teramati hanya sedikit sedangkan jumlah total sel yang diamati cukup banyak yaitu 1766 sel.

Tambahan Dapus: Campbell, et al. 2004. Biologi Edisi Kelima Jilid I. Jakarta: Erlangga.

Beri Nilai