Anda di halaman 1dari 9

PT Semen Gresik (Persero) Tbk merupakan perusahaan yang bergerak dibidang industri semen.

Diresmikan di Gresik pada tanggal 7 Agustus 1957 oleh Presiden RI pertama dengan kapasitas terpasang 250.000 ton semen per tahun. Pada tanggal 8 Juli 1991 Semen Gresik tercatat di Bursa Efek Jakarta dan Bursa Efek Surabaya serta merupakan BUMN pertama yang go public dengan menjual 40 juta lembar saham kepada masyarakat. Sampai dengan tanggal 30 September 1999 komposisi kepemilikan saham berubah menjadi Pemerintah RI 15,01%, Masyarakat 23,46% dan Cemex 25,53%.Pada Tanggal 27 Juli Juli 2006 terjadi transaksi penjualan saham CEMEX S.S de. C.V pada Blue valley Holdings PTE Ltd. Sehingga komposisi kepemilikan saham sampai saat ini berubah menjadi Pemerintah RI 51,01%, Blue Valley Holdings PTE Ltd 24,90%, dan masyarakat 24,09%.Saat ini kapasitas terpasang Semen Gresik Group (SGG) sebesar 16,92 juta ton semen per tahun, dan menguasai sekitar 46% pangsa pasar semen domestik. Perseroan memproduksi berbagai jenis semen, antara lain : 1. Semen Portland Tipe I. Dikenal pula sebagai ordinary Portland Cement (OPC), merupakan semen hidrolis yang dipergunakan secara luas untuk konstruksi umum, seperti konstruksi bangunan yang tidak memerlukan persyaratan khusus, antara lain : bangunan, perumahan, gedung-gedung bertingkat, jembatan, landasan pacu dan jalan raya. 2. Semen Portland Tipe II. Di kenal sebagai semen yang mempunyai ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang. Misalnya untuk bangunan di pinggir laut, tanah rawa, dermaga, saluran irigasi, beton massa dan bendungan. 3. Semen Portland Tipe III. Semua jenis ini merupakan semen yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan bangunan yang memerlukan kekuatan tekan awal yang tinggi setelah proses pengecoran dilakukan dan memerlukan penyelesaian secepat mungkin. Misalnya digunakan untuk pembuatan jalan raya, bangunan tingkat tinggi dan bandar udara. 4. Semen Portland Tipe V. Semen jenis ini dipakai untuk konstruksi bangunan-bangunan pada tanah/air yang mengandung sulfat tinggi dan sangat cocok untuk instalasi pengolahan limbang pabrik, konstruksi dalam air, jembatan, terowongan, pelabuhan dan pembangkit tenaga nuklir. 5. Special Blended Cement (SBC). Semen khusus yang diciptakan untuk pembangunan mega proyek jembatan Surabaya-Madura (Suramadu) dan cocok digunakan untuk bangunan di lingkungan air laut. Dikemas dalam bentuk curah.

6. Portland Pozzolan Cement (PPC). Semen Hidrolis yang dibuat dengan menggiling terak, gypsum dan bahan pozzolan. Digunakan untuk bangunan umum dan bangunan yang memerlukan ketahanan sulfat dan panas hidrasi sedang. Misalnya, jembatan, jalan raya, perumahan, dermaga, beton massa, bendungan, bangunan irigasi dan fondasi pelat penuh.

LOKASI PABRIK Lokasi pabrik sangat strategis di Sumatera, Jawa dan Sulawesi menjadikan Semen Gresik Group (SGG) mampu memasok kebutuhan semen di seluruh tanah air yang didukung ribuan distributor, sub distributor dan toko-toko. Selain penjualan di dalam negeri, SGG juga mengekspor ke beberapa negara antara lain: Singapura, Malaysia, Korea, Vietnam, Taiwan, Hongkong, Kamboja, Bangladesh, Yaman, Norfolk USA, Australia, Canary Island, Mauritius, Nigeria, Mozambik, Gambia, Benin dan Madagaskar. 1. Semen Padang. Semen Padang memiliki 4 (empat) pabrik semen, kapasitas terpasang 5,24 juta ton semen pertahun berlokasi di Indarung, Sumatera Barat. Semen padang memiliki 5 pengantongan semen, yaitu : Teluk Bayur, Belawan, Batam, Tanjung Priok dan Ciwandan. 2. Semen Gresik. Semen Gresik memiliki 3 pabrik dengan kapasitas terpasang 8,2 juta ton semen per tahun yang berlokasi di Tuban, Jawa Timur. Semen Gresik memiliki 2 pelabuhan, yaitu : Pelabuhan khusus Semen Gresik di Tuban dan Gresik. 3. Semen Tonasa. Semen Tonasa memiliki 3 pabrik semen, kapasitas terpasang 3,48 juta ton semen per tahun, berlokasi di Pangkep, Sulawesi Selatan. Semen Tonasa memiliki 7 (tujuh) pengantongan semen, yaitu : Biringkasi, Makassar, Samarinda, Banjarmasin, Bitung, Palu, Ambon, Celukan Bawang, Bali.

Dalam menghadapi tantangan era globalisasi pasar bebas, maka SGG telah menerapkan sistim manajemen dan mendapatkan beberapa sertifikat sebagai berikut: 1. Sistim Manajemen Mutu SNI 19-9001-2001 dan ISO 9001:2000, sertifikat No. ID03/0267 dari SGS sejak Mei 1996. 2. Sistim Manajemen Lingkungan ISO 14001:2004, sertifikat no GB01/19418 dari SGS sejak Februari 2001. 3. Sistim Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) Sejak 1999 dan OHSAS 18001:2007 sejak bulan Nopember 2007 dari SGS. 4. Memperoleh Sertifikat Akreditasi Laboratorium Pengujian Bahan dari KAN yang telah menerapkan secara konsisten ISO/IEC 17025:2000 sejak Nopember 2002 dan ISO/IEC 17025:2005 sejak Maret 2007. 5. API Monogram Sertifikat no. 10A-0044 dari American Petroleum Institute New York.

VISI : Menjadi perusahaan persemenan bertaraf internasional yang terkemuka dan mampu meningkatkan nilai tambah kepada para pemangku kepentingan (stakeholders).

MISI : Memproduksi, memperdagangkan semen dan produk terkait lainnya yang

berorientasikan kepuasan konsumen dengan menggnakan teknologi yang ramah lingkungan. Mewujudkan manajemen perusahaan yang berstandar internasional dengan

menjunjung tinggi etika bisnis, semangat kebersamaan, dan bertindak proaktif, efisien serta inovatif dalam berkarya. Memiliki keunggulan bersaing dalam pasar semen domestik dan internasional. Memberdayakan dan mensinergikan unit-unit usaha strategik untuk meningkatkan nilai tambah secara berkesinambungan. Memiliki komitmen terhadap peningkatan kesejahteraan pemangku kepentingan (stakeholders) terutama pemegang saham, karyawan dan masyarakat sekitar.

Peraturan Penyelenggaraan program sosial pada rumusan kebijakan PT. Semen Gresik mengacu pada regulasi atau kebijakan dari Menteri baik yang tertuang dalam Peraturan Menteri No. PER-05/MBU/2007 maupun petunjuk pelaksanaannya SE04/MBU.S/2007. Sifat program dapat dikatakan imperatif dan perusahaan hanya sebagai pelaksana kebijakan semata, sehingga tidak memerlukan ketentuan tambahan di tingkat perusahaan ataupun dalam rumusan kibijakan yang dibuat. Namun dalam praktiknya, terdapat adanya inovasi inovasi yang dilakukan oleh PT. Semen Gresik misalnya proporsi alokasi bantuan per bidang, penambahan bidang bantuan, penetapan lingkar prioritas penerima bantuan (sistem ring), dan sebagainya yang tidak dinyatakan ke dalam suatu kebijakan tertulis. Dengan adanya perubahan regulasi yang merupakan unsur mandatory dari Menteri BUMN maka terjadi juga berbagai perubahan yang dilakukan ditubuh PKBL dari sebelum adanya Keputusan menteri yang khusus mengatur tentang PKBL sampai muncul wadah berupa KEP236/MBU/2003 yang kemudian disempurnakan oleh PER-05/MBU/2007.

Berdasarkan triangulasi dengan dokumen yang mendukung yaitu Laporan PKBL periode 2005 dan 2006, didapatkan bahwa saldo akhir periode 2005 tercatat 18.337.865.373 Sehingga pada periode 2006 tidak dilakukan penyisihan laba perusahaan dikarenakan dana akhir periode yang masih banyak.

Berdasarkan

SE-04/MBU.S/2007

tentang

asumsi

kemandirian

PKBL

dijelaskan bahwa unit PKBL dianggap sebagai unit ekonomi yang bertanggung jawab atas aktifitas ekonomi dan pengendalian administrasinya. Unit PKBL bertanggung jawab atas pengelolaan aktiva dan sumber daya untuk kepentingan yuridiksi tugas pokoknya. Uraian tersebut menjelaskan posisi PKBL yang diasumsikan sebagai entitas yang berdisi sendiri dan mempunyai kewenangan atas segala aktifitas ekonomi yang dilakukan.

Tidak banyak yang tahu bahwa pegunungan kapur (karst) yang membentang dari desa Taban (Kudus) sampai Tuban bernama Pegunungan Kendeng Utara. Pegunungan ini berdekatan dengan Kecamatan Sukolilo. Sebagai pegunungan berkapur, sepintas areal seperti ini terkesan kering dan memiliki kemanfaatan yang rendah bagi penduduk sekitar. Faktanya tidak demikian. Pegunungan kapur yang dikenal sebagai karst, memiliki fungsi ekologi yang tak tergantikan. Pertama, pegunungan karst memiliki fungsi menyimpan air di musim kering, dan menyerap air dengan baik di musim hujan. Temuan ASC, tim ahli geologi dan lingkungan dari Yogyakarta bersama warga setempat menemukan lebih dari 60 situs sumber mata air. Dari sumber mata air ini, fungsi karst pegunungan Kendeng telah mengairi 15.873,9 ha lahan pertanian di sekitarnya, melalui sistem pompanisasi (mengambil air irigasi dari dalam tanah). Kedua, lahan di pegunungan ini juga menjadi lahan pekerjaan bagi ribuan peladang yang menanam berbagai palawija di sela-sela pepohonan jati milik Perhutani. Total tenaga kerja yang terserap ke dalam lahan pertanian di sekitar pegunungan ini mencapai lebih dari 300.000 jiwa. Keberadaan pegunungan Kendeng terancam dengan adanya rencana Semen Gresik yang ingin melakukan penambangan (eksploitasi) batu kapur yang ada di pegunungan Kendeng. Pada tahun 2008 PT. Semen Gresik akan membangun pabrik semen dengan kapasitas 2,5 juta ton/tahun yang memerlukan sekitar 2000 ha lahan yang akan digunakan untuk penambangan batu kapur, tanah liat dan bangunan pabrik. Menurut penjelasan pihak PT Semen Gresik dalam sosialisasi di Kecamatan Kayen pada tanggal 16 Nopember 2008, PT. Semen Gresik membutuhkan beberapa hal penting untuk menjalankan operasinya. Dengan investasi yang ditanam sebesar 3,5 trilyun, seluruh proses pendirian pabrik semen memerlukan tenaga kerja sebanyak 3.000 orang, dengan rincian 2.000 orang dipekerjakan dalam tahap konstruksi dan 1.000 orang dipekerjakan untuk tahap operasional. Jumlah ini termasuk pekerja internal dari PT. Semen Gresik. Sementara pihak pemerintah, khususnya Pemda kabupaten Pati dan Propinsi Jawa Tengah, beranggapan bahwa rencana pembangunan Pabrik semen di Pati selain untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik yang terus meningkat, adanya pabrik semen ini juga dapat menjadi sumber untuk meningkatkan pedapatan daerah.

Beberapa pelanggaran
Setelah mempelajari sejumlah data dari beragam sumber, maka didapat informasi tentang beberapa pelanggaran berkaitan dengan rencana pendirin pabrik semen ini. Pertama, rencana pembangunan Semen Gresik tidak berdasarkan pada Peraturan Daerah Kabupaten Pati tentang Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) karena Rancangan Perda RTRW 2008- 2009 Kabupaten Pati masih dalam proses persetujuan Pemerintah Pusat. Perda RTRW Kabupaten Pati periode 2006-2007 telah kadaluarsa. Kondisi ini pastinya dipahami oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pati, tetapi yang menjadi ganjil adalah ketika Bupati Pati mengeluarkan Surat Bupati Pati No. 131/1814/2008 tanggal 17 April 2008 untuk dijadikan rujukan dalam menilai kesesuaian rencana kegiatan dengan tata ruang kabupaten dan membuat Semen Gresik dapat merealisasikan rencananya untuk membangun Semen Gresik di Kecamatan Sukolilo, Pati. Dalam Surat Bupati Pati tersebut dinyatakan bahwa lokasi kawasan pertambangan golongan C terdapat di Kecamatan Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Gabus, Pucakwangi, Dukuhseti, Tayu, Tlogowungu, Gembong, Cluwak, dan Gunungwungkal. Kawasan peruntukan industri besar dan sedang terdapat di Kecamatan Margorejo, Pati, Juwana, Batangan, Sukolilo, Kayen, dan Gabus. Berdasarkan hal tersebut maka lokasi rencana kegiatan penambangan bahan baku di Kecamatan Sukolilo sudah sesuai dengan butir satu, sedangkan rencana lokasi pabrik semen di Kecamatan Sukolilo sudah sesuai dengan butir kedua. Belakangan ini (2010), pemerintah propinsi berhasil merumuskan draft terbaru Peraturan Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) propinsi Jawa Tengah (20092029). Konon draft ini sudah disetujui DPRD tingkat propinsi untuk dijadikan peraturan RTRW terbaru. Dalam peraturan RTRW propinsi ini, disebutkan bahwa pegunungan Karst Kendeng di Pati Selatan adalah kawasan lindung Karst (pasal 65), akan tetapi di pasal lain digunakan bagi peruntukan industri pertambangan (pasal 83a, 84g). Maka antara Pasal 65 dan pasal 83a/84g dalam praktiknya jelas akan bertabrakan.

Kedua, penetapan pegunungan Kendeng sebagai kawasan Karst jenis I, II, ataupun III belum memiliki dasar hukum. Semen Gresik hanya mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Tata Lingkungan Geologi dan Kawasan Pertambangan, Departemen ESDM bekerjasama dengan Semen Gresik tentang kawasan karst Sukolilo tahun 2005. Namun demikian, di dalam KA ANDAL tersebut, hasil penelitian tersebut tidak menyebutkan golongan karst dari pegunungan Kendeng. Sementara hasil penelitian dari Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta (Bapak Eko Teguh Paripurno), Acintyacunyata Speleological Club (ASC), Yogyakarta (Dikky Mesah, AB Rodialfallah, Rikky Raimon, dkk), dan juga Pusat Studi Lingkungan Hidup UGM tentang kajian potensi Kars Kawasan Sukolilo, Pati menyimpulkan bahwa kawasan Kars Patikawasan kars Grobogan masuk dalam klasifikasi kars I menurut Kepmen ESDM no.

1456/K/20/MEM/2000 pasal 12. Selain itu perbukitan kawasan Kars Sukolilo berfungsi sebagai daerah resapan dan penyimpan air untuk mata air-mata air yang mengalir di pemukiman, baik di bagian Utara maupun bagian Selatan kawasan ini yang meliputi Pati dan Grobogan, sehingga Pemerintah di dua kabupaten ini seharusnya menetapkan kawasan ini sebagai kawasan Kars yang dilindungi agar fungsinya tetap terjaga sehingga resiko bencana kekeringan bagi 8000 kepala keluarga dan 4000 ha lahan pertanian di kemudian hari dapat dihindari. Pegunungan Kendeng Utara di Jawa Tengah ditetapkan oleh KepMen ESDM sebagai kawasan Kars Sukolilo yang meliputi tiga kabupaten. Kecamatan Sukolilo Kecamatan Kayen Kecamatan Tambakromo Kabupaten Pati, Kecamatan Grobogan Kecamatan Brati Kecamatan Tawang harjo Kecamatan Wirosari Kecamatan Ngaringan Kabupaten Grobogan . Kecamatan Todanan Kabupaten Blora.

Dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat


Dengan 2000 hektar lahan yang akan digunakan untuk pabrik Semen Gresik, jelas akan memunculkan dampak pada lingkungan maupun masyarakat sekitar. Dampak dari akan dikeprasnya pegunungan kapur dan diambilnya tanah liat untuk bahan baku semen akan mengakibatkan beberapa dampak sebagai berikut:

- Hilangnya mata air di pegunungan Kendeng berarti hilangnya sumber irigasi/pengairan yang dimanfaatkan oleh warga Sukolilo dan kecamatan lain baik untuk kegiatan produktif maupun konsumsi rumah tangga - Kerusakan lingkungan pegunungan Kendeng akibat Tambang Semen akan merubah produktivitas dan aktivitas produksi masyarakat setempat. - Kerusakan terhadap Pegunungan Kendeng akan mempengaruhi kerusakan pada kekayaan keanekaragaman hayati yang selama ini tersimpan lestari di pegunungan Kendeng, meningkatkan polusi udara, polusi suara, zat-zat beracun dalam limbah pabrik, dan perubahan suhu udara. - Perubahan fungsi lahan-lahan pertanian menjadi daerah hunian dan berbagai macam bangunan. - Perubahan fungsi lahan perikanan menjadi daerah industri dengan tingkat kepadatan yang tinggi. Selain dampak lingkungan, industrialisasi akan membawa dampak sosial bagi masyarakat sekitar, antara lain: - Perpindahan tempat tinggal yang berarti tergusurnya masyarakat lokal dan digantikan oleh masyarakat pendatang yang memiliki modal lebih besar. - Hilangnya mata pencaharian sebagian besar masyarakat wilayah Pati Selatan yang menggantungkan hidupnya pada keberadaan lahan pertanian. - Hilangnya semangat kebersamaan dikarenakan tenaga kerja yang diserap oleh industri semen jelas tidak akan menampung seluruh tenaga kerja yang telah kehilangan lahan pertanian. Kondisi ini jelas akan memicu persaingan yang menjurus pada konflik pada masyarakat sekitar lokasi pabrik semen. - Rusaknya tatanan sosial dan budaya karena proses industrialisasi jelas akan memunculkan banyaknya tempat-tempat hiburan yang cenderung menuju ke arah kemaksiatan.

Dengan adanya bukti banyaknya bencana alam seperti banjir, kekeringan, gempa bumi, tsunami, tanah longsor, lumpur Lapindo, dan lain-lain satu-satunya jalan untuk mengurangi bencana tersebut hanyalah menghijaukan kembali Pegunungan Kendeng menjadi kawasan lindung. Hal ini telah diatur dalam Peraturan Pemerintah nomor 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional Pasal 53 Ayat 1 dan 3dan Pasal 60 Ayat 2 huruf ( c) dan ( F ).

Industrialisasi berupa pembangunan pabrik semen akan membawa kerugian yang lebih besar dibandingkan dengan kemanfaatan yang didapat. Kelestarian pegunungan kendeng jelas menjadi jaminan bagi kelangsungan kehidupan generasi mendatang. Selamatkan pegunungan kendeng.

Rekomendasi Untuk Syuriah/PBNU 1. Perlu terlibat untuk mendukung penolakan terhadap rencana pembangunan pabrik semen Gresik di daerah Pati Selatan/Sukolilo karena tidak asipratif dan berlawanan dengan spirit petani yang ingin melestarikan kawasan Pegunungan Kendeng 2. Perlu Menghimbau kepada seluruh masyarakat Pati, khususnya warga Nahdlyyin untuk bersama-sama melestarikan fungsi ekologi Pegunungan Kendeng sebagai sumber kekuatan ekonomi, sosial dan budaya dan tidak perlu terprovokasi dengan segala bujukan untuk menyetujui pembangunan Pabrik Semen di Pati Selatan 3. Perlu menghimbau kepada pemerintah daerah/pusat berkonsentrasi melindungi kawasan pegunungan Kendeng, dan menciptakan industrialisasi pertanian, karena selain tidak merusak lingkungan, industrialisasi berbasis pertanian memiliki kemampuan lebih besar menyerap tenaga kerja yang bisa mensejahterahkan masyarakat Pati, khususnya Pati di bagian selatan (Sukolilo dan sekitarnya). Pemerintah juga perlu dihimbau untuk tidak gegabah melakukan pembangunan di bidang pertambangan, karena selain merusak lingkungan di masa mendatang, pemerintah Indonesia saat ini menjadi sorotan dunia karena keterlibatannya yang aktif dalam usaha mengurangi emisi karbon untuk pengurangan/kampanye global warming.

Desantara Foundation dan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK)