Anda di halaman 1dari 5

A.

KOMPETISI PADA TUMBUHAN Kompetisi berasal dari kata competere yang berarti mencari atau mengejar sesuatu yang secara bersamaan dibutuhkan oleh lebih dari satu pencari. Persaingan (kompetisi) pada tanaman menerangkan kejadian yang menjurus pada hambatan pertumbuhan tanaman yang timbul dari asosiasi lebih dari satu tanaman dan tumbuhan lain. Persaingan terjadi bila kedua individu mempunyai kebutuhan sarana pertumbuhan yang sama sedangkan lingkungan tidak menyediakan kebutuhan tersebut dalam jumlah yang cukup. Persaingan ini akan berakibat negatif atau menghambat pertumbuhan individu-individu yang terlibat Kompetisi dapat didefenisikan sebagai salah satu bentuk interaksi antar tumbuhan yang saling memperebutkan sumber daya alam yang tersedia terbatas pada lahan dan waktu sama yang menimbulkan dampak negatif terhadap pertumbuhan dan hasil salah satu jenis tumbuhan atau lebih. Sumber daya alam tersebut, contohnya air, hara, cahaya, CO2, dan ruang tumbuh. Kompetisi dibedakan menjadi empat macam, yaitu: o Kompetisi intraspesifik yakni persaingan antara organisme yang sama dalam lahan yang sama o Kompetisi interspesifik yakni persaingan antara organisme yang beda spesies dalam lahan yang sama o Intraplant competition yakni persaingan antara organ tanaman, misalnya antar organ vegetatif atau organ vegetatif lawan organ generatif dalam satu tubuh tanaman o Interplant competition yakni persaingan antar dua tanaman berbeda atau bersamaan spesiesnya (dapat pula terjadi pada intra maupun interplant competition)

B. KASUS KOMPETISI PADA TUMBUHAN 1. Tumbuhan Yang Berkompetisi Ilalang ( Imperata cylindrica L. ) VS Pisang ( Musa paradisiaca )

Pisang ( Musa paradisiaca )

Ilalang ( Imperata cylindrica L. )

Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas: Commelinidae Ordo: Zingiberales

Klasifikasi Kingdom: Plantae (Tumbuhan) Subkingdom: Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh) Super Divisi: Spermatophyta (Menghasilkan biji) Divisi: Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga) Kelas: Liliopsida (berkeping satu / monokotil) Sub Kelas: Commelinidae

Ordo: Poales Famili: Musaceae (suku pisangpisangan) Genus: Musa Genus: Imperata Spesies: Musa paradisiaca Spesies: Imperata cylindrica (L.) 2. Tempat kompetisi Kompetisi ini terjadi di lahan pekarang bpk wardiyanto di Jl. Anwar , kelurahan Ganjar Asri, kec. Metro Barat, Kota Metro. 3. Faktor Yang Menjadi Persaingan Dalam kasus ini yang menjadi faktor yang dikompetisikan adalah Unsur Hara. 4. Bentuk kompetisi / cara kompetisi Dalam kasus ini ilalang adalah gulma bagi tanaman pisang. Gulma ilalang ini menggangu tanaman pisang karena gulma tersebut terlalu dekat dengan tanaman pisang dan jumlahnya sangat banyak. Gulma ilalang dengan peakaran rimpangnya dapat menyerap unsur hara dengan sangat baik dan yang terjadi serapan hara tanaman pisang berkurang. Kekalahan tanaman pisang dalam kompetisi ini didukung oleh jumlah ilalang yang sangat banyak, yang tumbuh mengelilingi tanaman pisangtersebut, sehinnga cabai rawit tidak mendapatkan unsur hara yang dibutuhkannya. Adapun unsur - unsur hara yang dikompetisikan yaitu nitrogen, magnesium, kalium, fosfor dsb. Jika ketersediaan unsur hara esensial kurang dari jumlah yang dibutuhkan tanaman, maka tanaman akan terganggu metabolismenya yang secara visual dapat terlihat dari penyimpangan-penyimpangan pada pertumbuhannya. Gejala kekurangan unsur hara ini dapat berupa pertumbuhan akar, batang atau daun yang terhambat (kerdil) dan klorosis pada berbagai organ tanaman. Famili: Poaceae (suku rumputrumputan)

Karakteristik dari alang-alang yang mampu bersaing dengan baik jika dihadapkan dengan tanaman budidaya seperti pisang ini menyebabkan alang-alang merupakan gulma yang relatif sulit untuk dikendalikan. Alang-alang juga mempunyai kemampuan untuk menghambat pertumbuhan tanaman lain dengan mengeluarkan zat alelopati yang berpengaruh buruk bagi tanaman. Alang-alang termasuk tanaman C4 yang membutuhkan sinar matahari penuh untuk pertumbuhannya, dengan kata lain alang-alang dapat tumbuh dengan baik pada lahan yang terbuka

Bentuk kompetisi yang terjadi antara tanaman pisang dengan gulma ilalang adalah Kompetisi Interspesifik. Kompetisi interspesifik yakni persaingan antara organisme yang beda spesies dalam lahan yang sama. 5. Efek / akibat dari kompetensi Akibat dari kompetisi ini adalah : a. Beberapa gejala pada tanaman pisang, yaitu : 1) Daun tua menguning, mengering, menjadi berwarna coklat muda, hal itu dikarenakan tanaman pisang kekurangan unsur nitrogen. Tanaman pisang kalah dalam kompetisi dengan ilalang dalam memperebutkan unsur nitrogen. 2) Daun terdapat bercak jaringan mati hal itu dikarenakan tanaman pisang kekurangan unsur magnesium. Tanaman pisang kalah dalam kompetisi dengan ilalang memperebutkan unsur magnesium. 3) Bercak berukuran kecil, biasanya pada tulang daun, hal itu dikarenakan tanaman pisang kekurangan unsur kalium. Tanaman pisang kalah dalam kompetisi dengan ilalang memperebutkan unsur kalium. 4) Dan yang paling mencolok adalah tubuh tanaman pisang ini kecil dan mengalami kerdil, padahal seharusnya tanaman pisang ini sudah harus tinggi dan mulai bebunga. Intinya pertumbuhan tanaman pisang menjadi terhambat. b. Sedangkan yang terjadi pada ilalang adalah tercukupi kebutuhan unsur haranya, sehingga gulma ilalang ini menjadi subur.

6. Foto foto