Anda di halaman 1dari 1

Patofisiologi Neisseria gonorrhoeae adalah bakteri diplokokus gram negatif, intraseluler, dan aerobik.

Bakteri ini terutama menyerang epitel kolumnar atau kuboid host. Banyak faktor yang mempengaruhi virulensi dan patogenisitas dari bakteri ini. Pili yang dimilikinya membantu perlekatan bakteri pada permukaan mukosa dan menyebabkan resistensi dengan cara mencegah ingesti dan penghancuran oleh neutrofil. Protein Opa (Opacity-associated) meningkatkan perlekatan antara gonokokus dan fagosit, menyebabkan invasi ke dalam sel inang, dan mungkin menurunkan pengaturan respon imun. Saluran Porin (PorA, porB) pada membran luar memainkan peran dalam virulensi. Strain gonokokus dengan PorA mungkin memiliki resistensi terhadap serum manusia normal dan meningkatkan kemampuan untuk menginvasi ke dalam sel epitel, menjelaskan hubungannya dengan bakteremia. Gonokokus melekat pada sel mukosa host dan dalam 24-48 jam akan mampu melakukan penetrasi di antara sel ke dalam ruang subepitel. Respon imun host ditandai dengan invasi netrofil, diikuti oleh pengelupasan epitel, pembentukan mikroabses submukosa, dan secret yang purulen. Jika tidak diobati, akan terjadi infiltrasi makrofag dan limfosit menggantikan netrofil. Beberapa strain gonokokus dapat menyebabkan infeksi yang asimptomatik, sehingga menyebabkan seseorang menjadi karier. Kemampuan bakteri untuk tumbuh secara anaerob saat bercampur dengan reflux darah menstruasi atau perlekatan pada sperma menyebabkan gonokokus dapat menginvasi struktur genital bagian bawah (vagina dan serviks) dan berlanjut ke organ genital bagian atas (endometrium, tuba, dan ovarium).

Epidemiologi Secara global sekitar 62.35 juta kasus infeksi gonokokus didiagnosis pada tahun 1999, predominan pada laki-laki. Laporan WHO memperkirakan bahwa kasus gonore berjumlah sekitar 88 juta kasus setiap tahunnya. Negara berkembang memiliki angka kejadian tertinggi terhadap kasus infeksi gonore beserta komplikasinya. Infeksi gonokokus dapat menyerang semua ras, baik laki-laki maupun wanita yang aktif secara seksual dengan peningkatan resiko terjadi pada individu yang memiliki jumlah partner seks lebih dari satu dan adanya penyakit infeksi menular seksual lainnya. Karier yang asimptomatik terutama adalah wanita sehingga komplikasi serius dari infeksi gonokokus juga lebih sering terjadi pada wanita dibanding laki-laki.