Anda di halaman 1dari 3

ETIKA DAN LINGKUNGAN

5.1 Dimensi Polusi dan Penyusutan Sumber Daya Ancaman lingkungan berasal dari dua sumber: polusi dan penyusutan sumber daya. Polusi mengacu pada kontaminasi yang tidak diinginkan terhadap lingkungan akibat aktivitas manusia. Penyusutan sumber daya mengacu pada konsumsi sumber daya yang terbatas atau langka. Beberapa isu berkaitan dengan ancaman lingkungan antara lain: polusi udara akibat dari pemanasan global, deplesi ozone, hujan asam dan racun udara, polusi air dan polusi tanah. 5.2 Etika Pengendalian Polusi Lembaga bisnis mengabaikan akibat kegiatan mereka terhadap lingkungan sebab: 1. Para pelaku bisnis menganggap udara dan air itu barang gratis. 2. Bisnis melihat lingkungan sebagai barang tak terbatas. Etika Ekologi Etika ekologi adalah sebuah etika yang mengklaim bahwa kesejahteraan dari bagian-bagian non-manusia di bumi ini secara intrinsik memiliki nilai tersendiri dan bahwa, karena adanya nilai intrinsik ini, manusia memiliki tugas untuk menghargai dan mempertahankannya. Ada berbagai macam etika ekologi. (1) klaim bahwa binatang memiliki nilai intrinsik dan layak kita hargai dan kita lindungi. (2) klain bahwa tugas menghargai dan melindungi tidak hanya kepada binatang tetapi juga kepada tumbuhan. (3) etika ekologi dengan pendekatan terhadap alam yang terkait dengan masalah kebaikan dan karakter. Hak Lingkungan dan Pembatasan Mutlak William T. Blackstone menyatakan bahwa kepemilikan atas lingkungan yang nyaman tidak hanya sangat diinginkan, namun merupakan hak bagi setiap manusia. Undang-undang federal menetapkan batasan-batasan atas hak properti pada para pemilik perusahaan. Masalah utama dari pandangan Blackstone adalah pandangan ini gagal memberikan petunjuk tentang sejumlah pilihan yang cukup berat mengenai lingkungan. Pasar dan Pengendalian Parsial Salah satu cara menjawab teori hak lingkungan Balckstone adalah dengan melihat masalah tersebut sebagai cacat pasar. Jika suatu industry mencemari lingkungan, harga pasar dari komoditasnya tidak lagi mencerminkan biaya sesungguhnya dalam proses produksi komoditas tersebut; hasilnya adalah kesalahan alokasi sumberdaya, peningkatan jumlah limbah dan distribusi komoditas yang tidak memadai.

Biaya Pribadi dan Biaya Sosial Biaya pribadi adalah biaya yang harus dibayar oleh individu atau perusahan dari kantongnya sendiri untuk melakukan aktivitas ekonomi tertentu. Biaya social adalah biaya internal privat ditambah biaya eksternal untuk melakukan aktivitas ekonomi tertentu. Polusi membebankan biaya eksternal, dan hal ini selanjutnya berarti biaya-biaya produksi (biaya pribadi atau internal) lebih kecil dibandingkan biaya sosial. Akibatnya, pasar tidak menetapkan disiplin optimal pada produsen, dan hasilnya adalah penurunan utilitas sosial. Polusi lingkungan tidak hanya melanggar utilitas, tetapi juga melanggar keadilan dan hak. Penyelesaian: Tugas-Tugas Perusahaan Penyelesaian untuk masalah biaya-biaya eksternal adalah dengan memasukkan biaya polusi atau pencemaran ke dalam perhitungan atau dengan kata lain, biaya-biaya ini ditanggung oleh produsen dan diperhitungkan untuk menentukan harga komoditas mereka. Ada berbagai cara untuk menginternalisasi biaya eksternal dari polusi. (1) dengan meminta pihak yang menyebabkan polusi untuk membayar ganti rugi, secara sukarela atau secara hokum. (2) mewajibkan perusahaan untuk menghentikan polusi dari sumbernya dengan memasang alat pengendali polusi. Keadilan Cara menangani polusi (dengan menginternalisasikan biaya) tampak konsisten dengan persyaratan keadilan distributif sejauh keadilan distributif tersebut mendukung kesamaan hak. Para pengamat mencatat bahwa polusi sering berpengaruh terhadap meningkatnya ketidakadilan. Internalisasi biaya eksternal juga terlihat konsisten dengan persyaratan keadilan retributif dan kompensatif. Biaya dan Keuntungan Thomas Klein memberikan ringkasan prosedur analisis biaya-keuntungan sebagai berikut: 1. Mengidentifikasi biaya dan keuntungan 2. Mengevaluasi biaya dan keuntungan 3. Menambahkan biaya dan keuntungan Akan tetapi, biaya dan keuntungan untuk menangani polusi akan cukup sulit dihitung apabila melibatkan kerugian terhadap kesehatan manusia atau bahkan kematian. Penilaian juga sulit dilakukan bila pengaruh polusi sifatnya tidak pasti sehingga sulit diprediksi Ekologi Sosial, Ekofeminisme, dan Kewajiban untuk Memelihara Ekologi sosial adalah krisis lingkungan yang kita hadapi berakar dalam sistem-sistem hierarki dan dominasi social yang menjadi karakteristik masyarakat kita. Pandangan ini menyatakan

bahwa apabila pola-pola hierarki dan dominasi sosial belum berubah , maka kita tidak akan bisa menghadapi krisis lingkungan. Ekofeminisme digambarkan sebagai posisi di mana terdapat beberapa hubungan penting historis, eksperiensal, simbolis teoritisantara dominasi atas kaum perempuan dan dominasi atas alam. Kaum ekofeminis meyakini bahwa meskipun konsep utilitarianisme, hak, dan keadilan memiliki peran terbatas dalam etika lingkungan, namun etika lingkungan yang baik harus memperhitungkan perspektif-perspektif etika memberi perhatian. 5.3 Etika Konservasi Sumber Daya yang Bisa Habis Konservasi mengacu pada penghematan sumber daya alam untuk digunakan di masa mendatang. Jadi, konservasi sebagian besar mengacu pada masa depan: kebutuhan untuk membatasi konsumsi saat ini agar cukup untuk besok. Pengendalian polusi merupakan salah satu bentuk konservasi. Hak Generasi Mendatang Tindakan menghabiskan sumber daya berarti mengambil apa yang sebenarnya menjadi milik generasi mendatang dan melanggar hak-hak mereka atas sumber daya tersebut, namun sejumlah penulis menyatakan bahwa salah bila kita berpikir generasi mendatang juga punya hak. Ada tiga alasan yang diajukan untuk menunjukkan bahwa generasi mendatang tidak memiliki hak: (1) generasi mendatang saat ini belum ada dan mungkin juga tidak pernah ada. (2) jika generasi mendatang memiliki hak maka generasi saat ini harus berkorban untuk generasi mendatang. (3) karena kita tidak tahu kepentingan yang dimiliki oleh generasi mendatang, maka kita tidak bias menyebutkan hak apa yang mereka miliki. Keadilan bagi Generasi Mendatang John Rowls menyatakan bahwa meskipun tidak adil bila memberikan beban yang berat bagi generasi sekarang demi generasi mendatang, namun juga tidak adil bila generasi sekarang tidak meninggalkan apa-apa sama sekali bagi generasi mendatang. Dapat disimpulkan bahwa kita berkewajiban menjamin sustainabilitas, yaitu suatu kapasitas yang harus terus berfungsi di masa depan. Pertumbuhan Ekonomi Sejumlah penulis menyatakan bahwa jika kita menghemat sumber daya alam yang langka agar generasi mendatang bisa memperoleh kualitas kehidupan yang memuaskan, maka kita perlu mengubah sistem perekonomian secara substansial, khususnya dengan menekan usaha-usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.