Anda di halaman 1dari 10

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA LIPIDA

Disusun oleh :

Baseliks Fanri (1043050026) Indah Yulianti (1043050034) Andreas Gunawan P. (1043050045) Josieka Rian (1043050046) Irene Monica (1043050053)

FAKULTAS FARMASI UNIVERSITAS 17 AGUSTUS JAKARTA


Jl. Sunter Permai Raya, Sunter Agung Podomoro, Jakarta Utara 14350. Telepon: 021-64715666/6453339, Fax: 021-64717301.

I. II.

JUDUL : Lipida TUJUAN : - Mengetahui kelarutan lipid dalam berbagai pelarut. - Mengetahui hidrolisa minyak goreng - Mengidentifikasi kolesterol dengan beberapa uji. TEORI :

III.

Lipid merupakan senyawa yang banyak dijumpai di alam. Senyawa ini dapt diperoleh dengan jalan mengekstraksi bahan-bahan alam baik tumbuhtumbuhan maupun hewan dengan pelarut non polar seperti petroleum eter, benzena, kloroform, dll. Dilihat dari strukturnya senyawa lipid ini tidak larut dalam air. Senyawa lipid diberi nama berdasarkan sifat fisiknya ( kelarutan ) dari pada secara struktur kimianya. Secara umum lipid dibagi menjadi dua golongan besar, yaitu lipid sederhana dan lipid komplek. Termasuk golongan lipid sederhana adalah senyawa-senyawa yang tidak mempunyai gugus ester dan tidak dapat dihidrolisis. Golongan ini meliputi steroid. Golongan lipid komplek tersusun oleh senyawa-senyawa yang mempunyai gugus ester dan dapat dihidrolisis. Golongan ini meiputi minyak, lemak, dan lilin.

Lemak dan minyak adalah trigliserida atau triasilgliserol,kedua istilah ini berarti triester (dari) gliserol. Perbedaan antara suatu lemak dan minyak bersifat sebarang: pada temperatur kamar lemak berbentuk padat dan minyak bersifat cair. Sebagian besar gliserida pada hewan adalah berupa lemak, sedangkan gliserida dalam tumbuhan cenderung berupa minyak. Lemak digolongkan berdasarkan kejenuhan ikatan pada asam lemaknya. Adapun penggolongannya adalah asam lemak jenuh dan tak jenuh. Lemak yang mengandung asam-asam lemak jenuh, yaitu asam lemak yang tidak memiliki ikatan rangkap. Dalam lemak hewani misalnya lemak babi dan lemak sapi, kandungan asam lemak jenuhnya lebih dominan. Asam lemak tak jenuh adalah asam lemak yang mempunyai ikatan rangkap. Jenis asam lemak ini dapat di identifikasi dengan reaksi adisi, dimana ikatan rangkap akan terputus sehingga terbentuk asam lemak jenuh. Kelarutan dari Lipida Suatu kelarutan dapat larut dalam pelarut tertentu apabila mempunyai polaritas yang sama. Senyawa non polar akan larut dalam pelarut non polar. Minyak dan lemak meruapakan senyawa non polar sehingga senyawa ini mudah larut dalam pelarut non polar seperti kloroform, karbon disulfida, karbon tetraklorida, dsb. Kelarutan dari minyak/lemak perlu diketahui untuk menentukan dasar pemilihan pelarut dalam pengambilan minyak dengan ekstrasi minyak/lemak dari bahan yang diduga mengandung minyak. Untuk asam-asam lemak yang berantai pendek dapat mudah larut dalam air. Semakin panjang rantai asam lemak kelarutan dalam air akan berkurang. Sebagaicontoh asam kaprilat pada suhu 300 C mempunyai kelarutan 1 gram dalam 100 ml air sedangkan pada suhu yang sama untuk asam stearat mempunyai kelarutan 0,00034 gr/ml air. Untuk asam lemak tidak jenuh sangat mudah larut dalam beberapa pelarut organik dibanding dengan asam lemak jenuh. Perbedaan kelarutan asam lemak ini juga sering dipakai sebagai dasar untuk melakukan pemilihan pelarut dalam proses rekristalisasi. Uji Salkowski untuk kolesterol Uji Salkowski merupakan uji kualitatif yang dilakukan untuk mengidentifikasi keberadaan kolesterol. Kolesterol dilarutkan dengan kloroform anhidrat lalu dengan volume yang sama ditambahkan asam sulfat. Asam sulfat berfungsi sebagai pemutus ikatan ester lipid. Apabila dalam sampel tersebut terdapat kolesterol, maka lapisan kolesterol di bagian atas menjadi berwarna merah dan asam sulfat terlihat berubah menjadi kuning dengan warna fluoresens hijau Uji Lieberman Buchard Uji Lieberman Buchard merupakan uji kuantitatif untuk kolesterol. Prinsip uji ini adalah mengidentifikasi adanya kolesterol dengan penambahan asam sulfat ke

dalam campuran. Sebanyak 10 tetes asam asetat dilarutkan ke dalam larutan kolesterol dan kloroform (dari percobaan Salkowski). Setelah itu, asam sulfat pekat ditambahkan. Tabung dikocok perlahan dan dibiarkan beberapa menit. Mekanisme yang terjadi dalam uji ini adalah ketika asam sulfat ditambahkan ke dalam campuran yang berisi kolesterol, maka molekul air berpindah dari gugus C3 kolesterol, kolesterol kemudian teroksidasi membentuk 3,5-kolestadiena. Produk ini dikonversi menjadi polimer yang mengandung kromofor yang menghasilkan warna hijau. Warna hijau ini menandakan hasil yang positif (WikiAnswers 2008). Reaksi positif uji ini ditandai dengan adanya perubahan warna dari terbentuknya warna pink kemudian menjadi biru-ungu dan akhirnya menjadi hijau tua.

IV.

ALAT : - Tabung reaksi - Rak tabung reaksi - Beaker glass - Gelas ukur - Pipet tetes - Penjepit tabung BAHAN : - Ol.ovarum - KOH alkoholis - H2SO4 p - Chloroform - Alkohol (etanol) - Air - Eter - Kertas saring - Adeps lanae , - Vaseline, padatan NaCl - Asam asetat anhydrad, CaCl2, I2

V.

CARA KERJA : Kelarutan dari lipida 1. 2ml air dimasukkan kedalam tabung reaksi a, kemudian masukkan 0,2ml ol.ovarum kedalamnya. 2. 2ml alkohol dimasukkan ke tabung reaksi b, kemudian masukkan 0,2ml ol.ovarum kedalamnya. 3. Tabung reaksi b kemudian dipanaskan.

4. 2ml chloroform dimasukkan kedalam tabung reaksi c, kemudian masukkan 0,2 ml ol.ovarum. 5. Larutan chloroform dan minyak (yang ada pada tabung reaksi c) diteteskan beberapa tetes ke kertas saring. 6. Lakukan hal yang sama pada eter (tabung d)

Tabung A

Tabung B

Tabung C

Tabung D

Hidrolisis Minyak Goreng 1. 5 tetes minyak dimasukkan kedalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan dengan 1ml KOH alkoholis dalam penangas air (jaga volume konstan dengan penambahan alkohol). Bila hidrolisa telah sempurna, tambahkan 1ml air kedalam tabung reaksi, pindahkan ke beaker, panaskan hingga bau alkohol hilang, tambahkan 1,5 ml air. a. 1ml larutan sabun ini dimasukkan kedalam tabung reaksi, kemudian dikocok dan dilihat pembentukan busanya. Kemudian ditambahkan 1ml air & 0,5ml 0,1 N CaCl2. b. 1ml larutan sabun ini dimasukkan ke tabung reaksi ditambahkan 1ml air dan padatan NaCl hingga jenuh. Setelah terbentuk endapan, kemudian endapan tsb dilarutkan dengan air. c. Larutan sabun yang tersisa ditambahkan 2ml H2SO4, lapisan yang terbentuk pada permukaan diambil sedikit dengan pipet, kemudian dilarutkan dengan 2ml chloroform dalam tabung reaksi, kemudian ditambahkan 2-3 tetes larutan I2, kocok.

Lar sabun + 1ml air + 0,5ml 0,1 N CaCl2

Lar sabun + 1ml air + padatan NaCl

Lar sabun +H2SO4(lapisannya + CHCl3+I2)

Uji Salkowski 1. Adeps lanae dimasukkan kedalam tabung reaksi. 2. Kemudian ditambahkan 10 ml kloroform (CHCl3) sama banyak. 3. Kemudian ditambahkan H2SO4 (p) sama banyak, lihat perubahan yang terjadi. 4. Lakukan hal yang sama pada vaselin

Adeps lanae + kloroform + H2SO4 (p)

Uji Liebermaen 1. Adeps lanae dimasukkan kedalam tabung reaksi. 2. Kemudian ditambahkan 7 tetes Asam Asetat glasial kedalam tabung reaksi. 3. Kemudian ditambahkan 3 tetes H2SO4 (p), lihat perubahan yang terjadi. 4. Lakukan hal yang sama pada vaseline

Adeps lanae + 7 tts Asam asetat glasial + 3 tetes H2SO4 pekat

VI.

HASIL PERCOBAAN Kelarutan dari lipida Tabung Kelarutan Tidak larut Tidak Larut larut larut Keterangan Terdapat 2 fase Terdapat 2 fase Terdapat 1 fase Terdapat 1 fase

Air + ol.olivarum Alkohol + ol.olivarum Eter + ol.olivarum Chloroform + olivarum

Daya larut utuk pelarut organic (diukur melalui kertas saring) : Etanol : a1 + a2 = 3,25 b1 + b2 = 1,5 2 2 Jadi, a-b 100 % = 175% Air : a1 + a2 = 3,55 b1 + b2 = 2,1 2 2 Jadi, a-b 100 % = 145% Kloroform : a1 + a2 = 1,75 b1 + b2 = 1,25 2 2 Jadi, a-b 100 % = 50%

Eter : a1 + a2 = 3,85 b1 + b2 = 2,8 2 2 Jadi, a-b 100 % = 105%

Hidrolisis minyak goreng 1. Terbentuk busa, setelah dikocok . Terbentuk endapan putih setelah penambahan 0,5 ml 0,1 N CaCl2. 2. Terbentuk endapan setelah ditambah padatan NaCl hingga jenuh. Endapan dilarutkan dalam air kemudian larut. 3. Setelah ditambah H2SO4 terbentuk dua lapisan. Lapisan yang terbentuk ditambah cloroform ditambah 2-3 tetes I2 terbentuk 2 lapisan. Lapisan atas berwarna kuning lapisan bawah berwarna orange kemerahan.

Uji Salkowski Pada adeps lanae Tidak terjadi perubahan warna merah ungu. (negative)

Uji Liebermaen Pada adeps lanae Tidak terjadi perubahan warna violet hijau.(negative)

VII.

PEMBAHASAN Kelarutan dari lipida Pada percobaan diatas, semua bahan diuji secara organoleptis yaitu uji yang meliputi panca indera, dalam hal ini adalah penglihatan. Pada uji kelarutan lipid dengan air, eter, kloroform, etanol. minyak/lemak tidak bisa larut dalam air karena air adalah senyawa polar, sementara minyak /lemak senyawa non polar. Jadi, hasil percobaan ini membuktikan bahwa lipid larut dalam kloroform karena kloroform merupakan pelarut non polar sedangkan alcohol tidak karena alcohol merupakan pelarut polar begitu pula dengan alkali. Terbukti pada kertas saring, etanol dan air masih terlihat bercak bercak minyak/lemak. Hidrolisis Minyak Goreng Jika pada minyak ditambahkan basa kuat kedalamnya (misalnya KOH) maka minyak dan asam stearat akan terhidrolisis, sehingga terbentuklah sabun.

Uji Salkowski Pada uji Salkowski tidak terjadi perubahan warna merah ungu karena pada adeps lanae tidak mengandung kolesterol. Uji Liebermaen Pada uji Liebermaen tidak terjadi perubahan warna violet hijau karena pada adeps lanae tidak mengandung kolesterol.

VIII.

KESIMPULAN Lemak dan minyak tidak larut di dalam asam, alkohol dan alkali(pelarut Polar), tetapi dalam pelarut organik seperti: eter, kloroform, dll. Bilangan penyabunan adalah Jumlah miligram KOH yang diperlukan untuk menyabunkan 1 gram lemak. Besar kecilnya bilangan penyabunan tergantung pada panjang pendeknya rantai karbon. Semakin pendek rantai karbon, semakin kecil bilangan penyabunannya. Uji Salkowski dan Liebermaen untuk menentukan / mengidentifikasikan kolesterol.

DAFTAR PUSTAKA

Bintang, Maria. 2011. Biokimia Teknik Penelitian. Jakarta : Erlangga http://jejaringkimia.blogspot.com/2009/06/lipid-pemisahan-kolesteroldalam.html http://smk3ae.wordpress.com/2008/07/17/minyak-dan-lemak/

http://one.indoskripsi.com/

http://id.wikipedia.org/wiki/asam-lemak/