Anda di halaman 1dari 9

1

TEKNOLOGI PEMBUATAN PAVING BLOCK DENGAN MATERIAL FCA (Fine Coarse Aggregate) Oleh : Erwin Rommel
Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Malang Jl. Raya Tlogomas 246 Malang 65144 Phone (0341)464318, HP 08123314432 erwin67pro@yahoo.com

ABSTRAK Paving block banyak digunakan dalam bidang konstruksi, seperti pavement, jalan raya, lahan parkir. Kemudahan dalam pemasangan, perawatan yang murah serta memenuhi aspek keindahan mengakibatkan paving block lebih banyak disukai. Pembuatan paving block belum optimal dari sisi kualitas, karena masih dibuat dalam skala kecil sebagai produk home industri. Penelitian ini memberikan alternatif pembuatan paving block dengan bahan Fine Coarse Agregate (FCA) selain pasir dan semen. Kekuatan paving block akan diuji pada beberapa paving yang dibuat dengan metode pemadatan penuh, pemadatan bertahap, serta digetarkan. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknik Sipil UMM dan CV. Raja Karya Sidoarjo. Dibuat 6 (enam) variasi komposisi paving block yang terdiri dari Semen, Pasir, FCA yaitu 1:4:0, 1:4:3, 1:4:5, 1:8:0, 1:8:3, 1:8:5. Setiap variasi dibuat dengan metode pressing (40, 60, 80 dan 100 kg/cm2) dan vibrating baik secara langsung (full) maupun bertahap (partial) dengan total benda uji 540 paving (setiap variasi dibuat 3 benda uji). Perawatan dilakukan dengan menyiram permukaan paving sampai umur 7, 14, dan 21 hari. Paving FCA dengan cara pemadatan langsung dapat mencapai mutu paving kelas-II dengan kuat tekan 276 kg/cm2 pada komposisi1:4:3, sedangkan untuk pemadatan bertahap nilai terbesar terdapat pada komposisi 1:4:0 (paving non FCA) dengan kuat tekan 283 kg/cm2. Metode pressing jauh lebih baik dibandingkan dengan paving yang dipadatkan dengan cara digetarkan dimana kuat tekan yang diperoleh lebih dari 200 kg/cm2, sedangkan pada paving yang digetarkan secara bertahap (kuat tekan maksimal 199 kg/cm2 pada campuran 1:4:5, umur 21 hari) menghasilkan kuat tekan yang lebih baik dibandingkan dengan getaran penuh (kuat tekan 163 kg/cm2 pada campuran 1:8:0, umur 21 hari) Kata Kunci : FCA, pressing, vibrating, kuat tekan.

ABSTRACT Paving block most use in construction such as pavement, highway and parking area. Ease on setting, cheap of treatment and aesthetic fully cause of paving block such as like. Production of paving block is not optimally from quality, because paving block still from the home industry product. The research is given production paving block with FCA (fine coarse aggregate) material alternative another sand and cement. The strength paving block testing at some paving product with full-pressing method, partial-pressing method and vibrating method. The research was done in UMM Laboratory and Home Industry. The six series paving block consist of cement : sand : FCA are 1:4:0, 1:4:3, 1:4:5, 1:8:0, 1:8:3, 1:8:5 respectively. Each variant was made with pressing method (40, 60, 80 and 100 kg/cm2 respectively) and vibrating method, such as fully and partially method with totally specimen are 540 (each series was made 3 specimen). Curing method is done with spray water surface on paving block of age ; 7, 14, and 21 days, respectively. FCA paving block with full-pressing method can reach paving quality grade II, strength 276 kg/cm2 at ratio 1:4:3, for partial-pressing maximum strength happened at ratio 1:4:0 (paving non FCA) with strength 283 kg/cm2. The pressing method is better to compare with vibrating method, compression strength more than 200 kg/cm2, for partial-vibrating method (maximum strength is 199 kg/cm2 at ratio 1:4:5, 21 day) strength result is better to compare with full-vibrating (strength is 163 kg/cm2 at ratio 1:8:0, 21 day) Keyword : FCA, pressing, vibrating, strength.

PENDAHULUAN. Pada saat sekarang ini bahan bangunan dengan komposisi semen, air dan pasir sudah banyak dikembangkan antara lain ; paving blok, cone-block, buis beton, penutup atap rumah. Paving block merupakan bahan bangunan yang dikembangkan dari bahan mortar yang diberi perlakuan pada proses pembuatannya seperti ; dipadatkan (cara pressing yang banyak dilakukan), digetarkan, dan atau keduanya. Paving block banyak digunakan untuk trotoar, area bermain/taman, perkerasan kelas jalan ringan, serta penutup permukaan lain yang fungsinya masih mampu menyerap air dipermukaan. Kemudahan dalam pemasangan dan perawatan menjadi pertimbangan kenapa paving block banyak disukai. Tetapi banyaknya kebutuhan penggunaan paving block untuk

2
berbagai konstruksi pavemen tidak diimbangi dengan ketersediaan kualitas paving yang memadai baik dari sisi kekuatan, umur pakai, dan durability paving itu sendiri. Konstruksi paving untuk permukaan jalan banyak yang mengalami retak-retak dan patah, gerusan air yang melewati permukaan meyebabkan konstruksi paving mengalami kerusakan. Paving block adalah komposisi bahan bangunan yang terbuat dari campuran semen Portland atau bahan perekat sejenis, air dan agregat halus dengan atau tanpa bahan tambahan lainnya yang tidak mengurangi mutu dari pada beton tersebut. (SK.SNI S-04-1989-F,DPU). Berbagai bentuk dan ukuran paving yang terdapat pada tempat tempat penjualan paving dan semua itu biasanya tergantung dari pabrik yang mencetaknya. Sehingga banyak sekali penyimpangan penyimpangan yang terjadi pada paving dan penyimpangan yang diperkenankan sebesar 3 mm, dalam hal ini paving juga harus mengutamakan mutu dari paving tersebut seperti yang terdapat pada tabel dibawah ini:
Tabel-1 : Kualitas Paving yang disyaratkan Kekuatan Aus mm/menit Kuat tekan kg/cm2 rata-rata Minimum Rata-Rata Maksimum I 400 340 0,090 0,103 II 300 225 0,130 0,149 III 200 170 0,160 0,184 Sumber : Departemen Pekerjaan Umum, 1986 Mutu Penyerapan air (%) 3 5 7

Ketebalan yang sering digunakan dalam pembuatan paving block adalah : (Specification for Precast Concrete Paving Block ) 1. Tebal 6 cm ;untuk beban lalu lintas ringan dengan frekuensi terbatas, misal pejalan kaki, sepeda motor dan kadang kadang dilalui oleh sedan. 2. Tebal 8 cm ; untuk beban lalu lintas berat dengan frekuensi padat, misal sedan, bus dan truk. 3. Tebal 10 cm atau lebih untuk beban lalu lintas super berat, misal : crane, loader. Toleransi ukuran paving diatur sesuai standart Specification for Precast Concrete Paving Block antara lain ; panjang (200 2)mm, lebar (100 2) mm dan tebal (80 3) mm Dari beberapa penelitian terdahulu dapat digunakan acuan dalam pembuatan paving yaitu metode pemadatan sebaiknya diperbaiki karena dalam metode pressing secara langsung masih memungkinkan terdapat rongga-rongga udara dan gelembung air yang menyebabkan paving tersebut mudah keropos. Hal tersebut dapat mengurangi kekuatan paving. (Erwin dan Indriana 2002). Paving dengan menggunakan bahan campuran semen dan pasir galian dan pasir sungai sebagai agregat halus serta campuran yang digunakan 1:4, 1:5 yang di uji pada umur 7 hari, 14 hari dan 21 hari dengan variasi pemberian tekanan (pressing) mulai dari 20 kg/cm2 sampai dengan 120 kg/cm2 mendapatkan kuat tekan paving yang konstan. (Novita dan Indriana, 2001) Pemberian nilai pressing yang makin besar pada proses pembuatan paving akan meningkatkan kekuatan paving tersebut. Kualitas paving block sangat ditentukan oleh beberapa variabel yakni pemberian pressing yang tepat, komposisi campuran semen pasir serta umur perawatan. Untuk komposisi campuran 1 : 4 dengan pressing sebesar 120 kg/cm2 akan diperoleh mutu paving kelas I dengan kuat tekan mencapai diatas 340 kg/cm2 pada umur 7 hari atau mutu yang sama dapat juga diperoleh pada campuran 1 : 5 dengan pressing 100 kg/cm2 setelah umur 14 hari. Sedangkan untuk mutu paving kelas II diperoleh pada komposisi campuran 1 : 6 dengan pressing 100 kg/cm2 diman kuat tekan yang dihasilkan berada diatas 250 kg/cm2 pada umur 14 hari (Erwin, 2003). Pemberian pressing tidak mempengaruhi secara signifikan terhadap ketahanan kejut paving, tetapi sangat bergantung bagaimana pola pemasangan paving tersebut. Dengan type paving dan pola pemasangan yang menghasilkan interlocking yang baik akan memberikan ketahanan kejut yang besar. (Erwin dan Ninik, 2003) Pada penelitian ini akan dilihat pengaruh dari pemberian Fine Coarse Agregate (FCA) dengan beberapa metode pemadatan pada proses pembutan paving terhadap kuat tekan paving yang dihasilkan. Material FCA diperoleh dari hasil degradasi material batuan yang tergerus akibat aliran air pada daerah pegunungan. Material ini lebih dikenal pada daerah home industri paving di Sidoarjo dengan istilah jagungan yang memiliki butiran material sebesar jagung. Nama jagungan dalam penelitian ini kemudian lebih lanjut dinamakan dengan FCA (Fine Coarse Agrgate) dimana material yang digunakan memiliki ukuran maksimum butiran 9,60 mm dan tingkat penyerapan (absorbsi) maksimum 10 %, serta kadar lumpur maksimum 5 % (PUBI, 1982). Tabel-2 dan 3 menjelaskan hasil pemeriksaan karakteristik dan gradasi FCA.

3
Tabel-2 : Karakteristik Fine Coarse Agregate

Parameter FCA Berat jenis (Bulk Specific Gravity ) Berat jenis kering permukaan Berat jenis jenuh Absorbsi (%) Kandungan Lumpur (%) Fine modulus

Nilai 2.35 2.46 2.64 4.68 3,84 4,96

Tabel 3 : Pemeriksaan Gradasi (FCA) Fine Coarse Agregate Diameter ayakan (mm ) No.100 (0,15 mm) No.50 (0,3 mm) N0.30 (0,6 mm) No.16 (1,2 mm) No.8 (2,4 mm) No.4 (4,8 mm) No.3/8 (9,6 mm) No. (19 mm) No.1 (38 mm) Jumlah Berat Sample yang Lewat (%) kurva 1 kurva 2 kurva 3 kurva 4 FCA

0 4 12 16 20 30 100 100 100

1 8 19 26 33 45 100 100 100

3 14 28 37 46 60 100 100 100

6 20 34 46 60 75 100 100 100

1,84 5,85 21,4 28,21 35,05 43,11 65,98 100 100

Gradasi Fine Coarse Aggregate


120

persen lewat ayakan ( % )

100

80 60 40
kurva-1 kurva-2 kurva-3 kurva-4 FCA

20 0 0,15 0,3 0,6 1,2 2,4 4,8 9,6 19

38

diameter ayakan (mm)

Gambar-1 : Gradasi Fine Coarse Agregate

METODE PENELITIAN. Paving FCA yang digunakan untuk penelitian ini adalah paving yang berbentuk persegi empat dengan panjang ukuran 21 cm, lebar 10 cm, dan tebal 6 cm. Pembuatan paving FCA ini dilakukan di CV.Raja Karya (home industri paving) di Tanggulangin, Sidoarjo. Untuk perawatan dan pengujian paving dilakukan di Laboratorium Teknik Sipil UMM pada umur 7, 14 dan 21 hari. Perawatan paving FCA dilakukan dengan penyiraman 3 kali sehari (tiap selang 8 jam). Jumlah total benda uji yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah 540 buah paving. Dengan variasi campuran perbandingan Semen : Pasir : FCA, masing-masing 1:4:0, 1:4:3, 1:4:5, 1:8:0, 1:8:3, 1:8:5. Pembuatan paving dilakukan dengan dua metode pemadatan yakni secara pressing langsung (Full-Pressing), secara bertahap dalam 2 (dua) lapis (partial pressing) serta proses pemadatan dengan sistem digetarkan, baik full-vibrating maupun partial vibrating. Bahan yang digunakan dalam pembuatan paving FCA ini adalah Semen Portland type 1 produksi PT. Semen Gresik, Pasir dan FCA (Fine Coarse Agregate) berasal dari sungai Bengawan, Watukosek, Sidoarjo.

4
Alat yang digunakan dalam pembuatan paving antara lain Pressing Machine, kapasitas 140 kg/cm2 dan Vibrating Machine, kapasitas 2880 rpm. Sedangkan untuk pengujian kuat tekan paving digunakan CompressingTesting Machine, kapasitas 2000 KN dengan ketelitian 5 KN. Pelaksanan penelitian dimulai dengan pemeriksaan bahan susun paving antara lain ; pasir, semen dan Fine Coarse Agregate (FCA) dengan berbagai variasi gradasi. Kemudian baru dilakukan prose pembuatan paving dengan berbagai campuran dan metode pemadatan. Setelah dilakukan perawatan dilakukan pengujian kuat tekan masing-masing pada umur 7, 14 dan 21 hari (lihat Gambar-2)

Persiapan Bahan Penyusun

Air

Semen 1. Berat Jenis Semen 2. Konsistensi Semen 3. Waktu Ikat Semen

Pasir 1. Berat Jenis Pasir 2. Pencucian Pasir 3. Gradasi Pasir

Fine Coarse Agregat 1. Berat jenis FCA 2. Pencucian FCA 3. Gradasi FCA

Pembuatan Paving

Campuran 1 : 4 1 Semen : 4 Pasir : 0 FCA 1 Semen : 4 Pasir : 3 FCA 1 Semen : 4 Pasir : 5 FCA

Campuran 1 : 8 1 Semen : 8 Pasir : 0 FCA 1 Semen : 8 Pasir : 3 FCA 1 Semen : 8 Pasir : 5 FCA

Metode Pressing variasi tekanan ; 40 ; 60 ; 80 dan 100 kg/cm2

Metode Vibrating (maks 2500 rpm / 2 dtk)

Full-pressing

Partial-pressing

Full-vibrating

Partial-vibrating

Perawatan Paving (umur 7 ; 14 dan 21 hari) Uji Kuat Tekan

Gambar-2 : Alur penelitian paving

5
PEMBAHASAN DAN DISKUSI Data-data dari hasil pengujian kuat tekan paving FCA dengan berbagai variasi pemadatan dapat dilihat pada tabel-4 dan 5. Tabel 4. Kuat Tekan Paving Dengan Proses Pemadatan Pressing*)
Kuat Tekan, rata-rata (kg/cm2) Perbandingan Campuran Pressing (kg/cm2) 7 hari 40 60 1:4:0 80 100 40 60 1:4:3 80 100 40 60 1:4:5 80 100 40 60 1:8:0 80 100 40 60 1:8:3 80 100 40 60 1:8:5 80 100
*)

Full-Pressing 14 hari 201.669 239.169 244.170 246.669 215.002 245.836 247.503 256.669 142.501 195.002 195.002 225.836 80.001 127.502 127.502 149.168 91.667 104.167 111.667 116.668 74.167 81.667 90.834 100.001 21 hari 218.335 242.502 245.836 253.336 216.669 248.335 270.003 275.836 151.669 205.002 225.836 230.071 125.834 140.001 149.168 154.168 94.167 111.667 113.335 126.668 79.168 93.335 95.834 111.667 7 hari 175.002 181.669 198.335 205.002 127.502 130.001 161.669 175.002 101.667 151.669 165.002 168.335 95.834 96.668 100.001 115.834 63.550 76.668 81.667 85.834 60.000 70.834 76.658 82.501

Partial-Pressing 14 hari 175.836 224.168 229.169 248.335 180.835 195.002 198.335 217.502 130.001 170.835 170.835 180.001 100.001 103.335 120.001 122.501 65.833 78.334 82.501 86.668 61.667 80.834 85.834 93.335 21 hari 198.335 230.836 251.669 283.336 195.836 208.335 222.502 223.336 154.168 175.836 195.002 245.002 105.834 114.168 125.834 145.834 88.334 90.001 97.500 102.501 64.167 75.834 83.335 90.834

140.835 200.001 215.836 240.835 200.001 204.060 237.502 248.335 121.667 140.835 181.669 217.502 45.834 114.168 124.168 141.669 80.834 98.334 109.168 115.001 70.834 80.834 81.667 95.001

sumber hasil penelitian

Tabel 5. Kuat Tekan Paving Dengan Proses Pemadatan Digetarkan*)


Kuat Tekan, rata-rata (kg/cm2) Perbandingan Campuran 7 hari 1:4:0 1:4:3 1:4:5 1:8:0 1:8:3 1:8:5
*)

Full-Vibrating 14 hari 120.012 135.001 126.563 142.501 123.335 142.501 21 hari 117.502 140.835 130.250 163.335 131.667 154.168 7 hari 108.334 138.347 129.568 135.834 102.501 113.335

Partial-Vibrating 14 hari 108.334 138.347 144.211 135.834 102.501 113.335 21 hari 121.667 157.502 199.539 140.001 117.502 145.001

98.334 125.845 117.206 125.001 115.001 44.167

sumber hasil penelitian

6
Komposisi & Kuat Tekan Paving Pengaruh pemberian FCA untuk campuran paving 1: 4, terlihat bahwa pemakaian FCA yang terlalu berlebihan justru akan menurunkan kwalitas paving. Untuk pemberian material FCA lebih dari jumlah material pasir (campuran 1:4:5) maka akan terjadi penurunan kuat tekan 20,30% dan 25,86% masing-masing dibandingkan dengan paving yang konvensional (tanpa menggunakan FCA) dan campuran 1:4:3 yang diberi pressing secara langsung (full-pressing). Sedangkan yang memakai proses pressing secara bertahap (partial pressing) penurunan kuat tekan rata-rata sebesar 26,16% dan 12,69% dibandingkan dengan masing-masing campuran tanpa FCA (1:4:0) dan campuran 1:4:3. Kuat tekan terbesar pada campuran 1:4 diperoleh sebesar 276 kg/cm2 dengan pemberian pressing secara penuh (full-pressing) 100 kg/cm2 pada campuran 1:4:3 pada umur perawatan 21 hari, sedangkan pada pemberian pressing secara bertahap (partial-pressing) kuat tekan maksimal mencapai 284 kg/cm2 pada campuran 1:4:0 (tanpa FCA) pada umur 21 hari. Hal yang berbeda terjadi pada campuran paving 1: 8, dimana pengaruh pemberian FCA justru mengakibatkan adanya penurunan kuat tekan. Dibandingkan dengan campuran yang tanpa memakai FCA (campuran 1:8:0) terjadi penurunan kuat tekan rata-rata sebesar 13,85% dan 14,66% masing-masing untuk full-pressing dan partial pressing pada campuran 1:8:3. Sedangkan pada campuran 1 : 8 : 5 terjadi penurunan kuat tekan rata-rata 33,44% dan 29,68% masing-masing untuk full-pressing dan partial pressing. Demikian juga pengaruh pemberian pressing dan umur perawatan yang bervariasi tidak memberikan penambahan kuat tekan yang signifikan, terutama jelas terlihat pada campuran 1:8:3 dan 1:8:5. Umur Perawatan & Variasi Pressing Paving Pengaruh umur perawatan terhadap kekuatan paving memperlihatkan bahwa kenaikan signifikan terjadi pada paving yang diberi pressing 40 kg/cm2 dan 60 kg/cm2 dari umur perawatan 7 hari ke umur perawatan 14 hari. Tetapi pada penekanan pressing 80 kg/cm2 dan 100 kg/cm2 kenaikan tersebut tidak begitu berarti. Pengaruh pemberian besarnya pressing juga cukup jelas bahwa makin besar pressing maka kuat tekan paving juga makin besar.
Kom posisi Cam puran 1 : 4 : 0 (Full pres sing) 280 240 Kuat Tekan (kg/cm^2)
Kuat Tekan (kg/cm^2) 280 240 200 160 120 80 40 0 7 hari 14 hari 21 hari 40 60 80 Pre s s ing (k g/cm ^2) 100 Kom pos is i Cam puran 1 : 4 : 3 (Full pre s s ing)

200 160 120 80 40 0 40 60 80 100 Pres sing (k g/cm ^2) 7 hari 14 hari 21 hari

Kom pos is i Cam puran 1 : 4 : 5 (Full pre ss ing) 280 240 200 160 120 80 40 0 40 60 80 100 Pre s s ing (k g/cm ^2) 7 hari 14 hari 21 hari

Gambar -3 : Hubungan Pemberian Full Pressing Dengan Kuat Tekan Paving Campuran 1 : 4

Kuat Tekan (kg/cm^2)

7
Kom pos isi Cam puran 1 : 8 : 0 (Full pre s s ing) 280 240 Kuat Tekan (kg/cm^2)
Kuat Tekan (kg/cm^2) 280 240 200 160 120 80 40 0

Komposisi Campuran 1 : 8 : 3 (Full pressing)

200 160 120 80 40 0 40 60 80 Pre ss ing (Kg/cm ^2) 100 7 hari 14 hari 21 hari

7 hari 14 hari 21 hari


40 60 80 100

Pre s s ing (k g/cm ^2)

Kom pos is i Cam puran 1 : 8 : 5 (Full pre s s ing) 280 240 Kuat Tekan (kg/cm^2) 200 160 120 80 40 0 40 60 80 Pre s s ing (k g/cm ^2) 100 7 hari 14 hari 21 hari

Gambar -4 : Hubungan Pemberian Full Pressing Dengan Kuat Tekan Paving Campuran 1 : 8

Dari hasil pengujian tersebut dapat dilihat bahwa untuk campuran 1:4:3 (Semen, Pasir dan FCA) dengan full-pressing diatas 60 kg/cm2 pada umur perawatan setelah 14 hari dapat dihasilkan paving kualitas kelas II sesuai yang dipersyaratkan PUBI (minimal kuat tekan 225 kg/cm2). Untuk campuran paving 1:8 dengan cara full-vibrating baik dengan atau tanpa memakai FCA, kwalitas paving kelas III tidak dapat terpenuhi (minimal kuat tekan 170 kg/cm2). Kuat tekan rata-rata yang diperoleh dibawah 154 kg/cm2 untuk campuran 1:8:0 dan dibawah 126 kg/cm2 untuk campuran 1:8:3 dan 1:8:5. Metode Pemadatan Paving Metode pemadatan pada proses pembuatan paving juga berpengaruh terhadap kualitas paving tersebut. Untuk proses pemadatan dengan cara digetarkan secara langsung lebih baik pada campuran 1:4:5 dibandingkan dengan paving yang digetarkan secara bertahap (partial). Sedangkan jika dibandingkan pemadatan dengan cara vibrating dan pressing terlihat bahwa pressing akan memberikan kualitas yang lebih baik pada campuran 1:4 dibandingkan dengan campuran 1:8. Tetapi pada proses paving yang digetarkan pembuatannya justru campuran 1:4:0 dan 1:4:3 lebih rendah hasil kuat tekannya.
PAVING DENGAN PROSES VIBRATING

280 kuat Tekan (kg/cm2) 240 200 160 120 80 40 0 1;4;0 1;4;3

full vibrating partial vibrating

1;4;5 1;8;0 1;8;3 Komposisi (Pc:Ps:FCA)

1;8;5

Gambar 5 : Hubungan komposisi campuran dengan kuat tekan paving umur 21 hari dengan proses digetarkan

8
280 240
Full-vibrating Pressing 40 kg/cm2 Pressing 60 kg/cm2 Pressing 80 kg/cm2 Pressing 100kg/cm2 Partial-vibrating

kuat Tekan (kg/cm^2)

200 160 120 80 40 0 1;4;0 1;4;3 1;4;5 1;8;0 1;8;3

1;8;5

Komposisi (Pc:Ps:FCA)

Gambar 6 : Perbandingan Kuat Tekan Dan Komposisi Campuran Paving Dengan Proses Pressing Dan Vibrating

Pemberian pressing pada pembuatan paving secara langsung (full-pressing) memberikan perbedaan hasil kuat tekan berkisar 11,05% lebih tinggi dibandingan secara bertahap (partial) untuk pressing 40, 60 dan 80 kg/cm2 untuk semua campuran paving. Tetapi untuk pressing 100 kg/cm2 perbedaan tersebut tidak terlihat atau sangat fluktuatif pada setiap campuran.
PAVING DENGAN PRESSING 40 KG/CM2 250 Full Pressing Kuat Tekan (kg/cm2) Partial Pressing

PAVING DENGAN PRESSING 60 KG/CM2 250 Full pressing 200 Kuat Tekan (kg/cm2) Partial pressing

200 150

150

100 50

100

50

0 1;4;0 1;4;3 1;4;5 1;8;0 1;8;3 1;8;5 Kom pos isi cam puran (Pc:Ps r:FCA)

0 1;4;0 1;4;3 1;4;5 1;8;0 1;8;3 1;8;5 Kom posisi cam puran (Pc:Psr:FCA)

PAVING DENGAN PRESSING 80 KG/CM2 300 Full pressing 250 Kuat Tekan (kg/cm2) 200 150 100 50 0 1;4;0 1;4;3 1;4;5 1;8;0 1;8;3 1;8;5 Kom posis i cam puran (Pc:Psr:FCA) Partial pressing
Kuat Tekan (kg/cm2) 250 200 150 100 50 0 1;4;0 300

PAVING DENGAN PRESSING 100 KG/CM2 Full pressing Partial pressing

1;4;3 1;4;5 1;8;0 1;8;3 Kom pos is i cam puran (Pc:Psr:FCA)

1;8;5

Gambar -7 : Hubungan Kuat Tekan Dan Komposisi Campuran Paving Umur 21 Hari Dengan Proses Pressing Yang Bervariasi

KESIMPULAN Paving dengan memakai FCA yang dalam pembuatannya melalui proses pemadatan secara langsung (full-pressing 100 kg/cm2) akan menghasilkan kuat tekan yang cenderung bertambah sesuai dengan penambahan tekanan pressing, dengan nilai terbesar dihasilkan pada campuran 1:4:3. yakni 276 kg/cm2. Sedangkan jika memakai proses pemadatan secara bertahap (partial-pressing sebesar 100 kg/cm2) kuat tekan terbesar justru dihasilkan pada campuran 1:4:0 (paving tanpa FCA) dengan nilai sebesar 283 kg/cm2. Pada campuran ini kualitas paving kelas II dengan kuat tekan minimal 225 kg/cm2 dapat tercapai. Metode pemadatan dengan cara vibrating menghasilkan kuat tekan paving yang lebih rendah dibandingkan memakai cara pressing, baik memakai FCA maupun tidak, dimana kuat tekan yang dihasilkan sebagian besar kurang dari 200 kg/cm2. Paving yang dipadatkan dengan cara partial-vibrating (kuat tekan maksimal 199 kg/cm2 pada campuran 1:4:5) menghasilkan kuat tekan lebih baik dari pada paving yang dipadatkan dengan cara full-vibrating (kuat tekan maksimal 163 kg/cm2 pada campuran 1:8:0) masing-masing pada umur 21 hari

9
UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terimakasih kepada Home Industri CV. Raja Karya, TanggulanginSidoarjo atas bantuan peralatan dan material dalam penelitian ini, serta kepada Lembaga Penelitian UMM atas seluruh pembiayaan penelitian ini berdasarkan SK No.E.d/576/BAA-UMM/VIII/2007. DAFTAR PUSTAKA Anonim, The Precast Concrete Paving and Kerb, Association, Of BPCF Ltd. Anonim, SK.SNI.T041990F, Tata Cara Pemasangan Blok Beton Terkunci Untuk Permukaan Jalan, DPU, 1990. Anonim, 1978, Australian Masonry Conference, CMAA Award For Excellence, Sydney, The Concrete Masonry Association Of Australia, Precast Concrete. Anonim, 1983, Code Of Practice for Laying Precast Concrete Block Pavements, Cement and Concrete Association. Anonim, 1980, Specification for Precast Concrete Paving Blocks. Colin Forder, 1978, The Evolution Of The Precast Concrete Block and Its Importance in Modern Construction, Precast Concrete. Darwin Amir, 1987, Blok Asbuton Sebagai Bahan Alternatif Untuk Konstruksi Perkerasan, PT. Sarana Karya, Bina Marga, Majalah Jalan no: 053. Erwin, R dan Ninik CEY, 2003, Teknologi Pembuatan dan Pola Pemasangan Paving untuk Mengoptimalkan Kualitas Paving-Blocks, Prosiding Simposium Nasional II RAPI, UMS, Surakarta, ISSN 1412-9612. Erwin, R., 2003, Peningkatan Kualitas Paving Block akibat pemberian Variasi Tekanan pada Proses Pembuatannya, Media Teknik Sipil, Vol 1, No.1, Agustus 2003, ISSN 16933095. Erwin & Mustakim, 2006, Karakteristik Paving Block Fine Coarse Agregat Dengan Pemberian Variasi Pressing Pada Proses Pembuatannya, Skripsi, Jurusan Teknik Sipil UMM. Erwin & Hari Setyawan, 2006, Pengaruh Metode Pemadatan Pada Pembuatan Paving Fine Coarse Agregate Terhadap Kuat Tekan Paving, Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, UMM Erwin, Hidayati & Novita, 2001, Pengaruh Penambahan Tekanan (Pressing) Terhadap Kuat Tekan Paving Block, Skripisi, Jurusan Teknik Sipil, UMM Erwin, Rama Kukuh & Hasanuddin, 2002, Pengaruh Variasi Pressing dan Bentuk Interlocking pada Paving Block terhadap Ketahanan Kejut, Skripsi, Jurusan Teknik Sipil, UMM Lilley, A. A., J. R. Collins, 1979, Laying Concrete Block Paving, Cements And Concrete Associations Martin, B., 1978, The Concrete Block Indutry, Precast Concrete Michel Valles, 1978, The Introduction and Evolution Of Standarts for Concrete Blocks In France, Precast Concrete.