Anda di halaman 1dari 2

Tugas Bedah dr.Sigid, Sp.

B Oleh : Choirul Anam 07700150

Patofisiologi Apendicitis
Adanya fecolit atau benda asing -> menyebabkan obstuksi pada lumen apendic -> mucus yg diproduksi meningkat dan mengalami bendungan -> makin lama makin banyak,terjadi gangguan aliran mucus dari apendic ke sekum -> meningkatan tekanan intra lumen ( tekanan dalam sekum meningkat) -> 1. Gangguan aliran limfe karena terhambat -> ulserasi mukosa dan invasi bakteri -> pembengkakan apendic bertambah dan oedema thrombosis pembuluh darah -> appendicitis akut -> nyeri daerah epigastrium 2. Obtruksi arteri terminalis apendikularis -> infark dinding apendic -> gangren -> apendic gangrenosa 3. Obtruksi vena -> oedema apendic meniningkat -> bakteri menembus dinding apendic -> peradangan peritoneum -> perforasi

Derajat BPH Dengan rectal toucher dapat diketahui derajat dari BPH, yaitu : a). Derajat I = beratnya 20 gram. b). Derajat II = beratnya antara 20 40 gram. c). Derajat III = beratnya > 40 gram. Derajat 1 -> penonjolan prostat, batas atas mudah diraba, sisa urin kateterisasi < 50 ml Derajat 2 ->Penonjolan prostat jelas, batas atas masi dapat dicapai, sisa urin kateteisassi 50-100 ml Derajat 3 -> Batas atas suah tidak dapat diraba, sisa urin kateterisasi > 100 ml Derajat 4 -> Retensi urin total

Perbedaan antara : 1. Incisi : Pengambilan tumor dimana ukuran tumor lebih dari 3 cm, bagian kulit yang dibuka hanya sedikit saja, dan dikeluarkan isi tumornya, kemudian kulit yg dibuka di hechting. 2. Eksisi : Pengambilan tumor dimana tumor ukurannya kurang dari 3 cm, sehingga diangkat semua / membuang jaringan tumor dengan cara memotong. 3. Enukleasi : contoh Teknik enukleasi ameloblastoma diawali dengan insisi, flap mukoperiostal dibuka. Kadang-kadang tulang yang mengelilingi lesi tipis. Jika dinding lesi melekat pada periosteum, maka harus dipisahkan. Dengan pembukaan yang cukup, lesi biasanya dapat diangkat dari tulang. Gunakan sisi yang konveks dari kuret dengan tarikan yang lembut. Saraf dan pembuluh darah biasanya digeser ke samping dan tidak berada pada daerah operasi. Ujung tulang yang tajam dihaluskan dan daerah ini harus diirigasi dan diperiksa.