Anda di halaman 1dari 10

31

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN

A. Kerangka Konsep
Konsep adalah suatu abstraksi yang dibentuk dengan menggeneralisasi
suatu pengertian. Oleh sebab itu, konsep tidak dapat diukur dan diamati secara
langsung. Kerangka konsep adalah suatu hubungan atau kaitan antarakonsep-
konsep atau variabel-variabel yang akan diamati (diukur) melalui penelitian yang
dimaksud. (Notoatmodjo, 2010 : h.83-84).
Kerangka konsep penelitian dikembangkan berdasarkan bab II yaitu
untuk mengetahui gambaran pengetahuan remaja tentang Pelayanan
Kesehatan Peduli Remaja. Berdasarkan landasan teori tersebut dapat dibuat
kerangka konsep sebagai berikut :





Skema 3.1 Gambaran Pengetahuan Remaja Tentang PKPR
Keterangan : : diteliti
: tidak diteliti
: tidak diteliti

B. Variabel Penelitian
Variabel adalah obyek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian
suatu penelitian (Arikunto, 2006 : h.118). Variabel dalam penelitian ini adalah
pengetahuan remaja tentang Pelayanan Kesehatan Peduli Remaja (PKPR).

Pemanfaatan Pelayanan
Kesehatan Peduli Remaja
(PKPR)
Pengetahuan Remaja Tentang
Pelayanan Kesehatan Peduli
Remaja (PKPR)


31
32

C. Jenis dan Rancangan Penelitian
Penelitian yang akan dilakukan menggunakan metode penelitian deskriptif.
Metode penelitian deskriptif adalah suatu metode penelitian yang dilakukan
dengan tujuan utama untuk membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu
keadaan secara objektif. Metode penelitian deskriptif digunakan untuk
memecahkan atau menjawab permasalahan yang sedang dihadapi pada situasi
sekarang. Penelitian ini dilakukan dengan menempuh langkah-langkah
pengumpulan data, klasifikasi, pengolahan/analisis data, membuat kesimpulan
dan laporan. (Notoatmodjo, 2005; h.138-141)

D. Populasi dan Sampel Penelitian
1. Populasi Penelitian
Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian. Jadi populasi berarti
obyek yang akan dijadikan sasaran penelitian oleh peneliti (Arikunto, 2006;
h.130).
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK NU 04 Patebon dari
kelas X sampai XI yang berjumlah 248 siswa. Kelas XII tidak diambil sebagai
populasi karena akan menghadapi Ujian Nasional dan tidak diijinkan oleh
pihak sekolah.
Tabel 3.1 Jumlah siswa SMK NU 04 Patebon Tahun Pelajaran 2011-2012
No Kelas
Jumlah Siswa
Total
Laki-laki Perempuan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
X Otomotif
X Akuntansi
X TKJ 1
X TKJ 2
XI Otomotif
XI Akuntansi
XI TKJ
32
9
16
19
27
5
22
4
25
20
15
9
29
16
36
34
36
34
36
34
38
Jumlah 130 118 248
33

2. Sampel Penelitian
Sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti (Arikunto,
2006 : h.131). Sedangkan menurut Hadi Sutrisno, sampel adalah sebagian
dari populasi atau sejumlah penduduk yang jumlahnya kurang dari populasi.
(Hadi, 2000 : h.121)
Adapun besarnya sampel ditentukan dengan banyaknya subjek,
apabila subjek lebih dari 100 maka sampel diambil antara 10-15% atau 20-
25% atau bila subjek kurang dari 100 lebih baik semua sehingga penelitian
merupakan penelitian populasi (Arikunto, 2006 : h.132).
Dalam penelitian ini penentuan jumlah menggunakan pendapat
Arikunto yaitu sebesar 20% dari populasi.
Jumlah sampel = 20% x Populasi
Jumlah sampel = 20% x 248
Jumlah sampel = 49,6. (dibulatkan 50)
Setelah dilakukan perhitungan maka jumlah sampel dalam penelitian ini
berjumlah 50 siswa.
Menurut Nursalam (2006 : h.96) terdapat dua kriteria sampel yaitu :
a. Kriteria Inklusi
Kriteria inklusi merupakan kriteria dimana subjek penelitian dapat
mewakili dalam sampel penelitian yang memenuhi syarat sebagai
sampel. Kriteria inklusi dalam penelitian ini adalah :
- Siswa-siswi yang tercatat dan aktif di kelas X, XI SMK NU 04
Patebon.
- Siswa-siswi SMK NU 04 Patebon yang ada di kelas saat penelitian

34

b. Kriteria Eksklusi
Kriteria eksklusi merupakan kriteria dimana subjek penelitian tidak ada
yang mewakili karena tidak memenuhi syarat sebagai sampel penelitian.
Kriteria ekslusi dalam penelitian ini adalah :
- Siswa dan siswi yang tidak bersedia menjadi responden.
3. Teknik Sampling
Dalam penelitian ini menggunakan teknik proportional stratified
random sampling, yaitu metode pengambilan sampel acak dengan jumlah
yang seimbang atau proporsional (Sugiyono, 2008 : h.122).
Langkah-langkah dalam menentukan pengambilan sampel dalam
penelitian ini adalah :
a. Tetapkan proporsi strata dari populasi sebesar 20%.
b. Hitung besar sampel untuk masing-masing kelas.
c. Kemudian pilih anggota sampel untuk masing-masing strata secara acak.

Tabel 3.2 Pengambilan Sampel Secara Proporsional
No Kelas
Jumlah Populasi Jumlah Sampel Total
sampel
Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
X Otomotif
X Akuntansi
X TKJ 1
X TKJ 2
XI Otomotif
XI Akuntansi
XI TKJ
32
9
16
19
27
5
22
4
25
20
15
9
29
16
6
2
3
4
5
1
5
1
5
4
3
2
6
3
7
7
7
7
7
7
8
Jumlah
130 118 26 24
50




35

E. Definisi Operasional Variabel
Tabel 3.3 Definisi Operasional Variabel Tingkat Pengetahuan Remaja Tentang
Kesehatan Reproduksi Dalam Pemanfaatan PKPR

Variabel
Definisi
Operasional
Cara/Alat Ukur Kategori Skala
Tingkat
pengetahuan
remaja tentang
PKPR
Kemampuan
responden untuk
menjawab
pertanyaan tentang
PKPR yang
meliputi :
- Pengertian PKPR
- Tujuan PKPR
- Sasaran PKPR
- Manfaat PKPR
- Jenis kegiatan
PKPR
Menggunakan
kuesioner yang terdiri
dari 20 pertanyaan.
Pertanyaan
favourable dinilai 2
jika jawaban benar
dan 1 jika salah.
Pertanyaan
unvavourable dinilai 1
jika jawaban benar
dan 2 jika salah.

Baik : Total
score
(76-100%)

Cukup :
Total score
(56-75%)

Kurang :
Total score
( < 56%)
Ordinal

F. Alat dan Cara Pengumpulan Data
1. Alat Pengumpul Data
Alat pengumpul data atau instrumen penelitian adalah semua alat
yang digunakan untuk mengumpulkan, memeriksa, menyelidiki suatu
masalah, atau mengumpulkan, mengolah, menganalisa dan menyajikan
data-data secara sistematis serta objektif dengan tujuan memecahkan suatu
persoalan atau menguji suatu hipotesis. Jadi semua alat yang bisa
mendukung suatu penelitian bisa disebut instrumen penelitian. Instrumen
penelitian digunakan untuk mengukur nilai variabel yang diteliti. (Arif, dkk.,
2010; h.1)
Dalam penelitian ini alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner.
Angket (kuesioner) adalah sejumlah pertanyaan tertulis yang digunakan
36

untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang
pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui. (Arif, dkk., 2010; h.3)
Dalam penelitian ini akan menggunakan angket/kuesioner yang
berbentuk pertanyaan pilihan ganda sejumlah 20 pertanyaan tentang PKPR.
Tabel 3.4 Kisi-Kisi Kuesioner Pengetahuan Tentang PKPR
No Indikator
Jumlah
soal
Favourable Unfavourable Nomor
Soal
Total
Jml
No.
Soal
Jml
No.
Soal
1. Pengertian PKPR
2 2 1, 2 - - 1-2
2. Tujuan PKPR 2 1 3 1 4 3-4
3. Sasaran PKPR 5 3 5, 6, 7 2 8,9 5-9
4. Manfaat PKPR 3 2 10, 11 1 12 10-12
5 Jenis Kegiatan PKPR 8 5 13, 14,
15, 16,
17
3 18, 19,
20
14-20
Jumlah 20 13 - 7 - 1-20

2. Validitas dan Reliabilitas
Intrumen penelitian yang baik adalah intrumen yang valid dan
reliabel. Dalam penelitian ini, kuesioner yang akan digunakan harus memiliki
prinsip validitas (kesahihan) dan reliabilitas (keandalan).
a. Validitas
Instrumen yang valid berarti alat ukur yang digunakan untuk
mendapatkan data (mengukur) itu valid. Valid berarti instrument tersebut
dapat digunakan untuk mengukur apa yang seharusnya diukur. Rumus
korelasi yang akan mengukur kesahihan instrumen adalah rumus
korelasi product moment yaitu sebagai berikut :
( )( )
( ) { } ( ) { }



=
2 2 2 2
. .
.
y y N x x N
y x xy N
r
xy

37

Dalam hal ini :
r
xy
: koefisien korelasi antara x dan y
N : banyaknya peserta
X : jumlah skor butir
Y : jumlah skor total (Arikunto, 2006; h.170)
Instrumen dikatakan valid jika diperoleh nilai r hitung > r tabel. Dalam
penelitian ini r tabel yang digunakan adalah r tabel dengan taraf
signifikansi 5%.
Uji validitas dilaksanakan pada Bulan April di SMK Negeri 1 Kendal
b. Reliabilitas
Suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai
alat pengumpul data karena instrument tersebut sudah baik (Arikunto,
2006; h.171). Baik tidaknya dapat dilihat dari nilai reliabilitas yang
didapat. Reliabilitas adalah sejauh mana hasil suatu pengukuran dapat
dipercaya, maksudnya apabila dalam beberapa pelaksanaan
pengukuran terhadap kelompok yang sama diperoleh hasil yang relatif
sama (Azwar, 2000 : h.3).
Dalam mencari reliabilitas, dalam penelitian ini menggunakan
rumus Spearman Brown, yaitu :
( )
2 / 21 / 1
2 / 21 / 1
11
1
2
r
xr
r
+
=
Keterangan :
r
11
: reliabilitas instrumen
r
1/2
: koefisien korelasi antara butir ganjil dan butir genap
(Arikunto, 2006 : h.171).
Instrumen dikatakan reliabel jika didapatkan nilai reliabilitas
hitung lebih besar dari tabel.
38

3. Cara Pengumpulan Data
Teknik pengumpulan data menurut Udiyono (2007 : h.28) dalam
penelitian ini diperoleh atas dua jenis data, yaitu :
a. Data Primer
Data primer adalah data yang dikumpulkan langsung oleh peneliti. Data
primer dalam penelitian ini diambil berdasarkan penelitian langsung pada
responden dengan pengisian angket/kuesioner. Pengumpulan data
primer dilakukan dengan kuesioner. Dalam penelitian ini dilakukan
dengan pembagian kuesioner kepada siswa SMK NU 04 Patebon.
b. Data Sekunder
Data yang diperoleh berdasarkan hasil pengamatan terhadap data yang
sudah ada (Udiyono, 2007 : h.28). Data sekunder dapat berasal dari
buku induk siswa, dokumentasi sekolah dan informasi-informasi yang
relevan. Data sekunder dalam penelitian ini adalah dokumentasi SMK
NU 04 Patebon yang berupa buku induk siswa, profil sekolah dan
informasi dari guru BK.

G. Pengolahan dan Analisis Data
1. Teknik Pengolahan Data
Pengolahan data dimaksudkan agar data yang telah terkumpul dapat secara
bertahap yaitu :
a. Editing (memeriksa)
Editing adalah meneliti setiap pertanyaan yang sudah diisi oleh
responden. Peneliti melakukan pengecekan terhadap kelengkapan data-
data yang ada. Editing dilakukan ditempat pengumpulan data, sehingga
jika ada kekurangan data dapat segera dilengkapi. Pada editing ini
semua pertanyaan sudah diisi dengan baik.
39

b. Coding (memberi tanda)
Pada tahap ini jawaban pertanyaan yang sudah dilakukan editing
kemudian diklasifikasikan menurut macam-macamnya. Klasifikasi yang
dilakukan dengan cara menandai masing-masing jawaban berupa angka,
kemudian dimasukan dalam lembar tabel kerja guna mempermudah
pengolahan data.
c. Tabulating (tabulasi data)
Tahap ini merupakan kelanjutan dari tahap coding yaitu
pengorganisasian data agar mudah dijumlah, disusun dan ditata untuk
disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi.
2. Analisa Data Univariat
Analisis unvariat adalah analisis yang dilakukan terhadap tiap variabel
(Notoatmodjo, 2005 : h.188). Untuk menganalisa data univariat digunakan
prosentase. Teknik prosentase digunakan untuk mendapatkan gambaran
berupa distribusi dan orientasi dari variabel penelitian. Analisa data ditempuh
dengan langkah-langkah sebagai berikut :
a. Mengedit data
b. Menskor masing-masing item
c. Tabulasi data
d. Memproses data dengan menggunakan rumus prosentase
% 100 x
N
n
p =
Keterangan :
p : Prosentase alternatif jawaban
n : Jumlah responden yang menjawab
N : nilai angka yang diharapkan.
40

H. Etika Penelitian
Dalam melakukan penelitian perlu mendapatkan rekomendasi dari institusi
lembaga tempat penelitian, kemudian setelah mendapat persetujuan barulah
melakukan penelitian dengan memperhatikan etika penelitian.
Menurut Alimul (2009; h.5) etika penelitian meliputi :
1. Informed Consent
Merupakan cara persetujuan antara peneliti dengan responden penelitian
dengan memberikan lembar persetujuan (informed consent). Informed
consent diberikan sebelum penelitian dilakukan dengan memberikan lembar
persetujuan untuk menjadi responden. Tujuanya adalah agar subjek
mengerti maksud dan tujuan penelitian, mengetahui dampaknya. Jika
subyek bersedia maka mereka harus menandatangani lembar persetujuan
dan jika tidak bersedia maka peneliti harus menghormati hak responden.
2. Anonymity (Tanpa Nama)
Untuk menjaga kerahasiaan peneliti tidak memberikan atau mencantumkan
nama responden, tetapi lembar tersebut diberikan kode, yakni dengan
mencantumkan angka sesuai dengan banyaknya responden.
3. Confidentiality (Kerahasiaan)
Peneliti menjamin kerahasiaan hasil penelitian, baik informasi maupun
masalah lainya. Semua informasi yang telah dikumpulkan dijamin
kerahasiaannya oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang akan
dilaporkan pada hasil riset