Anda di halaman 1dari 18

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Konsep Tindakan Teori tindakan adalah suatu teori perilaku manusia dan disengaja bagi perantara merupakan suatu teori kontrol. Tetapi yang jika dihubungkan dengan perantara tersebut dapat berfungsi untuk menjelaskan atau memprediksi perilaku. Dilingkup praktik, aktifitas yang dipilih oleh praktisi untuk memenuhi kebutuhan khusus klien didefenisikan oleh praktisi dengan istilah yang ada dalam suatu rujukan pengetahuan khusus. Kemantapan individu melakukan suatu tindakan dalam praktek untuk tujuan khusus menjadi ciri khas individu didalam melakukan tindakan dan sifat praktik yang digunakan. Lingkup teori tindakan pada setiap praktek profesi sangat luas karena kompleksnya kebutuhan klien dan lingkungan tempat praktek berlangsung (Dorothy,2002). Berdasarkan sifatnya teori tindakan dibagi menjadi 3 klasifikasi yaitu teori tindakan yang berorientasi pada manusia misalnya perhatian, komunikasi, konseling, proses kelompok, wawancara. Teori tindakan yang berhubungan dengan kesehatan misalnya intervensi penyakit, pencegahan penyakit, pemeliharaan kesehatan, promosi kesehatan, intervensi teraupetik. Teori tindakan yang berhubungan dengan lingkungan praktek misalnya perubahan, kolaborasi, pengambilan keputusan, kepemimpinan, manajemen (Dorothy,2002).

Universitas Sumatera Utara

2.2 LEUKOREA ATAU KEPUTIHAN 2.2.1 Defenisi Leukorea Leukorea adalah semua pengeluaran cairan alat genitalia yang bukan darah. Keputihan bukan penyakit tersendiri tetapi merupakan manifestasi gejala dan hampir semua penyakit kandungan. Penyebab utama keputihan harus dicari dengan anamnesa, pemeriksaan kandungan, dan pemeriksaan laboratorium. Keputihan fisiologis dijumpai pada keadaan menjelang menstruasi, pada saat keinginan sex meningkat dan pada waktu hamil (Manuaba 1998). Gejala keputihan dibagi 2 kelompok yakni gejala keputihan bukan karena penyakit dengan ciri ciri cairan dari vagina berwarna bening, tidak berbau, tidak gatal, jumlah cairan bisa sedikit, bisa cukup banyak sedangkan gejala keputihan karena penyakit dengan ciri ciri cairan dari vagina kental, warna kekuningan, keabu abuan atau kehijauan, berbau busuk, anyir, amis, terasa gatal, jumlah cairan banyak (Manuaba, 1998). 2.2.2 Etiologi Leukorea Seperti halnya gejala keputihan, penyebab terjadinya keputihan dapat disebabkan kondisi non patologis dan kondisi patologis. Penyebab non patologis terjadi pada saat menjelang menstruasi atau setelah menstruasi, rangsangan seksual, saat wanita hamil, stress baik fisik maupun psikologis sedangkan penyebab patologis terjadi karena infeksi jamur , infeksi bakteri, infeksi parasit jenis protozoa dan infeksi gonorhoe ( Manuaba, 2001).

Universitas Sumatera Utara

2.2.3 Klasifikasi Leukorea Keputihan ( leukorea ) dapat diklasifikasikan atas beberapa macam 1. Keputihan tumor atau kanker kandungan Apabila ada tumor, tumbuh suatu kanker di organ kandungan, gejalanya juga bisa menyerupai keputihan. Besar kemungkinan keputihan disertai bercak darah dan berbau busuk. Apalagi keputihan abnormal ini disertai rasa tidak enak diperut bagian bawah, terjadi gangguan haid, sering demam, dan badan bertambah kurus, pucat serta lesu, lemas dan tidak bugar, waspada kemungkinan ada pertumbuhan abnormal diorgan kandungan. Keputihan yang berdarah juga muncul jika terdapat polip diorgan kandungan. Mungkin polip dirahim atau dileher rahim. Biasanya darah keluar sesudah hubungan seks atau setelah melakukan penyemprotan vagina /douching ( Handrawan,2008) 2. Keputihan usia lanjut Pada perempuan usia lanjut, keputihan juga bisa muncul bercampur darah (senile vaginitis). Penyebabnya karena lapisan vagina sudah menipis seiring dengan bertambahnya usia. Hal ini dapat juga terjadi pada anak perempuan yang masih belum pubertas, pada pengidap kencing manis dan yang sudah menopause karena lapisan selaput lendir vagina sudah tipis dan mengisut (Handrawan, 2008). 3. Keputihan benda asing di vagina Keputihan yang penyebabnya karena ada benda asing disaluran vagina. Vagina merupakan lorong yang terbuka dengan dunia luar. Maka, disana kemungkinan bisa tertinggal sisa pembalut atau kapas, kondom (Handrawan, 2008).

Universitas Sumatera Utara

4. Keputihan dari Rumah Sakit Keputihan bisa diperoleh dari rumah sakit, puskesmas, atau layanan keluarga berencana. Sehabis pasang spiral, pasca persalinan atau pemeriksaan kandungan dengan memakai alat periksa. Mungkin peralatan medis yang dipakai kurang sucihama, apabila alat bekas dipakai untuk perempuan yang mengidap suatu keputihan apapun jenis bibit penyakitnya, penularan keputihan bisa terjadi pada pemakai alat berikutnya maka perlu upaya untuk membersihkan sekitar vagina dan bagian dalamnya sehabis menjalani pemeriksaan (Handrawan, 2008). 5. Keputihan akibat sering dibersihkan Kebiasaan yang sebetulnya tidak sehat dalam memperlakukan vagina. Terlalu sering membersihkan vagina dengan bahan dengan bahan antisepsis tidaklah menyehatkan. Kuman kuman yang bermukim disekitar saluran vagina ikut terbunuh oleh bahan antisepsis yang sering digunakan (Handrawan, 2008). 6. Keputihan penyakit menular seksual Tidak mudah membedakan keputihan biasa dengan keputihan yang disebabkan oleh penyakit kelamin ( penyakit menular seksual ). Ada 2 jenis penyakit kelamin yang dapat menyerupai keputihan yakni kencing nanah dan chlamdya. Kencing nanah menyerupai keputihan jamur atau kuman sedang penyakit oleh kuman chlamdya lendir keputihannnya lebih bening sehingga dianggap keputihan normal (Handrawan, 2008).

Universitas Sumatera Utara

2.2.4 Penegakan Diagnosa Leukorea Keputihan bukan penyakit tetapi gejala dari berbagai penyakit sehingga memerlukan tindak lanjut untuk menegakkan diagnosis melalui : 1. Pemeriksaan Inspekulo Pemeriksaan spekulum untuk mencari penyebab keputihan a. Darimana asalnya keputihan - Mulut rahim - Hanya bersifat lokal dalam vagina b. Bagaimana dinding vagina - warnanya - Apakah terdapat bintik merah seperti digigit nyamuk - Apakah keputihan bergumpal atau encer - Apakah keputihan melekat pada dinding vagina c. Bagaiman mulut rahim (portio) - Apakah tertutup oleh keputihan - Apakah terdapat perlukaan - Apakah mudah berdarah 2. Pemeriksaan laboratorium Penyebab keputihan adalah infeksi, benda asing dan keganasan. Dengan demikian pemeriksaan laboratorium untuk menegakkan infeksi ( trikomonas, kandida albican, bakteri spesifik ) dan papsmear untuk kemungkinan keganasan (Manuaba, 2001).

Universitas Sumatera Utara

2.3 Intra Uterin Device (IUD) 2.3.1 Defenisi intra Uterin device (IUD) IUD ( Intra Uterin Device ) adalah alat kontrasepsi yang dimasukkan kedalam rahim. Alat tersebut terbuat dari plastik (polyethyline). Ada yang dililit tembaga (Cu) atau campuran tembaga dan perak, ada yang tidak dililit selain itu ada pula yang batangnya berisi progesteron (BKKBN,1999). IUD adalah alat kontrasepsi yang terbuat dari bahan plastik polietilen halus yang dipasang dengan alat khusus didalam rahim oleh dokter atau tenaga paramedik yang sudah terlatih (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional, 1992). Alat kontrasepsi dalam rahim merupakan pilihan kontrasepsi yang efektif, aman, dan nyaman bagi banyak wanita. Alat ini merupakan metode kontrasepsi reversibel yang paling sering digunakan diseluruh dunia dengan pemakai saat ini mencapai sekitar 100 juta wanita. 2.3.2 Jenis Jenis IUD ( Intra Uterin Device ) Alat kontrasepsi dalam rahim atau IUD ada berbagai jenis. Dan yang digunakan dalam program KB Nasional hanya 3 jenis yaitu: A. IUD generasi I (Lippes loop) Jenis ini berbentuk spiral dan terbuat dari bahan plastik saja, Terdapat tiga macam ukuran yang berbeda menurut ukuran panjang bagian atasnya atau menurut ukuran besarnya rahim wanita. Lippes loop tipe B (benang kontrolnya hitam) diberikan kepada wanita yang ukuran rahimnya kecil berukuran 5-6 cm, ukuran ini bisa dijumpai pada wanita yang belum punya anak atau baru punya anak satu. Lippes loop tipe C (benang kontrolnya kuning) diberikan kepada wanita yang

Universitas Sumatera Utara

rahimnya berukuran sedang sekitar 6-7 cm. Lippes loop tipe D (benang kontrol putih) diberikan kepada wanita dengan ukuran rahim yang besar lebih dari 7 cm (Speroff, 2003). B. IUD generasi II Jenis IUD generasi ke II yang digunakan adalah: 1. Cu T 200 B berbentuk huruf B yang batangnya dililit tembaga 2. Cu 7 berbentuk angka 7 yang batangnya dililit tembaga ML Cu 250 berbentuk 2/3 lingkaran ellips yang bergerigi batangnya dililit tembaga (Speroff, 2003). C. IUD generasi III Jenis IUD generasi ke III yang digunakan adalah: a. Cu T 380 A berbentuk huruf T dengan lilitan tembaga yang lebih banyak b. ML Cu 375 batangnya dililit tembaga berlapis perak Nova T batang dan lengannya dililit tembaga yang berlapis perak (Speroff, 2003). 2.3.3 Mekanisme Kerja IUD Mekanisme kerja IUD sebagai berikut : a. Menghambat kemampuan sperma untuk masuk ke tuba fallopi b. Mempengaruhi fertilisasi sebelum ovum mencapai kavum uteri c. Mencegah sperma dan ovum bertemu dan mengurangi kemampuan sperma untuk fertilisasi d. Memungkinkan untuk mencegah implantasi telur dalam uterus e. Adanya tembaga menyebabkan lemahnya sel mani (Speroff, 2003).

Universitas Sumatera Utara

2.3.4 Cara Penggunaan IUD ( Intra Uterin Device ) Tata cara pelayanan IUD secara umum dapat dibedakan menjadi tiga tahap yaitu: 1. Tahap pra tindakan (sebelum pemasangan) a. Konseling akhir tentang IUD b. Dilaksanakan wawancara medis c. Melihat dan memeriksa adanya perhatian khusus d. Peserta disiapkan dengan mantap dan melakukan pemeriksaan 2. Tahap pemasangan a. Persiapan peralatan dan IUD yang dibutuhkan b. Cara pemasangan suci hama sesuai dengan jenis IUD yang akan dipasang 3. Tahap pasca tindakan a. Pengobatan seperlunya bila terjadi perasaan mulas dan bercak- bercak perdarahan setelah pemasangan b. Berikan penjelasan untuk datang kontrol kembali sesuai IUD yang digunakan ( Glasier, 2002 ) genekologik

2.4 Indikasi dan Kontraindikasi / Pemilihan calon akseptor AKDR

2.4.1 Indikasi pemilihan calon akseptor IUD ( Intra Uterin Device )


Menurut ( Depkes RI, 1999 ) Untuk pemasangan IUD disamping mempertimbangkan faktor ukuran besarnya rahim masih ada persyaratan lain yang harus diperhatikan yaitu :

Universitas Sumatera Utara

1. Adanya persetujuan dari pihak suami 2. Sudah pernah melahirkan dan mempunyai anak 3. Sebagai alternatif yang dianjurkan untuk menganti penggunaan pil KB bagi peserta yang sudah berusia diatas 35 tahun 4. Merupakan cara KB efektif terpilih yang sangat diprioritaskan pemakaiannya pada ibu dalam fase menjarangkan dan mengakhiri kehamilan 5. Menginginkan, menggunakan kontrasepsi jangka panjang

2.4.2 Kontraindikasi pemilihan calon akseptor IUD ( Intra Uterin Device ) Terdapat beberapa keadaan dimana pemasangan AKDR tidak diperbolehkan yaitu : 1. Keadaan hamil atau diperkirakan hamil 2. Adanya infeksi pangul dan alat kandungan 3. Adanya perdarahan abnormal dari liang senggama 4. Ada kanker pada alat reproduksi wanita 5. Alergi terhadap logam 6. Penyakit trofoblast yang ganas 7. Ukuran rongga rahim kurang dari 5 cm

2.5 Keuntungan dan Kerugian penggunaan IUD ( Intra Uterin Device ) Beberapa keuntungan penggunaan IUD dapat disebutkan yaitu: 1. Efektifitasnya tinggi, walau angka kegagalannya sekitar tiga sampai lima persen

Universitas Sumatera Utara

2. Sekali dipasang dapat dibiarkan sampai beberapa tahun dalam rahim, sehingga dapat mencegah kehamilan dalam waktu yang lama 3. Spiral dapat bertahan sampai 10 tahun 4. Tidak mempengaruhi keadaan umum akseptor 5. Murah dan ekonomis 6. Penanganannya dilakukan oleh tenaga-tenaga yang secara khusus telah dilatih untuk memasang AKDR 7. Tingkat kembalinya kesuburan tinggi 8. Tidak dipengaruhi faktor lupa seperti pil IUD ( Intra Uterin Device ) bukanlah alat kontrasepsi yang sempurna, sehingga masih terdapat beberapa kerugian yaitu : 1. Masih terjadi kehamilan dengan insitu 2. Terdapat perdarahan spotting dan menometroragia 3. Leukorea sehingga menguras protein tubuh dan liang senggama terasa basah 4. Dapat terjadi infeksi 5. Tingkat akhir infeksi menimbulkan kemandulan primer atau sekunder dan kehamilan ektopik 6. Tali IUD dapat menimbulkan perlukaan portio uteri dan mengganggu hubungan seksual ( Manuaba, 2001 ) lebih

Universitas Sumatera Utara

2.6

Efek

samping

penggunaan

IUD

Intra

Uterin

Device

dan

penanggulangannya 2.6.1 Perdarahan Keluarnya darah dari liang senggama (vagina) diluar haid dalam jumlah kecil berupa bercak-bercak (spotting) atau dalam jumlah berlebihan (metroragia). Perdarahan dapat terjadi pula pada masa haid dalam jumlah berlebihan (menorragia) atau haid yang memanjang Penanggulangan dan pengobatan : 1. Konseling Pemberian konseling sebelum memberikan pelayanan, sehingga akseptor dapat berpikir secara jernih. Pada konseling tersebut harus dijelaskan pula bahwa perdarahan ringan biasanya terjadi pada awal pemasangan. Selama haid, perdarahan haid akan lebih banyak daripada biasanya. Kesemuanya ini tidak berbahaya. 2. Tindakan medis Pemberian anti prostaglandin misalnya Acetosal 500 mg 3x1 tablet selama 3-5 hari, pemberian preparat besi misalnya preparat Fe 1x1 tablet perhari. Bila disebabkan keguguran, kehamilan dianjurkan untuk dibersihkan, dalam hal ini pasien dirujuk kerumah sakit. Tindakan pembersihan dirumah sakit dapat dilaksanakan baik secara digital maupun kuretase sesuai dengan keadaan dan kondisi pasien. Bila terjadi perdarahan berlebihan dianjurkan untuk segera merujuk pasien dengan infus terpasang. Infus yang diberikan dapat berupa NaCl, plasma ekspander maupun darah sesuai dengan kondisi setempat (Depkes RI, 1999).

Universitas Sumatera Utara

2.6.2 Keputihan Gejala dan Keluhan adanya cairan putih yang berlebihan yang keluar dari liang senggama dan terasa mengganggu terjadi akibat produksi cairan rahim yang berlebihan dan tidak berbahaya apabila cairan tersebut tidak berbau, tidak terasa gatal dan panas Penanggulangan dan Pengobatan : Konseling sebelum pemasangan IUD sehingga pasien siap menerima

keadaan ini, sebelum dipasang IUD. Pengobatan medis biasanya tidak diperlukan, Pada kasus dimana cairan berlebihan dapat diberikan preparat anti cholinergic seperti extracbelladona 10 mg, 2x1 hari tablet untuk mengurangi cairan tersebut. Bila terdapat perubahan bau dan warna hal ini biasanya disebabkan oleh infeksi (Depkes RI, 1999). 2.6.3 Nyeri 1. Nyeri waktu senggama Keluhan rasa nyeri waktu senggama biasanya dari pihak suami. Rasa nyeri tersebut disebabkan oleh pengaruh benang pengontrol yang terlalu panjang yang sebaiknya dalam keadaan ini dipotong saja sedikit 2. Nyeri atau mulas pada saat pemasangan Pada hari pertama setelah pemasangan IUD dapat timbul rasa nyeri atau mulas dan kadang-kadang seperti sakit pinggang

Penanggulangan dan Pengobatan : 1. Konseling

Universitas Sumatera Utara

Menjelaskan bahwa rasa nyeri itu mungkin terjadi dan ini biasanya diakibatkan oleh kontraksi yang berlebihan dari rahim. Biasanya kontraksi ini bersifat sementara dan mudah diatasi 2. Tindakan Medis a). Pemeriksaan dalam Apakah terdapat tanda-tanda radang di rahim. Bila terdapat tanda-tanda radang AKDR harus segera dilepaskan. Apabila pad pemeriksaan dalam terdapat benang AKDR terlalu panjang maka tindakannya adalah dengan memotong benang tersebut b). Pemberian obat Bila tidak terdapat tanda-tanda radang diberikan preparat anti prostaglandin misalnya asetat 500 mg 3x1 tablet. Bila terdapat infeksi segera berikan antibiotik dosis tinggi (Depkes RI, 1999). 2.6.4 Ekspulsi Teraba/terasa adanya IUD dalam liang senggama yang menyebabkan

rasa tak enak (discomfort) bagi wanita dapat terjadi ekspulsi sebagian atau seluruhnya biasanya terjadi pada waktu haid. IUD dapat berpindah atau keluar dari rongga rahim secara spontan untuk IUD modern berkisar dari 3 10 % pada tahun pertama pemakaian, bergantung pada usia dan paritas pemakai, penentuan waktu pemasangan dan tipe IUD, serta keahlian petugas yang memasang alat tersebut. Angka ekspulsi ditahun kedua dan berikutnya tetap rendah untuk alat yang memiliki rangka. Pemasangan IUD pascaplasenta dikaitkan dengan ekspulsi yang jauh lebih besar (Glasier, 2002).

Universitas Sumatera Utara

Penanggulangan dan Pengobatan : 1. Konseling Menjelaskan kepada pasien bahwa ekspulsi mungkin saja terjadi pada pemakaian AKDR hal ini biasanya diakibatkan oleh tidak sesuainya ukuran AKDR yang terpasang. 2. Tindakan medis Melepaskan AKDR dan mengganti dengan ukuran yang sesuai

2.7 Komplikasi dan cara penanggulangannya 2.7.1 Infeksi Gejala dan keluhan dengan adanya rasa nyeri didaerah bawah pusat,disertai demam, keputihan yang berbau busuk dan rasa nyeri pada waktu bersenggama/periksa dalam. Penanggulangan dan pengobatan : Tergantung dari penyebabnya. Bila infeksi banyak beri antibiotik dosis tinggi seperti preparat ampicilin 3x500 mg selama 3 hingga 5 hari. Bila tidak dapat diatasi lepas AKDR dan ganti dengan cara kontrasepsi lain (Rustam, 1992). 2.7.2 Keputihan Gejala dan keluhan Keputihan yang patologis adalah keluarnya cairan dari liang senggama disertai perubahan bau, warna dan bentuk Penanggulangan dan pengobatan :

Universitas Sumatera Utara

Bila cairan tersebut berbau amis dan terasa gatal biasanya keadaan tersebut terjadi karena infeksi trichomonas vaginalis. Untuk pengobatannya dapat diberikan preparat mebendazole-mycostatin misalnya flagistin vaginal suppositoria selama 6 hari. Rasa panas disertai adanya cairan keputihan dengan bentuk seperti susu pecah disebabkan oleh jamur candida. Pengobatannya dapat dilaksanakan dengan pemberian preparat mycostatin misalnya nystatin. Bila berbau busuk biasanya disebabkan infeksi dan diberikan pengobatan seperti infeksi (Rustam, 1992). 2.7.3 Translokasi Gejala dan keluhan Keluarnya AKDR dari tempat seharusnya. Translokasi dapat disertai gejala maupun tidak. Dapat disertai perdarahan maupun tidak, sehingga gejala dan keluhannya pun bermacam -macam. Dalam pemeriksaan dalam benang AKDR tidak teraba dan pada pemeriksaan sonde AKDR tidak terasa dan tersentuh. Penanggulangan dan pengobatan : Menjelaskan kepada pasien akseptor bahwa hal tersebut mungkin saja terjadi.

Penyebabnya dapat terjadi karena kelainan rahim. Rujuk kerumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut (Rustam, 1992).

2.8 Pengobatan Alami Leukorea Keputihan merupakan gangguan penyakit yang hanya dialami wanita, mulai dari anak anak, remaja, dewasa, bahkan hingga orangtua. Bagi wanita yang sudah berkeluarga gangguan keputihan akan menjadi masalah dan dapat berpengaruh terhadap keharmonisan suami istri. Karena tidak jarang keputihan menjadikan istri

Universitas Sumatera Utara

enggan melakukan hubungan intim atau suami enggan berhubungan intim karena si istri keputihan. Salah satu penyebab keputihan adalah radang vulva, radang vagina, radang leher rahim,radang rongga rahim, jamur trichomonalis vaginalis dan jamur moniliasis yang menimbulkan rasa gatal, adanya benda asing dalam vagina, adanya kanker alat kelamin dan gangguan estrogen. Seorang wanita hamil yang menderita keputihan yang disebabkan oleh infeksi akan menularkan keputihan tersebut kepada bayinya apabila melahirkan secara normal. Penyakit ini juga dapat menyebabkan bayi cacat bahkan kematian bayi. Sedangkan keputihan yang disebabkan oleh infeksi dapat diderita wanita sebelum menikah dalam menyikapi hal ini ada beberapa tumbuhan obat yang digunakan untuk mengatasi keputihan antara lain : Rebusan daun sirih Sirih adalah nama sejenis tumbuhan merambat dan buahnya dapat dimakan serta digunakan sebagai tanaman obat. Dari hasil penelitian yang dikutip oleh buku tanaman obat terbitan obat karya sari diungkapkan bahwa daun sirih mengandung arecoline diseluruh bagian tanaman. Zat ini bermanfaat untuk membasmi jamur candida albican dan mengandung zat tanin pada pada daunnya yang bermanfaat mengurangi sekresi pada cairan vagina. Menurut penelitian Amir syarif dari bagian farmakologi UI mengatakan bahwa daun sirih punya khasiat yang bermakna Dengan plasebo. Cara penggunaannya adalah dengan membasuh atau mengompres dengan rebusan daun sirih yang sudah didinginkan

Universitas Sumatera Utara

Sabun sirih Sabun sirih merupakan cairan pembersih vagina yang memiliki PH 34. Sabun sirih mengandung phenol yang sifat antiseptiknya lima kali lebih efektif dibandingkan dengan phenol biasa. Zat antiseptik pada sirih dapat mengatasi bau badan, menjaga kesehatan alat kelamin dan mengobati keputihan pada vagina. Pemakaian sabun sirih (antiseptik) yang sekarang banyak di iklankan untuk daerah vagina tidak masalah bila dipakai sebagai obat luar. Pembilasan vagina dengan antiseptik di indikasikan bila terkena keputihan sebaiknya dilakukan pengobatan dengan tindakan medis dan diobati sesuai dengan penyebab keputihan yang dialami (Dalimarta, 1999). Cara penggunaannya adalah dengan mengusapakan pada bagian alat vital pada saat mandi atau sehabis buang air kecil Jamu kunyit sirih Jamu kunyit sirih merupakan campuran kunyit dan sirih yang terdiri dari bahan-bahan alami tumbuhan. Dari hasil penelitian Dr. Nurfina dan Dr. Sri Rahayu jamu kunyit sirih mengandung beberapa senyawa antara lain golongan alkaloid steroidterpen yang mempunyai aktifitas sebagai anti oedema dan anti oksidan sehingga dapat digunakan sebagai obat anti radang. Jamu kunyit sirih bermanfaat untuk merapatkan bagian intim wanita serta menghilangkan bau badan dan mengecilkan rahim. Cara penggunaannya adalah dengan meminum Minyak Kelapa Minyak kelapa MCFA dan memiliki beberapa sifat anti mikroba yang dapat mematikan jamur candida albican secara efektif. Minyak kelapa murni (VCO) dapat mengatasi keputihan yang disebabkan oleh jamur candida albican yang

Universitas Sumatera Utara

berkembang disekitar daerah alat vital wanita sehingga menyebabkan peragian. Dengan mengkonsumsi minyak kelapa secara teratur asam kaplirik dalam minyak kelapa murni dapat mengendalikan pertumbuhan jamur tanpa menyebabkan efek samping (Anita, 2007). Cara penggunaannya adalah dengan cara mengkonsumsi langsung berupa makanan dan minuman seperti jamu yang mengandung minyak kelapa, pemakaian luar dilakukan seperti pemijatan, lotion atau balsem dan sabun

Universitas Sumatera Utara