Anda di halaman 1dari 10

LAHIRNYA PSIKOLOGI KLINIS : 1896 1917

Sekarang kita mengetahui tiga akar utama dari psikologi klinis, dan hal itu jelas terjadi pada akhir abad ke-19. Psikologi telah teridentifikasi sebagai ilmu, psikolog telah mulai menerapkan metode ilmiahnya untuk mempelajari perbedaan individu; dan pendekatan dinamis Freud untuk perilaku adalah tentang untuk membuka area baru yang luas dari materi subjek untuk psikolog yang tertarik dalam memahami penyimpangan.

Dalam konteks sejarahnya, psikolog klinis yang diakui muncul pertama kalinya adalah seorang Amerika bernama Lightner Witmer. Setelah lulus dari University of Pennsylvania tahun 1888, Witmer belajar untuk gelar Ph.D di bidang Psikologi bersama dengan Wundt di salah satu universitas di Leipzig. Setelah menyelesaikan gelar Doctor-nya pada tahun 1892, Witmer ditunjuk menjadi direktur laboratorium psikologi di University of Pennsylvania.

Pada tahun 1896, seorang guru bernama Margareth Maguire meminta tolong pada Witmer untuk menolong salah satu muridnya yang cara pengejaannya buruk dan kronis. Ketika Witmer mengambil kasus ini, dia menjadi psikolog klinis pertama dan dari permulaan dari sebuah firma yang kelak menjadi klinik psikologi klinis pertama kalinya di dunia. Kesediaan psikolog untuk menangani masalah anak sekolah mungkin tidak cukup sama signifikannya untuk menilai pembinaan sebuah profesi, tapi ingat bahwa sampai saat ini, psikologi telah berurusan dengan orang-orang, hanya untuk mempelajari perilaku mereka secara umum, tanpa mempedulikan kepentingan mereka sendiri sebagai individu. Keputusan Witmer, seperti biasanya kemudian menjadi upaya oleh astronom modern untuk mengetahui orbit terbaik di Bulan dalam rangka untuk merubah jalurnya.

Pendekatan

Witmer

adalah

untuk

menilai

masalah

anak-anak

dan

kemudian mengatur untuk prosedur perbaikan yang tepat. Sebagai contoh, ia mengetahui si pengeja buruk-nya Miss Maguire ternyata mempunyai masalah dalam membaca dan memorinya, dimana Witmer menyebutnya gangguan amnesia visual-verbal. Witmer merekomendasikan les secara intensif yang bertujuan untuk membantu anak laki-laki itu mengenali katakata tanpa perlu mengeja terlebih dahulu. Prosedur ini berhasil membuat anak laki-laki ini mampu membaca seperti orang lain pada umumnya (McReynolds, 1987).

Tidak semua yang Witmer lakukan akan sama berpengaruhnya di kemudian hari, tetapi terkadang beberapa aspek untuk klinik barunya muncul untuk mengkarakterisasi penelitian klinis : 1. Kliennya adalah anak kecil, sebuah pengembangan secara alami sejak Witmer telah menawarkan kursus dalam psikologi anak dan menarik perhatian para guru sekolah yang peduli tentang muridmuridnya. 2. Rekomendasi untuk membantu klien yang didahului dengan penilaian diagnostik. 3. Witmer tidak bekerja sendirian. Dia menggunakan pendekatan tim dimana para anggotanya terdirindari berbagai profesi yang mau berkonsultasi dan berkolaborasi dalam kasus tertentu.
4. Adanya sebuah kepentingan yang jelas dalam mencegah masalah

yang muncul di masa yang akan dating melalui diagnosa awal dan pemulihan (perbaikan). 5. Psikologi Klinis telah berdiri di sebuah fondasi dasar ilmu Psikologi.

Pada tahun 1896, saat pertemuan tahun ke-4 dari American Psychological Association, Witmer menjelaskan tentang hasil temuan barunya di bidang psikologi pada koleganya. Temannya, Joseph Collins, menceritakan hasilnya sebagai berikut : [Witmer berkata] Psikologi Klinis berasal dari hasil pemeriksaan banyak individu, satu per satu, dan metode analisis dari kemampuan mental dan cacat mengembangkan diskriminatif klasifikasi yang teratur dari perilaku yang diamati dengan cara generalisasi pasca analisis. Dia mengklaim bahwa Psikologi Klinis adalah sebuah institusi bagi sosial dan layanan masyarakat, untuk penelitian asli, dan untuk pengajaran para mahasiswa di Psikologi Orthogenik yang meliputi ketrampilan, pendidikan, lembaga pemasyarakatan, kebersihan, industri, dan bimbingan sosial. Satu-satunya reaksi yang ia dapatkan dari para pendengar adalah alis yang dinaikkan sebelah dari beberapa anggota yang lebih senior. (Dikutip dari Brotemarkle, 1947, hal.65).

Keberatan-keberatan yang diberikan sebagai petunjuk pertama yaitu konflik yang muncul antara psikologi sebagai ilmu dengan psikologi sebagai profesi yang diterapkan. Seperti yang dikatakan sebelumnya, persoalan ini sudah ada sampai saat ini, sejak tahun 1896.

Meskipun

keberatan,

Witmer

tetap

melanjutkan

pekerjaannya

dan

memperluas kliniknya dalam rangka berurusan dengan beban kasus, dimana pada awalnya terutama terdiri dari anak-anak yang terbelakang. Kelak, klinik ini menerima berbagai kasus : gangguan bicara (tuna wicara), gangguan sensorik, dan kesulitan belajar. Sesuai dengan orientasi orthogeniknya (pedoman pencegahan), Witmer selalu bekerja secara normal dan intelektual anak yang unggul, memberikan bimbingan dan saran kepada para orangtua dan guru.

Pada tahun 1897, sebuah klinik baru menawarkan 4 minggu musim panas di psikologi anak. Terdiri dari presentasi kasus, instruksi dalam test diagnostik, dan demonstrasi dari teknik pemulihan. Di tahun 1900, tiga anak yang diperhatikan tiap harinya dan staf klinik meningkat menjadi 11 anggota. Tahun 1909 lebih dari 450 kasus yang diperhatikan dalam fasilitas Witmer. Di bawah pengaruh Witmer, University of Pennsylvania menawarkan kursus formal dalam psikologi klinis selama tahun akademik 1904-1905. Di tahun 1907, Witmer mendirikan sekolah asrama untuk pelatihan anak terbelakang dan mengedit jurnal psikologi klinis pertama, The Psychology Clinical. Psikologi klinis dalam perjalanannya. Bagaimanapun juga, pengaruh dari klinik Witmer, sekolah, jurnal, dan kursus pelatihan, tetap terbatas. Witmer dapat memutar-balikkan psikologi klinis, tetapi kurang dapat mengarahkannya, terutama karena Witmer mengabaikan sebagian besar perkembangan yang nantinya menjadi penting dalam psikologi klinis.

Khususnya, Witmer mengabaikan pengenalan terhadap test intelegensi baru dari Alfred Binet, skala Binet-Simon, di Amerika Serikat. Seperti test Binet sebelumnya, instrumen ditangani dengan proses mental yang kompleks daripada struktur mental yang tetap dimana menjadi pusat keprihatinan Witmer. Binet dan Simon telah mengembangkan test mereka untuk mengidentifikasi anak-anak sekolah dimana kemampuan mental mereka sangat rendah untuk memasukkan mereka di kelas biasa. Meskipun Binet memperingatkan bahwa hal itu tidak memberikan ukuran yang objektif sepenuhnya dari kecerdasan, Binet-Simon mendapatkan perhatian yang luas. Henry H. Goddard dari Vineland (New Jersey) Training School mendengar tentang skala Binet-Simon sejak di Eropa tahun 1908 dan dibawa masuk ke Amerika Serikat untuk menilai kecerdasan anak yang lemah dalam berpikir pada klinik yang sudah ia dirikan 2 tahun sebelumnya.

Popularitas salinan Goddard akan skala Binet-Simon dan Lewis Terman pada tahun 1916 seorang Amerika yang merevisi itu (dikenal sebagai Stanford-Binet) berkembang begitu cepat di Amerika Serikat dimana mereka dibayangi oleh test-test kecerdasan lainnya, termasuk yang digunakan oleh Witmer. Skala Binet yang telah menyediakan fokus untuk penilaian klinis tersebut, sampai pada tahun 1910, tidak teratur. Seluruh negara, universitas baru yang memiliki klinik psikologi (lebih dari 20 diantaranya pada tahun 1914) dan institusi bagi ketebelakangan-mental mengadopsi pendekatan Binet walaupun menekankan metode kuno Witmer.

Witmer selalu mengabaikan penilaian klinis bagi orang dewasa, dimana awalnya dirancang untuk membantu diagnosa psikiatri dan rencana pengobatan bagi kerusakan otak dan masalah lainnya. Setelah tahun 1907, pengujian psikologis dari mental para pasien di beberapa rumah sakit kemudian menjadi rutin. Serupa dengan penilaian-penilaian nantinya di penjara-penjara untuk membantu staff dalam mengidentifikasi gangguan pada narapidana atau perencanaan program rehabilitasi.

Akhirnya, Witmer tidak bergabung dengan dokter lainnya yang mengadopsi pendekatan Freuddian untuk gangguan perilaku. Pendekatan Freud nantinya kemudian diketahui menjadi psikologi klinis melalui asosiasi dengan psikiatri di rumah sakit jiwa dan selalu melalui bimbingan klinis anak, dimana meskipun sering dijalankan dengan psikiater, secara rutin juga dengan para psikolog.

Gerakan panduan-anak di Amerika distimulasi oleh National Committee for Mental Hygiene, sebuah grup yang didirikan oleh seorang mantan pasien penderita gangguan mental, Clifford Beers, dan didukung oleh William James, seorang psikolog dari Harvard, dan Adolf Meyer, psikiater yang terkenal di negaranya. Dengan bantuan dari seorang dermawan Henry Phipps, komite ini (dimana kemudian berubah menjadi National Association for Mental Health) bekerja untuk meningkatkan perawatan untuk sakit jiwa dan pencegahan terhadap gangguan psikologis. Bimbingan klinis bagi anakanak sangat banyak mengatur cita-cita Witmer dalam hal pencegahan. Pertama kali didirikan di Chicago pada tahun 1909 oleh psikiater kelahiran Inggris bernama William Healy.

Seperti halnya dengan Witmer, Heally bekerja dengan anak-anak dengan pendekatan team, dan menekankan pencegahan, tapi sebaliknya orientasinya berbeda. Tidak berurusan terutama dengan kesulitan belajar atau gangguan pendidikan lainnya, Heally fokus pada kasus gangguan perilaku anak yang perlu diperhatikan oleh sekolah pemerintah, polisi, atau pengadilan. Klinik Heally beroperasi dengan atas dasar asumsi bahwa pelaku kejahatan yang masih remaja menderita gangguan mental dimana harus dicegah sebelumnya sebelum menjadi permasalahan yang serius nantinya. Akhirnya, ide Freud terpengaruh oleh gaya dari klinik Chicagonya Heally (pertama kali disebut Juvenile Psychopatic institute dan kemudian nantinya berubah menjadi Institute for Juvenile Research).

Dinamika pendekatan ini berbeda dengan cara Witmer dan diakui umum dengan dorongan besar dari popularitas, dimana di tahun yang sama saat Heally membuka kliniknya, G. Stanley Hall, seorang psikolog, diatur untuk Sigmund Freud dan dua dari pengikutnya, Carl Jung dan Sandor Ferenczi, untuk berbicara di perayaan ulangtahun 20 tahun Clark University di Worcester, Massachusetts. Di acara ini dan kuliah yang terkait dengan menjual psikoanalisa untuk para psikolog Amerika. Teori Freud cocok

dengan minat mereka dalam menawarkan jalan pikirannya dengan lingkungannya (fungsionalisme dari William James dan G. Stanley Hall) sebagai lawan untuk apa yang sudah diciptakan (strukturialisme dari Wundt). Mereka juga menghimbau untuk menekan pragmatisme dalam Amerika Serikat.

Salah satu kehebohan atas Freud adalah dimana psikologi dan klinik bimbingan-anak mengikuti model Heally, bukan Witmer. Fakta ini ditambah dengan penggunaan penyebaran test kecerdasan Binet, meninggalkan Witmer dengan dasar pemikirannya. Dia tetap terlibat dengan berbagai kegiatan dank lien-klien dimana sejak menjadi asosiasi yang lebih kuat dengan sekolah psikologi, konselor kejuruan, terapis bicara, dan pembenahan guru-guru dengan psikologi klinis.

Setelah psikologi klinis disesuaikan dengan skala Binet-Simon hal ini kemudian menjadi identifikasi utama dengan pengujian dari masalah anak di klinik-klinik dan pusat-pusat bimbingan. Gambaran ini menyebabkan kritikus berpendapat bahwa dokter terlalu banyak menghabiskan waktu untuk kasus yang tidak ada harapannya dan mereka tidak cukup psikoanalisis dalam berorientasi. Di waktu yang bersamaan, sekolahsekolah dan institusi lainnya yang menangani anak-anak yang putus asa mencari psikolog klinis untuk melakukan pengujian cepat yang menjadi mode.

Kebutuhan akan pelayanan dokter melebihi efek dari kritik-kritik mereka dan bidang ini terus melaju dengan lambat dimulai dari periode 1910-1917. Para praktisi membentuk test, yang baru dibuat, dan dilakukannya penelitian diatas kehandalan dan validitas dari mereka semua. Yang paling penting dari sebuah instrument baru adalah bertujuan untuk mengukur kecerdasan, tapi beberapa diantaranya kemudian menjadi fokus di atas

penilaian dari kepribadian yang selalu melalui asosiasi kata atau beberapa pertanyaan.

Pelatihan untuk psikologi klinis menjadi sebuah masalah sejak periode ini. Sedikitnya praktek-praktek yang terbuka di tempat-tempat seperti di Vineland Training School, dan pelatihan dalam pengujian kecerdasan dan relasi dengan subjek diajarkan disana-sini, tapi pelatihan ini tidak bersifat formal. Hampir semua orang bisa menggunakan gelar psikolog klinis. APA sedikit membantu dalam hal ini karena sebagian besar asyik dengan aspek ilmu dari psikologi. Tidak ada pemberitahuan yang resmi dari masalahmasalah dari bidang yang baru kecuali setelah lewat tahun 1915 sebuah resolusi mengecilkan penggunaan test kejiwaan oleh orang yang tidak memenuhi syarat.

Sebuah kelompok dari dokter-dokter yang tidak puas menyetujuinya dimana mereka mampu memberikan yang terbaik sebelumnya dari peminatan akan profesi baru mereka oleh pembentukan sebuah organisasi yang terpisah; jadi pada Desember 1917, American Association of Clinical Psychologists (AACP) didirikan. Langkah ini tidak berhasil, dan setelah APA berjanji untuk memberikan lebih banyak pertimbangan untuk masalah professional dan masalah lainnya, AACP bergabung dengan APA sebagai bagian dari klinis pada tahun 1919.

Nama NIM Dosen Waktu kuliah

: Sarah Motani : 0824090398 : Bapak Dr. Puspadi : Selasa, 17.00 19.30

FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS PERSADA INDONESIA YAI 2011