Anda di halaman 1dari 3

penelitian deskriptif

merupakan jenis penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterprestasikan obyek sesuai dengan apa adanya (best, 1982). Ciri penelitian deskriptif: 1. Tidak melakukan kontrol dan manipulasi variable 2. Fakta di lapangan menjadi jawaban dari pertanyaan dan hipotesis peneliti. 3. Menggambarkan secara sistematis fakta dan karakteristik obek maupun subyek penelitian Alasan peneliti menggunakan metode ini: 1. Dalam pengamatan empiris sebagian laporan penelitian dalam bentuk deskriptif. 2. Memperoleh variasi permasalahan dalam penelitian yang berkaitan dengan bidang pendidikan maupun tingkah laku manusia 3. Bentuknya yang mudah (sederhana), karena tidak memerlukan penjelasan statistik yang kompleks Kelemahan : 1. Karena data diperoleh dengan kuesioner dan wawancara, seringkali memperoleh responden yang sedikit. Akibatnya bias dalam membuat kesimpulan 2. Dengan cara observasi, data sering kali tidak mewadahi. Oleh karena itu memerlukan observer yang terlatih, dan jika perlu menggunakan chek list terhadap obyek yang akan diteliti, agar data lebih obyektif dan reliable. 3. Permasalahan harus diidentifikasikan secara jelas, agar peneliti tidak mengalami pemasalahan di lapangan. Lahkah-langkah penelitian 1. 2. 3. 4. 5. 6. Identifikasi permaslahan yang akan di teliti secara signifikan Membatasi dan merumuskan permasalahan secara jelas Menentukan tujuan dan manfaat penelitian Melakukan studi pustaka yang berkaitan dengan permasalahan Menentukan kerangka berfikir, dan pertanyaan & hipotesis penelitian Mendesain metode penelitian, baik menentukan populasi, sample, teknik sampling hingga analisis data 7. Mengumpulkan, mengorganisasi, dan menganalisis data dengan teknik statistik yang relevan 8. Membuat laporan penelitian

Macam-macam penelitian deskritif 1. Self-report reseach Data diperoleh peneliti secara langsung melalui observasi, dengan menggabungkan secara simultan antara obsevasi dan wawancara. 2. Study perkembangan Penelitian yang berkaitan dengan tingkah laku biasanya digunakan dalam penelitian pendidikan dan psikologi. Penelitian ini berkaitan dengan variable yang memiliki tingkatan seperti, tingkat umur atau tingkat kedewasaan. Studi ini bersifat longitudinal dengan waktu tertentu. Semisal; intelektual, fisik, emosi reaksi terhadap ransangn tertentu dan perkembangan sosial anak. Jika dilakukan secara cross-sectional peneliti pada waktu yang sama dan simultan menggunakan berbagai tingkatan variable. 3. Follow-up study Jenis penelitian yang dilakukan setelah responden setelah beberapa periode mendapat program perlakuan, sehingga berkaitan dengan output (keluaran) dan outcome (hasil) 4. Sosiometric-study Penelitian yang berkaitan dengan analisis hubungan pribadi dalam kelompok.

. Penelitian Eksploratif Digunakan apabila peneliti ingin menggali secara luas tentang sebab akibat atau hal-hal yang mempengaruhi terjadinya sesuatu, atau dapat dikatakan rangkaian variable bebas telah terjadi ketika peneliti mulai melakukan pengamatan terhadap variabe terikat

Ciri: 1. Menelusuri kembali fakta yang ada 2. Variable dapat dipengaruhi oleh peneliti 3. Penelitian sesudah kejadian Penelitian ini dibedakan menjadi dua, yakni: 1. Penelitian korelasi 2. Penelitian komparatif

1. Penelitian korelasi Penelitian yang dilakukan untuk mengetahui kuat lemahnya hubungan variable, sehingga merupakan penelitian yang melibatkan tindakan pengumpulan dataguna menentukan apakah ada hubungan dan seberapa kuat tingkat hubungan antara dua atau lebih variable tersebut.