GERAKAN SAYANG IBU (GSI

)
Posted on 18 Februari 2010 by Dewa

GERAKAN SAYANG IBU (GSI)
Gerakan Sayang Ibu adalah Suatu Gerakan yang dilaksanakan oleh masyarakat, bekerjasama dengan pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan melalui berbagai kegiatan yang mempunyai dampak terhadap upaya penurunan angka kematian ibu karena hamil, melahirkan dan nifas serta penurunan angka kematian bayi. Gerakan Sayang Ibu perlu dilakukan karena : • SDM yang berkualitas sangat menentukan keberhasilan suatu pembangunan. • Pembentuakan kualitas SDM yang berkualitas ditentukan dari janin dalam kandungan, karena perkembangan otak terjadi selama hamil sampai dengan 5 tahun. • Kesehatan Ibu dan Anak factor paling strategis untuk meningkatkan mutu SDM. • Angka Kematian Ibu ( AKI ) karena hamil, bersalin dan nifas di Indonesia tergolong tinggi diantara Negara2 ASEAN. • Tingginya AKI dan AKB di Indonesia memberikan dampak negati pada berbagai aspek. • Kematian Ibu menyebabkan bayi menjadi piatu yang pada akhirnya akan menyebabkan penurunan kualitas SDM akibatnya kurangnya perhatian, bimbingan dan kasih sayang seorang ibu. • Angka Kematian Ibu karena melahirkan dan nifas ( AKI ) di Kota Yogyakartatahun 2007 yaitu: 4/4872. Dasar Pelaksanaan : • Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1984, tentang Pengesahan Konvensi Mengenai Penghapusan segala bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan; • Kesepakatan Menteri Koordinasi Kesejahteraan Rakyat, Menteri Kesehatan, Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan pada tanggal 12 Maret 2002; Maksud dan Tujuan : • Menyegarkan dan meningkatkan pengetahuan Satgas GSI tentang berbagai program Gerakan Sayang Ibu ( GSI ) dari stake holder terkait. • Menyegarkan dan meningkatkanpengetahuan Satgas Gerakan Sayang Ibu ( GSI ) tentang peran stake holder terkait dalam Gerakan Sayang Ibu. Identifikasi Masalah yang menyebabkan kematian Ibu faktor determinan yang perlu diperhatikan antara lain : • Kondisi sosial Ekonomi keluarga meliputi : pendapatan ( daya beli ), derajat pendidikan ibu,m pengetahuan keluarga dan masyarakat tentang kesehatan. • Kesehatan reproduksi : umur, paritas, status perkawina. • Tingkat partisipasi masyaraka. Potensi institusi dan peran serta masyarakat. • Kondisi sosial budaya masyarakat ( nilai-nilai budaya yang mendukung dan menghambat ). • Komitmen politik dan pemerintah daerah : Gubernur, Bupati/Walikot, Camat dan Kepala Desa/Lurah. • Komitmen para pelaksana : PLKB, Bidan, dll Jenis-Jenis Intervensi yang dapat dilakukan oleh Daerah : Setiap Daerah memiliki variasi alternatif pemecahan masalah yang berbeda-beda. Untuk itu jenis-

Harapannya ”Ibu Sehat. PLKB. antar.Selanjutnya dikatakan bahwa GSI adalah gerakan percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi yang dilaksanakan bersama-sama antara pemerintah dan masyarakat. penanganan abortus yang tidak aman dan partus (Persalinan) yang lama. Menurut Ketua Badan Perwakilan Desa (BPD) warga yang belum sanggup mencicil akan ditalangi. dan kartu hijau untuk kehamilan normal. nilai budaya di masyarakat yang merendahkan perempuan. organisasi kemasyarakatan. eklamsia (keracunan kehamilan). Disamping ada “SIAGA” ( siap. ibu bersangkutan boleh mencicil sisa biaya setelah melahirkan. Anak Sehat. LPM. merupakan tugas bersama antara pemerintah.jenis intervensi yang dilakukan disesuaikan dengan sosial budaya. Karena melalui GSI diharapkan akan dapat menekan angka kematian ibu dan bayi.000. Kartu kuning untuk ibu hamil yang mempunyai faktor risiko. Masalah tersebut mengakibatkan rendahnya perhatian suami/laki-laki terhadap masalah ibu melahirkan serta kurangnya kemampuan untuk membuat keputusan bagi kesehatan diri sendiri. Uang itu disimpan pada bidan desa. jaga ) oleh pemerintah juga telah dikembangkan P 4 K (Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi) yang dimaksudkan untuk menuju persalinan yang aman dan selamat bagi ibu. Bangsa Kuat“ dapat terwujud . beberapa sebab kematian ibu dan bayi yang menonjol disebabkan oleh : pendarahan. .Kesehatan ibu dan anak merupakan salah satu wujud hak asasi perempuan dan anak. kartu warna merah untuk ibu hamil yang kondisinya kritis. organisasi perempuan dan organisasi profesi. Komunikasi.Disamping itu strategi Pemerintah dalam meningkatkan percepatan penurunan angka kematian ibu dan bayi ini juga dilakukan program advokasi. masyarakat. kesadaran dan kepedulian dalam upaya interaktif dan sinergis. ekonomi dan tingkat pendidikan keluarga dan masyarakat.Angka kematian ibu dan bayi yang tinggi juga disebabkan oleh adanya hal-hal diluar medis seperti kurang adanya kesetaraan gender. infeksi. Dana talangan diambil dari tabulin para ibu lain. Diharapkan langkah – langkah tersebut merupakan langkah preventif untuk menekan angka kematian ibu.Selain itu juga untuk meringankan warga dalam hal pembayaran. Setiap ibu hamil mendapat kartu hasil pemeriksaannya sesuai dengan status kesehatannya. PKK. diharapkan menjadi momentum untuk memperhatikan dan memprioritaskan peningkatan gizi pada ibu hamil. tokoh masyarakat dan tokoh agama dalam pendataan ibu hamil serta pengembangan rujukan oleh masyarakat serta peningkatan kualitas kesehatan kepada masyarakat. untuk lebih meningkatkan pengetahuan. Bila saat melahirkan tiba namun tabulin belum mencapai Rp 175. biaya persalinan tersebut dicicil melalui tabungan ibu bersalin (tabulin). Informasi dan Edukasi (KIE) bagi bidan. Para ibu hamil di desa itu juga diperiksa secara periodik (antenatal care) oleh bidan desa. Misalnya. Ada yang mencicil Rp 200 seminggu atau lebih. akan tetapi pada saat ini kesehatan ibu dan anak khususnya bayi baru lahir. Besar cicilan disesuaikan kemampuan masing-masing keluarga. Oleh sebab itu program Gerakan Sayang Ibu kali ini. Cicilan dibayar sejak seorang ibu positif hamil sampai tiba saatnya melahirkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful