Anda di halaman 1dari 2

Fase proses pengambilan keputusan Simon (1997) mengatakan bahwa proses pengambilan keputusan meliputi 3 fase utama, yaitu

: 1. Intelegensi Integensi dalam pegambilan keputusan meliputi scanning (pemindaian) lingkungan, entah secara intermitten ataupun terus menerus. Intelegensi mencakup berbagai aktivitas yang menekankan identifikasi situasi atau peluang-peluang masalah Fase Intelegensi dimulai dengan identifikasi terhadap tujuan dan sasaran organisasional yang berkaitan dengan isu yang di perhatikan (misal manajemen inventori, seleksi kerja, kurangnya atau tidak tepatnya kehadiran web), dan determinasi apakah tujuan tersebut telah terpenuhi 2. Desain Fase desain meliputi penemuan atau mengembangkan dan menganalisis tindakan yang mungkin untuk dilakukan. Hal ini meliputi pemahaman terhadap masalah dan menguji solusi yang layak. 3. Pilihan Pilihan merupakan tindakan pengambilan keputusan yang kritis. Fase pilihan adalah fase di mana di buat suatu keputusan yang nyata dan di ambil suatu komitmen untuk mengikuti suatu tindakan tertentu. Namun kemudian beliau menambahkan fase ke empat yaitu 4. Implementasi Defenisi implementasi sedikit rumit karena implementasi merupakan sebuah proses yang panjang dan melibatkan batasan-batasan yang tidak jelas. Pendek kata, implementasi berarti membuat suatu solusi yang di rekomendasikan bisa bekerja, tidak memerlukan implementasi suatu sistem komputer Penambahan tersebut ternyata belum berakhir karena kemudian Simon kembali menambahkan satu fase dalam pengambilan keputusan sehingga secara keseluruhan ada lima fase, yaitu 5. Monitoring Model Simon merupakan model karakterisasi yang paling kuat dan lengkap mengenai pengambilan keputusan rasional. Gambaran konseptual mengenai proses pengambilan keputusan ditunjukkan pada gambar di bawah ini

Gambar 3.1 Gambaran konseptual proses pengambilan keputusan