Anda di halaman 1dari 14

SATUAN ACARA PENYULUHAN Pokok Bahasan Sub Pokok Bahasan Sasaran Tempat Hari/Tanggal Waktu : Gangguan Pada Sistem

Endokrin : Penyakit Hiperparatiroid : Ibu-Ibu PKK Madu Sari : Gedung Serba Guna Kantor Desa Madu Sari : : 1 x 30 menit

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) A. Latar Belakang Di Amerika Serikat sekitar 100.000 orang diketahui terkena penyakit ini tiap tahun. Perbandingan wanita dan pria sekitar 2 banding 1. Pada wanita yang berumur 60 tahun keatas sekitar 2 dari 10.000 bisa terkena hiperparatiroidisme. Di Indonesia sendiri kira-kira sekitar 1000 orang diketahui terkena hiperparatiroidisme tiap tahun. Wanita yang berumur 50 tahun keatas mempunyai resiko yang lebih besar 2 kali dari pria. Hiperparatiroidisme adalah suatu keadaan dimana kelenjar-kelenjar paratiroid memproduksi lebih banyak hormon paratiroid dari biasanya. Pada pasien dengan hiperparatiroid, satu dari keempat kelenjar paratiroid yang tidak normal dapat membuat kadar hormon paratiroid tinggi tanpa mempedulikan kadar kalsium. Dengan kata lain satu dari keempat terus mensekresi hormon paratiroid yang banyak walaupun kadar kalsium dalam darah normal atau meningkat.

B. Tujuan Instruksional Umum Setelah dilakukan Pendidikan Kesehatan selam 1 x 30 menit, ibu-ibu pengajian Imannudin dapat memahami tentang penyakit hiperparatiroid.

C. Tujuan Instruksional Khusus Setelah mengikuti Pendidikan Kesehatan selama 1 x 30 menit masyarakat dapat : a. Mengetahui pengertian hiperparatiroid b. Mengetahui penyebab hiperparatiroid c. Mengetahui pencegahan dan cara perawatan di rumah d. Mengetahui akibat lanjut jika tidak diobati e. Mengetahui pengobatan herbal penyakit hiperparatiroid

D. Materi a. Pengertian hiperparatiroid b. Penyebab hiperparatiroid c. Pencegahan dan cara perawatan di rumah d. Akibat lanjut jika tidak diobati e. Pengobatan herbal penyakit hiperparatiroid

E. Metode 1. Ceramah 2. Diskusi tanya jawab 3. Demonstrasi

F. Media Elektronik Cetak : Visual ( notebook dan infokus ) : Leaflet

I.

Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Penyuluh Pembukaan : Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam. Memperkenalkan diri Menjelaskan tujuan dari penyuluhan Menyebutkan materi yang akan diberikan Menjawab salam Mendengarkan Memperhatikan Memperhatikan Kegiatan Peserta PJ Ajie Kurniawan

No. Waktu 1. 5 Menit

2.

15 Menit

Pelaksanaan : Menggali pengetahuan tentang batu ginjal. Menjelaskan semua materi tentang konsep hiperparatiroid yang akan di sampaikan. Memperhatikan dan menjawab pertanyaan. Memperhatikan

Fahrul Razi

3.

5 Menit

Demonstrasi Menstiulasikan Membuat herbal Mengkudu / Obat Minuman Memperhatikan

Benty Juma Oktika, Ernita Sri Setya. S.N

5 Menit

Evaluasi : Menanyakan kepada peserta tentang materi yang telah diberikan, dan reinforcement Menjawab pertanyaan Fahrul Razi

kepada peserta yang dapat pertanyaan. 4. 5 Menit Terminasi : Mengucapkan terimakasih atas Mendengarkan Menjawab salam Ajie Kurniawan menjawab

peran serta peserta. Mengucapkan salam penutup

II.

Materi

a. Pengertian Hiperparatiroidisme adalah suatu keadaan dimana kelenjar-kelenjar paratiroid memproduksi lebih banyak hormon paratiroid dari biasanya. Pada pasien dengan hiperparatiroid, satu dari keempat kelenjar paratiroid yang tidak normal dapat membuat kadar hormon paratiroid tinggi tanpa mempedulikan kadar kalsium. Dengan kata lain satu dari keempat terus mensekresi hormon paratiroid yang banyak walaupun kadar kalsium dalam darah normal atau meningkat. Hiperparatiroid adalah penyakit yang disebabkan oleh kelebihan sekresi hormon paratiroid (PTH) yang ditandai dengan dekasifikasi tulang dan terbentuknya batu ginjal yang mengandung kalsium.. Hormon paratiroid mengawal konsentrasi kalsium dan fosfat didalam badan seseorang. Kesan utama dari hormon paratiroid adalah meningkatkan konsentrasi cairan kalsium dengan meningkatkan pelepasan kalsium dan fosfat dari matriks tulang, meningkatkan penyerapan kalsium oleh ginjal, dan meningkatkan produksi ginjal

b. Penyebab Salah satu penyebab hiperparatiroidisme dari banyak hiperfungsi kelenjar adalah adenoma soliter (penyakit von Recklinghausen). Secara umum bahwa kelainan kelenjar yang biasanya tunggal ditemukan 80 %. Kelainan pada kelenjar biasanya neoplasma yang benigna atau adenoma sedangkan paratiroid karsinoma sangat jarang. Beberapa ahli bedah dan ahli patologis melaporkan bahwa pembesaran dari kelenjar yang multiple umumnya jenis adenoma yang ganda. Pada 15 % pasien semua kelenjar hiperfungsi, contohnya chief cell parathyroid hyperplasia, biasanya herediter dan frekuensinya berhubungan dengan kelainan endokrin lainnya, yaitu Multiple Endocrine Neoplasia (MEN). Hiperparatiroidisme yang herediter dapat terjadi tanpa kelainan endokrin lainnya tetapi biasanya bagian dari Multiple Endocrine Neoplasia syndrome. MEN 1 (Wermers syndrome) terdiri dari hiperparatiroidisme dan tumor dari pituitary dan pancreas, juga berhubungan dengan hipersekresi gaster dan ulkus peptikum (Zollinger-Ellison syndrome)

c. Klasifikasi Hiperparatiroidisme 1. Primary Hiperparathyroidism (Hiperparatiroidisme Primer) Definisi Kebanyakan pasien yang menderita hiperparatiroidisme primer mempunyai konsentrasi serum hormon paratiroid yang tinggi. Kebanyakan juga mempunyai konsentrasi serum kalsium yang tinggi, dan bahkan juga konsentrasi serum ion kalsium yang juga tinggi. Tes diagnostik yang paling penting untuk kelainan ini adalah menghitung serum hormon paratiroid dan ion kalsium.

Penderita hiperparatiroid primer mengalami peningkatan resiko terjangkit batu ginjal sejak 10 tahun sebelum didiagnosis. Pengangkatan paratiroid mereduksi resiko batu ginjal hingga 8.3%, dan bahkan setelah 10 tahun sejak pengangkatan, resiko menjadi hilang. Etiologi Kira-kira 85% dari kasus hiperparatiroid primer disebabkan oleh adenoma tunggal. Sedangkan 15% lainnya melibatkan berbagai kelenjar (contoh berbagai adenoma atau hyperplasia). Sedikit kasus hiperparatiroidisme utama disebabkan oleh paratiroid karsinoma. Etiologi dari adenoma dan hyperplasia pada kebanyakan kasus tidak diketahui. Kasus keluarga dapat terjadi baik sebagai bagian dari berbagai sindrom endrokin neoplasia, syndrome hiperparatiroid tumor atau hiperparatiroidisme turunan. Familial hypocalcuric dan hypercalcemia dan neonatal severe hyperparathyroidism juga termasuk kedalam kategori ini. Patofisiologi Adapun patologi hiperparatiroid primer adalah: Mungkin akibat dari hiperplasia paratiroid, adenoma atau karsinoma. Parathormon yang meningkat menyebabkan resorpsi tulang, ekskresi ginjal menurun dan absorpsi kalsium oleh usus meningkat. Perubahan pada tulang (osteitis fibrosa sistika), nefrokalsinosis atau nefrolitiasis, dan kalsifikasi kornea.

Gambaran klinis dan Pendirian diagnosis Hiperparatiroidisme primer ditandai dengan peningkatan kadar hormon

hiperparatiroid serum, peningkatan kalsium serum dan penurunan fosfat serum. Pada tahap awal, pasien asimtomatik, derajat peningkatan kadar kalsium serum biasanya tidak besar, yaitu antara 11-12 mg/dl (normal, 9-11 mg/dl). Pada beberapa pasien kalsium serum berada didalam kisaran normal tinggal. Namun, bila kadar kalsium serum dan PTH diperhatikan bersamaan, kadar PTH tampaknya meningkat secara kurang proporsial. Pada beberapa pasien karsinoma paratiroid, kadar kalsium serum bisa sangat tinggi (15-20mg/dl). Salah satu kelemahan diagnostik adalah terjadinya penurunan bersihan fragmen akhir karboksil PTH pada pasien gagal ginjal, menyebabkan peningkatan palsu kadar PTH serum total. Penetuan PTH amino akhir atau PTH utuh direkomendasikan untuk menilai fungsi paratiroid pasien gagal ginjal Hiperparatiroidisme didiagnosis ketika tes menunjukkan tingginya level kalsium dalam darah disebabkan tingginya kadar hormone paratiroid. Penyakit lain dapat menyebabkan tingginya kadar kalsium dalam darah, tapi hanya hiperparatiroidisme yang menaikkan kadar kalsium karena terlalu banyak hormon paratiroid. Tes darah mempermudah diagnosis hiperparatiroidisme karena menunjukkan penilaian yang akurat berapa jumlah hormon paratiroid. Sekali diagnosis didirikan, tes yang lain sebaiknya dilakukan untuk melihat adanya komplikasi. Karena tingginya kadar hormon paratiroid dapat menyebabkan kerapuhan tulang karena kekurangan kalsium, dan pengukuran kepadatan tulang sebaiknya dilakukan untuk memastikan keadaan tulang dan resiko fraktura. Penggambaran dengan sinar X pada abdomen bisa mengungkapkan adanya batu ginjal dan jumlah urin selama 24 jam dapat menyediakan informasi kerusakan ginjal dan resiko batu ginjal. Tes laboratorium Sebaiknya dilakukan pengukuran jumlah kadar kalsium dan albumin atau kadar ion kasium. Hiperkalsemia sebaiknya ditandai dengan lebih dari satu penyebab sebelum didirikan diagnosis. Uji coba kadar hormon paratiroid adalah inti penegakan diagnosis. Peningkatan kadar hormon paratiroid disertai dengan peningkatan kadar ion kalsium adalah diagnosis hiperparatiroidisme primer. Pengukuran kalsium dalam urin sangat diperlukan. Peningkatan kadar kalsium dengan jelas mengindikasikan pengobatan dengan cara operasi.

Penyembuhan Operasi pengangkatan kelenjar yang semakain membesar adalah penyembuhan utama untuk 95% penderita hiperparatiroidisme. Apabila operasi tidak memungkinkan atau tidak diperlukan, berikut ini tindakan yang dapat dilakukan untuk menurunkan kadar kalsium: a. Memaksakan cairan b. Pembatasan memakan kalsium c. Mendorong natrium dan kalsium diekskresikan melalui urin dengan menggunakan larutan ga5ram normal, pemberiaqn Lasix, atau Edrecin. d. Pemberian obat natrium, kalium fosfat, kalsitonin, Mihracin atau bifosfonat. e. Obati hiperkalsemia dengan cairan, kortikosteroid atau mithramycin) f. Operasi paratiroidektomi g. Obati penyakit ginjal yang mendasarinya. 2. Secondary Hyperparathyroidisme (Hiperparatiroidisme Sekunder) Definisi Hiperparatiroidisme sekunder adalah produksi hormon paratiroid yang berlebihan karena rangsangan produksi yang tidak normal. Secara khusus, kelainan ini berkitan dengan gagal ginjal akut. Penyebab umum lainnya karena kekurangan vitamin D. (Lawrence Kim, MD, 2005, section 5) Hipersekresi hormon paratiroid pada hiperparatiroidisme sekunder sebagai respons terhadap penurunan kadar kalsium terionisasi didalam serum. (Clivge R. Taylor, 2005, 780) Hiperparatiroidisme sekunder adalah hiperplasia kompensatorik keempat kelenjar yang bertujuan untuk mengoreksi penurunan kadar kalsium serum. Pada sebagian besar kasus, kadar kalsium serum dikoreksi ke nilai normal, tetapi tidak mengalami peningkatan. Kadang-kadang, terjadi overkoreksi dan kadar kalsium serum melebihi normal; pasien kemudian dapat mengalami gejala hiperkalsemia.

Etiologi Pada keadaan gagal ginjal, ada banyak factor yang merangsang produksi hormon paratiroid berlebih. Salah satu faktornya termasuk hipokalsemia, kekurangan produksi vitamin D karena penyakit ginjal, dan hiperpospatemia. Hiperpospatemia berperan penting dalam perkembangan hyperplasia paratiroid yang akhirnya akan

meningkatkan produksi hormon paratiroid. Patofisiologi Produksi hormon paratiroid yang berlebih disertai dengan gagal ginjal dapat menyebabkan berbagai macam penyakit tulang, penyakit tulng yang sering terjadi adalah osteitis fibrosa cystica, suatu penyakit meningkatnya resorpsi tulang karena peningkatan kadar hormon paratiroid. Penyakit tulang lainnya juga sering terjadi pada pasien, tapi tidak muncul secara langsung. Gambaran klinis Hiperparatiroidisme sekunder biasanya disertai dengan penurunan kadar kalsium serum yang normal atau sedikit menurun dengan kadar PTH tinggi dan fosfat serum rendah. Perubahan tulang disebabkan oleh konsentrasi PTH yang tinggi sama dengan pada hiperparatiroidisme primer. Beberapa pasien menunjukkan kadar kalsium serum tinggi dan dapat mengalami semua komplikasi ginjal, vaskular, neurologik yang disebabkan oleh hiperkalsemia. Tes laboratorium Semua pasien yang menderita gagal ginjal sebaiknya kadar kalsium, fosfor, dan level hormon paratiroidnya dimonitor secara reguler. Pasien hiperparatiroidisme biasanya mempunyai kadar kalsium yang dibawah normal dan peningkatan kadar hormon paratiroid. Penyembuhan Tidak seperti hiperparatiroidisme, manajemen medis adalah hal yang utama untuk perawatan hiperparatiroidisme sekunder. Penyembuhan dengan calcitriol dan kalsium dapat mencegah atau meminimalisir hiperparatiroidisme sekunder. Kontrol kadar cairan fosfat dengan diet rendah fosfat juga penting.Pasien yang mengalami

predialysis renal failure, biasanya mengalami peningkatan kadar hormon paratiroid. Penekanan sekresi hormon paratiroid dengan low-dose calcitriol mungkin dapat mencegah hiperplasia kelenjar paratiroid dan hiperparatiroidisme sekunder.Pasien yang mengalami dialysis-dependent chronic failure membutuhkan calcitriol, suplemen kalsium, fosfat bebas aluminium, dan cinacalcet (sensipar) untuk memelihara level cairan kalsium dan fosfat. Karena pasien dialysis relatif rentan terhadap hormon paratiroid.Pasien yang mengalami nyilu tulang atau patah tulang, pruritus, dan calciphylaxis perlu perawatan dengan jalan operasi. Kegagalan pada terapi medis untuk mengontrol hiperparatiroidisme juga mengindikasikan untuk menjalani operasi. Umumnya, jika level hormon paratiroid lebih tinggi dari 400-500 pg/mL setelah pengoreksian kadar kalsium dan level fosfor dan tebukti adanya kelainan pada tulang, pengangkatan kelenjar paratiroid sebaiknya dipertimbangkan. 3. Hyperparathyroidism Tersier (Hiperparatiroidisme Tersier) Definisi Hiperparatiroidisme tersier adalah perkembangan dari hiperparatiroidisme sekunder yang telah diderita lama. Penyakit hiperparatiroidisme tersier ini ditandai dengan perkembangan hipersekresi hormon paratiroid karena hiperkalsemia. Etiologi Penyebabnya masih belum diketahui. Perubahan mungkin terjadi pada titik pengatur mekanisme kalsium pada level hiperkalsemik. Patofisiologi Hiperparatiroidisme tersier paling umum diamati pada pasien penderita

hiperparatiroidisme sekunder yang kronis dan yang telah menjalani cangkok ginjal. Kelenjar hipertrophied paratiroid gagal kembali menjadi normal dan terus mengeluarkan hormon paratiroid berlebih, meskipun kadar cairan kalsium masih dalam level normal atau bahkan berada diatas normal. Pada kasus ini, kelenjar hipertropid menjadi autonomi dan menyebabkan hiperkalsemia, bahkan setelah penekanan kadar kalsium dan terapi kalsitriol. Penyakit tipe ketiga ini sangat berbahaya karena kadar phosfat sering naik.

Presentasi klinis Manifestasi klinis dari hiperparatiroidisme tersier meliputi hiperparatiroidisme yang kebal setelah pencangkokan ginjal atau hiperkalsemia baru pada hiperparatiroidisme sekunder akut. Pengobatan Pengobatan penyakit hiperparatiroidisme tersier adalah dengan cara pengangkatan total kelenjar paratiroid disertai pencangkokan atau pengangkatan sebagian kelenjar paratiroid. d. Akibat Tidak Segera Ditangani

e. Pengobatan Herbal
Mengkudu dikenal sebagai tanaman obat tradisional yang mempunyai khasiat sebagai obat. dipopulerkan pertama kali oleh penduduk kepulauan polinesia,Hawaii,samoa.kahuna (sebutan tabib) di ketiga kepulauan ini kerap meracik buah,akar, daun, dan kulit batang obat tradisional mengkudu dalam pengobatan. bahkan mereka menganggap tanaman obat tradisional mengkudu sebagai tanaman suci karena khasiat yang dimilikinya. Dalam buku The medical book of Malayan medicine direkomendasikan bahwa buah tanaman yang bernama ilmiah Morinda citrifolia L. ini digunakan untuk mengobati leukore (sebutan lain keputihan). Buah mengkudu adalah bagian yang paling banyak digunakan. kandungan senyawa aktif dalam buah tanaman ini diantaranya alkaloida, flavonoida, antrakinon, danpolifenol. senyawa senyawa aktif inilah diduga kuat bermanfaat menanggulangi penyakit.

Tanaman ini tersebar hingga eropa, diantaranya inggris. di sana tanaman obat tradisional mengkudu disebut Indian mulberry. orang Malaysia menyebutnya mengkudu jantan atau mengkudu besar, apatot-nga-basit (Filipina), nhoo baans (laos), yo ban (Thailand), dan nhau (Vietnam). Demikian juga di Indonesia,masing-masing daerah akan memberinya nama yang berbeda-beda.orang aceh menamai tanaman obat tradisional ini keumudu, bakudu (batak), paramai (mandailing), neteu (mentawai), bengkudu (minangkabau). masih banyak lagi, orang sunda menamainya cangkudu, kuduk (madura), aikombo (sumba), bakulu (timor), dan lain-lain.

Obat tradisional Mengkudu biasanya ditemukan di pegunungan yang mencapai tinggi 1500 meter di atas permukaan laut. daerah dengan curah hujan antara 15003000 mm pertahun, mengkudu dapat tumbuh dengan baik. tanaman ini lebih menyukai tanah yang subur dan lembab. namun mengkudu juga dapat hidup di daerah kering dengan pengairan yang minim. Pada awalnya, obat tradisional mengkudu merupakan tanaman liar yang dapat ditemukan dimana saja. tanaman obat tradisional ini dapat tumbuh di daerah pantai hingga pegunungan. menurut rumphius, mengkudu tumbuh liar di tepi pantai di seluruh kepulauan nusantara. mengkudu selalu dapat dijumpai di kampung-kampung di jawa. Mengkudu merupakan tanaman pohon berkayu. tingginya dapat mencapai 3 hingga 10 meter. mengkudu umumnya berdaun lebat berbentuk elips sampai persegi empat. panjang daun berkisar antara 12-25 cm. daun mengkudu termasuk daun tunggal dengan ujung dan pangkalnya meruncing. tepi daun ratr, lebar daun 5-17 cm. pertualangan daunnya menyarupai sirp ikan,tangkai daun pendek.

Tanaman obat tradisional mengkudu sangat cepat menghasilkan buah. kurang dari satu tahun tanaman ini sudah dapat menghasilkan. pembentukan buah diawali dengan munculnya bunga berupa bongkol, bentuknya bulat. dari bongkol itu akan muncul kuncup-kuncup bunga seperti terompet. setelah pertumbuhan bunga selesai, maka bongkol itu juga yang nantinya akan terus membesar sampai menjadi buah mengkudu. Biji tanaman obat tradisional mengkudu dapat ditemui dalam buah yang sudah tua atau sudah matang. biji mengkudu sangat banyak. bentuknya segi tiga,warna coklat kemerahan,dank eras sekali. tanaman obat tradisional mengkudu baru dapat diperoleh dengan menyemai biji-biji yang sudah keras tersebut. Khasit tanaman obat tradisional mengkudu Obat tradisional Mengkudu diyakini memiliki khasiat banyak sekali. buahnya diketahui bersifat antidiabetes (hipoglikemik). mengkudu juga berkhasiat sebagai antitetanus, antiseptic, antiinflamasi, obat disentri, dan obat diare. tanaman yang popular dengan sebutan pace ini juga dapat menurunkan demam (antipiretik), peluruh air seni (diuretic), serta berefek laksatif. mengkonsumsi buah mengkudu juga dapat meringankan penyakit asma dan reumatik. Lalu bagaimana hubungannya antara hipertiroid dan buah mengkudu?danu dkk dari fakultas kedokteran UGM, pada tahun 1997 meneliti buah tanaman ini terhadap kelinci. mereka melaporkan bahwa perasan daging buah pace (mengkudu)

menunjukan tendensi penambahan kepekaan terhadap efek adrenalin, serta mampu menghambat efek norarenalin pada jantung hewan coba. namun, dalam

penelitiantersebut tidak dijelaskan efek yang dimaksud. Pada penelitian tersebut juga dilaporkan bahwa,perasandaging buah pace memberikan perubahan yang sangat berarti pada jantung.kekuatan kontraksi otot jantung menurun, kecepatan denyutnya pun turut menurun. parasan daging buah tanaman obat tradisional ini juga meningkatkan jumlah darah yang mengalir ke pembuluh koroner jantung permenitnya, sehingga kematian jaringan ini (infark) dapat dihindari. Tetapi, seperti kita tahu bahwa terdapat kaitan yang sangat erat antara kelenjer tiroid dan kelenjar adrenal pada manusia.jika, salah satunya terganggu,maka yang lainnya juga akan terganggu. sangat mungkin, hubungan inilah sehingga tanaman obat tradisional mengkudu dapat menyembuhkan hipertiroid dan juga menurunkan kecepatan denyut jantung penderitanya. Buah mengkudu meningkatkan imunitas tubuh, menormalkan tekanan darah, melawan kanker dan tumor. buah tanaman obat tradisional ini juga mampu menghilangkan rasa sakit (analgesik), mengempiskan radang dan antialergi, serta antibakteri. buah tanaman obat tradisional ini juga dapat mengatur suasana hati dan mengatur siklus energi tubuh. Terapi yang dianjurkan bagi pasien hiperparatiroidisme primer adalah tindakan bedah untuk mengangkat jaringan paratiriod yang abnormal. Namun demikian, pada sebagian pasien yang asimtomatik disertai kenaikaan kadar kalsium serum ringan dan fungsi ginjal yang normal, pembedahan dapat ditunda dan keadaan pasien dipantau dengan cermat akan adanya kemungkinan bertambah parahnya hiperkalsemia, kemunduran kondisi tulang, gangguan ginjal atau pembentukan batu ginjal (renal calculi). Dehidrasi karena gangguan pada ginjal mungkin terjadi, maka penderita hiperparatiroidisme primer dapat menderita penyakit batu ginjal. Karena itu, pasien dianjurkan untuk minum sebanyak 2000 ml cairan atau lebih untuk mencegah terbentuknya batu ginjal. Jus buah yang asam dapat dianjurkan karena terdapat bukti bahwa minuman ini dapt menurunkan pH urin. Kepada pasien diuminta untuk melaporkan manifestasi batu ginjal yang lain seperti nyeri abdomen dan hemapturia. Pemberian preparat diuretik thiazida harus dihindari oleh pasien hiperparatiroidisme primer karena obat ini akan menurunkan eksresi kalsium lewat ginjal dan menyebabkan kenaikan kadar kalsium serum. Disamping itu, pasien harus mengambil

tindakan untuk menghindari dehidrasi. Karena adanya resiko krisis hiperkalsemia, kepada pasien harus diberitahukan untuk segera mencari bantuan medis jika terjadi kondisi yang menimbulkan dehidrasi (muntah, diare). Mobilitas pasien dengan banyak berjalan atau penggunaan kursi goyang harus diupayakan sebanyak mungkin karena tulang yang mengalami stress normal akan melepaskan kalsium merupakan predisposisi terbentuknya batu ginjal. Pemberian fosfat per oral menurunkan kadar kalsium serum pada sebagian pasien. Penggunaan jangka panjang tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan pengendapan ektopik kalsium fosfat dalam jaringan lunak. Diet dan obat-obatan. Kebutuhan nutrisi harus dipenuhi meskipun pasien dianjurkan untuk menghindari diet kalsium terbatas atau kalsium berlebih. Jika pasien juga menderita ulkus peptikum, ia memerlukan preparat antasid dan diet protein yang khusus. Karena anoreksia umum terjadi, peningkatan selera makan pasien harus diupayakan. Jus buah, preparat pelunak feses dan aktivitas fisik disertai dengan peningkatan asupan cairan akan membantu mengurangi gejal konstipasi yang merupakan masalah pascaoperatif yang sering dijumpai pada pasien-pasien ini.