Anda di halaman 1dari 18

I.

JUDUL :

MEMBANGUN PROXY SERVER UNTUK FILTERISASI AKSES INTERNET DAN MANAJEMEN BANDWIDTH

MENGGUNAKAN SQUID DI SMP N 1 KUTA SELATAN

I I . PENDAHULUAN A. Latar Belakang Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini sangat pesat dan pengaruhnya juga sangat besar dalam berbagai segi kehidupan pada semua tingkat kehidupan. Sekolah sebagai sebuah lembaga pendidikan merupakan organisasi yang paling merasakan dampak dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi tersebut. Oleh karena itu sudah saatnya sekolah memiliki dan melengkapi sarana dan prasarananya dengan peralatan teknologi yang di butuhkan seperti komputer dan internet. Sekolah SMP N 1 Kuta Selatan merupakan sekolah yang berstatus rintisan , dengan status yang nantinya akan berstandar internasional sudah tentu harus memiliki fasilitas

untuk berhubungan dengan sekolah lain atau luar dalam hal ini internet. Atas tuntutan tersebut pihak sekolah sudah mengupayakan pemasangangan jaringan internet

menggunakan Telkom Speedy. Dengan adanya fasilitas ini, kegiatan belajar mengajar semakin mudah, semua siswa aktif mencari informasi tentang pelajaran yang di butuhkan di internet. Jaringan komputer di Lab ini menggunakan topologi bintang yang sederhana mengingat topologi ini paling banyak digunkan saat ini, topologi ini memerlukan banyak kabel karena tiap-tiap komputer dihubungkan dengan Hub.

Disamping manfaat positif yang di hasilkan dari adanya jaringan internet ini juga ada permasalahan yang muncul karena penggunaannya yang tidak diawasi karena dengan internet semua situs bisa di akses tanpa memandang jenis, usia, dll. Dari pengguna internet ini. Situs-situs yang tidak boleh di akses misalnya, situs porno, kekerasan, judi, yang tidak ada hubungannya dengan pelajaran. Selain itu siswa yang aktif melakukan download file yang besar, akan menghabiskan jatah bandwidth yang didapat, ini mempengaruhi koneksi internet yang lain, yang pada akhirnya akan mengahambat kegiatan belajar mengajar di sekolah. Dari permasalahan tersebut penulis berencana untuk membangun Proxy Server untuk membatasi akses internet dan manajemen bandwidth agar semua komputer mendapat alokasi bandwidth yang sama. Adapun sistem operasi yang akan di gunakan adalah linux, serta software pendukungnya yaitu Squid. Squid merupakan software yang handal yang sudah terbukti kualitasnya. B. Rumusan Masalah Dengan mengacu pada latar belakang di atas yang menjadi pokok permasalahan adalah : 1. Bagaimana implementasi dan konfigurasi squid sebagai proxy server membatasi akses internet di SMP N 1 Kutsel? 2. Bagaimana implementasi transparent proxy? 3. Bagaiman mengatur bandwidth? 4. Disini pedoman yang dipakai untuk membatasi akses adalah perdomain dan per IP. untuk

C. Batasan Malalah

Pembahasan laporan tugas akhir ini hanya sebatas pembahasan dari permasalahan yang disebutkan diatas dengan ketentuan linux server sudah terinstal.

D. Tujuan dan Manfaat

Tujuan penulisan proyek akhir yang berjudul Membangun proxy server untuk filterisasi akses internet dan manajemen bandwidth dengan squid di SMP N 1 Kutsel. Adalah: 1. Agar dapat mengimplementasikan Proxy Server menggunakan sistem linux untuk membatasi hak akses internet yang tidak di kegiatan belajar mengajar. 2. Agar dapat mengimplementasikan transparent proxy untuk mengalihkan semua request yang di minta oleh client. 3. Agar dapat mengatur bandwidth semua komputer sehingga proses belajar mengajar menjadi lancar E. Metodelogi 1. Sumber Data

operasi

perlukan dalam

a.Data Primer

Data primer merupakan data yang diperoleh secara langsung dari sekolah tempat

magang. Data ini didapat melalui observasi langsung dan melihat belum adanya Proxy Server untuk filter dan manajemen bandwidth.

b. Data Sekunder Data sekunder merupakan data yang diperoleh dari buku-buku dan website yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas.

2. Tehnik Pengumpulan Data Ada 2 tehnik yang digunakan dalam pengumpulan data selama melakukan penelitian, yaitu:

a. Observasi Partisipasi Obsevasi Partisipasi merupakan tehnik pengumpulan data dengan cara melakukan pengamatan pada objek penelitian serta ikut terlibat langsung pada saat magang.

a.Studi Literatur/ Pencatatan Dokumen Pencatatan dokumen merupakan tehnik pengumpulan data yang dilakuka dengan cara mencatat informasi data yang ada pada buku-buku yang berkaitan dengan permasalahan yang dibahas dalam proyek akhir ini.

F. Sistematika Penulisan

Untuk mempermudah pemahaman isi dari penulisan proyek akhir yang di buat maka penulis menguraikan ke dalam empat bab sebagai berikut:

BAB I PENDAHULUAN

Meliputi latar belakang, permasalahan, batasan masalah, tujuan, metodelogi, dan sistematika pembahasan.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Meliputi teori, dan metode dalam penerapan judul proyek akhir.

BAB III PERENCANAAN SISTEM

Meliputi data teknis obyek, perencanaan teknis, dan dekripsi kerja.

BAB IV PENUTUP

Melipiti Simpulan dan saran

III. TINJAUAN PUSTAKA

A. Internet Istilah internet berasal dari bahas latin inter, berti antara. Secara kata perkata inetrnet berarti jaringan antara atau penghubung. Internet merupakan hubungan antar berbagai jenis komputer dan jaringan dunia yang berbeda sistem operasi maupun aplikasinya di mana hubungan tersebut memanfaatkan kemajuan media komunikasi (telepon dan satelit) yang menggunakan protokol standar dalam berkomunikasi yaitu IP (internet protokol)

B.

Proxy server

Ada beberapa kalimat yang menjelaskan apa sebenarnya proxy server itu. Proxy server adalah sebuah komputer server atau program komputer yang dapat bertindak sebagai komputer lainya untuk melakukan request terhadap content dari internet dan intranet (http://id.wikipedia.org/)

Proxy server bertindak sebagai gateway terhadap dunia internet untuk setiap komputer client. Dalam menjalankan tugasnya proxy server tidak terlihat oleh komputer client sebagai contoh saat seorang pengguna yang berinteraksi dengan Internet melalui sebuah proxy server tidak akan mengetahui bahwa sebuah proxy server sedang menangani request yang dilakukannya. Web server yang menerima request dari Proxy server akan menginterpresentasikan request-request tersebut seolah-olah datang secara langsung dari komputer client, bukan dari proxy server.

Proxy server dalam suatu jaringan memiliki tiga fungsi utama yaitu sebagai Connection sharing, filtering, dan caching.

1. Connection Sharing

Dalam suatu jaringan lokal yang terhubung ke jaringan lain atau internet, pengguna tidak langsung berhubungan dengan jaringan luar atau internet, tetapi harus melewati suatu gateway, yang bertindak sebagai batas antara jaringan lokal (private) dan jaringan luar (publik). Gateway ini sangat penting, karena jaringan lokal harus dapat dilindungi dengan baik dari bahaya yang mungkin berasal dari internet, dan hal tersebut akan sulit dilakukan bila tidak ada garis batas yang jelas antara jaringan lokal dan internet. Gateway juga bertindak sebagai titik dimana sejumlah koneksi dari pengguna lokal akan terhubung kepadanya, dan suatu koneksi ke jaringan luar juga terhubung kepadanya. Dengan demikian, koneksi dari jaringan lokal ke internet akan menggunakan sambungan yang dimiliki oleh gateway secara bersama-sama (connection sharing). Dalam hal ini, gateway adalah juga sebagai proxy server, karena menyediakan layanan sebagai perantara antara jaringan lokal dan jaringan luar atau internet.

2. Filtering

Merupakan sebuah usaha pengamanan atau pembatasan sehingga dengan adanya filtering sebuah proxy server dapat mengamankan dan membatasi hak akses client pada jaringan private. Jadi meskipun mula-mula dibuat sebagai cache nonsekuriti, tujuan utama proxy server sekarang menjadi firewalling. Proxy server memperbarui request layanan pada jaringan eksternal atas nama client mereka pada jaringan private. Ini secara otomatis menyembunyikan identitas dan jumlah client pada jaringan internal dari jaringan eksternal. Karena posisi mereka di antara client internal dan server publik, proxy juga dapat menyimpan content yang sering diakses dari jaringan publik untuk mengurangi akses ke jaringan publik tersebut. Kebanyakan implementasi nyata proxy sekuriti meliputi pemfilteran paket dan Network Address Translation untuk membangun firewall yang utuh. Teknologi tersebut dapat digabungkan dengan proxy untuk menghilangkan serangan yang terhadapnya proxy rentan.

3. Caching (Internet Object caching)

Adalah suatu cara untuk menyimpan hasil permintaan internet-object. (seperti: data yang ada dari HTTP, FTP, dan Ghoper Protokol) untuk membuat sistem dekat dengan permintaan daripada ke sumber aslinya. Web browser dapat menggunakan lokal squid cache sebagai proxy HTTP server, ini akan mengurangi waktu akses seperti halnya penghematan bandwidth. Dengan kata lain sebuah client tidak harus melakukan kontak dengan server untuk meminta layanan akan tetapi client dapat mendapatkan layanan (data) yang sudah tersimpan pada proxy server, dengan hal ini maka akses akan semakin cepat.

C. Squid

Salah satu contoh aplikasi proxy/cache server adalah Squid. Squid dikenal sebagai aplikasi proxy dan cache server yang handal. Pada pihak klien bekerja aplikasi browser yang meminta request http pada port 80. Browser ini setelah dikonfigurasi akan meminta content yang selanjutnya disebut object kepada cache server, dengan nomor port yang telah disesuaikan dengan milik server, nomor yang di pakai bukan port 80 melainkan port 8080 3130 ( kebanyakan cache server menggunakan port ini sebagai standarnya).

Pada saat browser mengirimkan header permintaan, sinyal HTTP request

squid

akan dikirimkan ke server. Header tersebut diterima squid dan dibaca. Dari hasil pembacaan, memparsing URL yang dibutuhkan lalu URL ini dicocokkan dengan

database cache yang ada.

Database ini berupa kumpulan metadata (semacam header) dari object yang sudah ada dalam hardisk. Jika ada object akan dikirimkan ke klien dan tercatat dalam logging bahwa klien telah mendapatkan object yang di cari. Dalam log kejadian tersebut akan dicatat debagai TCP_HIT. Sebaliknya, jika object yang diminta ternyata tidak ada, squid akan mencarinya dari peer atau langsung ke server tujuan. Setelah mendapatkan objectnya, squid akan menyimpan object tersebut ke dalam hardisk. Selama dalam proses download object dinamakan object in transit yang sementara akan menghuni ruang memory. Dalam masa download tadi, object mulai dikirimkan ke klien dan setelah selesai, kejadian tersebut tercatat dalam log sebagai TCP_MISS.

Hubungan antar atau nantinya disebut peer itu sendiri ada dua jenis, yaitu parent dan sibling. Sibling kedudukannya saling sejajar dengan sibling lainnya, sedangkan parent berada diatas sibling, dua jenis peer ini yang selanjutnya akan bergandengan membentuk hirarki cache.

ICP sebagai protokol cache berperan dalam menanyakan ketersediaan obyect dalam cache. Dalam sebuah jaringan sebuah cache yang mempunyai sibling akan mencoba mencari yang dibutuhkan ke peer sibling lainnya, bukan kepada parent, cache akan mengirimkan sinyal icp kepada sibling dan sibling membalasnya dengan informasi ketersediaan ada atau tidak. Bila ada cache akan mencatatkan ICP_HIT dalam lognya. Setelah kepastian object bisa diambil dari sibling, lalu cache akan mengrimkan sinyal http ke sibling untuk mengambil object yang dimaksud. Dan setelah mendapatkannya, cache akan mencatat log SIBLING_HIT. Jika ternyata sibling tidak menyediakan object yang dicari, cache akan memintanya kepada parent. Sebagai parent, ia wajib mencarikan object yang diminta tersebut walaupun ia sendiri tidak memilikinya (TCP_MISS). Setelah object dari server origin, object akan dikirimkan ke cache child tadi, setelah medapatkan canche, child akan mencatatnya sebagai PARENT_HIT.

C. Transparent proxy

Salah satu kompleksitas dari proxy pada level aplikasi adalah bahwa pada sisi

pengguna harus dilakukan konfigurasi yang spesifik untuk suatu proxy tertentu agar bisa menggunakan layanan dari suatu proxy server. Bila diinginkan agar pengguna tidak melakukan konfigurasi khusus, kita bisa mengkonfigurasi proxy/cache server agar berjalan secara benar-benar transparan terhadap pengguna (transparent proxy). Biasanya cara ini memerlukan bantuan dan konfigurasi firewall (yang bekerja pada layer network) untuk bisa membuat transparent proxy yang bekerja pada layer aplikasi.

Transparent proxy dapat berguna untuk memaksa pengguna menggunakan proxy/cache server, karena pengguna benar-benar tidak mengetahui tentang keberadaan proxy ini, dan apapun konfigurasi pada sisi pengguna, selama proxy server ini berada pada jalur jaringan yang pasti dilalui oleh pengguna untuk menuju internet , maka pengguna pasti dengan sendirinya akan menggunakan proxy/cache ini.

Cara membuat transparent proxy adalah dengan membelokan arah (redirecting) dari paket-paket untuk suatu aplikasi tertentu, dengan menggunakan satu atau lebih aturan pada router/firewall. Hal ini bisa dilakukan karena setiap aplikasi berbasis TCP akan menggunakan salah satu port yang tersedia, dan firewall dapat diatur agar membelokkan paket yang menuju ke port layanan tertentu, ke arah dari proxy yang bersesuaian.

Sebagai contoh, pada saat klien membuka hubungan HTTP (port 80) dengan suatu web server, firewall pada router yang menerima segera mengenali bahwa ada paket data yang berasal dari klien dengan nomor port 80. Disini kita juga mempunya satu HTTP

proxy server yang berjalan pada port 3130. Maka pada firewall router kita buat satu aturan yang menyatakan bahwa setiap paket yang datang dari jaringan lokal menuju ke port 80 harus dibelokkan ke arah alamat HTTP proxy server port 3130. Akibatnya, semua permintaan akan masuk dan di wakili oleh HTTP proxy server diatas.

Webservertujuan

Gambar: transparent proxy

Server Port3130 Requestkeport80 klien

Jadi keuntungan dari metode transparent proxy itu sendiri adalah: a. Kemudahan administrasi jaringan, dengan artian browser yang digunakan klien tidak harus dikonfigurasi secara khusus yang menyatakan bahwa mereka menggunakan fasilitas proxy yang bersangkutan. b. Sentraliasi kontrol, yaitu pergantian metode bypass proxy maupun penggunaan proxy oleh klien dapat dilakukan secara terpusat.

D. Bandwidth.

Koneksi internet erat kaitannya dengan bandwidth. Bandwidth adalah satuan kecepatan lalu lintas data (satuan: kilobyte per seconds). Tujuam manajemen bandwidth

adalah mengatur agar lalu lintas data yang lewat tidak melebihi kapasitas maksimal. Pembagian bandwidth: yang dibagi jalurnya: dengan pembagian kanal (fix/statis) yang diatur datanya: dengan metode antrian (dinamis-tergantung jumlah data yang lewat terdiri dari # prioritas (biasanya internet perusahaan) # identitas (di terapakan di ISP) # kelas (perpaduan antara identitas dengan prioritas)

Contoh pembagian bandwidth dengan kelas: misalnya Guru dijatah 256 kbps dan maksimla 512 kbps, siswa di jatah 100 kbps. Pada suatu saat sisa bandwidth adalah 256 kbps, maka Guru tetap mendapat 256 kbps dan siswa tidak bisa conect ke internet. Jika suatu saat sisa bandwidth 600 kbps maka guru mendapat 512 kbps dan sisanya dapat di pakai oleh siswa. Bandwidth biasanya diukur dengan pengukur bandwidth yang langsung koneksi web pengukuran bandwidth, contohnya Zdnetspedtest dan broadbandspeedtest.

Pembagian bandwidth biasnya 10% free dan yang di share 90% hal ini digunakan untuk mengantisipasi bila suatu saat terjadi lonjakan aliran data dijaringan tersebut. Saat melewati sebuah jaringan sebuah data bisa dipastikan akan mengalami penambahan ukuran karena setelah masuk ke jaringan, TCP/IP atau UDP akan menambahkan aneka informasi

ke dalam suati file. Untuk mengetahui berapa ukuran sebenarnya dari suatu file yang lewat di jaringan maka ada yang disebut sebagai Troughtput yakni ukuran data yang sebenarnya (tanpa informasi lain yang di tambahkan oleh TCP/IP atau UDP). Bandwidt sangat penting karena besar kecilnya bandwidth sangat mempengaruhi koneksi, baik data untuk keluar (upload) maupun data masuk (download). Bandwidth juga bisa mengalami gangguan karena kurang baiknya topologi jaringan yang ada, komponen hardware yang kurang memadai, sistem keamanan jaringan yang kurang sehingga virus atau sejenisnya mengganggu efektifitas koneksi, virus juga mengakibatkan bandwidth berkurang karena digunakan oleh virus tersebut. Dengan adanya hal ini, dibutuhkan software dan hardware yang benar-benar mendukung bandwidth atau koneksi yang ada.

E. LINUX

Linux adalah sebuah program open source yang gratis di bawah lisensi GNU, Sistem Operasi 32-64 bit, yang merupakan turunan dari Unix dan dapat dijalankan dalam berbagai macam platform perangkat keras mulai dari Intel (x86), hingga prosesor RISC. Salah satu yang membuat Linux adalah Sistem Operasi yang terkenal adalah karena Linux dapat di dapatkan secara gratis (freeware). Dengan Lisensi GNU anda dapat memperoleh program, lengkap dengan kode sumbernya (source code). Tidak hanya itu, anda diberikan hak untuk mengkopi sebanyak anda mau, atau bahkan mengubah kode sumbernya. Dan itu semua legal di bawah lisensi. Meskipun gratis, lisensi GNU memperbolehkan pihak yang ingin menarik biaya untuk penggandaan maupun pengiriman program. Dimana Linux sendiri

yang menyandang open source yang merupakan user friendly. Kebebasan yang paling penting dari Linux, terutama bagi programer dan administrator jaringan, adalah kebebasan memperoleh kode sumber (source kode) dan kebebasan untuk mengubahnya.

F. LINUX UBUNTU

Ubuntu adalah sistem operasi lengkap berbasis Linux, tersedia secara bebas dan mempunyai dukungan baik yang berasal dari komunitas maupun tenaga ahli profesional. Komunitas Ubuntu dibentuk berdasarkan gagasan yang terdapat di dalam filosofi Ubuntu: bahwa perangkat lunak harus tersedia dengan bebas biaya, bahwa aplikasi perangkat lunak tersebut harus dapat digunakan dalam bahasa lokal masing-masing dan untuk orang orang yang mempunya keterbatasan fisik, dan bahwa pengguna harus mempunyai kebebasan untuk mengubah perangkat lunak sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.

Ubuntu menyertakan lebih dari 16.000 buah perangkat lunak, dan untuk instalasi dekstop dapat di lakukan dengan menggunakan satu CD saja. Ubuntu menyertakan semua aplikasi standar untuk dekstop mulai dari pengolah kata, aplikasi lembar sebar (spreadsheet) hingga aplikasi untuk mengakses internet, perangkat lunak untuk server web, peralatan untuk bahasa pemrograman dan tentu saja beragam permainan.

Penulis memakai Linux Ubuntu 6.06 dalam penyusunan proyek akhir ini karena software mudah didapat, penginstalan dan konfigurasi lebih mudah serta teknikal support yang banyak.

IV. BAHAN DAN PERALATAN Spesifikasi hardware yang kita butuhkan untuk membangun proxy server dengan adalah: No. 1. Bahan PC Server Proxy Spesifikasi 1. Processor Intel P. IV 3.06 Ghz 2. RAM 512 MB 3. HDD 80 GB 4. CD-Rom Lg 5. VGA on Board 6. LAN Card on Board 2. CD Sistem Operasi 3. 4. 5. 6. Switch Kabel UTP Connector Lan Card Allied Telesis 24 Port Belden RJ 45 D-Link Unit Meter Buah Buah 1 10 4 2 Ubuntu 8.04 Keping 1 Satuan Unit Jumlah 1

Peralatan: NO. 1. 2. 3. 4. Nama Crimping Tool Obeng (+) Obeng (-) LAN Tester Jumlah 1 Buah 1 Buah 1 Buah 1 Buah

V. JADWAL PRPOSAL

DAFTAR PUSTAKA

Wahana Komputer, 2008. Administrasi Jaringan Menggunakan Linux Ubuntu Yogyakarta: Andi Komunitas Ubuntu Indonesia (http://wiki.ubuntu-id.org/Panduan Ubuntu) Indonesian Ubuntu Linux Blogs (http://ubuntulinux.or.id/blog/2007/07/04/panduanmenginstall-ubuntu-2/) Purbo, Onno W. 2008. Ayo Memblok Situs Negatif. Yogyakarta: C.V ANDI OFFSET. http://www.jardiknas.diknas.org Sugeng. Winarno, Manajemen Bandwidth, Bandung: Informatika, 2006 http://id.wikipedia.org http://www.squid-cache.org