Anda di halaman 1dari 2

Semen Kedokteran Gigi 1.

Glass Ionomer Cement Glass ionomer cement merupakan semen dengan reaksi asam basa antara bubuk dasar glass kalsiumfluoroaluminosilikat dan asam poliakrilat Glass ionomer cement memiliki sifat-sifat sebagai berikut: Kelarutan tinggi pada awal penggunaan Retensinya bersifat mekromekanik serta berikatan secara kimia dengan gigi Tidak mengiritasi, namun jika digunakan pada kavitas yang dalam, diperlukan basis kalsium hidroksida untuk perlindungan pulpa Fungsi glass ionomer cement: Untuk sementasi cast alloy crown dan bridge Sebagai basis, baik yang kekuatannya rendah ataupun tinggi

2. Hybrid ionomer cement Hybrid ionomer cement merupakan semen berbasis air yang digunakan untuk sementasi tetap crown dan bridge serta digunakan untuk orthodonti. Komposisi dan reaksi Satu bubuk semen mengandung radiopak, fluoroaminosilicate glass dan microencapsulated catalyst system. Liquidnya merupakan larutan asam polikarboksilat yang dimodifikasi dengan pendant methacrylate. Hybrid ionomer cement juga mengandung 2-hydroxyethylmethacrylate (HEMA) dan asam tartarat. Sifat: Hybrid ionomer cement tidak memiliki ukuran kelarutan saat diuji coba dengan erosi asam laktat. Ketangguhannya akan fraktur lebih tinggi dibanding semen berbasis air lainnya, namun lebih rendah jika dibandingkan semen berbasis resin. Ikatannya terhadap dentin sebesar 14Mpa dab lebih tinggi dibandingkan semen berbasis air lainnya. Fungsi: Untuk sementasi cast alloy crown dan bridge

Sebagai basis Untuk pengisian sementara.

3. Zinc oxide-eugenol cement Zinc oxide-eugenol cement merupakan semen berbasis minyak yang memiliki efek sedatif terhadap pulpa dan terutam berfungsi untuk sementasi gigi yang telah dipreparasi dengan tubulus dentin yang terbuka. Komposisi