Sejarah Hukum Perdata di Indonesia dan Dunia

0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
7 tayangan8 halaman
Makalah ini membahas tentang Hukum Perdata, yang mengatur hubungan hukum antar individu dalam masyarakat, serta sejarahnya di dunia dan Indonesia. Hukum Perdata dibedakan menjadi hukum perdata material dan formal, dengan pengaruh kuat dari hukum Belanda yang berasal dari hukum Perancis. Kesimpulannya, Hukum Perdata penting dalam mengatur hak dan kewajiban individu dalam masyarakat, dengan akar sejarah yang panjang dan kompleks.

Diunggah oleh

agustempleng278
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

HUKUM PERDATA

MAKALAH

Disusun untuk memenuhi salah satu tugas dari

Dr (c) Andi Tatang, S.E., S.H., M.H selaku Guru Mata Kuliah Hukum Perdata

Program Studi Ilmu Hukum

Disusun Oleh :

Muhammad Rizal Al Iksan

NIM 7425081005046

SEKOLAH TINGGI ILMU HUKUM DAN POLITIK

PELOPOR BANGSA
DAFTAR ISI

Daftar IsI..............................................................................................................................................................................................1

BAB I Pendahuluan

[Link] Belakang.............................................................................................................................................................2

B. Rumusan masalah....................................................................................................................................................2

BAB II Pembahasan

A. Sejarah Hukum Perdata di Dunia...............................................................................................................3

[Link] Hukum Perdata di Indonesia........................................................................................................3

BAB III PENUTUP

[Link].....................................................................................................................................................................4

Daftar Pustaka.................................................................................................................................................................................5

1
BAB I

PENDAHULUAN

[Link] Belakang

Hukum Perdata (Burgerlijkrecht) adalah rangkaian peraturan-peraturan

hukum yang mengatur hubungan hukum antara orang yang satu dengan orang

lain,dengan menitikberatkan kepada kepentingan perseorangan.1 Timbulnya

hukum karena manusia hidup bermasyarakat. Hukum yang mengatur hak dan kewajiban

dalam hidup bermasyarakat dan juga mengatur bagaimana cara melaksanakan dan

mempertahankan hak dan kewajiban itu. Peraturan hukum yang mengatur hak dan

kewajiban dalam hidup bermasyarakat disebut “hukum perdata materi”.

Sedangkan hukum perdata yang mengatur bagaimana cara melaksanakan dan

mempertahankan hak dan kewajiban disebut “hukum perdata formal”. Hukum

perdata formal lazimnya disebut hukum acara perdata.

Atau dapat disimpulkan bahwa hukum acara perdata adalah hukum yang

mengatur bagaimana bagaimana orang mengajukan perkara ke pengadilan, bagaimana

bagaimana pihak yang terserang kepentingannya mempertahankan diri, bagaimana

hakim bertindak terhadap pihak-pihak yang berperkara sekaligus mengurus perkara

tersebut dengan adil, bagaimana cara melaksanakan hukuman hakim, yang

kesemuanya bertujuan agar hak dan kewajiban yang telah diatur dalam hukum

perdata materiil itu dapat berjalan sebagaimana mestinya.

B. Rumusan Masalah

[Link] sejarah Hukum Perdata di Dunia ?

[Link] sejarah Hukum Perdata di Indonesia ?

2
BAB II

PEMBAHASAN

[Link] Hukum Perdata di Dunia

Hukum Perdata adalah ketentuan yang mengatur hak-hak dan kepentingan antara

individu-individu dalam masyarakat. Dalam tradisi hukum di daratan Eropa (civil law)

dikenal Pembagian hukum dua menjadi yaitu hukum publik dan hukum privat atau hukum

perdata. Dalam sistem Anglo Sakson (common law) tidak dikenal pembagian semacam ini.

Hukum perdata Belanda berasal dari hukum perdata Perancis yaitu Code Napoleon

yang disusun berdasarkan hukum Romawi Corpus Juris Civilis yang pada waktu itu dipertimbangkan

sebagai hukum yang paling sempurna. Hukum Privat yang berlaku di Perancis dimuat dalam

dua kodifikasi yang disebut Code Civil (hukum perdata) dan Code de Commerce (hukum

dagang). Sewaktu Perancis menguasai Belanda (1806-1813), kedua kodifikasi itu

diberlakukan di negeri Belanda yang masih dipergunakan terus hingga 24 tahun sesudahnya

kemerdekaan Belanda dari Perancis (1813) Pada Tahun 1814 Belanda mulai menyusun Kitab

UndangUndang Hukum Perdata (Sipil) atau KUHS Negeri Belanda, berdasarkan kodifikasi

hukum Belanda yang dibuat oleh [Link]

KEMPER disebut ONTWERP KEMPER namun sayangnya KEMPER meninggal

dunia 1824 sebelum menyelesaikannya dan dilanjutkan oleh NICOLAI yang menjabat

sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Belgia. Keinginan Belanda tersebut terealisasi pada tanggal

6 Juli 1880 dengan terbentuknya dua kodifikasi yang baru diberlakukan pada tanggal 1

Oktober 1838 karena telah terjadi pemberontakan di Belgia yaitu :

1. Burgerlijk Wetboek yang disingkat BW [atau Kitab Undang-Undang Hukum Perdata-

Belanda.

2. Wetboek van Koophandel disingkat WvK [atau yang dikenal dengan Kitab Undang-

Undang Hukum Dagang]

Kodifikasi ini menurut Prof Mr J, Van Kan BW adalah terjemahan dari Code

Civil hasil jiplakan yang disaring dari bahasa Perancis ke dalam bahasa nasional Belanda.

[Link] Hukum Perdata di Indonesia

Hukum perdata dibedakan menjadi dua, yaitu hukum perdata material dan hukum

perdata formal. Hukum perdata materi mengatur kepentingan-kepentingan perdata setiap

subjek hukum. Hukum perdata formal mengatur bagaimana cara seseorang mempertahankan

haknya apabila dilanggar oleh orang lain.

Secara umum, kitab Undang-undang Hukum Perdata (KUH Perdata) yang dikenal

dengan istilah Bugerlijk Wetboek (BW) adalah kodifikasi hukum perdata yang disusun di

3
negeri Belanda. Penyusunan tersebut sangat dipengaruhi oleh Hukum PERdata Prancis (Code

Napoleon). Kode Napoleon sendiri disusun berdasarkan hukum Romawi (Corpus Juris

Civilis) yang pada saat itu dianggap sebagai hukum yang paling sempurna.

KUH Perdata (BW) berhasil disusun oleh sebuah panitia yang diketuai oleh Mr. JM

Kemper dan sebagian besar bersumber dari Code Napoleon dan bagian lain serta

kodifisikasi KUH Perdata selesai pada tanggal 5 Juli 1830, namun diberlakukan di negeri Belanda

pada tanggal 1 Oktober 1838. pada tahun itu diberlakukan juga KUH Dagang (WVK).

Pada tanggal 31 Oktober 1837 Scholten van Oud Haarlem diangkat menjadi ketua

panitia kodifikasi dengan Mr. AA Van Vloten dan Mr. Meyer masing-masing sebagai

anggota. Panitia tersebut juga belum berhasil. Akhirnya dibentuklah panitia baru yang diketuai

Mr. CJ scholten van Oud Haarlem lagi, tatapi anggotanya diganti, yaitu Mr. J. Schneither

dan Tuan J. Van Nes. Akhirnya panitia inilah yang berhasil mengkodifikasi KUH Perdata

Indonesia berdasarkan asas konkordasi yang sempit. Artinya KUH Perdata Belanda banyak

menjiwai KUH Perdata Indonesia karena KUH Perdata Belanda dicontohkan dalam kodifikasi

KUH Perdata Indonesia.

Kodifikasi KUH Perdata (BW) Indonesia diumumkan pada tanggal 30 April 1847 melalui

Statsblad No. 23, dan mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 1848. kiranya perlu dicatat bahwa dalam

menghasilkan kodifikasi KUH Perdata (BW) Indonesia ini Scholten dan kawan-kawannya

berkonsultasi dengan J. Van de Vinne, Directueur Lands Middelen en Nomein. Oleh

Oleh karena itu, ia juga ikut berhasa dalam kodifikasi tersebut.

Selain itu, sejarah mengenai perkembangan hukum perdata yang berkembang di

Indonesia bahwa hukum perdata tertulis yang berlaku di Indonesia merupakan produk hukum

perdata Belanda yang di berlakukan asas Korkondansi yaitu hukum yang berlaku di negeri ini

jajahan (Belanda) yang sama dengan ketentuan yang berlaku di negeri penjajah.

Secara makrosubtansial, perubahan – perubahan yang terjadi pada hukum perdata

Indonesia:Pertama, pada awalnya hukumperdata Indonesia merupakan ketentuan- ketentuan

pemerintahan Hindia-Belanda yang berlaku di Indonesia (Algemene Bepalingen van

Wetgeving/AB).Sesuai dengan [Link].23 tanggal 30 April 1847 yang terdiri dari 36 pasal.

Kedua, dengan konkordansi pada tahun 1848 di undangkan KUH perdata (BW) oleh

pemerintah [Link] samping BW berlaku juga KUHD (WvK) yang diatur dalam

stbl.1847 No.23.

3
Dalam Perspektif sejarah,hukum perdata yang berlaku di Indonesia terbagi dalam dua

periode, yaitu periode sebelum Indonesia merdeka dan periode setelah Indonesia Merdeka.

Pertama, Sebelum Indonesia merdeka sebagaimana negara jajahan, maka hukum yang

yang berlaku di Indonesia adalah hukum bangsa penjajah. Hal yang sama dengan hukum perdata.

Hukum perdata yang berlaku bangsa belanda untuk Indonesia mengalami adopsi dan

penjelajahan sejarah yang sangat panjang.

Pada mulanya hukum perdata belanda di rancang oleh suatu panitia yang di bentuk

tahun 1814 yang di ketuai oleh [Link] Kempers (1776 – 1824).Tahun 1816,Kempers

menyampaikan rencana kode hukum tersebut pada pemerintah Belanda di dasarkan pada

hukum Belanda kuno dan di beri nama Ontwerp Kempers. Ontwerp Kempers ini di tantang

keras oleh [Link],yaitu anggota parlemen berkebangsaan Belgia dan sekaligus menjadi

Presiden Pengadilan [Link] 1824 Kempers meninggal,selanjutnya penyusunan

kodifikasi kode hukum di serahkan [Link] perubahan tersebut,dasar pembentukan

hukum perdata Belanda sebagian besar berorientasi pada code civil [Link] civil

Perancis sendiri meresepsi hukum romawi,Corpus Civilis dari [Link] demikian

hukum perdata belanda merupakan kombinasi dari hukum Kebiasaan/hukum Belanda kuno

dan Code Civil [Link] 1838,Kodifikasi hukum perdata Belanda Di tetapkan dengan

stbl.838.

Pada tahun 1848,kodifikasi hukum perdata belanda diterapkan di Indonesia dengan

[Link] Tujuh tahun kemudian,Hukum perdata di Indonesia kembali di pertegas lagi

dengan stbl.1919. Kedua, Setelah Indonesia merdeka, hukum Perdata yang berlaku di

Indonesia didasarkan pada pasal II aturan dipertahankannya UUD 1945, yang pada pokoknya

menentukan bahwa segala peraturan yang di nyatakan masih berlaku sebelum ada peraturan

baru menurut UUD termasuk di dalamnya hukum perdata Belanda yang berlaku di Indonesia.

Hal ini untuk mencegah terjadinya kekosongan hukum (rechtvacuum) di bidang hukum

perdata. Namun, secara keseluruhan hukum perdata Indonesia dalam perjalanan sejarahnya

mengalami beberapa proses pertumbuhan atau perubahan yang mana perubahan tersebut di

sesuaikan dengan kondisi bangsa Indonesia sendiri.

3
BAB III

PENUTUP

A. KESIMPULAN

Hukum Perdata adalah ketentuan yang mengatur hak-hak dan kepentingan antara

individu-individu dalam masyarakat. Dalam tradisi hukum di daratan Eropa (civil law)

dikenal Pembagian hukum dua menjadi yaitu hukum publik dan hukum privat atau

hukum perdata. Dalam sistem Anglo Sakson (common law) tidak dikenal Pembagian

semacam ini.

Hukum perdata Belanda berasal dari hukum perdata Perancis yaitu Code Napoleon

yang disusun berdasarkan hukum Romawi Corpus Juris Civilis yang pada waktu itu

dianggap sebagai hukum yang paling sempurna. Hukum Privat yang berlaku di Perancis

dimuat dalam dua kodifikasi yang disebut Code Civil (hukum perdata) dan Code de

Commerce (hukum dagang).

Hukum perdata dibedakan menjadi dua, yaitu hukum perdata material dan hukum

perdata formal. Hukum perdata materi mengatur kepentingan-kepentingan perdata

setiap subjek hukum. Hukum perdata formal mengatur bagaimana cara seseorang

mempertahankan haknya jika dilanggar oleh orang lain.

4
DAFTAR PUSTAKA

CSTKansil, 1986, Pengantar ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia, Jakarta: Balai

Pustaka, hal. 214.

Sri Wardah dan Bambang Sutiyoso, 2007, Hukum Acara Perdata dan Perkembangannya di

Indonesia, Yogyakarta:

Pengantar Ilmu Hukum Dan Tata Hukum Indonesia”, [Link] Kansil, SH, Balai Pustaka,

Jakarta, Terbitan Kedelapan, 1989, Hal.: 210.

[Link]

1R7G1oRzVnzJWTBv_WvpJkYjxwRK_SE1FpZ06FrVIG80/edit?pli=1 pada hari selasa,25-

03-2014 jam 10:53 WIB.

Titik Triwulan Tutik,Hukum Perdata dalam Sistem Hukum

Nasional,(Jakarta:Kencana,2010),Cet,2.h.18-19.

Anda mungkin juga menyukai