BUKU JAWABAN TUGAS MATA KULIAH
TUGAS 2
Nama Mahasiswa : Galih Nur Anggraini
Nomor Induk Mahasiswa/ NIM : 855798544
Kode/Nama Mata Kuliah : PDGK4106/Pendidikan IPS di SD
Kode/Nama UT Daerah : 20/UPBJJ Bandar Lampung
Masa Ujian : 2024/2025 Ganjil (2024.2)
KEMENTERIAN PENDIDIKAN, KEBUDAYAAN, RISET, DAN TEKNOLOGI
UNIVERSITAS TERBUKA
1. Globalisasi selain berpengaruh positif dalam kehidupan masyarakat, juga membawa
dampak negatif yang perlu dicari solusinya. Permasalahan-permasalahan global,
seperti perdagangan obat terlarang yang salah satu sasarannya adalah remaja sampai
saat ini juga masih banyak ditemui di Indonesia. Bagaimana upaya yang Anda
lakukan sebagai guru dalam menyikapi permasalahan tersebut?
Jawab :
Untuk menyikapi permasalahan penyalahgunaan narkoba di kalangan remaja, sebagai
guru, saya dapat melakukan beberapa upaya berikut:
Edukasi dan Penyuluhan
Integrasi Materi
Integrasikan materi tentang bahaya narkoba ke dalam kurikulum
pendidikan karakter untuk membangun kesadaran dan pemahaman
siswa sejak dini.
Seminar dan Workshop
Organisasikan seminar dan workshop tentang bahaya narkoba, dengan
narasumber dari Badan Narkotika Nasional (BNN) atau ahli kesehatan.
Ini dapat membantu siswa memahami risiko dan konsekuensi serius
yang terkait dengan penggunaan narkoba
Membangun Lingkungan Sekolah yang Positif
Kegiatan Ekstrakurikuler
Dorong siswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakurikuler yang
positif, seperti olahraga, seni, atau klub ilmiah. Kegiatan ini dapat
mengalihkan perhatian mereka dari pengaruh negatif
Diskusi dan Sarasehan
Buatlah ruang bagi siswa untuk berdiskusi tentang masalah yang
mereka hadapi, termasuk tekanan teman sebaya terkait penggunaan
narkoba. Diskusi ini dapat membantu siswa mengatasi tekanan sosial
dan emosional
Pengawasan dan Pendampingan
Konseling Psikologis
Menyediakan layanan konseling psikologis bagi siswa yang
membutuhkan bimbingan atau mengalami masalah pribadi. Konselor
dapat membantu siswa mengatasi tekanan sosial dan emosional yang
mungkin mendorong mereka untuk mencoba narkoba
Monitoring Pergaulan
Melakukan monitoring pergaulan siswa di luar sekolah untuk
memastikan mereka tidak terlibat dengan kelompok yang berpotensi
memperkenalkan mereka pada narkoba
Kolaborasi dengan Orang Tua dan Masyarakat
Sosialisasi dengan Orang Tua
Mengadakan pertemuan dengan orang tua untuk memberikan
informasi tentang tanda-tanda penyalahgunaan narkoba dan cara
mendukung anak-anak mereka agar terhindar dari pengaruh buruk.
Kolaborasi ini dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif dari
orang tua dalam pencegahan penyalahgunaan narkoba
Kerja Sama dengan Lembaga Pemerintah
Bekerja sama dengan lembaga pemerintah dan organisasi masyarakat
dalam kampanye pencegahan penyalahgunaan narkoba di lingkungan
sekitar sekolah. Contohnya, melibatkan BNN dalam program-program
preventif yang efektif
Penerapan Kebijakan Sekolah
Aturan Ketat Terhadap Narkoba
Menetapkan kebijakan tegas mengenai larangan penggunaan narkoba
di lingkungan sekolah, termasuk sanksi bagi pelanggar.
Program Rehabilitasi
Bagi siswa yang terlanjur terlibat, menyediakan akses ke program
rehabilitasi dan dukungan untuk pemulihan
2. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi membawa dampak positif dan negatif
bagi lingkungan hidup manusia. Industrialisasi sebagai bagian dari kemajuan IPTEK
di satu sisi mengantarkan manusia pada tingkat kehidupan yang lebih mudah,
sejahtera, dan menyenangkan. Di sisi yang lain, terjadi pencemaran dan gangguan
terhadap lingkungan. Berdasarkan uraian di atas, bagaimana keterkaitan IPS dengan
pendidikan lingkungan?
Jawab :
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) memberikan dampak yang
kompleks terhadap lingkungan hidup manusia, yang mencakup aspek positif dan
negatif. Industrialisasi, sebagai salah satu hasil dari kemajuan IPTEK, meningkatkan
kualitas hidup manusia, tetapi juga menyebabkan pencemaran dan kerusakan
lingkungan. Dalam konteks ini, pendidikan ilmu pengetahuan sosial (IPS) memiliki
peran penting dalam mengintegrasikan pendidikan lingkungan.
Keterkaitan IPS dengan Pendidikan Lingkungan
a. Tujuan Pendidikan IPS
Pendidikan IPS dirancang untuk membentuk kesadaran dan kepedulian siswa
terhadap lingkungan. Melalui pembelajaran IPS, siswa diharapkan dapat
memahami isu-isu lingkungan yang dihadapi masyarakat dan mengembangkan
sikap tanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan
b. Pendekatan Interdisipliner
IPS sebagai mata pelajaran yang bersifat interdisipliner memungkinkan
pengintegrasian konsep-konsep dari berbagai disiplin ilmu, seperti sosiologi,
ekonomi, dan geografi, untuk membahas isu-isu lingkungan. Pendekatan ini
membantu siswa memahami hubungan antara tindakan manusia dan dampaknya
terhadap lingkungan
c. Metode Pembelajaran yang Efektif
Model pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning) dapat diterapkan
dalam IPS untuk menciptakan pengalaman belajar yang menyenangkan dan
interaktif. Dengan cara ini, siswa tidak hanya belajar teori tetapi juga terlibat
langsung dalam kegiatan yang mendukung pelestarian lingkungan, seperti
program kebersihan atau penghijauan di sekolah
d. Pengembangan Karakter Peduli Lingkungan
Pendidikan IPS berwawasan lingkungan bertujuan untuk membentuk karakter
siswa agar lebih peduli terhadap masalah-masalah lingkungan. Kegiatan seperti
diskusi kasus, penelitian lapangan, dan aksi sosial dapat meningkatkan kesadaran
siswa tentang pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem
e. Penerapan dalam Kurikulum
Integrasi pendidikan lingkungan dalam kurikulum IPS dapat dilakukan dengan
menambahkan materi tentang isu-isu lingkungan global dan lokal. Hal ini
mencakup pembahasan tentang dampak pencemaran, pengelolaan sumber daya
alam, serta peran pemerintah dan masyarakat dalam menjaga lingkungan
Dengan demikian, pendidikan IPS tidak hanya berfungsi sebagai sarana untuk
mengajarkan pengetahuan sosial tetapi juga sebagai alat untuk menumbuhkan
kesadaran dan kepedulian siswa terhadap lingkungan hidup mereka. Melalui
pendekatan yang tepat, pendidikan IPS dapat berkontribusi signifikan dalam
menciptakan generasi yang lebih bertanggung jawab terhadap keberlanjutan
lingkungan.
3. Siswa kelas 4 bersama dengan Pak Danang sedang mempelajari topik ”Manfaat
Tanah dan Cara Menjaga Kelestariannya.” Pembelajaran pada hari itu akan dilakukan
Pak Danang dengan menerapkan pendekatan kognitif. Bagaimana bentuk kegiatan
yang harus disiapkan guru sehingga sesuai dengan karakteristik pendekatan kognitif?
Jawaban :
Untuk mengajarkan topik "Manfaat Tanah dan Cara Menjaga Kelestariannya" dengan
pendekatan kognitif, Pak Danang perlu merancang kegiatan yang mendorong siswa
untuk aktif berpikir, berinteraksi, dan mengaitkan informasi baru dengan pengetahuan
yang sudah ada. Berikut adalah beberapa bentuk kegiatan yang dapat disiapkan:
Kegiatan Pembelajaran
a. Diskusi Kelas
Tujuan: Mendorong siswa untuk berbagi pengetahuan dan pendapat tentang
manfaat tanah.
Kegiatan:Ajak siswa berdiskusi tentang berbagai manfaat tanah dalam kehidupan
sehari-hari, seperti pertanian, tempat tinggal, dan ekosistem. Tanyakan pertanyaan
terbuka untuk merangsang pemikiran kritis.
b. Proyek Berbasis Masalah
Tujuan: Mengembangkan keterampilan pemecahan masalah.
Kegiatan: Berikan situasi nyata di mana tanah terancam oleh pencemaran atau
penggunaan yang tidak berkelanjutan. Minta siswa untuk bekerja dalam kelompok
untuk merumuskan solusi dan presentasikan hasilnya.
c. Eksperimen Sederhana:
Tujuan: Memperkuat pemahaman tentang sifat tanah.
Kegiatan: Lakukan eksperimen sederhana seperti mengamati perbedaan jenis
tanah (pasir, liat, humus) dan bagaimana masing-masing mempengaruhi
pertumbuhan tanaman. Siswa dapat mencatat hasil pengamatan mereka.
d. Penggunaan Media Visual
Tujuan: Membantu siswa mengaitkan informasi secara visual.
Kegiatan: Tampilkan video atau gambar yang menunjukkan proses erosi tanah dan
dampaknya terhadap lingkungan. Diskusikan apa yang bisa dilakukan untuk
mencegahnya.
e. Refleksi Individu:
Tujuan: Mengembangkan keterampilan metakognitif.
Kegiatan: Minta siswa untuk menulis refleksi tentang apa yang mereka pelajari
mengenai manfaat tanah dan cara menjaga kelestariannya. Tanyakan bagaimana
mereka dapat menerapkan pengetahuan ini dalam kehidupan sehari-hari.
f. Kolaborasi dengan Lingkungan
Tujuan: Mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata.
Kegiatan: Ajak siswa melakukan kunjungan ke kebun sekolah atau area hijau di
sekitar sekolah untuk melihat langsung bagaimana tanah digunakan dan dijaga.
Diskusikan tindakan yang dapat diambil untuk menjaga kelestarian tanah di
lingkungan mereka.
Dengan kegiatan-kegiatan ini, Pak Danang dapat menciptakan lingkungan belajar
yang aktif, mendorong siswa untuk berpikir kritis, serta membantu mereka
membangun pengetahuan baru melalui pengalaman langsung dan interaksi sosial.
Pendekatan kognitif ini akan mendukung perkembangan kognitif siswa secara
optimal.
4. Bagaimana upaya Anda sebagai guru untuk mengembangkan aspek emosi siswa
menggunakan pendekatan sosial?
Jawaban :
Sebagai guru, mengembangkan aspek emosi siswa menggunakan pendekatan sosial
memerlukan strategi yang berfokus pada interaksi, empati, dan pengembangan
keterampilan sosial. Berikut adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan:
Upaya Mengembangkan Aspek Emosi Siswa
a. Menciptakan Lingkungan Kelas yang Positif:
Deskripsi: Penting untuk menciptakan suasana kelas yang aman dan
mendukung, di mana siswa merasa nyaman untuk mengekspresikan diri. Hal
ini dapat dilakukan dengan menata ruang kelas yang ramah dan mengadakan
sesi pembukaan yang menyenangkan.
Implementasi: Mulailah setiap kelas dengan kegiatan ice-breaking atau
permainan ringan yang memungkinkan siswa berinteraksi dan mengenal satu
sama lain.
b. Mengajarkan Empati:
Deskripsi: Mengajarkan siswa untuk memahami dan merasakan perasaan
orang lain adalah kunci dalam pengembangan emosi.
Implementasi: Ajak siswa berdiskusi tentang situasi tertentu dan tanyakan
bagaimana perasaan mereka serta bagaimana perasaan orang lain dalam situasi
tersebut. Misalnya, saat membahas cerita atau kasus tertentu, tanyakan,
"Bagaimana perasaan tokoh tersebut?"
c. Aktivitas Kolaboratif:
Deskripsi: Kegiatan kelompok dapat membantu siswa belajar bekerja sama
dan menghargai pendapat orang lain.
Implementasi: Rancang proyek kelompok di mana siswa harus saling
membantu dan berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Ini bisa berupa
tugas seni, penelitian, atau presentasi.
d. Pembelajaran Melalui Permainan
Deskripsi: Permainan edukatif dapat menjadi alat efektif untuk
mengembangkan keterampilan sosial dan emosional.
Implementasi: Gunakan permainan papan atau aktivitas fisik yang melibatkan
kerja sama dan komunikasi, seperti permainan peran yang menuntut siswa
berempati terhadap karakter yang mereka mainkan
e. Refleksi Diri:
Deskripsi: Mengajak siswa untuk merenungkan pengalaman mereka dapat
membantu mereka memahami emosi dan reaksi mereka sendiri.
Implementasi: Setelah kegiatan tertentu, mintalah siswa untuk menulis jurnal
tentang perasaan mereka selama kegiatan tersebut dan bagaimana mereka
berinteraksi dengan teman-teman mereka.
f. Memberikan Apresiasi:
Deskripsi: Menghargai perilaku baik siswa dapat meningkatkan rasa percaya
diri dan motivasi mereka.
Implementasi: Berikan pujian atau penghargaan ketika siswa menunjukkan
empati atau keterampilan sosial yang baik. Ini bisa dilakukan secara verbal di
kelas atau melalui sistem penghargaan kecil.
Dengan menerapkan strategi-strategi ini, guru dapat membantu siswa
mengembangkan kecerdasan emosional mereka, membangun hubungan positif
dengan teman sebaya, serta meningkatkan kemampuan mereka dalam berinteraksi
secara sosial. Pendekatan ini tidak hanya bermanfaat bagi perkembangan emosi
individu tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih harmonis dan
produktif.
5. Bu Yuli sedang mempersiapkan bahan pembelajaran IPS yang akan digunakan di
kelas. Topik materi hari itu adalah ”Kenampakan Alam dan Buatan, serta Pembagian
Wilayah Waktu di Indonesia. Seperti biasa, sebelum mengajar Bu Yuli mencermati
materi dengan seksama untuk menemukan kategori ranah dan level berpikir yang
diharapkan dapat dikuasai siswa setelah mempelajari materi. Tetapi, karena materinya
baru, Bu Yuli merasa perlu berdiskusi sehingga pengkategorian yang dihasilkan tepat
sasaran. Bantulah Bu Yuli mengkategorikan materi tersebut dalam bentuk tabel!
Jawaban :
Untuk memahami buk yuli mengkategorikan materi tentang “Kenampakan Alam dan
Buatan, serta Pembagian Wilayah Waktu di Indonesia”. Berikut adalah table yang
merangkum ranah dan level berpikir yang diharapkan dapat dikuasai siswa setelah
mempelajari materi berikut.
Kategori materi Ranah Level Berpikir Deskripsi
Kenampakan Pengetahuan Pemahaman Siswa memahami
alam (understanding ) berbagai jenis
kenampakan alam
seperti gunung, sungai,
danau, dan hutan.
Kenampakan Pengetahuan Pemahaman Siswa mengenali
buatan (understanding ) kenampakan buatan
seperti jembatan,
gedung, dan jalan raya.
Perbedaan Keterampilan Analisis (Analyzing) Siswa dapat
kenampakan menganalisis perbedaan
alam dan buatan antara keterampilan
alam dan buatan serta
dampaknya terhadap
lingkungan
Pembagian Pengetahuan Pemahaman Siswa memahami
wilayah waktu di (understanding) konsep zona waktu dan
Indonesia pembagian wilayah
waktu Indonesia
(WIB,WITA,WIT).
Penerapan zona Keterampilan Aplikasi (applying) Siswa dapat
waktu dalam menerapkan
kehidupan sehari- pengetahuan tentang
hari zona waktu dalam
kegiatan sehari-hari,
seperti penjadwalan
aktivitas
Dampak Keterampilan Evaluasi (evaluating ) Siswa dapat
pembagian zona mengefaluasi dampak
waktu terhadap pembagian zona waktu
masyarakat terhadap aktifitas sosial
dan ekonomi
masyarakat di berbagai
wilayah
Table ini mencangkup kategori materi yang relevan dengan topic yang diajarkan, ranah
yang sesuai dengan pembelajaran IPS, serta level berpikir yang diharapkan untuk
mencapai pemahaman yang lebih mendalam tentang kenampakan alam dan buatan serta
pembagian wilayah waktu indonesia. Dengan pendekatan ini, bu yuli dapat memastikan
bahwa siswa tidak hanya menghafal informasi tetapi juga memahami dan
menerapkannya dalam konteks kehidupan sehari-hari.
6. Ibu Kotimah akan membelajarkan materi “Peninggalan Sejaran di Lingkungan
Setempat.” Bu Kotimah belum berpengalaman mengajar di kelas tinggi, karena
pengalaman mengajar sebelumnya diperoleh dari kelas 1 selama 6 tahun berturut-
turut. Bantulah Bu kotimah membuat RPP IPS untuk membelajarkan materi tersebut!
Jawaban :
Berikut adalah contoh Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) untuk materi
“Peninggalan Sejarah di Lingkungan Setempat” yang bisa digunakan Bu Kotimah di
kelas tinggi. RPP ini disusun dalam format yang sederhana namun mencakup
komponen penting.
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Mata Pelajaran: Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Kelas/Semester: IV/1
Materi Pokok: Peninggalan Sejarah di Lingkungan Setempat
Alokasi Waktu: 1 x 35 menit
A. Kompetensi Inti (KI)
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli, dan
santun.
3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan bertanya.
4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas.
B. Kompetensi Dasar (KD)
3.2 Mengidentifikasi peninggalan sejarah yang ada di lingkungan setempat dan
menjelaskan fungsinya.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Siswa dapat menyebutkan contoh peninggalan sejarah di lingkungan setempat.
2. Siswa dapat menjelaskan fungsi dari peninggalan sejarah tersebut.
3. Siswa dapat menilai pentingnya menjaga peninggalan sejarah.
D. Tujuan Pembelajaran
1. Melalui kegiatan diskusi dan tanya jawab, siswa dapat menyebutkan peninggalan
sejarah yang ada di lingkungan setempat.
2. Siswa dapat menjelaskan fungsi peninggalan sejarah dan pentingnya menjaga
kelestariannya.
E. Materi Pembelajaran
1. Peninggalan sejarah, di lingkungan sekitar, seperti candi, museum, bangunan kuno,
atau prasasti.
2. Fungsi peninggalan sejarah, sebagai bagian dari warisan budaya yang memiliki
nilai sejarah.
F. Metode Pembelajaran
1. Diskusi kelompok
2. Tanya jawab
3. Ceramah interaktif
G. Kegiatan Pembelajaran
Tahap Kegiatan Guru dan Siswa Waktu
Pendahuluan 1. Guru membuka pembelajaran dengan salam 5 menit
dan doa
2. Guru menanyakan apakah siswa pernah
melihat bangunan kuno didaerahnya
3. Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai
Inti 1. Guru menjelaskan contoh peninggalan sejarah 20 menit
(candi,museum,dll) yang mungkin ada
dilingkungan setempat
2. Siswa diajak berdiskusi dalam kelompok
untuk menyebutkan peninggalan sejarah di
daerahnya
3. Setiap kelompok mempresentasikan hasil
diskusi mereka dan guru memberikan
penjelasan tambahan tentang fungsi dan
pentingnya peninggalan tersebut.
Penutup 1. Guru mengadakan refleksi singkat, bertanya 10 menit
apa saja yang di pelajari
2. Siswa diminta untuk menjaga peninggalan
sejarah sebagai bagian dari warisan budaya
3. Guru menutup pelajaran dengan doa dan
salam
H. Media dan Sumber Belajar
1. Gambar atau video peninggalan sejarah yang ada di lingkungan setempat.
2. Buku IPS Kelas IV
3. Peta atau informasi tentang lokasi peninggalan sejarah
I. Penilaian
1. Penilaian Sikap : Observasi terhadap sikap siswa selama diskusi.
2. Penilaian Pengetahuan : Tes lisan atau pertanyaan mengenai contoh peninggalan
sejarah dan fungsinya.
3. Penilaian Keterampilan : Kemampuan siswa dalam berdiskusi dan
mempresentasikan hasil diskusi.