Anda di halaman 1dari 3

Farmakologi Percobaan IV ini adalah mengenai Pengujian Efek Analgetik.

Tujuannya untuk mengenal berbagai cara untuk mengevaluasi secara eksperimental efek analgetik suatu obat, memahami dasar-dasar perbedaan daya analgetik berbagai obat analgetik, dan mampu memberikan pandangan mengenai kesesuaian khasiat yang dianjurkan untuk sediaan Pada prosedur ini ada dua metode yang bias dilakukan untuk menguji efek obat analgesic, namun hanya satu yang dipakai dalam metode ini. Metode induksi mekanik, dan juga metode induksi kimia. Prinsip metode induksi mekanik yaitu saat ditempatkan di atas plat panas dengan suhu yang dinaikkan maka respon dari tikus tersebut akan terlihat dengan adanya gerakan tikus mengangkat atau menjilat telapak kaki. Induksi mekanik dilakukan untuk menguji analgesic berat karena pada analgesik berat diharapkan maumpu menghambat rasa nyeri secara fisik. Sedangkan metode induksi kimia dimaksudkan untuk menguji analgesic ringan dan sedang. Metode induksi kimia digunakan dalam modul ini. Prinsipnya adalah dengan membandingkan jumlah geliat dari mencit yang menjadi hewan percobaan dari kelompok uji control dan kelompok obat standar serta kelompok obat uji. Mencit digunakan dengan pertimbangan dari berbagai sifatnya yang cenderung penakut dan jarang melawan,s erta susunan organnya yang menyerupai manusia, sehingga dianggap sebagai hewan percobaan yang terbaik. Dalam praktikum ini, yang digunakan adalah mencit jantan dengan bobot 20-25 gram. Mencit dipilih berdasar bobot, dengan asumsi bahwa bobot 20-25 gram akan mampu mengadsorbsi obat dengan lebih cepat dibandingkan mencit dengan bobot yang lebih besar. Dengan bahan-bahan asam asetat, lalu obat analgesic yaitu parasetamol, aspirin, dan asam mefanamat, serta larutan suspense gom arab. Alat yang digunakan adalah alat suntik 1 ml, sonde oral, stop wathc, timbangan dan wadah penyimpanan mencit. Prosedur praktikum ini, yaitu pertama mencit yang akan digunakan dipilih yang bertubuh kecil, dengan asumsi bahwa bobot 20-25 gram akan mampu mengadsorbsi obat dengan lebih cepat dibandingkan mencit dengan bobot yang lebih besar. Lalu, kemudian ditimbang dengan timbangan mencit. Mencit ditenangkan dengan cara dielus bagian tengkuknya. Mencit adalah hewan penakut yang mudah merasa terancam. Perlu dilakukan suatu upaya agar mencit tidak lagi merasa takut. Dengan memegang tengkuk mencit, diharapkan mencit tidak lagi merasa terancam dan terbiasa dengan sentuhan praktikan. Lalu, mencit dibalikkan dengan satu tangan. Tiap ekor mencit diberi tanda atau nomor untuk memudahkan dalam pengenalan mencit. Mencit yang digunakan sebanyak empat ekor, sesuai pengelompokkannya dalam percobaan ini.

Mencit dibagi dan ditandai sesuai kelompoknya. Kelompok kontrol negative dengan penambahan PGA, kelompok obat standar atau kelompok kontrol positif dengan aspirin sebagai obatnya, kelompok uji yaitu parasetamol, dan asam mefanamat. Kelompok kontrol negative, disini mencit nomor 1 ditimbang dan memiliki bobot 13,6 gram. Bobot ini kemudian dipakai untuk menentukan dosis maksimal yang dapat masuk ke dalam tubuh mencit, dengan menggunakan rumus:

Bobot disini berarti bobot mencit, 20 adalah angka bobot standar mencit, dan 0,5 berasal dari angka dosis maksimal pemberian oral yaitu 1 ml, diambil setengahnya yaitu 0,5 ml. Ini dimaksudkan agar dosis yang diberikan tidak melampaui batas dosis maksimal. Sehingga didapat hasil dosis maksimal mencit 1 yaitu . Perlu

diperhatikan bahwa pada alat suntik satuan yang dipakai adalah 1 ml. Maka 0,34 ml dibaca sebagai 34 pada alat suntik. Sehingga dosis dari asam asetat dan obat yang akan diuji maksimal adalah 0,34 ml. Lalu, mencit 1 dimasukkan suspense gom arab secara sonde oral. Gunanya adalah untuk hewan kontrol yang akan dilihat perilaku normalnya. Suspensi gom arab tidak akan memberikan efek analgesic sehingga akan dilihat perilaku normal dari mencit saat tidak diberi obat analgesic. Lalu, kelompok obat standar atau mencit nomor 2 yang merupakan kontrol positif ditimbang. Diperoleh bobot 24,4 gram, lalu dengan persamaan diperoleh hasil dosis maksimal sebanyak 0,61 ml. Lalu, mencit 1 dimasukkan obat aspirin 0,61 ml secara oral. Aspirin adalah obat analgesic tertua yang paling umum digunakan manusia. Secara teoritis, aspirin efektif dalam menghambat kerja enzim siklooksigenase. Sehingga, prostaglandin dari Cox-2 memang terhambat dan menekan rasa nyeri, namun pada Cox-1 ada pula prostasiklin yang berfungsi menekan sintesis asam lambung, sehingga saat enzim siklooksigenase dihambat mengakibatkan sintesis asam lambung dan mengiritasi lambung. Berikutnya, kelompok obat uji pertama, yaitu parasetamol atau mencit nomor 3 ditimbang dan didapatkan hasil 15,3 gram. Dengan menggunakan persamaan didapat hasil dosis maksimal 0,38 ml. Lalu, parasetamol 0,38 ml dimasukkan secara sonde oral. Parasetamol adalah obat analgesic yang popular di masyarakat. Parasetamol merupakan derivate asetalnilid, dan juga merupakan metabolit dari fenasetin (dahulu banyak digunakan namun ditarik dari peredaran apda 1978 karena efek sampingnya berbahaya.) Parasetamol berkhasiat sebagai analgetis dan antipiretis namun bukan sebagai antiradang. Dan pada dewasa ini dianggap antinyeri yang paling aman dan cocok untuk pengobatan mandiri.

Kelompok terakhir, yaitu kelompok obat uji kedua yaitu asam mefanamat, diuji pada mencit nomor 4. Mencit 4 ditimbang dan didapat hasil 17,4. Dengan persamaan didapat hasil 0,43 ml. Maka, mencit 4 dimasukkan asam mefenamat 0,43 ml secara oral. Asam mefenamat adalah kelompok analgesic-antipiretik-antiinflamasi yang merupakan derivat-antranilat. Cukup sering digunakan sebagai pereda nyeri di pasaran. Setelah selesai, seluruh mencit tadi didiamkan selama 30 menit setelah pemberian obat secara peroral. Ini disebabkan obat akan mulai di absorpsi setelah 30 menit. Setelah 30 menit, mencit disuntikkan asam asetat secara intraperitonial. Intraperitonial dimaksudkan untuk pemberian yang bersifat local, sebab dikhawatirkan bila pemberian secara sistemik , mencit akan lebih cepat mati. Pemberian intraperitonial dilakukan di tengah tubuh mencit. Atau sedikit pinggir daripada bagian abdomen. Jarum disuntikkan dengan sudut 10 . Asam asetat dimaksudkan sebagai penginduksi rasa nyeri dan menimbulkan geliat pada mencit. Asama seat merangsang prostaglandin untuk menimbulkan rasa nyeri akibat adanya kerusakan jaringan, prostaglandin menyebabkan sensitasi reseptor nyeri terhadap stimulasi mekanik dan kimiawi, sehingga prostaglandin dapat menimbulkan keadaan hiporalgesia dan kemudian mediator kimiawi seperti bradikinin dan histamine ikut merangsang dan menimbulkan rasa nyeri, dan menyebabkan gerakan geliat pada mencit. Gerakan menggeliat dapat diamati dari perubahan posisi tubuh mencit, dimana tubuh mencit jadi memanjang dari mulai kaki depan sampai belakang. Langkah berikutnya, dilakukan pengamatan tiap mencit selama 30 menit untuk setiap lima menit.