Anda di halaman 1dari 3

BAB III TINJAUAN PUSTAKA

A. Pengertian Bakteri Vibrio Salah satu penyakit yang sering muncul pada ikan atau udang yang dibudidayakan adalah terjadinya luka-luka pada bagian tubuh dan ekor, salah satu penyebabnya adalah dari kelompok bakteri vibrio sp, bakteri ini hampir ditemukan diseluruh habitat bahkan tidak menutup kemungkinan pada tanah yang merupakan agen penyebab penyakit ( Singleton, 1992 dalam Bunga R et al,2007 ). Bakteri vibrio merupakan genus yang dominan pada lingkungan air payau dan laut . Umumnya bakteri vibrio menyebabkan penyakit pada hewan perairan laut dan payau, sejumlah spesies yang dikenal sebagai patogen seperti V.alginolyticu , V.anguillarium ,V.carcharie ,V.cholerae ,V.harveyii . Sebagian besar vibrio tumbuh optimal pada salinitas 20 40 ppt, bakteri vibrio termasuk bakteri anaerobic fakultatif, artinya dapat tumbuh baik tanpa oksigen, serta tumbuh pada pH 4 9 . Vibrio merupakan patogen oportunistik yang dalam keadaan normal ada dalam lingkungan pemeliharaan kemudian berkembang dari saprofik menjadi patogenik jika kondisi lingkungan memungkinkan . Bakteri vibrio yang patogen dapat hidup dibagian tubuh organisme maupun didalam dengan jalan menempel. Dalam keadaan memungkinkan biasanya bakteri vibrio dapat berkembang dan menyebabkan penyakit ( Parytono dan Sunarto dalam Bunga R, 2007 ). B. Klasifikasi Bakteri Vibrio Domain : Bakteri Kerajaan : Bacteria Filum : Proteobacteria

Kelas Ordo Famili Genus Spesies

: Gemma proteobacteria : Vibrinales : Vibrionaceae : Vibrio : Vibrio sp.

C. Karakteristik Bakteri Vibrio Secara umum bakteri vibrio bersifat aerob, tetapi ada pula yang bersifat anaerobic fakultatatif . Selain itu bakteri vibrio juga bersifat motil karena pergerakannya dikendalikan oleh alat gerak yang disebut flagela polar, tergolong kedalam bakteri gram negatif . Berbentuk batang yang melengkung seperti tanda koma atau lurus, bersel tunggal atau uniseluler,berukuran panjang 1,4 5,0 milli mikron dan lebar 0,3 1,3 milli mikron . Identifikasi merupakan penentuan spesies bakteri yang dilakukan berdasarkan morfologi sifat biakan dan morfologi sifat biokimia karena bakteri tidak memiliki sifat yang nyata ( Lay, 1994 dalam Nurjanna 2007 ) D. Penyakit yang disebabkan oleh Bakteri Vibrio Penyakit merupakan suatau keadaan patologis dari tubuh yang ditandai dengan adanya gangguan histologis dan fisiologis ( Meyer 1985 dalam Rantetondok , 1986 ) Seiring dengan perkembangan yang terjadi desektor perikanan terutama budidaya udang maka dijumpai banyak permasalahan seperti terjadinya kematian pada ikan atau udang akibat serangan penyakit terutama yang disebabkan oleh jenis bakteri vibrio, virus wssv, virus TSV. Vibrio menyerang lebih dari 40 spesies ikan di 16 negara. Vibriosis merupkan penyakit yang disebabkan oleh bakteri vibrio, gejala yang nampak pada ikan yang terserang vibriosis adalah luka pada sirip, bintik bintik pada

10

kulit dan disertai pula pendarahan , serta luka luka pada jaringan otot sehingga pergerakannya sangat lamban . Tingkat serangan parasit terhadap inangnya dibagi dalam dua tingkatan yaitu infeksi dan infentasi. Dinytakan infeksi apabila parasit tersebut telah menimbulkan gejala penyakit dan telah merusak jaringan , sedangkan yang terserang parasit tetapi belum mengalami gejala gejala penyakit disebut terinfentasi ( Brotowidjoyo , 1987 dalam Idrus , 1988 ) . Luka luka yang ada pada kulit lama kelamaan akan mengalami pembengkakan dan akhirnya akan pecah yang disertai keluarnya cairan nanah berwarna kunig kemerahan .

Bila vibriosis menyerang pada stadium gelondongan atau pembenihan gejala klinisnya tidak terlihat begitu jelas, seluruh tubuhnya tertutup lendir oleh lapisan lendir yang tebal serta luka luka kecil yang tidak pecah . Ikan atau udang yang terserang bakteri penyakit ini, cenderung lebih tinggi mortalitasnya . tingkat

11