Anda di halaman 1dari 5

STRUKTUR ORGANISASI BIROKRASI PEMERINTAHAN DI ERA SRI MANGKUNAGARA IV

Sri Mangkunagara IV Patih Jaba - Jero

Kapiten Ajudan

Kawedanan Amongpraja

Kawedanan Reksapraja

Kawedanan Kartapraja

Kawedanan Martapraja

Kawedanan Kartipraja

Kawedanan Reksawitana

Kawedanan Mandrapura

Kawedanan Purabaksana

Kawedanan Yogiswara

Kabupaten Anom Karanganyar

Kabupaten Anom Wanagiri Para Panewu Para Demang Para Lurah

Kabupaten Anom Malangjiwa

48697

Keterangan: 1. Patih Jaba-Jero (Luar dan Dalam), berpangkat Bupati bergelar Tumenggung. 2. Kapiten Ajudan, bertugas sebagai penghubung antara Sri Mangkunagara IV sebagai Kolonel Komandan dengan Legiun Mangkunegaran. 3. Kawedanan Amongpraja, dipimpin oleh seorang dengan pangkat Wadana (Wedana). Kawedanan ini membawahi tiga Kemantren yang dipimpin oleh seorang Mantri, setingkat Asisten Wadana (Wedana). Tiga Kemantren tersebut adalah: a. Kemantren Sastralukita (sekretariat), bertugas untuk menulis menggunakan tata bahasa yang benar, tahu paramasastra, menjaga rahasia surat-surat resmi. Kemantren ini membawahi pada Carik (Juru Tulis). b. Kemantren Reksapustaka, bertugas untuk menyimpan surat-surat penting, memelihara surat-surat, menyimpan rahasia. Kemantren ini membawahi Wimbasara (para Pesuruh). c. Kemantren Pamongsiswa, bertugas untuk membina kebudayaan dan kasusastraan. Berkewajiban untuk meningkatkan pengetahuan. Bawahan Kemantren ini adalah para guru, juru gambar, juru nyanyi. Semua Kemantren dalam Amongpraja ini, memiliki pegawai orang Eropa yang semuanya di bawah perintah Pepatih (Patih) Mangkunegaran. 4. Kawedanan Reksapraja, kawedanan ini berfungsi sebagai Kantor Pengadilan Mangkunegaran. Kawedanan ini memiliki tiga buah Kemantren, yakni: a. Kemantren Kepolisian, tugasnya adalah menerima dan memeriksa perkara dan menjaga undang-undang Mangkunegaran. Kemanren ini mwmbawahi Carik (Juru Tulis), Lurah Kampung, Langsir, Wimbasara, dan para Wadana Gunung. b. Kemantren Margatama, tugasnya memperbaiki jalan-jalan, jembatan, tanggul atau bendungan, dan sebagainya. Tugasnya juga meneliti hal-hal tersebut di atas apabila ada kerusakan. Kemantren ini membawahi: Margayuda Nagara, Juru Kerja Paksa, dan Margayuda desa. c. Kemantren Kejaksaan, tugasnya menyelesaikan perkara dan memelihara bunyi undang-undang. Bawahannya adanalah: Paliwara dan Sarayuda. 5. Kawedanan Kartapraja, kawedanan ini terkenal dengan nama Bagian Administrasi. Kawedanan ini membawahi dua Kemantren, yakni:

48697

a.

Kemantren Karta Usaha, yang dipimpin para administrator; tugasnya adalah mengusahakan agar penghasilan Mangkunegaran makin maju. Bawahannya adalah para administrator yang menangani kebon kopi, tebu, dsb.

b.

Kemantren Hartamimpuna, Kemantren ini tugasnya adalah menerima uang pajak dan uang pendapatan negara (Mangkunegaran), kemudian menyimpannya. Kewajibannya agar pemerintahan Mangkunegaran tidak merugi, serta harus tahu penghasilan yang akan diperoleh baik dari pajak, maupun pendapatan dari sumber lain. Kemantren ini membawahi Juru Gedhong (Bendahara), Juru Tulis (Pembukuan), Kasir (Juru Bayar), ranggasewaka, dan penarik pajak.

6. Kawedanan Martapraja, hanya memiliki satu Kemantren, yakni Kemantren Reksadana, tugasnya memelihara dan mengetahui jumlah uang yang ada di Bendahara, dan yang ada di tempat lain. Kemantren ini juga memiliki tugas untuk memasukkan dan mengeluarkan. Bawahannya adalah Carik, Juru Tulis, Nitiwera (bagian pembukuan), dan juru hitung (bagian pemeriksaan). 7. Kawedanan Kartipraja, hanya mempunyai satu Kemantren, yakni Kemantren Kartipura. Kemantren ini tugasnya memperbaiki keadaan kota Mangkunegaran, juga bertugas sebagai pengampu Dinas Pemadam Kebakaran. Kewajibannya adalah memeriksa keadaan kota, serta dapat memperkirakan pekerjaan lama atau baru. Bawahannya adalah kelompok pemadam kebakaran, tukang batu, juru taman, undagi, pande besi, tukang mengambil air, tukang sapu jalan, tukang jaga malam dan penjaga istana. 8. Kawedanan Reksawitana, terdiri atas empat Kemantren, yakni: a. Kemantren Reksawarastra, tugasnya memelihara senjata dengan kewajiban memahami dengan baik tentang wujud, tangguh (dapat dipercaya), dan sifat besinya, khususnya pada senjata tradisional (keris, tombak, pedang, dsb). Bawahannya adalah tukang membuat warangka (wadah/ sarung keris), tukang memelihara dan mencuci senjata, tukang menembak, dan tukang membuat popor (pegangan senjata). b. Kemantren Reksawahana, Kemantren ini bertugas memelihara kendaraan dan segala macam alatnya. Kewajibannya juga harus tahu tentang katuranggan (watak kuda) dan Rajanari (ules) atau wujud. Bawahannya adalah tukang menjinakkan

48697

kuda, tukang menyiapkan dan memelihara kuda, kusir, kenek (pembantu), tunggon (penunggu kuda), tukang menyiapkan peralatan kuda, joki, dan juri mudi kapal. c. Kemantren Reksabusana, tugas Kemantren ini adalah meyiapkan pakaian seragam untuk prajurit, membuat dan memelihara serta mendesain pakaian seragam prajurit agar lebih baik dan pantas. Bawahannya adalah graji, tukang jahit, pandai emas, tukang braso atau sepuh. d. Kemantren langenpraja, tugas kemantren ini adalah memelihara, meyiapkan, serta merawat gamelan, alat kesenian, wayang, dsb. Kewajibannya adalah tahu tentang tembang, gendhing, tahu tentang laras atau nada gamelan, serta membuat orang senang. Bawahannya adalah dhalang, pembuat wayang, wiyaga (penabuh gamelan), penata gendhing, pelawak, waranggana (penyanyi), teledhek (penari wanita), dsb. 9. Kawedanan Mandrapura, kawedanan ini membawahi empat kemantren, yakni: a. Kemantren Mandrasasana, tugas kemantren ini adalah memelihara, membersihkan dan memperindah meubeler atau peralatan istana, sehingga terlihat baik, pantas, dan indah. Bawahannya adalah Ranggasana, dan Reksagathita. b. Kemantren Reksapradipta, tugas kemantren ini adalah menyiapkan, menyalakan, dan memelihara lampu-lampu, khususnya lampu-lampu di istana Mangkunegaran, rumah para pangeran, dsb. Kewajibannya membersihkan, memperbaiki apabila ada yang rusak. Bawahannya adalah Reksapanyutha. c. Kemantren Subapandaya, tugas kemantren ini adalah meyiapkan dan menata minuman. Kewajibannya harus tahu tingkat suguhan, serta mengetahui nama jenis minuman baik minuman Timur maupun Barat. bawahannya adalah Wignyasugata, dan tukang peras susu atau jeruk. d. Kemantren Reksasugata, tugas kemantren ini adalah menyiapkan, menata, dan menyajikan makanan, khususnya untuk makan siang, makan pagi dalam suatu pesta, serta mengetahui tata urutan hidangan. Kewajibannya adalah tahu tentang pengetahuan menu dan rasa makanan. Bawahannya adalah koki, tukang cuci peralatan pesta, tukang binatu, tukang gudang makanan. 10. a. Kawedanan Pura Baksana, membawahi tiga kemantren, yakni: Kemantren Reksa Baksana, tugasnya adalah memelihara dan membawa jatah. Oleh sebab itu, petugas harus tahu nama ukuran (meter, kilo, gram, dsb). Bawahannya

48697

adalah carik (juru tulis) petugas gudang beras, minyak, arang kayu, juru timbang, sayang (tukang tembaga), kundhi (tukang gerabah). b. Kemantren Wreksapandaya, tugasnnya adalah menyediakan kayu jati yang akan dugunakan oleh Mangkunegara. Kewajibannya adalah memelihara, melindungi dan melentarikan hutan jati milik Mangkunegaran. Bawahannya adalah glondhong. c. Kemantren Terulata, tugasnya adalah membagi dan menyediakan daun sirih, rumput, dan padi. Kewajibannya tahu ukuran timbangan, dan tahu siapa-siapa yang harus menerimanya. Bawahannya adalah pangrembe (orang yang mengurusi tanahtanah milik raja). 11. a. Kawedanan Yogiswara, memiliki empat kemantren yang terdiri atas: Kemantren Ketib, tugasnya adalah menikahkan orang, menyiapkan dan menata orang yang akan dikubur (mayat), menyelesaikan perkara mesjid, memeihara hukum Islam dan hukum agama menurut negara. Bawahannya adalah Suragama. b. Kemantren Naib (Kenaiban), tugasnya adalah menikahkan, menyelesaikan perkara cerai (talak). Juga menyelesaikan hukum waris, wasiat dari seseorang, agar tercipta kerukunan. Kewajibannya harus tahu tentang hukum dan Istijiyat. Bawahannya adalah para kaum yang ada di desa-desa. c. Kemantren Mardikan, tugasnya adalah mengajar mengaji dan agama, memelihara makam, dan petilasan (makam leluhur). Kewajibannya adalah menjaga agama Islam. d. Kemantren Ngulama, tugasnya membaca doa pada upacara resmi, mengururs zakat dan fitrah untuk fakir miskin. Kewajibannya adalah pandai membaca AL-Quran, tahu makna firman, murad, dan maksud firman. Sumber: Siswokartono, W.E Soetomo. 2006. Sri Mangkunagara IV sebagai Penguasa dan Pujangga. Semarang: Aneka Ilmu. hlm. 143-148. Wiryosuputro, Sarwanta. 2001. Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Ario Mangkunegoro IV. Surakarta: Reksopustoko Mangkunegaran. hlm. 35-36.

48697

48697