Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN
Dalam keseharian, kita tidak terlepas dari kehadiran gelombanggelombang dalam dunia nyata dan juga dari dunia lain, misalnya dari gelombanggelombang yang dipancarkan oleh benda-benda luar angkasa, misalnya pancaran gelombang cahaya dari matahari dan bintang lainnya, karena itu, pengetahuan mengenai gelombang sangat bermanfaat dan diperlukan untuk berbagai kepentingan termasuk dalam bidang studi geofisika yang akan diaplikasikan dalam eksplorasi geofisika itu sendiri. Gelombang adalah suatu getaran yang timbul dari suatu sumber getaran dan merambat pada suatu medium ataupun tanpa medium. Pada dasarnya, gelombang terdiri dari gelombang mekanik yaitu gelombang yang memerlukan medium untuk merambat misalnya gelombang air, gelombang bunyi dan gelombang pada tali dan juga gelombang elektromagnetik yaitu gelombang yang tidak memerlukan medium untuk merambat. Setiap gelombang memiliki ciri khas yang dapat diaplikasikan untuk keperluan masing-masing, misalnya gelombang elektromagnetik yang dimanfaatkan dalam horizontal loop electromagnectis (HELM) yang dapat digunakan dalam eksplorasi geofisika untuk mengetahui mengenai keberadaan dan kondisi suatu benda ataupun singkapan dibawah permukaan. Oleh karena itu, sebagai calon geophysicist yang baik, penting untuk mempelajari dan memahami mengenai horizontal loop electromagnectis (HELM) melalui Praktikum Instrumentasi Geofisika ini.

BAB II

DASAR TEORI
Prinsip metode elektromagnetik aktif (sumber buatan) dalam survei geofisika adalah dengan memancarkan gelombang elektromagnetik melalui transmitter/Tx. Gelombang yang dipancarkan kemudian akan menginduksi batuan dibawah permukaan. Dalam batuan akan timbul arus eddy yang besarnya tergantung pada daya hantar listrik pada batuan tersebut. Arus eddy akan menimbulkan gelombang elektromagnetik sekunder yang dapat ditangkap dipermukaan menggunakan receiver/Rx.

Metode horizontal loop electromagnetics (HLEM) adalah salah satu metode geofisika yang memanfaatkan gelombang elektromagnetik berfrekuensi rendah untuk mendeteksi anomali bawah permukaan terkait sifat konduktivitasnya. Metode ini memanfaatkan sepasang antenna (Tx dan Rx). Jarak antara Tx dan Rx dibuat tetap, kemudian digeser langkah demi langkah pada ketinggian yang sama (posisi mendatar). Kurva respon in-phase (IP) dan out of phase (OP) dinyatakan dalam % besar sinyal terhadap gelombang primer. Posisi kondukter ditunjukan oleh harga puncak (minimum) dari kurva respon seperti terlihat pada gambar dibawah ini. Berikut adalah gambar akuisisi HLEM dan grafik respon OP dan IP

BAB III

METODE EKSPERIMEN
Alat dan Bahan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Mistar Kabel Tiang Kumparan pemancar Kumparan penerima Alat pemancar Alat penerima Lempengan logam Statif lempengan Osiloskop

Skema Percobaan

Tata Laksana 1. 2. 3. 4. 5. Alat dirangkai seperti pada skema Lempengan diatur dengan sudut kemiringan tertentu Power supply dinyalakan Pemancar (yang lilitannya sedikit) dan penerima (yang lilitannya banyak) divariasikan jaraknya sepanjang panjang lempengan Grafik gelombang yang ditampilkan pada layar osiloskop berupa beda fase dan amplitudo gelombang pada setiap variasi jarak diamati, gelombang dari channel 1 untuk gelombang sekunder dan gelombang dari channel 2 untuk gelombang primer. 6. Ulangi dari langkah kedua dengan besar sudut kemiringan lainnya.

BAB IV

DATA, GRAFIK DAN ANALISA


Data Pada sudut 30 X(m) 0,47 0,52 0,57 0,62 0,67 0,72 0,77 0,82 Hs (v) 1,4 1,4 1,4 1,4 1,4 1,4 1,4 1,4 Hp (v) 1,1 1,05 0,95 0,85 0,8 0,75 0,8 0,85 Ip 7,673% 7,324% 6,627% -8,876% -8,354% -7,832% -8,354% -8,876% Op 78,196% 74,642% 67,533% -60,062% -56,529% -52,996% -56,529% -60,062% beda fase 18,94737 18,94737 18,94737 28,42105 28,42105 28,42105 28,42105 28,42105

Pada sudut 60 x (m) 0,48 0,53 0,58 0,63 0,68 0,73 0,78 Hp (v) 1,4 1,4 1,4 1,4 1,4 1,4 1,4 Hs (v) 1,05 1,1 0,9 0,7 0,75 0,8 0,8 Ip 7,324% 78,360% -9,496% 11,028% -52,654% -56,164% -56,164% Op 74,642% -5,759% 63,581% -48,769% -9,871% -10,529% -10,529% beda fase 18,94737 14,21053 18,7013 28,05195 23,37662 23,37662 23,37662

Grafik

Analisa Data Dari data yang diperoleh dari hasil pengamat, yakni nilai jarak dan amplitudo pada channel 1 yang menunjukkan gelombang sekunder dan channel 2 yang menunjukkan gelombang primer, akan diperoleh nilai beda fase yang didapat dengan persamaan:

setelah mendapatkan nilai beda fasenya, kemudian dicari nilai IP dan OP dengan persamaan:

BAB V

PEMBAHASAN
Dalam praktikum ini, praktikan melakukan pengamatan terhadap daya hantar atau konduktivitas suatu lempeng logam dengan menggunakan metode horizontal loop electromagnetics (HLEM). Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah metode pengamatan langsung yakni dengan pengamatan pada gelombang yang ditampilkan dalam layar osiloskop dan variasi letak pemancar serta penerima pada meteran pada rangkaian percobaan. Data yang didapat kemudian diolah menjadi nilai OP dan IP diplotkan kedalam grafik hubungan x (jarak) versus OP dan IP. Dari data yang didapat, diamati apakah nilai OP lebih besar dari nilai IP atau nilai IP lebih besar daripada nilai OP. Apabila nilai OP lebih besar daripada nilai IP maka poor conductor, sedangkan apabila nilai IP lebih besar daripada OP maka good conductor. Berdasarkan hasil yang didapat pada percobaan dengan besar sudut kemiringan lempeng 30o, dapat dilihat bahwa semua nilai IP lebih kecil daripada nilai Op, ini menunjukkan bahwa lempeng tersebut bersifat poor conductor, sedangkan data dari kelompok lain, yakni pada percobaan dengan sudut kemiringan lempeng sebesar 60o, dapat dilihat bahwa sebagian besar nilai IP juga lebih kecil daripada nilai OP, ini pertanda bahwa lempeng tersebut memang bersifat poor conductor. Poor conductor sendiri mengindikasikan bahwa lempeng tersembut memiliki daya hantar yang buruk, hal ini dapat disebabkan karena bahan dari lempeng itu sendiri yang pada dasarnya memang besifat kurang dapat menghantarkan arus listrik. Hasil yang diperoleh dari kedua kelompok menunjukkan hasil yang sama, yakni bahwa lempeng tersebut bersifat poor conductor meski ada beberapa data dari kelompok lain yang perbedaannya cukup mencolok, hal ini masih dapat ditolerir melihat nilai sebagian besarnya yang cenderung lebih

mendekati hasil dari pengamatan kelompok kami, kesenjangan hasil yang diperoleh dalam suatu pengamatan dapat disebabkan oleh beberapa faktor yakni pada ketidaktelitian praktikan dalam pengambilan data secara langsung, terutama pada pembacaan grafik yang ditampilkan pada layar osiloskop atau bahkan adanya kekurangtepatan pada alat dalam percobaan itu sendiri yang bisa disebabkan rangkaian sempat mengalami gangguan misalnya tersenggol sehingga menyebakan kekurangtepatan pada hasil yang didapatkan. Dalam hal ini, jika ditinjau dari proses pengolahan data hingga grafik, dapat diyakini bahwa telah dilakukan dengan prosedur yang benar dan tepat sehingga hasil yang diperoleh dapat dikatakan sudah benar.

BAB VI

KESIMPULAN
Dari 2 percobaan dalam praktikum ini, yakni pengamatan sifat konduktivitas suatu lempeng pada sudut kemiringan lempeng sebesar 30o dan 60o dengan menggunakan metode horizontal loop electromagnetics (HLEM), dapat disimpulkan bahwa lempeng yang diamati pada percobaan kali ini bersifat poor conductor atau konduktivitasnya rendah karena nilai IP yang diperoleh lebih kecil daripada nilai OP. Hal ini dapat disebabkan karena material lempeng tersebut yang memang kurang mampu dalam menghantarkan arus listrik.

BAB VII

DAFTAR PUSTAKA
Panduan Praktikum Instrumen Geofisika, Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Gadjah Mada