Metode Gosok untuk Sediaan Tulang

0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
15 tayangan7 halaman
Dokumen ini membahas pembuatan sediaan tulang menggunakan metode gosok, yang meliputi pemotongan, penggosokan, dan perendaman dalam larutan xylol untuk meningkatkan kejernihan. Hasil pengamatan menunjukkan struktur khas jaringan tulang kompak, termasuk saluran havers, lamela, lakuna, dan kanalikuli. Metode ini dianggap praktis dan efisien untuk mempelajari mikrostruktur jaringan keras tanpa proses dekalifikasi.

Diunggah oleh

Bella Ayuana Putri
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mikroteknik 5(16):1-7

Pembuatan Sediaan Tulang dengan Metode Gosok


Bella Ayuana Putri1*, Najwah1, Anni Nurliani2
1
: Program Studi Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, ULM.
2
: Departemen Anatomi dan Fisiologi, Laboratorium Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam, ULM.
*
E-mail:2311013220007@[Link]
Abstrak
Pembuatan sediaan jaringan keras seperti tulang memerlukan teknik mikroteknik khusus agar struktur
histologisnya dapat diamati secara jelas di bawah mikroskop. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk
memahami tahapan dan prinsip pembuatan sediaan tulang dengan metode gosok (maserasi), serta
mengenali bagian-bagian jaringan tulang yang tampak secara mikroskopis. Metode yang digunakan
meliputi pemotongan tulang kaki sapi secara melintang menggunakan gergaji besi, penggosokan
bertahap dengan amplas hingga diperoleh ketebalan tipis dan merata, perendaman dalam larutan xylol
sebagai agen clearing selama lima menit, kemudian penempatan pada kaca objek, penutupan dengan
entellan dan kaca penutup, serta pengamatan menggunakan mikroskop cahaya. Hasil pengamatan secara
kualitatif menunjukkan bahwa sediaan tulang kaki sapi menampakkan struktur khas jaringan tulang
kompak, meliputi saluran havers, lamela, lakuna, dan kanalikuli. Keempat struktur tersebut saling
berhubungan membentuk sistem osteon yang berperan penting dalam proses transportasi nutrisi,
pertukaran zat, dan komunikasi antar sel tulang. Penggunaan xylol terbukti efektif dalam meningkatkan
kejernihan sediaan karena kemampuannya menghilangkan sisa lipid dan membuat jaringan lebih
transparan di bawah mikroskop. Tulang sapi dipilih karena memiliki karakteristik kekerasan dan
kepadatan yang mendekati tulang manusia serta mudah diperoleh di lingkungan sekitar, sehingga
menjadi model ideal untuk pembelajaran anatomi dan histologi. Selain itu, metode gosok dianggap lebih
praktis dibandingkan metode dekalifikasi, karena tidak memerlukan bahan kimia keras dan waktu yang
lama. Kesimpulannya, metode gosok merupakan teknik sederhana, ekonomis, dan efisien untuk
memperoleh sediaan jaringan keras yang tidak mudah dipotong dengan mikrotom. Melalui metode ini,
struktur mikroskopis tulang dapat diamati dengan jelas tanpa proses dekalifikasi, sehingga teknik ini
sangat relevan diterapkan dalam kegiatan praktikum histologi dasar, pendidikan biologi, maupun
penelitian awal mengenai struktur jaringan yang bersifat keras

Kata kunci : Metode gosok, Tulang, Mikroteknik, Jaringan keras

PENDAHULUAN
Manusia memiliki kemampuan untuk bergerak hal ini dikarenakan adanya organ-organ di
dalam tubuh manusia yang mendukung untuk melakukan bermacam gerakan. Kerja sama antar
organ-organ tersebut merupakan perpaduan antara kerangka, sendi, dan otot (Wijaya et al., 2021).
Sistem gerak manusia terdiri atas alat gerak pasif yaitu rangka manusia dan alat gerak aktif yaitu
otot. Rangka merupakan susunan tulang-tulang dengan sistem tertentu, yang terdapat di dalam
tubuh disebut dengan rangka dalam atau endoskeleton. Rangka manusia dibentuk dari tulang
tunggal atau gabungan tulang yang ditunjang oleh struktur lain. Rangka tubuh dibagi menjadi dua
yaitu rangka aksial dan apendikular. Rangka aksial terdiri atas tulang tengkorak, tulang belakang,
tulang rusuk dan tulang dada. Rangka apendikular terdiri atas tulang gelang bahu, tulang gelang
panggul dan tulang anggota gerak (Sari et al., 2023).
Tulang adalah organ hidup yang dinamis dengan memainkan peran penting dalam
dukungan, perlindungan, gerakan dan bahkan dalam produksi sel darah. Tulang dapat dibedakan
dengan jaringan ikat terlihat dari kekakuan dan kekuatannya. Sifat ini muncul akibat dari
penggabungan garam anorganik ke dalam matriks yang terdiri atas serat kolagen, protein non-
kolagen, dan sebagainya. Tulang memiliki kemampuan luar biasa untuk memperbaiki dirinya
Mikroteknik 5(16):1-7

sendiri, menyesuaikan bentuk, massa, dan sifat lainnya terhadao respon terhadapan faktor mekanis
(Šromová et al., 2023). Fungsi utama dari jaringan tulang adalah untuk menyediakan sokongan
dan stabilitas pada tubuh. Tulang juga menyediakan tempat ligmen dan otot menempel untuk
memfasilitasi daya gerak. Selain berperan sebagai jaringan penggerak tubuh, tulang juga
merupakan tempat penyimpanan untuk mineral penting, seperti kalsium dan fosfor. Ketika kadar
kalsium dan fosfor menurun di dalam peredaran darah, jaringan tulang dapat melepaskan mineral
tersebut ke dalam pembuluh darah untuk menjaga konsentrasi mineral yang stabil. Dapat
dikatakan, tulang merupakan jaringan multifungsi yang diperlukan manusia agar tetap hidup dan
menjalankan kesehariannya dengan baik (Waruwu et al., 2023).
Pembuatan preparat tulang memiliki beberapa metode, salah satunya yaitu metode gosok
atau maserasi. Preparat gosok atau maserasi merupakan preparat yang diperoleh melalui metode
mikroteknik untuk pembuatan jaringan yang memiliki sifat keras. Metode gosok atau maserasi
digunakan pada sediaan yang sulit untuk dilakukan pengirisan (section) atau sulit memperoleh
sediaan dengan ketebalan merata. Secara singkat, preparat gosol atau maserasi dilakukan dengan
menggergaji tulang dan merebusnya dalam air mendidih sampai beberapa waktu. Potongan tulang
yang kecil digosok dengan arah yang sudah ditentukan sebelumnya seperti arah serong, vertikal,
dan horizontal (Sari & Harlita, 2020). Tujuan praktikum ini adalah untuk mengenal tahap-tahap
pembuatan, bahan dan alat untuk praktikum teknik pembuatan sediaan tulang dengan metode
gosok.

METODE
- Alat dan bahan
Alat yang digunakan pada praktikum ini antara lain gergaji besi/pipa, amplas, cawan petri,
pinset, kaca objek, kaca penutup, dan mikroskop. Bahan yang digunakan pada praktikum ini
antara lain tulang kaki sapi, xilol, entellan, dan label
- Prosedur praktikum
Prosedur praktikum kali ini diawali dengan memotong tulang dengan tipis secara
melintang menggunakan gergaji besi/pipa, Setelah itu, tulang digosok-gosok dengan amplas
hingga tipis. Selanjutnya, tulang direndam di dalam cawan petri yang berisi xylol selama 5
menit. Tulang yang telah direndam lalu diletakkan di atas kaca objek dengan pinset, ditutup
dengan perekat entellan, dan diberi label. Sediaan tulang kemudian diamati di bawah
mikroskop.
Mikroteknik 5(16):1-7

HASIL
Hasil pengamatan sediaan tulang kaki sapi dengan metode gosok dapat dilihat pada tabel
berikut:
No Gambar Preparat Gambar Referensi Keterangan
1. 1. Saluran
havers
2
2. Lamella
3. Lakuna
3 4. Kanalikuli
2 1

4
1 3 4

Sediaan Tulang Kaki Sapi (Zedda, 2023)


(Perbesaran 10x)

DISKUSI
Preparat gosok atau maserasi merupakan preparat yang diperoleh melalui metode
mikroteknik untuk pembuatan jaringan yang memiliki sifat keras. Metode gosok atau maserasi
digunakan pada sediaan yang sulit untuk dilakukan pengirisan (section) atau sulit memperoleh
sediaan dengan ketebalan merata. Secara singkat, preparat gosol atau maserasi dilakukan dengan
menggergaji tulang dan merebusnya dalam air mendidih sampai beberapa waktu. Potongan tulang
yang kecil digosok dengan arah yang sudah ditentukan sebelumnya seperti arah serong, vertikal,
dan horizontal (Sari & Harlita, 2020). Penggosokan dilakukan dengan amplas yang tingkat
kekasarannya cukup rendah tujuannya agar mendapat ketebalan yang merata disetiap permukaan
sediaan. Prinsip kerja yang digunakan pada praktikum ini adalah melakukan penggosokan tulang
setipis mungkin menggunakan amplas untuk memudahkan praktikan dalam melihat bagian-bagian
tulang (Sahil, et al., 2021).
Pembuatan sediaan tulang dengan metode gosok dilakukan melalui beberapa tahap,
pertama yaitu pemotongan tulang secara melintang dengan menggunakan gergaji besi atau pipa
yang memiliki tujuan agar tulang dapat dengan mudah pada saat proses pengamplasan. Tahap
berikutnya yaitu penggosokan tulang pada media kasar hingga tipis menggunakan amplas yang
bertujuan untuk menghasilkan permukaan yang halus serta tipis agar mudah untuk diamati pada
mikroskop (Sari & Harlita, 2020). Tulang kemudian direndam dalam xylol yang berfungsi sebagai
agen clearing untuk membersihkan jaringan dari lipid dan minyak alami, sehingga jaringan lebih
tembus cahaya dan kontras di bawah mikroskop. Setelah direndam, tulang dipindahkan ke kaca
objek dengan pinset untuk mencegah kerusakan atau kontaminasi. Terakhir, sediaan tulang yang
telah dipersiapkan ini diamati di bawah mikroskop untuk mempelajari mikrostruktur jaringan keras
dengan lebih detail (Budiono, 2013).
Bahan utama yang digunakan pada pembuatan preparat dengan metode gosok adalah
jaringan atau tulang yang keras. Sel-sel dalam tulang yang terutama berhubungan dengan
pembentukan dan resorpsi tulang ialah osteoblas, osteosit, dan osteoklas. Komposisi dan
kepadatan tulang pada tujuh hewan vertebrata yang biasa digunakan dalam penelitian tulang
(manusia, anjing, sapi, babi, domba, ayam dan tikus), diketahui bahwa sapi memiliki struktur
komposisi yang paling mendekati tulang manusia. Selain memiliki karakteristik mekanik yang
Mikroteknik 5(16):1-7

hampir sama dengan tulang manusia, tulang sapi juga mudah didapatkan dan memiliki penampang
tulang yang cukup lebar sehingga dalam pengambilan spesimen atau sampel lebih mudah (Harijati
et al., 2017).
Bagian-bagian jaringan sediaan kaki sapi terdiri dari saluran havers, osteosit, osteon
dengan lamela, lakuna, dan kanalikuli. Osteon sebagai satuan struktur dari jaringan tulang tersbut.
Dipusat osteon, terdapat saluran atau kanal havers yang berfungsi untuk melakukan transportasi
nutrisi dan oksigen karena tersusun atas pembuluh darah, syaraf dan jaringan penghubung. Lamela
yaitu fluida yang terdapat pada mikroskopis tulang kortikal (keras). Lamela paralel dengan
trabekular (tulang spons) dari tulang kanselus atau konsentris mengelilingi kanal havers dan tulang
kortikal. Di dalam lamela terdapat matriks berbentuk cairan pengisi ruang yang disebut dengan
lakuna yang memiliki peran sebagai wadah sel tulang yang disebut osteosit. Masing-masing
osteosit dihubungkan dengan sebuah kanal bercabang dan sempit yang disebut dengan kanalikuli.
Kanalikuli merupakan alur komunikasi antar masing-masing osteosit untuk bertukar sinyal dan
nutrisi (Waruwu et al., 2023). Hasil yang diperoleh dari praktikum ini ialah terlihat adannya
saluran atau kanal havers, lamella, lakuna dan kanalikuli.
Keberhasilan dalam pengamatan histologi tulang sapi dipengruhi oleh penggunaan larutan
xylol sebagai agen clearing. Larutan xylol memiliki daya penetrasi yang cepat, senyawa di
dalamnya berfungsi sebagai dealkoholisasi atau menghilangkan sisa-sisa alkohol dari proses
dehidrasi sehingga jaringan terlihat transparan (Sofyanita & Azahra, 2023). Preparat yang dapat
digunakan selain tulang sapi pada metode gosok ialah jaringan-jaringan yang memiliki sifat atau
struktur yang keras seperti tulang dan gigi (Sari & Harlita, 2020).
KESIMPULAN
Praktikum ini bertujuan memahami teknik pembuatan sediaan tulang dengan metode
gosok, yang cocok untuk jaringan keras seperti tulang dan gigi. Tulang kaki sapi dipilih karena
Komposisi dan kepadatan tulang serta mudah didapatkan dan memiliki penampang tulang yang
cukup lebar sehingga dalam pengambilan spesimen atau sampel lebih mudah. Alat yang digunakan
meliputi gergaji besi, amplas, cawan petri, pinset, kaca objek, kaca penutup, dan mikroskop,
sedangkan bahan utamanya adalah tulang kaki sapi, xylol, entellan, dan label. Prosedur dimulai
dengan memotong tulang melintang, menggosok hingga tipis, merendam dalam xylol,
menempatkan di kaca objek, menutup dengan entellan dan kaca penutup, lalu mengamati di bawah
mikroskop. Hasil yang diperoleh dari praktikum ini ialah terlihat adannya saluran atau kanal
havers, lamella, lakuna dan kanalikuli, yang menunjukkan terlihatnya detail pada jaringan tulang
keras (kortikal).

DAFTAR PUSTAKA
Budiono, J. D. (2013). Pembuatan Preparat Mikroskopis. IKIP Press, Surabaya.
Harijati, N., Samino, S., Indriyani, S., & Soewondo, A. (2017). Mikroteknik Dasar. Universitas
Brawijaya Press, Malang.
Sahil, J., Mulyati, Y., Zubaidah, S., & Hasan, S. (2021). Buku Panduan Guru Biologi Terintegrasi
Nilai-Nilai Islam. Deepublish, Yogyakarta.
Sari, D. P., & Harlita. (2024). Optimalisasi Pemanfaatan Pewarna Alami (Natural Dyes) Untuk
Preparat Maserasi (Gosok) Tulang. Florea: Jurnal Biologi dan Pembelajarannya.
Sari, M. N. L., & Djumadi, D. (2023). Analisis Miskonsepsi Siswa Kelas Viii Materi Sistem Gerak
Manusia di Mtsn 9 Boyolali Tahun Pelajaran 2022/2023. Journal of Innovation Research
and Knowledge, 3(3), 481-492.
Mikroteknik 5(16):1-7

Sofyanita, E. N., & Azahra, N. (2023). Pengaruh Penggunaan Minyak Kelapa Murni sebagai
Larutan Clearing pada Sediaan Hepar Mencit. Jurnal Analis Laboratorium Medik, 8(1),
57–65.
Šromová, V., Sobola, D., & Kaspar, P. (2023). A Brief Review of Bone Cell Function and
Importance. Cells, 12(21), 2576.
Waruwu, K. G., Suprihanto, A., Haryadi, G. D., & Berlin, R. (2023). Analisis Pengaruh Larutan
Infus Saline Water dan Ringer Lactate Terhadap Laju Korosi Paduan Titanium Ti-6al-4v
yang Digunakan untuk Implan Tulang. Jurnal Teknik Mesin, 11(4), 179-186.
Wijaya, A., & Rahman, W., Bahri. S. (2021). Pengembangan Aplikasi Augmented Reality Materi
Sistem Gerak Manusia Pada Mata Pelajaran IPA Berbasis Android. Jurnal Kecerdasan
Buatan, 2(1), 1-9.
Zedda, M. (2023). The Arrangement of the Osteons and Kepler’s Conjecture. Applied
Sciences, 13(8), 5170.
Mikroteknik 5(16):1-7
Mikroteknik 5(16):1-7

Joblist Praktikum :
Nama Joblist
Ahmad Hafiz Memotong dan mengamplas tulang.
Aida Sofyati Mengamplas hingga tipis tulang kaki sapi yang telah dipotong
menggunakan gerinda, merendam tulang kaki sapi ke dalam larutan
xylol, dan mendokumentasikan sediaan tulang kaki sapi.
Apri Lolita Membantu meamplas tulang kaki sapi,merendam tulang kaki sapi
dengan xylol.
Ayudhea Membantu meamplas tulang kaki sapi hingga tipis untuk preparat
yang kedua, merendam tulang kaki sapi dengan xylol, melakukan
pengamatan dengan mikroskop.
Anggun Dwi Khairunnisa Membantu mengamplas tulang kaki sapi, menjadi perwakilan saat
penjelasan judul mikrometri dan melakukan pengamatan
mikrometri.
Bella Ayuana Putri Membantu dalam meamplas tulang yang telah dipotong dengan
gergaji besi/pipa, mengatur waktu perendaman tulang dengan
menggunakan xilol.
Felita Mei Rafidah Perwakilan pra-praktikum saat penggantian larutan alkohol,
membawa pulang organ paru-paru, membantu pembagian atau
pemotongan organ jadi beberapa bagian, dan memasukkan botol ke
sampel.
Risma Membantu dalam meamplas tulang yang di gergaji, mengamati di
bawah mikroskop.
Zahratun Nissa Al Farhany Membantu melakukan pengamatan mikrometri, membantu
memasukkan organ mencit ke dalam botol vial, memberi sampel.

Anda mungkin juga menyukai