MINI PROPOSAL
ANALISIS EFEKTIVITAS PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DALAM
MENGURANGI KEMISKINAN DAN MENINGKATKAN AKSES LAYANAN DASAR
DI KABUPATEN KUANTAN SINGINGI
Disusun Guna Memenuhi Tugas Mandiri Mata Kuliah Metodologi Penelitian
Disusun oleh:
DEA AGNESIA
230202049
UNIT 02
SEMESTER V
EKONOMI PEMBANGUNAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS SAMUDRA
2025
1
I. Latar Belakang Masalah
Kemiskinan dan ketimpangan pendapatan merupakan isu fundamental yang terus dihadapi
oleh Indonesia, menempatkan intervensi pemerintah dalam ranah Ekonomi Publik sebagai
kebutuhan esensial. Dalam kapasitasnya sebagai agen stabilisasi dan redistribusi, pemerintah
mengandalkan kebijakan fiskal, khususnya melalui program bantuan sosial bersyarat, sebagai
upaya strategis untuk menanggulangi kemiskinan. Program Keluarga Harapan (PKH) adalah
instrumen utama dalam strategi ini. PKH dirancang sebagai bantuan tunai bersyarat (Conditional
Cash Transfer - CCT) yang memiliki tujuan ganda: jangka pendeknya adalah memberikan
income effect dengan mengurangi beban pengeluaran KPM, sementara jangka panjangnya adalah
mewujudkan human capital effect dengan mendorong KPM memenuhi syarat akses pendidikan
dan kesehatan. Keberhasilan program ini secara nasional sangat bergantung pada efektivitasnya
dalam mencapai kedua tujuan tersebut di tingkat lokal.
Meskipun PKH telah diterapkan secara masif, keberhasilan implementasinya bervariasi di
setiap daerah. Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), dengan karakteristik geografis yang
dominan agraris, menunjukkan kerentanan ekonomi yang tinggi, menjadikan penduduknya
sangat rentan terhadap guncangan harga komoditas. Dalam konteks Kuansing, implementasi
PKH disinyalir menghadapi beberapa hambatan spesifik yang menghambat efektivitasnya.
Pertama, isu krusial terkait ketepatan sasaran masih sering muncul, di mana pemutakhiran data
penerima yang lambat menimbulkan inclusion error (bantuan diterima oleh yang tidak layak)
dan exclusion error (yang layak tidak terdaftar). Kedua, terdapat pertanyaan mendasar mengenai
dampak bantuan; apakah dana yang diterima benar-benar dimanfaatkan secara optimal sesuai
dengan tujuan program, atau hanya digunakan untuk kebutuhan konsumsi rutin, tanpa signifikan
meningkatkan pemenuhan komponen pendidikan dan kesehatan anak-anak KPM. Terakhir,
tantangan operasional seperti keterbatasan jumlah pendamping sosial dan kondisi geografis yang
sulit dijangkau turut memengaruhi kualitas pendampingan dan verifikasi kepatuhan.
Oleh karena itu, penelitian yang mengkaji Analisis Efektivitas Program Keluarga
Harapan (PKH) dalam Mengurangi Kemiskinan dan Meningkatkan Akses Layanan Dasar
di Kabupaten Kuantan Singingi menjadi sangat penting dan mendesak. Analisis ini bertujuan
untuk mengevaluasi kesenjangan antara desain kebijakan dan realisasi lapangan, mengukur
dampak nyata PKH terhadap kesejahteraan KPM di Kuansing, serta mengidentifikasi faktor-
2
faktor determinan yang menjadi penghambat utama. Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat
memberikan rekomendasi kebijakan yang spesifik dan berbasis bukti kepada Dinas Sosial
Kabupaten Kuansing, guna meningkatkan akurasi data, efisiensi alokasi anggaran publik, dan
memastikan PKH benar-benar berperan sebagai pemutus rantai kemiskinan yang efektif dan
berkelanjutan.
II. Rumusan Masalah
Rumusan masalah ini disusun berdasarkan isu-isu krusial yang diangkat dalam latar
belakang, yaitu terkait implementasi, dampak, dan tantangan di Kabupaten Kuantan Singingi
(Kuansing).
1. Bagaimana prosedur dan implementasi Program Keluarga Harapan (PKH) dilaksanakan
di Kabupaten Kuantan Singingi, khususnya terkait dengan mekanisme verifikasi
kepatuhan dan pemutakhiran data Keluarga Penerima Manfaat (KPM)?
2. Sejauh mana efektivitas PKH di Kabupaten Kuantan Singingi dalam dua dimensi utama:
Dampak Ekonomi (Mengurangi Kemiskinan): Mengurangi beban pengeluaran
dan meningkatkan daya beli KPM.
Dampak Modal Manusia (Akses Layanan Dasar): Mendorong peningkatan akses
dan pemanfaatan layanan kesehatan dan pendidikan oleh KPM.
3. Apa saja faktor pendukung dan penghambat utama yang dihadapi oleh Pendamping PKH
dan KPM di Kabupaten Kuantan Singingi, khususnya terkait dengan ketepatan sasaran,
koordinasi antarlembaga, dan kondisi geografis?
III. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk:
1. Mendeskripsikan dan menganalisis prosedur dan implementasi Program Keluarga
Harapan (PKH) di Kabupaten Kuantan Singingi, khususnya mengenai mekanisme
verifikasi kepatuhan dan upaya pemutakhiran data KPM.
2. Mengevaluasi tingkat efektivitas PKH di Kabupaten Kuantan Singingi, baik dari sisi:
o Dampak Ekonomi (Mengurangi Kemiskinan): Melihat sejauh mana bantuan
tunai mampu mengurangi beban pengeluaran KPM.
3
o Dampak Modal Manusia (Akses Layanan Dasar): Mengukur peningkatan
akses dan pemanfaatan layanan kesehatan dan pendidikan oleh KPM.
3. Mengidentifikasi dan mengelompokkan faktor pendukung dan penghambat utama
yang mempengaruhi pelaksanaan PKH di Kabupaten Kuantan Singingi, khususnya yang
berkaitan dengan ketepatan sasaran, koordinasi, dan kendala lapangan.
IV. Tinjauan Pustaka Singkat
1. Landasan Teori Ekonomi Publik
Penelitian ini berakar pada konsep intervensi negara dalam Ekonomi Publik, khususnya dalam
hal redistribusi pendapatan dan pengurangan kemiskinan sebagai fungsi alokasi dan stabilisasi
pemerintah. Program Bantuan Sosial (Bansos) dianalisis sebagai instrumen fiskal yang bertujuan
memperbaiki eksternalitas negatif kemiskinan dan ketimpangan, serta mengatasi kegagalan pasar
dalam menyediakan human capital bagi masyarakat miskin. Konsep Barang Publik dan Barang
Semi-Publik juga relevan, mengingat PKH mensyaratkan akses terhadap layanan pendidikan dan
kesehatan.
2. Konsep Program Bantuan Sosial Bersyarat (CCT)
Program Keluarga Harapan (PKH) dikategorikan sebagai Conditional Cash Transfer
(CCT). Konsep CCT memiliki dua dampak utama yang perlu diukur:
Income Effect: Dampak langsung bantuan tunai terhadap peningkatan daya beli dan
pengurangan beban pengeluaran KPM, yang secara statistik dapat diukur melalui
peningkatan pengeluaran riil atau penurunan poverty gap.
Human Capital Effect: Dampak jangka panjang yang diukur dari kepatuhan KPM dalam
memenuhi persyaratan program (sekolah dan kesehatan), yang diharapkan mampu
memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
3. Konsep dan Dimensi Efektivitas Program
Efektivitas program publik, termasuk PKH, dinilai berdasarkan kriteria yang luas, yang
seringkali mencakup model Kirkpatrick yang diadopsi dalam evaluasi kebijakan, atau kriteria
yang dikembangkan oleh Dunn dan Nakamura & Smallwood. Dalam konteks PKH, dimensi
efektivitas yang akan diulas meliputi:
4
Ketepatan Sasaran (Targeting Accuracy): Sejauh mana bantuan jatuh kepada kelompok
yang benar-benar membutuhkan (meminimalkan exclusion error dan inclusion error).
Kecukupan dan Dampak: Sejauh mana jumlah bantuan memadai dan menghasilkan
perubahan yang signifikan pada status kesejahteraan KPM.
Kepatuhan dan Keberlanjutan: Tingkat kepatuhan KPM terhadap syarat program dan
potensi kemandirian KPM setelah keluar dari program.
4. Kajian Terdahulu (Ringkasan Literatur)
Beberapa studi sebelumnya di Indonesia (dan Riau secara khusus, seperti yang disinggung di
latar belakang) menunjukkan temuan bervariasi. Secara umum, PKH terbukti memiliki dampak
positif dalam meningkatkan akses pendidikan dasar dan pemanfaatan layanan kesehatan. Namun,
tantangan konsisten yang dilaporkan adalah pada aspek validitas data penerima dan pengawasan
pendampingan, terutama di wilayah yang memiliki kesulitan geografis seperti di beberapa
kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi. Penelitian ini bertujuan mengisi kesenjangan
literatur dengan memfokuskan analisis efektivitas multidimensi PKH secara spesifik dalam
konteks sosial dan implementasi di Kuansing.
V. Metode Penelitian
1. Jenis dan Pendekatan Penelitian
Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif Kualitatif dengan fokus pada Analisis
Kebijakan Berbasis Studi Kepustakaan (Literature Review). Pendekatan ini bertujuan untuk
mengevaluasi efektivitas PKH di Kuansing dengan menyintesiskan kerangka teori, menganalisis
dokumen kebijakan resmi, dan mengkomparasi temuan dari studi-studi terdahulu yang relevan.
2. Fokus Analisis dan Sumber Data
1. Fokus Analisis: Evaluasi desain kebijakan, analisis konsistensi antara tujuan program dan
hasil yang dilaporkan dalam literatur, serta identifikasi tantangan implementasi konseptual.
2. Sumber Data Utama (Dokumen): Pedoman Umum PKH Kementerian Sosial, publikasi
BPS terkait data kemiskinan Kabupaten Kuantan Singingi, serta jurnal ilmiah yang mengulas
PKH di wilayah Kuansing.
3. Teknik Pengumpulan Data
Teknik yang digunakan adalah Studi Dokumentasi (Kepustakaan):
5
1. Penelusuran Literasi Ilmiah: Mengumpulkan dan mengklasifikasikan artikel, jurnal, dan
laporan yang relevan dengan topik PKH dan isu kemiskinan di Kuansing.
2. Kompilasi Data Sekunder: Mengidentifikasi dan mencatat angka-angka kunci dari data
BPS (angka kemiskinan) dan data program (jumlah KPM, tingkat kepatuhan yang
dilaporkan) yang tersedia dalam publikasi resmi.
3. Analisis Regulasi: Mengkaji isi peraturan dan pedoman teknis PKH sebagai dasar
pelaksanaan program.
4. Teknik Analisis Data
Data dan informasi akan dianalisis secara kualitatif-deskriptif melalui:
1. Analisis Konten (Content Analysis): Mengulas dan menginterpretasikan isi dokumen dan
literatur untuk mengekstrak temuan yang relevan.
2. Sintesis Temuan (Synthesizing): Menggabungkan temuan dari berbagai sumber (teori, data
statistik, dan hasil penelitian terdahulu) untuk membangun argumen mengenai efektivitas
PKH di Kuansing.
3. Evaluasi Kritis: Menyimpulkan efektivitas PKH berdasarkan perbandingan antara tujuan
program dan praktik yang dilaporkan, serta mengidentifikasi faktor penghambat.