0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan4 halaman

Uji Kandungan Nutrisi Makanan

Praktikum ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan glukosa dalam makanan. Nutrisi yang diperoleh dari makanan berfungsi untuk energi, pertumbuhan, dan kesehatan tubuh. Langkah kerja mencakup pengujian menggunakan reagen untuk masing-masing zat gizi pada sampel makanan seperti alpukat, tempe, minyak, dan jagung.

Diunggah oleh

Essy
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
3 tayangan4 halaman

Uji Kandungan Nutrisi Makanan

Praktikum ini bertujuan untuk mengidentifikasi kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan glukosa dalam makanan. Nutrisi yang diperoleh dari makanan berfungsi untuk energi, pertumbuhan, dan kesehatan tubuh. Langkah kerja mencakup pengujian menggunakan reagen untuk masing-masing zat gizi pada sampel makanan seperti alpukat, tempe, minyak, dan jagung.

Diunggah oleh

Essy
Lisensi
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LATIHAN PRAKTIKUM

UJI MAKANAN
TUJUAN PRAKTIKUM

1. Untuk mengetahui zat yang terkandung dalam makanan


2. Mengidentifikasi keberadaan kandungan karbohidrat, protein, lemak dan glukosa pada
makanan

DASAR TEORI

Nutrisi merupakan proses dimana tubuh manusia mencerna makanan untuk


membentuk energi, mempertahankan kesehatan, pertumbuhan dan untuk berlangsungnya fungsi
normal setiap organ dan jaringan tubuh. Hal ini sesuai dengan pernyataan Devani (2015), yang
menyatakan bahwa nutrisi merupakan substansi organik yang di butuhkan organisme untuk
fungsi normal dari sistem tubuh, pertumbuhan, dan pemeliharaan kesehatan. Nutrisi didapat dari
makanan dan cairan yang selanjutnya diasimilasikan oleh tubuh. Beberapa komponen nutrisi
diantaranya glukosa, protein, karbohidrat, dan lemak.

Gula atau glukosa adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai
sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa diserap ke dalam peredaran darah melalui
saluran pencernaan. Sebagian glukosa ini kemudian langsung menjadi bahan bakar sel otak,
sedangkan yang lainnya menuju hati dan otot, yang menyimpannya sebagai glikogen ("pati
hewan") dan sel lemak, yang menyimpannya sebagai lemak. Glikogen merupakan sumber energi
cadangan yang akan dikonversi kembali menjadi glukosa pada saat dibutuhkan lebih banyak
energi.

Protein adalah senyawa organik kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan
polimer dari monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptide.
Protein terdiri dari asam amino esensial dan asam amino non esensial. Protein berfungsi sebagai
zat pembangun dan pelindung tubuh, serta dapat juga sebagai penyedia energi. Energi sendiri
terbentuk oleh adanya karbohidrat.

Karbohidrat adalah segolongan besar senyawa organik yang tersusun hanya dari atom
karbon, hydrogen, dan oksigen. Karbohidrat disebut juga sebagai sakarida. Menurut Kamal
(2002), yang menyatakan bahwa karbohidrat adalah makronutrien yang dibutuhkan oleh
serangga. Fungsinya sebagai sumber energi utama dan juga memberikan kontribusi dalam
produksi asam amino, serta menambah berat pada larva serangga.

Sumber energi lain juga terdapat pada lemak. Lemak adalah zat organik hidrofobik
yang bersifat sukar larut dalam air dan juga bias terlarut dalam pelarut organik. Lemak berfungsi
sebagai penyedia energi cadangan, pembawa zat-zat makanan yang esensial, dan sebagai
pelindung organ-organ tubuh yang lunak, serta melindungi tubuh dari suhu rendah (Sartika,
2008).

Berdasarkan sumbernya, sumber protein, karbohidrat dan lemak dibedakan menjadi


nabati dan hewani. Sumber nutrisi nabati bisa didapat melalui tumbuhan, sedangkan sumber
nutrisi hewani yaitu sumber nutrisi yang terdapat pada jenis

ALAT DAN BAHAN

Alat :

1. Tabung reaksi
2. Rak tabung reaksi
3. Penjepit tabung reaksi
4. Pengaduk
5. Lampu spiritus
6. Pipet tetes
7. Mortal dan alu
8. Kertas HVS

Bahan :

1. Lugol
2. Biuret
3. Benedict
4. Alpukat
5. Tempe
6. Minyak
7. Jagung

LANGKAH KERJA

1. Gerus bahan makanan (alpukat, tempe, minyak, dan jagung) menggunakan mortal dan alu
2. Beri sedikit air untuk diambil jadi sampel ekstrak yang akan digunakan

a. Uji glukosa
1) Tuangkan 1 ml larutan setiap bahan makanan ke dalam tabung reaksi, dan beri label
nama sesuai bahan makanan
2) Tambahkan 10 tetes reagen Benedict, kemudian panaskan campuran tersebut.
3) Amati perubahan yang terjadi
4) Catat hasil pengamatan dalam tabel pengamatan dan dokumentasikan
b. Uji protein
1) Masukkan setiap ekstrak bahan makanan yang akan diteliti pada plat tetes, dan beri
label nama sesuai bahan makanan
2) Tambahkan 1-2 tetes reagen Biuret pada setiap bahan makanan tersebut.
3) Amati perubahan warna yang terjadi.
4) Catat hasil pengamatan dalam tabel pengamatan dan dokumentasikan
c. Uji karbohidrat
1) Masukkan setiap ekstrak setiap bahan makanan pada tabung reaksi, dan beri label
nama sesuai bahan makanan.
2) Tambahkan 1-2 tetes larutan Lugol pada setiap bahan makanan tersebut
3) Amati perubahan warna yang terjadi.
4) Catat hasil pengamatan dalam tabel pengamatan dan dokumentasikan
d. Uji lemak
1) Sediakan sehelai kertas yang bersih
2) Bagi kertas menjadi 4 bagian sesuai dengan jumlah bahan yang akan diteliti dan
berilah nama pada setiap bagian sesuai bahan makanan yang akan diuji.
3) Oleskan setiap ekstrak dari setiap bahan makanan yang akan diuji, lalu keringkan.
4) Amati noda yang muncul pada setiap bahan makanan.
DAFTAR PUSTAKA

Cahyani, P.M., Maretha, D.E. and Asnilawati, A. (2020) ‘UJI KANDUNGAN PROTEIN,
KARBOHIDRAT DAN LEMAK PADA LARVA MAGGOT (Hermetia illucens) YANG DI
PRODUKSI DI KALIDONI KOTA PALEMBANG DAN SUMBANGSIHNYA PADA
MATERI INSECTA DI KELAS X SMA/MA’, Bioilmi: Jurnal Pendidikan, 6(2), pp. 120–128.
Qalsum, U., Diah, A.W.M. and Supriadi, S. (2017) ‘Analisis Kadar Karbohidrat, Lemak Dan
Protein Dari Tepung Biji Mangga (Mangifera indica L) Jenis Gadung’, Jurnal Akademika Kimia,
4(4), p. 168.
Novianti, Muli, Vanny, M.A, T.K.M. (2017) ‘Analisis Kadar Glukosa Pada Nasi Putih’, 6(May),
pp. 107–112.

Anda mungkin juga menyukai