Anda di halaman 1dari 23

sulfonamida

Posted on April 3, 2011 Sulfonamida adalah kemoterapeutik yang pertama digunakan secara sistemik untuk pengobatan dan pencegahan penyakit infeksi pada manusia. Sulfonamida merupakan kelompok obat penting pada penanganan infeksi saluran kemih (ISK). Infeksi saluran kemih (ISK) hampir selalu diakibatkan oleh bakteri aerob dari flora usus. Penyebab infeksi bagian bawah atau cystitis ( radang kandung) adalah pertama kuman gram negatif. Pada umumnya, seseorang dianggap menderita ISK bila terdapat lebih dari 100.000 kuman dalam 1 ml urin. Sulfonamida berupa kristal putih yang umumnya sukar larut dalam air, tetapi garam natriumnya mudah larut. Rumus dasarnya adalah sulfanilamide. Berbagai variasi radikal R pada gugus amida (-SO2NHR) dan substitusi gugus amino (NH2) menyebabkan perubahan sifat fisik, kimia dan daya antibaktreri sulfonamida. Rumus umum Sulfonamida

Pemakaian 1. 2. 3. 4. Kemoterapeutikum : Sulfadiazin, Sulfathiazol Antidiabetikum : Nadisa, Restinon, dll. Desinfektan saluran air kencing : Thidiour Diuretikum : Diamox

Sifat-Sifat Bersifat amfoter, karena itu sukar dipindahkan dengan cara pengocokan yang digunakan dalam analisa organik. Kelarutan 1. Umumnya tidak larut dalam air, tapi adakalanya akan larut dalam air anas. Elkosin biasanya larut dalam air panas dan dingin. 2. Tidak larut dalam eter, kloroform, petroleum eter, 3. Larut baik dalam aseton, kecuali Sulfasuksidin, Ftalazol dan Elkosin. 4. Sulfa-sulfa yang mempunyai gugus amin aromatik tidak bebas akan mudah larut dalam HCl encer. Irgamid dan Irgafen tidak larut dalam HCl encer. 5. Sulfa-sulfa dengan gugusan aromatik sekunder sukar larut dalam HCl, misalnya septazin, soluseptazin, sulfasuksidin larut dalam HCl, akan tetapi larut dalam NaOH. 6. Sulfa dengan gugusan SO2NHR akan terhidrolisis bila dimasak dengan asam kuat HCl atau HNO3. 1. A. Kelarutan dan Reaksi Umum Sulfonamida

Cara Kelarutan 1. Larut dalam air a. Garam-garam natriumnya b. Sulfasetamid c. Sulfonamida = larut sebagian air 1. Diasamkan dengan asam cuka 3 % a. Larut Sulfanilamid, sulfasetamid, soluseptazin. b. Tidak larut Sulfadiazin, sulfamorazin, sulfametazin, sulfatiazol, sulfapyridin, irgafen, irgamid. 1. Larut dalam alkohol 96% Sulfasetamid, Irgamid, Igafen, Sulfathiazol Na. 1. Tidak larut dalam alkohol 96 % Sulfadiazin Na, Sulfamerazin Na, Sulfametazin Na, Sulfapyridin Na, dan Sulfathiazol Na. 1. Larut dalam asam cuka 7% Sulfanalamid, Sulfasetamid, Soluseptazin. 1. Tidak larut dalam air; larut dalam air panas Sulfanalamid, sulfasetamid, marfenil. 1. Larut dalam NaOH 10% dan HCl 1% Sulfaciazin, sulfamerazin, elkosin, sulfa piridin, sulfamezatin. 1. Tidak larut dalam NaOH 10 % Irgafen, Septazin, Radilon, Sulfaguanidin. 1. Tidak larut dalam HCl 1% Irgafen, Radilon, Sulfaguanidin. Reaksi Umum

1. Reaksi elementer terhadap C, N, S : positif 2. Reaksi terhadap gugus-gugus amin : reaksi diazotasi, reaksi dengan p-DAB HCl, reaksi korek api, dan reaksi indophenol. Positif untuk amin-amin bebas. 1. Reaksi terhadap gugus sulfon : Zat + H2O2 30% + 1 tetes FeCl3 + HNO3 dan BaCl2 atau Barium Nitrat endapan BaSO4 putih (BaSO4 sukar larut, bahkan dalam aqua regia). 1. Reaksi furfural : terhadap gugus amin bebas: 1 tetes pereaksi ( furfural 2% dalam asam asetat glasial ) + zat memberi warna merah tua segerah berubah menjadi ungu. Semua sulfa memberikan hasil positif, kecuali sulfasuksidin, pthalazol, septazin. 1. Reaksi Vanilin : Huckhal dan Turftiti Terhadap derivat metil piridin, diatas kaca arloji atau objek : 1 tetes H2SO4 + beberapa kristal vanilin, tambahkan zat uji, panaskan diatas nyala api kecil kuning atau hijau muda Kecuali : Sulfamerazin Na : merah tua Sulfamezathin Na : merah tua Irgamid : hijau tua hitam dengan tepi merah 1. Reaksi korek api Zat + HCl encer lalu kedalamnya dicelupkan korek api, maka timbul warna jingga sampai jingga kuning. Asam sulfanilat : kuning 1. Reaksi Diazotasi : untuk amin aromatik primer Zat + 2 tetes HCl 2 N + 1 ml air + NaOH/NaNO2 dan teteskan larutan 0,1 g beta-naftol dalam 2 ml NaOH, endapan jingga kemudian merah darah. Bila penggunaan beta-naftol diganti dengan alfa naftol, maka endapan akan berwarna merah ungu. Gratisin : kekeruhan jingga kuning Negatif : sulfasuksidin, thalazol, septazin

1. Reaksi Erlich dengan p-DAB-HCl : reaksi yang umum dengan amin aromatik. Pereaksi : 1 gram p-DAB, 10 ml HCl, tambahkan aquades hingga 100 ml. Cara melakukan reaksi: Zat padat pada plat tetes + 2 tetes pereaksi kuning jingga Kuning sitrun : Sulfametazin, Sulfadiazin, Sulfamerazin, Gratisin Kuning : Elkosin Kuning tua : Thazalol, Sulfanalamid Jingga : Sulfaguanidin 1. Reaksi dengan CuSO4 Larutan CuSO4 dalam air yang encer Reaksi ini diberikan oleh sulfa yang heterosiklik dalam NaOH dengan CuSO4 endapan dan warna Cara melakukan reaksi: Zat dalam tabung reaksi + 2 ml air dipanaskan sampai mendidih + NaOH 2 tetes, setelah dingin + 1 tetes HCl encer sampai netral atau asam lemah lihat warna yang terjadi. Hijau : Elkosin, Globuoid, Eucacil, Sulfapyridin Ungu : Sulfadiazin, Sulfasuksidin, Sulfatiazol Putih : Irgafen, Sulfanalamid 1. Reaksi Indophenol Khusus untuk gugus amin aromatik dengan tempat para yang kosong. Cara melakukan reaksi: Panaskan zat 100 mg dalam tabung reaksi + 2 cc air sampai mendidih lalu segera + 2 tetes NaOH dan 2 ml kaporit + 1 tetes fenol liquafectum segera. Amati perubahan warna yang terjadi.

Albuoid : Hijau (hijau tua) Sulfaddiazin : Merah rosa

Elkosin : Coklat Sulfaguanidin : kuning Cantrisin : Merah coklat Sulfamerazin : Merah rosa Irgafen : Hijau Sulfametazin : merah rosa Lucosil : Coklat merah Sulfanalamid : biru Sulfapyridin : coklat Sulfasuksidin : kuning lemah Sulfa thiazol : kuning jingga Thalazol : tak berwarna

1. Peraksi Roux Pereaksi : Na Nitroprusida 10 ml, aquadest 100 ml, NaOH 2 ml, dan KMnO4 5 ml. Na-Nitroprusid dilarutkan dalam air lalu tambahkan NaOH kemudian tambahkan KMnO4, terjadi endapan. Saring ke dalam botol berwarna coklat. Cara melakukan reaksi: Zat padat diletakkan diatas plat tetes lalu + 1 tts pereaksi lalu diaduk dengan batang pengaduk. Dilihat perubahan warna yang terjadi.

Albuoid : Coklat hijau hijau Sulfapyridin : ungu Elkosin : ungu coklat-ungu Sulfasuksidin : hijau kuning Sulfadiazin : ungu-hijau biru

sulfathiazol : hijau kining Sulfaquanidin : ungu- coklat Sulfatiooreum: merah biru Sulfamezatinus : ungu hijau tua Irgafen : hijau kuning Lucosil : hijau kuning hiaju Thazalol : (-0)

1. Reaksi dengan KBrO3 Tablet harus diisolasi dahulu. Caranya melakukan reaksi: Dalam tabung reaksi kecil 10 mg zat + 1 cc H2SO4 + 1 tetes KBrO3 jenuh. Amati perubahan yang terjadi As. Sulfanilat : ungu coklat Gratisin : coklat Marfanil : keruh putih kuning Nadisan : coklat-ungu-coklat Ftalazol : tidak berwarna 1. Pirolisa Semua sulfida bila dipanaskan diatas titik leburnya akan terurai dan timbul warna dari residu. Prinsip: dengan api kecil.

Sulfanalamid: ungu, merah lama-lama keruh Sulfasuksidin: ungu coklat Thiadicur: kuning coklat Sulfadiazin : kuning jingga coklat merah

Perubahan warna o Sulfadiazin : jingga o Sulfaguanidin : ungu o Sulfanalamid : ungu o Sulfatiazol : coklat merah o Membebaskan H2S Elkosin Na Sulfamezatin Septazin Na Sulfamerazin Soluseptazain Na Sulfathiazol Sulfamerazain Na Sulfadiazin

Ultraseptyl Sulfamezatin Sulfatiazol Na-Irgamid

Perhatian : yang melepaskan H2S adalah garamnya !

Melepaskan NH3 o Lucosil o Sulfapyridin o Melepaskan gas SO2 Sulfaguanidin Sulfanalmid Sulfathiazol

1. Sublimasi Untuk beberapa sulfa yakni: Sulfadiazin, Sulfamerazin, Sulfamezatin, Thalazol, Elkosin. 1. Reaksi Kristal

- Aseton air - Alkohol air - Dragendorf - Bouchardat - Eder - Asam pikrat 1 % dalam air - Asam pikrolon - Mayer - Fe kompleks - Cu kompleks - p-DAB-HCl - Asam sikikowolframat - AuBr3 - PtCl - Asam dliitur

- Cara rowen

Cara aseton-air

Dalam tabung reaksi zat dilarutkan dengan aseton lalu disaring filtratnya, tambahkan air secukupnya. Larutan ditetesklan di kaca objek, lihat kristal yang terjadi. Reaksi-Reaksi Identifikasi

a. Koniferil alkohol (reaksi untuk amin aromatik primer) Reagen Panaskan 0,1 g koniferil alkohol sampai melebur (T.L. 74oC) larutkan dalam 3 mL etanol dan diencerkan dengan etanol ad 10 mL. Metode Teteskan larutan sampel pada kertas saring, tambahkan 1 tetes reagen dan diberi uap HCl. Indikasi Warna jingga mengindikasikan adanya amin aromatik primer yang terikat secara langsung pada cincin benzen.
1. b. Tembaga sulfat

Metode 1 Larutkan sampel dalam 0,1 M NaOH dan tambahkan 1% (b/v) larutan tembaga sulfat sampai larutan berubah sempurna. Indikasi Timbul warna hijau, biru atau cokelat mengindikasikan adanya sulfonamida. 1. c. Tes KoppanyiZwikker Larutan 1% (b/v) kobalt nitrat dalam etanol. Metode Larurkan sampel dalam 1 mL etanol, tambahkan 1 tetes reagen diikuti dengan 10 mikroL larutan pirolidin dan campuran diaduk. Indikasi Warna ungu diberikan oleh senyawa yang mengandung struktur berikut: 1. Imida, dimana C=O dan NH terikat dalam cincin (misalnya barbiturat, glutetimida, oksipenisatin, dan sakarin) 2. Sulfonamida dan senyawa lain dengan gugus sulfamil (-SO2NH2) bebas dalam cincin (misalnya klopamida, furosemida, sulfanilamida, thiazida) atau dengan (-SO2NH2) yang terikat pada cincin benzen dengan cincin yang lain seperti pirazin, piradazin, piridin, atau pirimidin (misalnya sulfafurazol, dan sulfametoksazol) struktur sulfadiazin dan sulfadimetoksin memberikan warna pink atau merah-violet. Tidak ada respon mengindikasikan adanya senyawa dengan atom nitrogen yang tersubstitusi. Respon anomali diberikan oleh parametadion dan theofilin (violet), dan tidak adanya respon pada sikloserin, idoxuridin, mefenitoin, niridazol, riboflavin.

d. Merkuri nitrat (reaksi umum golongan mirip barbiturat)


Reagen Untuk menjenuhkan larutan merkuri nitrat, tambahkan serbuk natrium bikarbonat sampai menghasilkan gas dan endapan terbentuk berwarna kuning. Endapan kemudian berubah warna menjadi cokelat muda. Reagen harus

dibuat segar, kocok sebelum digunakan dan jangan disimpan melebihi 1 jam.
Metode Larutkan sampel dalam etanol, tambahkan 1 tetes reagen yang keruh, kocok dan amati selama 2 menit. Blanko negatif yang hanya mengandung etanol dan reagen harus disertai. Indikasi Warna abu-abu gelap atau hitam mengindikasikan adanya cincin imida atau sulfonamida dengan cincin tambahan. Kecepatan dan intensitas reaksi bervariasi antarsenyawa. Intensitas reaksi imida berikut menurun dengan urutan: barbiturat,bemegrid,fenitoin>beneperidol,sikloserin,pimozid>glutetimida,oksifensatin>sakari n, sulfinpirazon. Dalam hal sulfonamida: suksinil sulfatiazol, sulfamoksol, sulfanilamida, sulfasomidin, dan sulfatiazol. Klorpropamid dan tolbutamind memberikan respon lemah.

1. B. Sulfonamida Short Acting 1. 1. Sulfonamid Rumus Struktur C6H8N2O2S Sinonim: Sulfamid, Streptocid, Sulfamimum Nama Dagang: Astreptine;AVC;Azol;Prontosil album, Prontylin Nama Kimia: Streptozid-4-Aminobenzensulfonamid BM 172.2 Rumus Bangun

Pemerian: Serbuk kristal putih. Pada pemanasan serbuk kering dapat berubah menjadi ungubiru dan kadang memproduksi anilin dan amonia. Titik didih sekitar 165. Kelarutan: 1:170 dalam air, 1:37 dalam etanol dan 1:5 dalam aseton, praktis tidak larut dalam kloroform dan eter, larut dalam HCl dan larutan hidroksida alkali Konstanta disosiasi: pKa10.6 (20). Koefisien Partisi: Log P(oktanol/air), 0.6.

Reaksi

Reaksi Warna

Koniferil Alkoholoranye; Tembaga Sulfat (Metode 1)biru; KoppanyiZwikker Testbiru-ungu; Merkuri Nitrathitam 1. 2. Sulfasomidin (Elkosin) Rumus Struktur C12H14N4O2S Sinonim: Sulfaisodimerazin; Sulfaisodimidin; Sulfasomidin; Sulfasomidin. Sulfadimetilpirimidin yang biasa digunakan yaitu sulfasomidin dan terkadang digunakan sulfadimidin. Nama Dagang: Aristamid; Domain; Elkosin; Elkosil; Elkosin(e). Nama Kimia:4-Amino-N-(2,6dimetil4pirimidinil)benzensulfonamid BM 278.3 Rumus Bangun Pemerian: kristal atau hablur putih atau krem-putih yang lambat laun menjadi gelap jika terpapar cahaya. Titik Lebur: 243C Kelarutan: larut dalam air, kloroform dan eter, sukar larut dalam etanol dan aseton, larut dan asam mineral encer dan larutan hidroksi alkali.

Konstanta Disosiasi: pKa 7,5 (27). Koefisien Partisi: Log P (oktanol/air) 0.3
Reaksi 1. a. Reaksi Warna

Koniferil alkoholoranye Tembaga (Metode 1)hijau KoppanyiZwikker Testbiru-violet (transient) Merkuri nitrathitam

Asam Nitratkuning

1. b. Reaksi Roux Pereaksi dan cara pereaksi lihat di atas. Hasil: ungu coklat hitam hitam kotor 1. c. Reaksi Erlich Pereaksi dan cara reaksi lihat di atas. Hasil: Kuning (+) Elkosin 1. d. Reaksi korek api Zat + HCl encer lalu kedalamnya dicelupkan korek api, maka timbul warna jingga sampai jingga kuning. Asam sulfanilat : Kuning 1. e. Indofenol Pereaksi dan cara reaksi: lihat di atas Hasil: Coklat 1. f. Reaksi Vanilin Cara reaksi: lihat di atas Hasil: kuning atau hijau muda 1. g. Reaksi dengan CuSO4 Pereaksi dan cara reaksi lihat di atas Hasil: hijau (terang). 1. h. Reaksi Kristal

Sublimasi Mayer Etanol-air Dragendorf Aceton-air

1. 3. Sulfamethizol Rumus Struktur C9H10N4O2S2 Sinonim: Sulfametilthiadiazol.

Nama Dagang : Famet; Luco-Oph; Lucosil; Methazol; Renisul; Rufol; Salimol; Sulfapyelon; Thidicur; Thiosulfil; Urolex; Urolucosil. Nama Kimia: 4-Amino-N-(5metil1,3,4thiadiazol2yl)benzenesulfonamide BM 270.3 Rumus Bangun Pemerian: Kristal tak berwarna atau putih hingga krem-serbuk kristal putih. Titik lebur 208 C. Kelarutan: larut 1:2000 air, 1:30 etanol, 1:40 metanol, 1: 10 hingga 1:13 dari aseton, 1:1370 eter, dan 1:2800 kloroform, larut dalam larutan alkali hidroksida dan larut dalam asam mineral.

Konstanta Disosiasi:pKa5.5 (25). Koefisien Partisi:Log P(oktanol/pH 7.5), 1.1; (oktanol/air), 0.5.
Reaksi 1. a. Reaksi Warna 1. Koniferil alkoholoranye 2. Tembaga (Metode 1)hijau 3. KoppanyiZwikker Testmerah-violet (transient) 4. Merkuri nitrathitam 5. Asam Nitratkuning 6. b. Reaksi Roux Pereaksi dan cara reaksi lihat di atas. Hasil: hijau lemah-hijau coklat 1. c. p-DAB-HCl Pereaksi dan cara reaksi lihat di atas. Hasil: warna yang timbul adalah kuning jingga 1. d. Indofenol Cara reaksi lihat di atas Thidicur : hijau muda-kuning

1. e. Reaksi KbrO3 Cara reaksi lihat di atas Hasil: kuning coklat 1. f. Reaksi Diazotasi Zat + 2 tts HCl 2 N dan air : + NaOH dan teteskan larutan 0,1 g beta-naftol dalam 2 ml NaOH, endapan jingga kemudian merah darah. Kalau yang dipakai alfa naftol : merah ungu. 1. g. Pirolisa : coklat + gas SO2 2. h. Zat + NaOH + air + CuSO4 hijau-hitam 3. i. Reaksi Kristal 1. pDAB-HCl 2. Aseton-air 3. Dragendorf 4. C. Sulfonamida Medium Acting 5. 1. Reaksi-Reaksi Identifikasi 1. f. Tembaga sulfat

e. Koniferil alkohol (reaksi untuk amin aromatik primer) Reagen : Panaskan 0,1 g koniferil alkohol sampai melebur (T.L. 74oC) larutkan dalam 3 mL etanol dan diencerkan dengan etanol ad 10 mL. Metode : Teteskan larutan sampel pada kertas saring, tambahkan 1 tetes reagen dan diberi uap HCl. (+) : Warna jingga mengindikasikan adanya amin aromatik primer yang terikat secara langsung pada cincin benzen.

Metode : Larutkan sampel dalam 0,1 M NaOH dan tambahkan 1% (b/v) larutan tembaga sulfat sampai larutan berubah sempurna. (+) : Timbul warna hijau, biru atau cokelat mengindikasikan adanya sulfonamida.

1. g. Tes KoppanyiZwikker Reagen : Larutan 1% (b/v) kobalt nitrat dalam etanol. 1. Sulfonamida Metode : Larutkan sampel dalam 1 mL etanol, tambahkan 1 tetes reagen diikuti dengan 10 mikroL larutan pirolidin dan campuran diaduk. (+) : Warna ungu, yang mengandung strukutur berikut : 1. Imida, (misalnya barbiturat, glutetimida, oksipenisatin, dan sakarin)

h. Merkuri nitrat (reaksi umum golongan mirip barbiturat)


Reagen : jenuhkan larutan merkuri nitrar dengan penambahan serbuk natrium bikarbonat sampai menghasilkan gas dan endapan terbentuk berwarna kuning. Endapan kemudian berubah warna menjadi cokelat muda. Reagen harus dibuat segar.
Metode : Larutkan sampel dalam etanol + 1 tetes reagen, kocok dan amati selama 2 menit. (+) : Warna abu-abu gelap atau hitam 1. Sulfadiazin Sulfadiazin, sulfamezhatin, sulfamerazin, sulfametoksazol, sulfafenazol

Rumus Bangun Pemerian Putih, putih kekuningan, atau pink hampir putih berbentuk kristal atau hablur, lambat laun menjadi gelap jika terpapar cahaya.

Reaksi Warna :

Koniferil alkohol Jingga Cuprum sulfat (metode 1) Violet-Coklat Reaksi Koppanyi-Zwikker Violet-Pink Merkuri nitrat Hitam

Reaksi Kristal Asam Pikrat, bouchardat, dragendorf, aseton air

1. 3. Sulfamethoksazol Rumus Bangun

Pemerian .Kristal putih sampai putih-kekuningan. Reaksi Warna


Koniferil alkohol jingga tembaga sulfat hijau Tes Koppanyi-Zwikker biru-violet merkuri nitrat hitam

Reaksi Kristal Fe complex, sublimasi ,aseton-air, asam pikrat 1. 4. Sulfafenazole Rumus Bangun Pemerian Serbuk kristal putih. Ketika dipanaskan bubuk menjadi cokelat; ketika dipanaskan lebih jauh, akan menghasilkan asap kekuningan yang berbau sulfur dioksida. Reaksi Warna

Koniferil alkohol jingga

tembaga sulfat biru tes Koppanyi-zwikker biru-violet merkuri nitrat hitam asam nitrat kuning.

Reaksi Kristal Fe complex, sublimasi ,aseton-air, asam pikrat

1. 5. Sulfamerazin Rumus Bangun Pemerian Putih atau putih kekuningan serbuk kristal yang lambat laun akan menjadi gelap jika terpapar cahaya. Reaksi Warna

Koniferil alkohol Jingga Cuprum sulfat (metode 1) Hijau lalu menjadi Coklat Reaksi Koppanyi-Zwikker Pink Merkuri nitrat Hitam

Reaksi Kristal Sublimasi, aseton-air, asam pikrat, dragendorf, bouchardat, Fe complex. 1. D. Sulfonamida Long Acting 1. 1. Sulfamethoksipiridazin Rumus Bangun Pemerian Serbuk Kristal putih sampai kekuningan, tidak berbau, tidak berasa. Reaksi Reaksi warna 1. Reaksi dengan CuSO4

Caranya: zat dalam tabung reaksi +2ml air dipanaskan sampai mendidih + NaOH 2 tetes, setelah dingin + 1 tetes CuSO4 + 1 tetes HCl encer ad netral atau asam lemah (indicator congored, tetap warna merah) coklat kehijauan 1. Reaksi dengan AgNO3 hitam 2. Reaksi dengan HNO3kuning

1. 2. Sulfadoksin Rumus Bangun Pemerian Serbuk kristal putih. Reaksi

Reaksi warna

1. Reaksi dengan CuSO4 hijau 2. Reaksi p-DAB-HCl (p-DAB 1gram+ HCl encer 10 ml+ aqua ad 100 ml) (+) Caranya: zat padat pada plat tetes + 2 tetes pereaksi jingga merah 1. Reaksi dengan AgNO3 hitam 2. Reaksi dengan HNO3kuning 1. 3. Sulfametoprazin Rumus Bangun Pemerian Serbuk kristal putih sampai kekuningan.

Reaksi

Reaksi warna

1. Reaksi dengan CuSO4 hijau 2. Reaksi dengan AgNO3 hitam 3. Reaksi dengan HNO3kuning 1. 4. Sulfadimethoxine Rumus Bangun

Pemerian Serbuk kristal putih sampai kekuningan.

Reaksi

Reaksi warna

1. Reaksi dengan CuSO4 hijau 2. Reaksi dengan AgNO3 hitam 3. Reaksi dengan HNO3kuning 1. E. Sulfonamida Penggunaan Lokal 1. 1. Sulfasetamid Rumus Bangun Pemerian Bubuk Kristal putih, kuning muda, tak berbau, rasa asam keasinan lemah Reaksi 1. a. Reaksi Roux Sulfacetamid (di atas plat tetes) + 1 tetes pereaksi Roux, aduk dengan batang pengaduk warna hijau zamrud 1. b. Reaksi Erlich dengan p-DAB-HCl Sulfacetamid (di atas plat tetes) + 1-2 tetes p-DAB-HCl warna hijau tua segera menjadi kuning jingga 1. c. Reaksi dengan KBrO3 Sulfacetamid + 1mL H2SO4 4N + 1 tetes KBrO3 jenuh kuning jingga-coklat tua 1. d. Reaksi Indophenol Panaskan zat 50-100 mg dalam tabung reaksi + 2ccair sampai mendidih lalu segera tambahkan 2 tetes NaOH dan 2 ml Kaporit + 1 tetes fenol liq. Segar hijau tua segera 1. e. Esterifikasi Zat + etanol + H2SO4 pekat etil asetat (bau cutex)

1. f. Reaksi dengan CuSO4 Zat dalam tabung reaksi + 2 mL air dipanaskan hingga mendidih + 2 tetes NaOH, setelah dingin + 1 tetes CuSO4 + 1 tetes HCl encer sampai netral atau asam lemah (indicator congo red, tetap merah) negatif (tidak terbentuk endapan) 1. g. Pyrolisa Zat warna kuning, bau aniline + NH3 Zat + HCl sulfanilamide (lakukan tes sulfanilamide)

1. h. Reaksi Kristal v 10mg zat + 1ml HCL 0,5N + CuO ammoniak lihat mikroskop v Dengan p-DAB-HCl v Dengan aseton-air v Dengan asam pikrat v Sublimasi

1. 2. Sulfadikramid Rumus Bangun Pemerian Serbuk putih, tidak berbau, tidak berasa Reaksi 1. a. 10 mg zat + 2 tetes NaOH 0,1N + 1 tetes KMnO4 0,01N warna hilang 2. b. Reaksi Vanillin 1 tetes H2SO4 + beberapa kristal vanillin, campurkan + zat, panaskan di atas nyala api kecil hijau tua (dilihat di bawah dasar putih)

1. c. Reaksi Erlich dengan p-DAB-HCl Zat ( di atas plat tetes) + 1-2 tetes p-DAB-HCl warna jingga

1. d. Reaksi Kristal v HCL 5% + zat tidak berwarna v Sublimasi v Asam pikrat v Aseton-air 1. F. Sulfonamida untuk Usus 1. 1. Suksinilsulfathiazol Rumus Bangun Pemerian Bubuk putih kekuningan, tak berbau, rasa agak pahit, dibakar bau menusuk. Reaksi 1. a. Reaksi ERLICH dengan p-DAB HCl Zat (diatas plat tetes) + 1-2 tetes p-DAB-HCl hasil negatif Zat + HCl, dimasak lalu ditambahkan p-DAB-HCl jingga (zat + HCl pekat sulfathiazol) 1. b. Reaksi Diazo (untuk amin aromatis primer) Zat + 2 tetes HCl 2N + 1 ml air + 2 tetes NaNO2 dan teteskan larutan 0,1 g -Naftol dalam 2 ml NaOH hasil negatif. (tidak terbentuk endapan jingga kemudian merah darah, jika yang dipakai -Naftol menjadi merah ungu) 1. c. Reaksi ROUX Zat (diatas plat tetes) + 1 tetes pereaksi ROUX, aduk dengan batang pengaduk warna hijaukuning. 1. d. Reaksi dengan KBrO3 Zat + 1 ml H2SO4 4N + 1 tetes KBrO3 jenuh warna ungu, endapan coklat. 1. e. Reaksi Umbelliferon

Zat + resorcin + H2SO4 pekat, dipanaskan, + NaOH + air warna jingga berfluoreseensi hijau.Bila ditambah asam, warna hilang.Bila kemudian ditambah basa, warna timbul kembali. 1. f. Fluoresensi hijau 2. g. Reaksi dengan Cu2SO4 Zat dalam tabung reaksi + 2 ml air dipanaskan hingga mendidih, + NaOH 2 tetes, setelah dingin + 1 tetes CuSO4 + 1 tetes HCl encer sampai netral atau asam lemah (indikator congo red, tetap merah) warna hijau abu-abu. 1. h. Reaksi Kristal Aseton air Fe kompleks Zat + HNO3 pekat, gores-gores mengendap Zat + NH4OH + HCl 25% kristal Sublimasi 1. 2. Phtalilsulfathiazol Rumus Bangun Pemerian Bubuk putih, kuning putih, tidak berbau, rasa pahit lemah. Reaksi 1. a. Reaksi ROUX Zat (diatas plat tetes) + 1 tetes pereaksi ROUX, aduk dengan batang pengaduk warna hijau kuning kotor. 1. b. Reaksi dengan KBrO3 Zat + 1 ml h2SO4 4N + 1 tetes KBrO3 jenuh tidak berwarna.

1. c. Reaksi DIAZO (untuk amin aromatis primer) Akan member hasil negatif.

1. d. Reaksi ERLICH dengan p-DAB-HCl

Zat (diatas plat tetes) + 1-2 tetes p-DAB-HCl jingga kuning.

1. e. Reaksi INDOPHENOL Akan memberi hasil negatif (tidak terjadi perubahan warna/tidak berwarna)

1. f. Reaksi UMBELLIFERON Zat + resorcin + H2SO4 pekat, dipanaskan, + NaOH + air warna kuning berfluoresensi hijau. Bila ditambah asam, warna hilang. Bila kemudian ditambah basa, warna timbul kembali.

1. g. Reaksi kristal

Dragendorf Aseton air Asam pikrat Asam pikrolon Fe kompleks Sublimasi

http://sayacintafarmasi.wordpress.com/2011/04/03/sulfonamida/