Anda di halaman 1dari 55

Gill Net

1


SupardiArdidja2012

2

1. PENDAHLUAN
1.1 GILL NET
Gill Net merupakan salah satu jenis alat penangkap ikan yang sering digunakan oleh
nelayan (nasional dan internasional) untuk menangkap ikan di laut.
Ikan yang menjadi tujuan penangkapan umumnya adalah ikan-ikan pelagis relatif besar
mulai dari ikan kembung hingga Madidihang. Ukuran ikan besar sangat bervariasi tergantung
ukuran mata jarinng dan besarnya bukaan mata ajring.
Gill Net termasuk alat penangkap ikan yang pasif, selektif dan juga ramah lingkungan.
Pengoperasian Gill Net konvesional (yang umum dioperasikan di Indonesia) relatif sederhana,
sebagian besar pelaksanaan operasi menggunakan tenaga manusia.
Gill Net hampir dapat dioperasikan diseluruh lapisan kedalaman perairan, mulai dari
lapisan permukaan, pertengahan hingga lapisan dasar perairan. Juga dapat dioperasiakan di
berbagai jenis perairan, seperti perairan pantai, laut dan samudera.
1.2 Metode Menangkap
Kata kuncinya adalah Menjebak untuk dijerat. Pengertiannya adalah Gill Net harus
mampu menjebak, kemudian menjerat ikan pada bagian insangnya. Karena sebagai alat
penjebak maka sedapat mungkin bahan yang digunakan adalah bahan yang transparan
Sedangkan agar ikan terjerat maka tekstur benang jaring harus licin, bulat dan elastis.
Gill Net

3

Perhatikan Gambafr 1.1. a. adalah ikan memiliki ukuran insang lebih besar dari mata jaring(ikan
tidak terjerat), b adalah ukuran ikan yang sesuai dengan mata jaring (iakn terjerat), sedangkan c
adalah ikan yeng berukuranlebih kecil (ikan lolos).


Gambar 1. 1 Ikan terjerat

SupardiArdidja2012

4

1.3 Bentuk Umum Gill Net
Ciri khas
Gill Net
adalah
berbentuk empat persegi
panjang. Masing sisinya
dibatasi oleh empat buah tali
ris. Dua buah ris mendatar
yang dipasang di sisi atas dan
bawah, yang atas di sisi atas
disebut dengan ris atas dan
yang bawah disebut dengan ris
bawah. Dua ris lagi dipasang
di kedua sisi tegak disebut
dengan ris samping.
Ris atas dan ris bawah
berfungsi untuk mengatur
buakaan mata jaring dan ris
samping untuk
mempertahankan kedalaman
Gill Net. Ris atas dipasangi
pelampung dan ris bawah
Gambar 1. 2 Penempatan Gill Net berdasarkan kedalam
periaran
Gill Net

5

dipasangi pemberat. Fungsi pelampung adalah untuk megapungkan dan fungsi pemberat
adalah untuk menenggelamkan.
Secara umum Gill Net yang dioperasikan di lapisan permukaan memiliki daya apung
yang lebih besar dari daya tenggelamnya. Gill Net yang dioperasikan di pertengahan memiliki
daya apung dan daya tenggelam yang relatif sama. Sedangkan yang dioperasikan di lapisan
dasar perairan memiliki daya tenggelam lebih besar dari daya apungnya. Tujuannya adalah
agar Gill Net yang diooperaikan di permukaan tetap mengapung di lapisan permukaan, yang
dioperasikan di pertengahan tetap melayang, dan yang dioperasikan di dasar perairan tatap
tenggelam.
Pada bagian atas Gill Net dipasang pelampung dan bagian bawah dipasang pemberat.
Gill Net yang disebut dengan gill net biasanya dioperasikan secara pasif menunggu ikan yang
berenang menabrak badan jaring. Jika diameter tubuh ikan lebih kecil dari ukuran mata jaring
maka ikan akan lolos. Ikan yang ukuran diameter tubuhnya sama atau lebih besar dari ukuran
mata jaring akan tertangkap. Hal ini sangat bermanfaat untuk pengaturan ukuran ikan yang
akan ditangkap, misalnya dengan membatasi ukuran mata jaring (mesh size) ukuran minimal
ikan yang ditangkap dapat ditentukan, sehingga ikan-ikan yang masih kecil tidak tertangkap dan
dapat meloloskan diri dari alat penangkap ikan.
Gill Net dioperasikan secara vertikal dengan menghadang arus laut, sehingga
diharapkan memotong alur gerakan renang ikan yang kerap menentang arus. Perhatian
Gambar 1.3 hingga 1.5
SupardiArdidja2012

6





Gambar 1. 3 Gill Net Permukaan
Gambar 1. 4 Gill Net pertengahan
Gill Net

7


Gambar 1. 5 Gill Net dasar
1.4 Kapal Gill Net
Perahu atau kapal yang digunakan beraneka ragam ukuran dan jenisnya. Mulai yang
berukuran kecil (5 30 GT) biasanya membawa antara 10 sampai dengan 50 pis Gill Net,
darikapal layar hingga kapal bermotor. Pada kapal berukuran besar bentangan Gill Net bisa
mencapai puluhan kilometer panjangnya dan beroperasi diperairan dalam, Zona Ekonomi
Eksklusif (ZEE) atau diperairan internasional. Perhatikan gambar 1-6 hingga 1-8.


SupardiArdidja2012

8




























Gambar 1. 8 Kapal layar yang
mengoperasikan Gill Net diseling
dengan tonda di Bawaian (kiri)
Gambar 1. 8 Perahu kolek bergandar ganda (atas)
Gambar 1. 8 Gill Net modern
Gill Net

9

1.5 Ikan yang ditangkap
Jenis ikan yang sering tertangkap dengan jaring cenderung memiliki ukuran badan yang
seragam seperti : tenggiri, tongkol, cakalang, kembung, layang, bawal, kakap, (lihat gambar 1.9
s/d 1.dan lain sebagainya. Namun kerap sekali ikan yang berukuran besar juga tertangkap
seperti hiu, tuna, marlin dan lain sebagainya.Ikan yang berukuran besar tertangkap dengan
cara terpuntal oleh badan jaring (bukan terjerat oleh mata jaring).
TENGGIRI
Tenggiri (gambar 1.9) merupakan ikan pelagis, hidup
membentuk kumpulan kecil pada kisaran kedalaman 15 dan
200 m. Pemakan ikan-ikan yang lebih kecil seperti layang
dan teri. Daerah penangkapannya hampir terdapat di
seluruh perairan Indonesia.
TONGKOL
Ikan tongkol, (Thunnus tonggol; Bleeker 1851), kumpulan
pelagis, sama seperti tenggiri baik daerah penangkapannya
maupun kisarankedalamannya, yaitu berkisar antara 15
dan 200 m. Namun kelompok ikan ini menghindari
perairan yang bersalinitas rendah seperti muara-muara
Gambar 1. 9
Tenggiri, Scomberomorus
commerson (Lacepde, 1801)
Gambar 1. 10 Ikan tongkol
(Thunnus tonggol; Bleeker 1851)
SupardiArdidja2012

10

sungai besar. Pemakan ikan-ikan kecil,
cumi dan krustase, khususnya larva
stomatopod dan udang.


.
















Gambar 1. 11 Ikan Cakalang
(Katsuwonus pelamis)
Gambar 1. 12 Peta Sebaran Ikan tenggiri dan
Tongkol di perairan Indonesia
Gambar 1. 13 Peta distribusi
Cakalang di wilayah ekuator dunia
(FAO Species Catalogue
Identifications)
Gill Net

11

BAWAL
Bawal (Pampus argenteus; Euphrasen, 1788)
adalah ikan demersal, hidup di perairan mulai pantai
hingga landas kontinen sekitar 80 meter. Membentuk
kelompok di dasar perairan berlumpur. Kelompok ini
sering bercampur dengan spesies Nemipterus dan
Leiognathus. Bawah pemakan invertebrata pelagis
seperti copepoda, salps, dan jellyfishes.




Gambar 1. 15 Peta sebaran, Carventer 2001
Gambar 1. 14 Bawal (Pampus
argenteus; Euphrasen, 1788)
SupardiArdidja2012

12



Gambar 1. 16 Ikan Kembung Lelaki (Rastrelliger
brachysoma, van Kampen, 1967).
Gambar 1. 17 Ikan kembung
perempuan (Rastrelliger faughni
Matsui, 1967)







Gambar 1. 18 Peta sebaran
kembung lelaki dan kembung
perempuan


Gill Net

13

1.6 Konstruksi Gill Net
Konstruksi Gill Net relatif sederhana, terdiri dari lembar jaring yang disebut webbing.
Satu lembar Gill Net biasanya disebut dengan satu pis. Ketika dioperasikan untuk menangkap
ikan, jumlah pis Gill Net yang digunakan sangat bervariasi antara satu kapal dengan kapal yang
lain.
Gill Net relatif mudah untuk membuatnya dan pada umumnya para nelayan, terutama
nelayan dengan usaha skala kecil, sering membuat sendiri alat penangkap ikan Gill Net yang
akan digunakannya.
1.7 Rangkuman
1. Kata kunci metode menangkap ikan dengan Gill Net adalah Metode menangkap adalah
Menjebak untuk dijerat.
2. Gill Net berbentuk empat persegi panjang, dioperasikan secara vertikal menghadang arus
perairan.
3. Gill Net umumnya dioperasikan secara pasif (siafatnya menunggu ikan terjerat pada jaring),
meskipun ada juga yang diopreasikan secara aktif.
4. Gill Net termasuk alat penangkap ikan yang selektif, karena ikan yang keliling tubuhnya lebih
kecil dari diameter mata jaring akan lolos, hanya ikan yang keliling tubuhnya lebih besar dari
mata jaring yang terjerat.

SupardiArdidja2012

14

1.8 Test Foormatif

Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda paling tepat dengan
memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d.
1. Apa yang dimaksud dengan Gill Net ?
a. Jaring yang berbentuk empat persegi panjang.
b. Jaring yang berbentuk kantong.
c. Jaring yang memiliki kantong.
d. Salah semua.
2. Mengapa ikan bisa terjerat pada Gill Net ?
a. Ikan berenang menabrak Gill Net.
b. Ikan berenang memotong Gill Net.
c. Ikan berenang sejajar dengan jaring.
d. Salah semua.
3. Mengapa ikan bisa lolos dari Gill Net ?
a. Mata jaring terputus
b. Keliling tubuh ikan lebih besar dari ukuran mata jaring.
c. Keliling tubuh ikan lebih kecil dari mata jaring.
d. Keliling tubuh ikan sama dengan ukuran mata jaring

4. Alat penangkap ikan Gill Net termasuk alat penangkap ikan
Gill Net

15

A. Aktif B. Pasif C. Dihela oleh kapal D. Betul semua
5. Alat penangkap ikan Gill Net dioperasikan
a. Di perairan sekitar pantai.
b. Di perairan dangkal
c. Di peraran laut dalam
d. Betul semua
1.9 Tugas

Pergilah ke pelabuhan perikanan terdekat, buatlah tulisan mengenai alat penangkap ikan
Gill Net yang dititik beratkan pada:

a. Perkembangan Gill Net di pelabuhan tersebut.
b. Bentuk, Jenis dan kekuatan mesin kapal atau perahu yang digunakan.
c. Ikan-ikan apa saja yang tertangkap dan berapa kira-kira julah total ikan yang diidaratkan.

SupardiArdidja2012

16

Bab 2 Konstruksi jaring insang
2.1. Bentuk Umum
Jaring insang pada umumnya berbentuk empat persegi panjang. Ukuran mata jaring
(mesh size) seluruh bagian jaring adalah sama. Ukuran mata jaring yang digunakan
disesuaikan dengan jenis dan ukuran ikan yang menjadi target tangkapan.
Konstruksi jaring insang terdiri dari :
1. Badan jaring (webbing).
2. Tali ris atas.
3. Tali ris bawah.
4. Pelampung.
5. Pemberat.
6. Tali slambar (tali penghubung antar pis.
Jaring insang termasuk kelompok alat penangkap yang selektif, ukuran minimum ikan
yang menjadi target tangkapan dapat diatur dengan cara mengatur ukuran mata jaring yang
digunakan. Ikan-ikan yang menabrak jaring. Ukurannya mata jaring dan bukaannya sangat
ditentukan oleh ikan yang menjadi tujuan penanangkapan.

Gill Net

17


Gambar 2. 1 Jaring insang

Ikan yang akan dijerat pada overculumnya adalah ikan yang memiliki bentuk dan ukuran
yang sama. Ikan dijerat dengan mengggunakan mata jaring yang dibuat terbuka. Terbukanya
mata jaring ditentukan oleh bentuk dan ukuran potongan melintang di bagian overculum spesies
SupardiArdidja2012

18

tujuan penangkapan. Bagaimana potongan melintang ikan dan mata jaringnya perhatikan
gambar 2.2. Gambar 2.2 adalah cara mengukur bagian insang ikan dengan menggunakan
benang jaring dan Gambar 2.2 B adalah hasil pengukuran. Panjang tali tersebut adalah ukuran
mata jaring dibagi dua atau setengan panjang tali Adalah ukuran mata jaring.
Secara umum bentuk potongan melintang ikan terbagi menjadi tiga, yaitu bentuk bulat,
bentuk pipih vertikal dan bentuk pipih horisontal. Sebagai patokan pertama adalah ikan yang
berpotongan melintang bulat (gambar 2.3 B), maka bentuk bukaan mata jaringnya mirip belah
ketupat. Demikian pula untuk potongan melintang ikan pada gambar 2.3 A, B dan C dapat
menggambarkan bagaimana besranya bukaan mata jaring insang.
Ukuran mata jaring adalah sama dengan panjang tali hasil pengukuran (Gambar 2.2 B)










Gambar 2. 2
Mengukur Mata
jaring
Gill Net

19

Gambar 2. 3 Bentuk potongan tubuh
ikan
Bentuk segiempat pada gambar 2.3.A adalah
bentuk bukaan mata jaring untuk menjerat ikan yang
berbentuk melebar, seperti ikan sebelah dan cucut.
Segiempat pada gambar 2.3.A adalah bentuk bukaan
mata jaring yang digunakan untuk menangkap ikan
yang berbentuk bulat seperti ikan tongkol atau
cakalang. Sedangkan segiempat pada gambar 2.3.C
adalah bentuk bukaan mata jaring yang digunakan untuk mennagkan ikan berbentuk pipih
seperti ikan tenggiri atau kwee.
2.2. Bahan jaring insang
BENANG JARING
Jaring insang pada umumnya terbuat dari bahan Polyamide mono-filamen atau
dikenaldjuga dengan nama benang senar. Benang jaring ini paling banyak digunakan sebagai
bahan pembuat jaring. Benang ini berbentuk bulat, licin dan transparan. Diperlukan benang
yang licin dan berbentuk bulat agar ikan mudah terpeleset masuk ke dalam mata jaring, dan
elastis agar benang dengan sendirinya akan menjerat ikan.


SupardiArdidja2012

20

PELAMPUNG
Pelampung buatan pabrik (gambar 2.5) umunya mahal, sehingga nelayan banyak
mennggunakan pelampiung alternatif seperti dari karet sendal jepit. Karet ini mudah didapat
dari sisa pabrik pembuatan sandal jepit. Kadang juga diperoleh dari para pemulung barang
bekas.
Pelampung utama menggunakan botol plastik bekas akua, atau menggunakan
stereoform bekas yang dibungks denga lembaran jaring.

Gambar 2. 4 Benang jaring insang


Gambar 2. 5 Bentuk-bentuk pelampung buatan pabrik
Gill Net

21

Gambar 2. 6 P elampung dari kayu gabus


PEMBERAT
Bahan pemberat jaring insang umumnya menggunakan timah hitam. Timah yang
dibentuk dengan cara dicor. Pemberat umumnya memiliki lubang di tengahnya (arah mendatar).
Bahkan ada juga yang menggunakan batu kecil bulat yang dibungkus dengan jaring.



Gambar 2. 7 Pelampung utama
SupardiArdidja2012

22

WEBBING
Istilah yang umum digunakan untuk badan jaring adalah webbing. Umumnya jika benang
jaring yang dibuat oleh pabrik Indonesia menggunakan nomor benang(60 s/d 2000) atau
210/d/6 maka panjang weebing adalah 90 meter atau 100 yard. Jumlah kedalaman mata
jaring adalah 70 mata.





2.3. BAGIAN-BAGIAN JARING
BADAN JARING
Bagian utama jaring insang adalah lembaran webbing utuh (lihat gambar 2.1).




Gambar 2. 9 Jaring insang
dengan pelampung bekas
sandal jepit

Gambar 2. 9 Mengukur jumlah mata
jaring
Gill Net

23

G
a
m
b
a
r

2
.

1
0


T
a
l
i


r
i
s

a
t
a
s
TALI RIS ATAS DAN RIS BAWAH
Tali ris atas merupakan komponen pembentuk jaring dan sekaligus pengatur bukaan
mata jaring. Pada ris atas inilah dipasangkan pelampung dan jaring. Diantara jaring umumnya
menggunakan srampad (selvedge) yang berfungsi sebagai peredam beban tegangan dari dua
tali ris yang berukuran besar dan kuat yang harus diterima oleh benang jaring jauh lebih kecil
dan lemah. Namun demikian, para anelayan kurang memperhatikan hal ini, sehingga webbing
langsung dipasangkan pada ris (perhatikan gambar 2.8).


Tali ris atas sering juga disebut sebagai tali pelampung adalah tali yang terdapat pada
bagian atas jaring insang. Tali ris atas terdiri dari dua utas tali. Satu utas tali untuk tempat
memasang pelampung dan disebut dengan tali ris utama. Tali yang kedua digunakan untuk
memasang (menggantungkan) badan jaring insang. Kedua tali ris atas biasanya berukuran
sama tetapi berbeda arah pintalannya yaitu pintal kanan dan pintal kiri. Lihat gambar 2.8
SupardiArdidja2012

24

kedua tali memiliki arah pintalan yang berbeda. Gunanya adalah agar saat tali ditarik tidak
melintir, sehingga jaring ikut pula terpintal.
Pemasangan pelampung dipasang pada jarak yang sama sepanjang ris atas, sama juga
dengan pemsangan pemberat pada ris bawah. Tujuannya adalah daya apung dan daya
tenggelam merata pada seluruh badan jaring insang. Atau dengan kata lain, bukaan mata
jaring akan sama disemua tempat di seluruh permukaan webbing.
Ukuran maupun konstruksi ris bawah maupun bahan tali ris bawah sama halnya dengan
ris atas. Juga terdiri dari dua utas tali yang diikat menjadi satu sehingga berperan menjadi satu
tali ris bawah. Satu diantara tali ris bawah digunakan untuk memasang pemberat dan yang
lainnya sebagai tumpuan webbing.

Gambar 2. 11 Ris bawah dan pemberat



Gill Net

25

TALI PELAMPUNG UTAMA DAN JANGKAR
Tali pelampung utama sangat berguna jika akan mengoperasikan jaring insang di lapisan
perairan pertengahan atau di lapisan dasar (perhatikan gambar 1.4, 1.5 dan 2.6) serta Gambar
2.11, 2.12 dan 2.13.




















Gambar 2. 14 Tali jangkar yang
diperlukan pada jaring insang
permukaan tetap (kiri)
Gambar 2. 14 Tali pelampung
utama dan tali jangkar yang
dipasang pada gillnet yang
dipasang pada jaring insang yang
diharapkan dapat menangkap
ikan di semua lapisan terutama di
perairan dangkal (bawah)
Gambar 2. 14 Tali pelampung utama
pada jarig insang dasar
SupardiArdidja2012

26

Gambar 2. 15 Tali selambar, tali guci dan tali
pelampung utama
TALI SELAMBAR
Tali slambar terdiri dari tiga jenis. Jenis
yang pertama adalah tali yang menghubungkan
antara jaring insang yang terpasang di air
dengan kapal. Jenis yang kedua adalah yang
menghubungan natara satu pis jaring insang
dengan pis lainnya. Sedangkan jenis yang
ketiga adalah yang dipasangkan di ujung
terakhir jaring insang yang dipasangi
pelampung utama dan lampu (jika dioperasikan
malam hari).

2.4. DISAIN JARING INSANG
Disain atau gambar rancangan jaring
insang suatu gambar atau pola dan uraian rinci
suatu alat penangkap ikan (perhatikan gambar 2.14), yang memuat:
1. Jenis dan ukuran webbing yang digunakan
2. Jumlah mata jaring ke bawah.
3. Panjang tali ris atas.
4. Panjang tali ris bawah.
Gill Net

27

Gambar 2. 16 Disain jaring insang
5. Ukuran dan jenis tali
serta bahan jaring yang
digunakan.
6. Jenis dan jumlah
pelampung.
7. Jenis dan jumlah
pemberat serta
perlengkapan lainnya.
















SupardiArdidja2012

28

RASIO PENGGANTUNGAN
Membahas jaring insang tidak terlepas dari pertanyaan berapa besar bukaan mata jaring
dan bagaimana bentuk bukaannya. Pada bagian konstruksi jaring telah dijelaskan tentang
bagaimana menentukan ukuran mata jaring dan bukaan mata jaring. Namun demikian, yang
terpenting adalah bagaimana merakitnya, sehingga mata jaring dapat terbuka sebagaimana
yang diinginkan.
Perhatikan skema bukaan mata jaring pada tabel 2.1. Nilai lebarmata jaring adalah nilai
perbandingan antara ukuran mata jaring (gambar 2.15.A) dengan lebar mata jaring setelah
dipasang pada ris (gambar 2.15.B). Lebar bukaan mata jaring ditentukan oleh ketebalan tubuh
ikan pada bagian insangnya. Sedangkan Nilai kedalaman adalah perbandingan antara ukuran
mata jaring dengan tinggi mata jaring yang telah terpasang pada ris.
Sebagai contoh pengertian nilai lebar mata jaring sebesar 25% adalah bahwa lebar
bukaan mata jaring hanya 25% atau dari panjang ukuran mata jaring. Nilai kedalaman mata
jaring sebesar 97% adalah menyatakan bahwa tinggi mata jaring setelah terpasang pada ris
hanya sebesar 97% dari ukuran mata jaringnya.





Gill Net

29

Tabel 2. 1 Skema bukaan mata jaring
Nilailebarmata
jaring
25% 50% 67% 71%

Bentukpembukaan
matajaring
0,75

0,50

0,33

0,29

Lebardan
kedalaman
mata
berubah
sesuai
dengannilai
hangingratio
Nilaikedalaman
matajaring
97% 87% 74% 71%

Nilai 0,75; 0,50; 0,33 dan 0,29 adalah besaran hang-in ratio (rasio penggantungan.
Memperkirakan besarnya rasio penggantungan dapat dilakukan dalam dua cara,yaitu cara
langsung dan cara tidak langsung. Menghitung cara langsung adalah dengan rumus:
Pon]ong ris
pon]ong wcbbing


Pon]ong wcbbing - pon]ong ris
pon]ong wcbbing

Boleh menggunakan salah satu cara yang dianggap paling mudah dengan ketentuan bahwa:
Rasio cara langsung + cara tidaklangsung = 1

Perhatikan contoh skema perhitungan pada Tabel 2.2
SupardiArdidja2012

30


Tabel 2. 2 Menghitung rasio penggantungan atau besarnya bukaan mata jaring
Menghitungrasiopenggantungandengancara:
Langsung+taklangsung=1,0
Langsung Taklangsung
M=100m N
M
=
75
100
=0,75
M-N
M
=
100-75
100
= u,2S 0,75+0,25=1,0
N=75m

M=100m N
M
=
50
100
=0,50
M-N
M
=
100-50
100
= u,Su 0,50+0,50=1,0
N=50m

M=100m
N
M
=
30
100
=0,30
M-N
M
=
100-30
100
= u,7u
0,30+0,70=1,0
N=30m
Keterangan: Hasilnya sedikit berbeda dengan yang tercantum pada Tabel 2.1. Karena nilai pada tabel
2.1 adalah hasil penelitian (bukan perhitungan,Nomura- 1980)


Gambar 2. 17 Nilai lebar (bukaan mata jaring) mata jaring


A
B
Gill Net

31

PANJANG WEBBING
Perlu diperhatikan bahwa berbeda antara panjang jaring dengan panjang webbing.
Panjang jaring adalah panjang jaring insang yang sudah dirakit. Sedangkan panjang webbing
adalah panjang webbing yang belum dirakit.
Cara mengukur panjang webbing sangat sederhana yaitu dilakukan dengan mementang
webbing ke arah memanjang sekencangnya sehingga seluruh mata jaring tertutup rapat.
Webbing diukur dengan menggumnakan roll meter (meteran kain), atau dengan mengalikan
jumlah mata jaring dengan ukuran mata jaring.
Panjang weebing ditentukan oleh sistem penomoran benangyang digunakan. Jika
nomor benang menggunakana sistem metris (internasional) (R..tex) maka panjang webbing
dinyatakan dengan meter dan ukuran mata jaring dinyatakan dengan sentimeter. Sedangkan
jika nomor benangnya menggunakan sistem denier (210/d/) maka panjang webbing
dinyatakan dengan yard (0,9 m) dan ukuran benang dinyatakan dengan inci. Perhatikan Tabel
2.3.





SupardiArdidja2012

32

Tabel 2. 3 Sistem penomoran benag dan panjang webbing
No Sistem Penomoran Ukuran benang Satuan Ukuran
benang
Panjang webbing
1
Internasional
(metris)
R..tex sentimeter 100 meter
2
Regional
(Imperial)
210/d/ inci
100 yard atau
90 meter

Contoh 1 perhitungan rasio penggantungan
Selembar jaring dalam keadaan mata tertutup (M) panjangnya 100 m, jaring tersebut akan dibuat
menjadi alat penangkap ikan jaring insang dengan shrinkage 30%.
Berapa panjang tali ris (N) yang dipergunakan ?

Jawab :
Dimana :
S = Shrinkage
M = Panjang webingg dalam keadaan mata tertutup
N = Panjang tali ris
Su% =
1uu m - N m
1uu m

30/100 = (100m N m)/100
Kedua suku dibagi 100
Hasilnya adalah 30 = 100 m - N m, maka: N = 70 m


Gill Net

33

DAYA APUNG DAN DAYA TENGGELAM
Jaring insang saat dioperasikan tentunya bisa saja di lapisan permukaan, lapisan
pertengahan atau di lapisan dasar. Jika jaring insang akan dioperasikan di lapisan permukaan
maka daya apung harus lebih besar dari daya tenggelam (jaring harus mengapung).
Sebaliknya ika jaring insang akan dioperasikan di dasar perairan maka daya tenggelam harus
lebih besar dari daya apung (Jaringharus tenggelam).
Perlu pula dipahami bahwa daya apung tidak hanya dihasilkan oleh pelampung, tapi juga
oleh seluruh komponen jaring insang yang memiliki massa jenis lebih kecil dari rata-rata massa
jenis dari laut (1,025 gram/cm
2
). Sebagai contoh tali ris umumnya terbuat dari bahan
Polyethylene (PE), bahan ini memiliki massa jenis sebesar 0,9 gram/cm
2
(lebih kecildari massa
jenis air laut). Demikian pula halnya dengan daya tenggelam tidak hanya dihasilkan oleh
pemberat tapi juga dari komponen jaring insang lainnya. Misalnya saja Senar mono filament
memiliki massa jenis 1,14(lebih besar dari massa jenis air laut).
Pengertian melayang dalam teknologi penangkapan ikan hampir tidak pernah disebut,
walaupun ada jaring insang pertengahan (mid water Gill Net), bukan berarti bahwa massa jenis
bahan alat penangkapnya sama dengan rata-rata massa jjenis air laut. Kitapun harus paham
bahwa benda melayang kedudukannya di dalam air dapat berada dimana saja sejak dari
permukaan hingga dasar perairan. Jika suatu saat benda melayang berada di pertengahan
kedalaman perairan, dan kemudian jika benda tersebut memperoleh gaya ke suatu arah
tertentu, maka benda tersebut akan bergerak searah dengan gaya tersebut. Ditekan ke atas
akan mengapung, ditekan ke bawah akan tenggelam. Dewasa ini, mungkin hampir tidak ada
SupardiArdidja2012

34

bahan alat penangkap ikan yang memiliki massa jenis yang sama dengan air laut. Sehingga
dalam membicarakan alat penangkap ikan hanya terkait dengan masalah daya apung dan daya
tenggelamnya saja. Perhatikan gambar 2.17.
Apapun ceriteranya, jika akan membuat jaring insang yang dapat diigunakan (efektif) dan
menguntungkan (efisien). Maka, mau tidak mau harus diperkirakan apakah jaring tersebut saat
di air mengapung atau tenggelam. Memperkirakannya mudah saja, yaitu dengan
menggunakan berat bahan di darat dan massa jenis bahan yang digunakan.
Daya Apung (Da) Da = W(1 - 1)
W = berat bahan
= massa jenis
Daya Tenggelam (Dt) Dt = W(1- 1/ )


Gambar 2. 18 Skema daya apung dan daya tenggelam
Contoh untuk memperkirakan apakkah ajring insang tersebut tenggelam aatau mengapung dengan cara
menghitung total daya apung dan daya tenggelam. Data yang diperoleh dari sebuah jaring insang
adalah sebagai berikut:
Gill Net

35

1. Berat webbing nylon monofilament di udara 2 kg , Bj = 1,14.
2. Berat di udara setiap pelampungnya adalah 20 gram dengan berat jenis 0,30.
3. Pemberat yang digunakan terbuat dari timah yang setiap buahnya memiliki berat di udara 20 gram
dengan berat jenis (Bj) = 11,30, jumlah pemberat 20 buah.
4. Tali ris atas menggunakan Polyethylene (PE) dengan berat diudara 2 kg, sedangkan tali ris bawah
menggunakan bahan yang sama tetapi ukurannya lebih kecil dengan berat diudara 1,5 kg, Bj PE =
0,96.
Tabel 2. 4 Skrema Perhitungan
Komopenen Massa Jenis Berat
Da Dt
W(1/ - 1) W(1- 1/ )
Webbing 1,14 2 0,25
Ris Atas 0,96 2 0,08
Ris bawah 0,96 1,5 0,06
Pelampung 0,3 38 x 20 gr 0,1
Pemberat 11,30 20 x 20 gr 0,36
JUMLAH 0,24 0,36
Selisih (Da Dt) 0,12
SupardiArdidja2012

36

Gambar 2. 19 Meluruskan tali ris
Dari skema perhitungan di atas selisih terletak pada Daya Tenggelam sebesar 0,12. Dengan demkian
kesimpulanya jaring insang tersebut akan
tenggelam dan sangat sesuai
untukdioperasikan di lapisan dasar perairan.

2.5. MERAKIT GILL NET
Pertama ambil tali ris yang akan
digunakan, regangkan, lruskan yang
tertekuk. Hal ini mudah dilakukan dengan
memutarnya (Gambar 2.19).
Ukur panjang tali untuk ris atas dan
ris atas sesuai yang dibutuhkan, ingat
tambahkan setidaknya dua meter di kedua
ujungnya. Buatlah tanda pada setiap satu
meter (untuk pelampung) dan setiap 20 cm
(untuk tali penggantung) atau dua
genggaman tangan orang dewasa. Ikat
kedua ujung tali di tiang atau pohon dan
kencangkan (secukupnya). Pukul tali
tersebut dengan tangan kalau membal
maka cukuplah kekencangan tali tersebut.
Gill Net

37

Tali ris harus terdiri dari dua tali yang satu pintal kiri dan satu pintal kanan. Penandaan
sebaiknya setelah kedua tali diikat kencang. Gunanya tanda adalah untuk memasang
pelampung dan benang selambar (Lihat gambar 2.20.A) dan untuk memasang tali pengikat
sekaligus berfungsi tali penggantung (Gambar 2.20.B).

Gambar 2. 20 Bagian-bagian penting jaring insang
Siapkan webbing (Gambar 2.20.C), sepanjang tali ris atas. Hitunglah berapa mata jaring
untuk setiap satu meter pelampung. Beritanda dan gantungkan dengan ikatan sementara di
bawahnya pelampung. Hal ini sangat berguna jika bekera secara berkelompok. Sehingga
setiap satu anggota kelompok dapat menyelesaikan bagian manapun dengan bebas.
Perhatikan gambar 2.21 sampai dengan gambar 224. Sedangkan jika dilakukan oleh hanya
satu orang saa maka perhatikan gambar 2.25.
A
B
C
B
SupardiArdidja2012

38















.







Gambar 2. 23
Mengikat tali
penggantung hanya
pada satu tali ris
Gambar 2. 21 memsang
tali penggantung
bersamaan dengan
memasang pelampung
Gambar 2. 22 Memasang tali
penggantung yang berfungsi
juga sebagai serampad
Gill Net

39

Gambar 2. 24
Memasang ris samping
(A) dan selambar (B).











Gambar 2. 25 Cara merakit jaring insang sendirian saja
A
B
SupardiArdidja2012

40

2.6. MERAWAT GILL NET
Keuntungan usaha selain ditandai faktor hasil tangkap, juga ditentukan oleh usia pakai
alat penangkap ikan. Semakin tinggi usia pakai maka semakin kecil biaya produksi untuk
membeli jaring baru.
Usia pakai sangat ditentukan oleh faktor manusia, semakinnn malas maka jaring
semakin sering diganti, dan semakin keluar modal untuk membeli jaring baru.
Perawatan perlu dilakukan baik selam operasi maupun saat masa reses (tidak operasi).
Perawatan jaring insang secara umum adalah sebagai berikut:
1. Perawatan yang paling sering harus dilakukan adalah karena terputusnya benang jaring saat
melepaskan ikan yang terjerat. Perbaikan ini harus segera dilakukan, jika tidak sempat mata
jaring terputus atau terobek segera diikat sementara.
2. Perawatan selama jaring tidak digunakan. Hal yang penting harus dilakukan adalah:
- Buang semua ikan-ikan yang masih menempel, sebab akan mengundang kecoa dan tikus.
- Hindarkan jaring dari bahan minyak, bahan kimia, air aki dan api rokok.
- Tiriskan jaring tanpa harus menjemurnya.
- Hindarkan dari matahari langsung, tutup jaring dengan terpal, gunanya agar jarig tidak
terjemur dan terhindar dari api rokok.
3. Tatalah jaring gillnet sebaik mungkin sehingga tidak terjadi kekukusutan saat tahapan
penebaran.
Gill Net

41

4. Ikatlah setiap pis, untuk menghindarkan terjadinya kekusutan.
2.7. KEPEDULIAN TERHADAP KELESTARIAN
Ikan adalah makhluk hidup yang bernyawa, sama halnya dengan hewan lainnya. Mahluk
ini akan selalu tersedia jika diberikan kesempatan untuk berkembang biak. Permasalahnnya
kita hampir tidak tahu kapan ikan sedang atau hendak berbiak. Namun demikian, cukuplah jika
mau berbesar hati untuk melepaskan ikan yang kebetulan sedang mengandung telur. Siapa
tahu, dengan tindakan sederhana yang mulia ini akan membantu melestarikan sumberdaya
ikan. Sehingga anak cucu kita masih memiliki kesempatan menangkap ikan yang sama, seperti
kita menangkap ikan sekarang.
Ikan apapun yang terjerat dengan jaring insang, mustahil untuk melepaskan dirinya
sendiri. Oleh karena itu, janganlah membuang jaring insang yang rusak ke tengah laut. Karena
jaring ini akan menjerat ikan di laut, tanpa kita manfaatkan. Jaring insang bukan hanya
menjerat, bahkan akan memuntal ikan apapun yang kebetulan lewat. Selain itu, jaring insang
akan tersangkut di terumbu karang. Maka jaring tersebut akan mematahkan karang-karang
muda yang sedang menunggu tumbuh satu inci selama 50 tahun. Ikan yang terjerat atau
terpuntalpun akan mati sia-sia. Apalagi yang terjerat oleh jaring rusak tersebut adalah ikan
yang hendak memijah.

SupardiArdidja2012

42

2.8. RANGKUMAN
1. Bentuk umum jaring insang adalah persegi empat, dimana pada bagian atas dipasangi pelampung
dan bagian bawah dipasangi pemberat.
2. Bagian-bagian alat tangkap jaring insang yaitu : badan jaring, tali ris atas yang dipasangi
pelampung, tali ris bawah yang dilengkapi pemberat dan tali slambar.
3. Tali slambar pada kedua ujung jaring insang berfungsi untuk mengikat pelampung tanda dan
warnanya menyolok, atau mengikat bendera atau mengikat lampu (pada malam hari) sebagai
tanda panjang bentangan jaring insang di dalam air.
4. Pada jaring insang yang dioperasikan di permukaan, daya apung lebih besar dari pada daya
tenggelam jaring (extra buoyancy).
5. Pada jaring insang yang di operasikan melayang didalam perairan daya apung dan daya
tenggelam jaring insang adalah sama.
6. Pada jaring insang yang dioperasikan didasar perairan daya apung lebih kecil dari pada daya
tenggelam jaring insang.
2.9. TESTFORMATIF
Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda paling tepat dengan
memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d.
1. Bentuk umum jaring insang adalah :
A. Segi tiga B. Trapesium C. Belah ketupat D. Segi empat

Gill Net

43

2. Sebutkan bagian-bagian jaring insang?
A. Badan jaring, tali ris atas, tali ris bawah, tali slambar, pelampung dan pemberat.
B. Badan jaring, tali ris atas, swivel, pelampung dan pemberat.
C. Badan jaring, tali slambar, sayap, tali ris bawah, pelampung dan pemberat.
D. Badan jaring, tali ris atas, tali ris bawah, tali guci, pelampung dan pemberat.
3. Apa fungsi tali ris atas?
A. Untuk menggantungkan jaring dan memasang pelampung.
B. Untuk memasang pemberat dan pelampung.
C. Untuk menggantungkan jaring dan memasang pemberat.
D. Untuk meluruskan alat tangkap.
4. Apa fungsi tali ris bawah?
A. Untuk memasang jaring dan memasang pelampung.
B. Untuk memasang jaring dan pemberat.
C. Untuk menggantungkan jaring.
D. Untuk menghubungkan Gill Net ke kapal.

5. Apa fungsi tali slambar?
A. Untuk memasang jaring dan memasang pelampung.
B. Untuk memasang jaring dan pemberat.
C. Untuk memasang badan jaring.
D. Untuk menghubungkan mengikat pelampung, bendera atau lampu tanda.
SupardiArdidja2012

44


2.10. TUGAS
Setelah anda membaca dan memahami konstruksi jaring insang serta bagian-bagianya,
cobalah anda kerjakan latihan di bawah ini.
1. Hitunglah daya apung suatu bahan-bahan yang biasanya digunakan sebagai pelampung oleh para
nelayan misalnya : gabus, kayu, plastik, karet sendal
2. Hitunglah daya tengelam suatu bahan pemberat misalnya : besi, timah, batu, benang saran.
3. Carilah suatu desain alat tangkap jaring insang permukaan dan hitunglah daya apung extra (extra
buoyancy) jaring tersebut.


Gill Net

45

BAB 3 MENGOPERASIKAN GILL NET
2.11. Faktor-faktor yang harus diperhatikan
Hal utama yang perlu diperhatikan adalah bahwa Kodisi alam, keberadaan ikan dan
kemampuan kapal, alat penangkapnya dan musim penangkapan ikan. Kondisi alam yang perlu
dipehatikan adalah tentang cuaca, arus. Cuaca berkaitan keselamatan kapal, terutama
stabilitas dan keselamatan manusianya itu sendiri.
Arus memegang peranan sangat penting dalam mengoperasikan Gill Net. Hal yang
perlu diperhatikan adalah arah dan kekuatan arus. Arah arus akan mempengaruhi arah ruaya
ikan dan kemana arah penebaran Gill Net harus diterapkan. Secara umum arah arus
permukaan dan dasar akan berbeda. Arus permukaan umumnya diakibatkan oleh keondisi
angin setempat. Sedangkan arah arus dasar disebabkan oleh pergerakan air global. Sehingga
dalam kondisi tertentu arah permukaan dan arus dasar berbeda. Jika keliru memperkirakan
arahnya arus kemungkinan besar akan terjadi kondisi ketidak stabilan Gill Net.
Ikan akan berenang menghadap ke arah dari mana sumber makanannya datang.
Secara umum ikan pelagis adalah predator. Maksudnya ikan akan memakan ikan
kesenangannya yang berukuran lebih kecil, yang pada akhirnya yang terkecil akan memakan
plankton. Plankton akan terbawa hanyut oleh arus. Dengan kata lain, ikan akan menghadap
arus untuk menghadang makanannya. Gill Net harus memtong arus agar tertabrak oleh ikan.
SupardiArdidja2012

46

Kekuatan arus sangat mempengaruhi kedudukan Gill Net di air baik secara tegak
maupun datar. Semakin kuat arus akan menyebabkan Gill Net terdorong dari kedudukan
tegaknya menjadi mendatar.
Prinsip dasar Gill Net adalah menjebak untuk dijerat. Proses menjebak yang termudah
adalah dengan cara memotong atau menghadang arah renang ikan. Oleh karenanya, Gill Net
harus dipasang agar dapat menghadang ruaya ikan. Karena umumnya ikan bergerak seirama
dengan arah arus maka memasang Gill Net adalah memotong arus.
Kedudukan tegak Gill Net di air setidaknya harus mendekati sebuah tembok (tegak) yang
terbuat dari dinding jaring. Namun demikian, jika langsung memotong dengan haluan tegak
lurus arah arus, arus akan mendorong badan jaring, sehingga jaring akan terletak miring
terbawa arus. Jika dipasang sejajar arus, maka tidak ada seekor ikanpun yang akan terjerat.
Kekuatan arus sangat berpengaruh terhadap kapal dan alat penangkapnya. Terutama
bagi Gill Net yang dioperasikan dengan cara dihanyutkan. Bahkan bagi Gill Net yang
dioperasikan secara tetap akan mempengaruhi bentuk bentangan Gill Net di air.
Pengetahuan dan pengalaman tentang jalur ruaya ikan, baik waktu dan tempat sangatlah
diperlukan. Namun demikian, karena informasi tentang jalur ruaya ikan sangatlajh terbatas,
maka menanhhkap ikan di laut dengan Gill Net merupakan usaha untung-untungan.
Gill Net

47

2.12. Kapan Gill Net Dioperasikan
Menghadang ikan yang paling mudah adalah jika ikannya bergerak dalam kelompok.
Akan sangat beruntung jika jumlah dalam kelompok adalah padat, tentunya proses operasi
akan berlangsung cepat. Namun jika ikan datang dalam kelompok yang berjumlah kecil, maka
ikan ikan akan terjewrat sedikit demi sedikit.
Ikan bergerak dari satu tempat ke tempat lainnnya bisa terjadi dalam siklus tahunan
maupun harian. Pengetahuan tentang pergerakan ikan ini sangatlah penting. Jika pergerakan
tahunan telah diketahui, maka yang perlu diketahui adalah pergerakan harian.
Mahluk hidup pada dasarnya setiap hari membutuhkan makanan untuk menciptakan
energi. Secara umum mahluk hidup sama seperti manusia pada umumnya. Umumnya manusia
atau ikan akan berkumpul di suatu tempat untuk bersama-sama makan, baik makan pagi
maupun makan malam. Sudah merupakan hukum alam, bahwa mahluk hidup membutuhkan
makanan pada saat matahari akan tenggelam dan saat matahari kan terbit. Makanan
dibutuhkan untuk menghasilkan energi untuk melakukan aktivitas aktif, bahkan saat istirahat.
Oleh karenanya, saat yang baik untuk menebarkan Gill Net pada saat matahari akan
terbit atau akan tenggelam.

2.13. Tahapan Operasi.
Tahapan operasi secara umum terdiri dari tahapan:
SupardiArdidja2012

48

3.3.1. Tahapan Persiapan:
Tahapan persiapan terbagi menjadi dua yaitu, persiapan akan berangkat layar menuju darah
penangkapan ikan dan persiapan akan beroperasi. Tahapan persiapan berlayar tentunya terdiri
dari proses menyiapkan kapal, awak kapal, alat penangkap ikan dan penyimpanan hasil
tangkapan.
TAHAPAN PERSIAPAN LAYAR
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah kelaikan kapal, apakah surat-surat kapal, surat ijin
penangkapan, dan sertifikat-sertfikat yang diperlukan terutama untuk Nakhoda dan Motorisnya.
Jika semua semua persyaratan ini telah dipenuhi maka Syahbandar akan menerbitkan Surat
Persetujuan Berlayar.
Penyiapan kapal meliputi penyediaan bahan bakar, pelumas, bahan makanan, dan peralatan
keselamatan kapal serta awaknya. Termasuk cadangan jika terjadi hal-hal yang menyebabkan
bertambahnya hari layar. Periksa apakah mesin kapal dan peralatan perbaikan mesin
sementara di laut benar-benar telah siap. Periksa adakah hala-hal yang diperkirakan
menyebabkan kapal akan tenggelam jika akan menghadapi cuaca buruk. Juga bagaimana
menyelamatkan awak kapal dan kemana meminta pertolongan yang terdekat.
Penyaiapan Gill Net. Periksa apakah seluruh komponen Gill Net sudah tersedia di kapal.
Termasuk persediaan bahan dan alat untuk perbaikan alat jika terjadi kerusakan besar maupun
kerusakan kecil.
Penyiapan palkah dan bahan-bahan untuk mempertahankan kesegaran ikan, termasuk peralatan
yang diperlukan unntuk menangani hasil tangkapan. Periksa apakah palkah sudah dibersihkan
dari berbagai kontaminan dan bakteri pembusuk atau bekkas-bekas minyak dan cat. Periksa
Gill Net

49

juga apakah pompa penyedot air got akibat adanya es atau air cucian ikan saat proses
penanganan hasil dan penyimpanan hasil tangkap.
Catat segala yang telah direncanakan dan yang dilakukan sesuai situasi dan kondisi saat itu
serta kemana meminta pertolongan yang terdekat jika terjadi musibah kapal. Titipkan catatan
tersebut di rumah, di tempat pemilik kapal atau di syahbandar.
TAHAPAN PERSIAPAN OPERASI
Penyiapan operasi secara umum adalah menyiapkan Gill Net. Gill Net harus sudah siap dan
tertata rapih di posisinya. Periksa apakah tali selambar penghubung antar pis telah terpasang
dengan baik.
Juga tali pelampung utama, tali jangkar dan jangkarnya, dan tali selambar utama yang
menghubungkan antara Gill Net dengan kapal sudah terpasang dan tergulung dengan rapih.
Lampu-lampu navigasi dan lampu tambahan untuk operasi Gill Net sudah siap dipasang dan
dinyalakan.
Jangan lupa kemana kira-kira hasil tangkapan akn didaratkan. Pilihlan pelabuhan pendaratan
ikan terdekat yang harga ikannya lebih bak, dan siapkan ijin masuk pelabuhannya.
3.3.2. Tahapan Penebaran
Tahapan ini merupakan proses mengarea Gill Net. Hal yang perlu diperhatikan pada tahapan ini
adalah arah dan kekuatan angin, arah dan kekuatan arus serta Posisi kapal. Perhatikan apakah
perairan operasi bukan merupakan alur pelayaran umum, area terlarang untuk menangkap ikan
atau area berbahaya lainnya. Terutama sekali jika Gill Net akan dioperasikan dengan cara
dihanyutkan, apakah tidak penghalang yang menyebabkan Gill Net akan akan tersangkut.
SupardiArdidja2012

50

Periksa dalam peta laut adakah gosong karang atau kerangka kapal baik yang muncul maupun
terbenam di dalam air. Pertimbangkan jika Gill Net akan dihanyutkan jangan terhanyut ke arah
pulau atau benda laut berbahaya lainnya.
Jika kekuatan angin terlalu besar arahkan, haluan kapal sedikit menyerong hingga arah 45
0
dari
arah angin. Karena angin yang kuat bisanya diiringi dengan gelombang yang besar.
Saat mengarea Gill Net setelah pelampung selambar utama dan pelampung utama dilepas,
dahulukan mengarea pemberat dari pelampungnya. Periksa apakah ada webbing yang
menyangkut ke ris atas atau ris bawah.
3.3.3. Tahapan Menunggu
Tahapan ini merupakan tahapan sela antara tahapan penebaran dan tahapan penghiboban Gill
Net. Waktunya bisa dua jam atau lebih, bahkan ada yang hingga semalaman, jika tahapan
pengareaan dilakukan di sore hari.
Pada tahapan ini kapal dijangkarkan jika mengoperasikan Gill Net tetap dan buritannya
ditambatkan ke selambar utama yang pertama dilego. Jika mengoperasikan jaring insnag
hanyut kapal tidak dijangkarkan tapi ditambatkan ke Gill Net pada tali pelampung utama yang
terakhir dilego.
Saat menunggu ini dapat dilakukan aktivitas perbaikan kapal, perbaikan mesian dan perbaikan
Gill Net. Jika tidakpun dapat dilakukan dengan melakukan kegiatan penangkapan ikan dengan
menggunakan pancing tangan, pancing ulur atau pancing tegak. Umpan ancing dapat diperoleh
dengan pancing otrek (pancing kotor).
Gill Net

51

Siapkan palkah penyimpanan hasilk tanglap. Hancurkan es yang dalam bentuk balokan.
Periksalah selalu air dalam got, pompa airnya keluar jika diperlukan.
Jika memiliki lampu sorot yang berkekuatan besar, selain diarahkan ke arah bentangan Gill Net,
cahaya lampu ini dapat menarik perhatian ikan-ikan kecil maupun besar termasuk cumi-cumi.
Siapkan caduk kecil untuk menangkapnya. Jika hasilnya sedikit dapat digunakan untuk umpan
pancing atau untuk lawuhan. Jika bayak dapat dijadikan sebagai hasil tangkapan sampingan.
Tindakan jaga kapal harus selalu dilakukan untuk memperhatikan keadaan sekeliling kapal.
Tindakan ini meliputi mencatat posisi kapal, cuaca atau adanya hal-hal yang diperkirakan adanya
bahaya. Bahaya tubrukan dengan kapal lain atau akibat cuaca yang semakin memburuk.
3.3.4. Tahapan Menghibob Gill Net
Tahapan ini merupakan tahapan menghibob (mengangkat ke atas kapal) seluruh kompone Gill
Net dan hasil tangkapannya.
Proses diawali dengan mengangkat jangkar kapal, menarik tali selambar utama dan tali
pelampung utama beserta pelampungnya. Seluruh tali ditarik sembari digulung.
Berikutnya adalah menghibob Gill Net, sedikitnya diperlukan tiga orang. Satu orang menarik
bagian pelampung, satu orang menarik bagian pemberat dan satunya lagi menarik bagian badan
jaring sekaligus menangani hasil tangkapan.
Hati-hati melepaskan ikan dari mata jaring, jangan merusak ikan lebih baik memutuskan mata
jaring. Karena ikan rusak harganya jadi murah, tapi benang jaring yang putus mudah diperbaiki.
SupardiArdidja2012

52

Jika kekuatan angin besar sehingga orang yang manangani jaring kesulitan. Hadapkan haluan
menyerong arah angin dan jalankan kapal sesuai kebutuhan agar tidak terlalu banyak tenaga
manusia yang dibutukamn untuk menghibob jaring.
3.3.5. Tahapan Penangan hasil
Kecilnya keuntungan yang diperoleh dari usaha penangkapan ikan dengan Gill Net terutama
diakibatkan oleh harga ikan yang rendah yang disebabkan oleh mutu ikan yang kurang baik.

Prinsip yang perlu dipahami dalam penanganan hasil tangkap ini adalah bagaimana supaya ikan
sampai di tangan pembeli seolah-olah baru diangkat dari laut (segar).
Kondisi ikan tetap segar ini dapat dicapai dengan perlakuan sebagai berikut:
1. Hindarkan terkena matahari langsung
2. Ikan berukuran besar yang masih hidup segera dibunuh
3. Bersihkan tubuh ikan dari segala sesuatu yang dapat menyebabkan terjadinya percepatan
proses dekomposisi.
4. Lakukan penanganan ikan pada kesempatan pertama.
5. Jika ikannya berukruan besar, buang isi perut, insang dan cuci sampai bersih dengan
semprotan air laut. Bila perlu disapu dengan spon halus, buang semua kotoran yang
menmpel, darah dan lendir-lendir yang menempel dibagian tubuh luar, mulut dan perut ikan.
6. Susun ikan dalam palkah dengan rapih, diantara lapisan es. Perbandingan es dengan ikan
sekitar 1: 2. Satu meter kubik ikan dilapisi dengan es sebanyak dua meter kubik. Lapisan
dasar bila perlu menggunakan es yang masih dalam bentuk pesahan besar. Karena bagian
bawah ini akan menerima lelehan cairan ikan dan es dari atasnya.
Gill Net

53

3.3.6. Tahapan Pembersihan Kapal
Tahapan ini merupakan tahapan akhir dari satu sesi operasi. Hal yang perlu dilakukan adalah:
1. Tata kembali seluruh komponen jGill Net pada posisinya. Sehingga saat tahapan operasi
berikutnya peralatan ini sudah siap. Jika terdapat jaring yang rusak dalam jumlah besar dan
lebar perbaiki segera (dengan menggunakan sistinn lasing). Jika kerusakannya kecil
(diputusnya mata jaring) perbaiki sesuai kaidah perbaikan jaring. Buang ikan-ikan yang yang
masih menempel pada jaring.
2. Cuci dan simpan semua peralatan yang digunakan untuk penanganan hasil tangkap.
3. Bersihkan dek dari semua lendir dan kotoran baik yang diakibatkan oleh proses penanganan
hasil atau kotoran yang terbawa oleh Gill Net.
4. Catat semua hasil tangkapan baik jenis, jumlah dan bobotnya. Posisi penebaran jaring dan
terakhir penghiboban. Catat juga kondisi cuaca, arus dan warna air . Hal ini diperlukan untuk
pertimbangan perencanaan penangkapan ikan berikutnya.
2.14. RANGKUMAN
1. Faktor yang sangat mempengaruhi operasi penangkapan ikan dengan Gill Net adalah faktor
arah dan kekuatan arus serta angin.
2. Pengoperasian Gill Net terdiri dari 6 tahapan, yaitu: tahapan persiapan, tahapan penebaran,
tahapan menunggu, tahapan menghibob, tahapan penangan hasil dan tahanan
pembersihan kapal.
3. Tahapan persiapan layar adalah proses dalam mempersiapkan kapal berlayar agar kapal
laik laut dan laik layar.
4. Tahapan penebaran adalah proses menebarkan gill net
SupardiArdidja2012

54

5. Tahapan menunggu adalah proses dimana penangkapan Gill Net sedang berlangsung
6. Tahapan menghibob adalah proses mengangkat jaring dan hasil tangkap
7. Tahapan penanganan hasil adalah proses untuk mempertahankan kesegaran ikan
8. Tahapan pembersihan adalah proses akhir dari sati sesi operasi.
9. Arah bentangan penebaran gillnet sebaiknya membentuk sudut 45
0
terhadap arah arus.

2.15. TESTFORMATIF
Pilihlah salah satu kemungkinan jawaban yang menurut anda paling tepat dengan
memberi tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d.

6. Sebutkan bagian-bagian Gill Net?
E. Badan jaring, tali ris atas, tali ris bawah, tali slambar, pelampung dan pemberat.
F. Badan jaring, tali ris atas, swivel, pelampung dan pemberat.
G. Badan jaring, tali slambar, sayap, tali ris bawah, pelampung dan pemberat.
H. Badan jaring, tali ris atas, tali ris bawah, tali guci, pelampung dan pemberat.
7. Apa fungsi tali ris atas?
E. Untuk menggantungkan jaring dan memasang pelampung.
F. Untuk memasang pemberat dan pelampung.
G. Untuk menggantungkan jaring dan memasang pemberat.
H. Untuk meluruskan alat tangkap.

Gill Net

55

8. Apa fungsi tali ris bawah?
E. Untuk memasang jaring dan memasang pelampung.
F. Untuk memasang jaring dan pemberat.
G. Untuk menggantungkan jaring.
H. Untuk menghubungkan gill net ke kapal.
9. Apa fungsi tali slambar?
E. Untuk memasang jaring dan memasang pelampung.
F. Untuk memasang jaring dan pemberat.
G. Untuk memasang badan jaring.
H. Untuk menghubungkan mengikat pelampung, bendera atau lampu tanda.
2.16. TUGAS
Setelah anda membaca dan memahami konstruksi Gill Net serta bagian-bagianya,
cobalah anda kerjakan latihan di bawah ini.
4. Hitunglah daya apung suatu bahan-bahan yang biasanya digunakan sebagai pelampung oleh para
nelayan misalnya : gabus, kayu, plastik, karet sendal
5. Hitunglah daya tengelam suatu bahan pemberat misalnya : besi, timah, batu, benang saran.