Anda di halaman 1dari 34

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com MODUL TEKNISI PONSEL Untuk Panduan Lengkapnya klik gambar iphone KUNJUNGI :

MODUL TEKNISI PONSEL

Untuk Panduan Lengkapnya klik gambar iphone

MODUL TEKNISI PONSEL Untuk Panduan Lengkapnya klik gambar iphone KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

MODUL TEKNISI PONSEL Untuk Panduan Lengkapnya klik gambar iphone KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com Ebok ini dipersembahkan untuk orang-orang yang mau berubah menjadi lebih baik. Untuk

Ebok ini dipersembahkan untuk orang-orang yang mau berubah menjadi lebih baik.

Untuk orang-orang indonesia

Sebagai panduan menjadi teknisi HP indonesia yang sangat di butuhkan oleh masyarakat.

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Sebagai panduan menjadi teknisi HP indonesia yang sangat di butuhkan oleh masyarakat. KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com Bab 1 Dasar-dasar Teknologi Komunikasi Telepon Seluler KUNJUNGI :

Bab

1

Dasar-dasar Teknologi Komunikasi Telepon Seluler

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

www.belajarservicehp.com Bab 1 Dasar-dasar Teknologi Komunikasi Telepon Seluler KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjun gi www.belajarservicehp.com

Kunjun gi www.belajarservicehp.com Pendahuluan Perkembangan Teknologi S eluler berkembang gunakan sebagai

Pendahuluan

Perkembangan Teknologi S eluler berkembang

gunakan sebagai

tambahan-tambahan fitur seperti k amera digital, radio,

tinggi handphone menjadi perangk at yang canggih dan

fungsi handphone bukan di

perangk at yang canggih dan fungsi handphone bukan di dengan komuni kasi saja, dengan LCD be

dengan

komuni kasi saja, dengan LCD be rwarna dengan resolusi

pintar.

cepat sekali, sehingga

Handphone merupakan alat Ko munikasi Wireless yaitu komunikasi bergerak ta npa kabel yang dibilang dengan Mobile Divice. Teknologi w ireless ini telah berkembang dengan pesat dala m satu dekade terakhir ini. Prinsip dari komunikasi wirele ss ini menggunakan kanal radio yang terpisa h untuk berkomunikasi dengan cell site.

1.1 Sejarah Telepon Se luler

Ponsel merupakan gabungan

dari Teknologi Radio yang dikawinkan dengan n Teknologi Komunikasi

Bell pada tahun 1876. pada tahun 1880 dan

Telepon. Telepon pertama kali dite emukan dan diciptakan oleh Alexander Graham sedangkan komunikasi tanpa kab el (wireless) ditemukan oleh Nikolai Tesla

diperkenalkan oleh Guglielmo Marc oni.

teknologi telepon mobil

secara komersial diperkenalkan. Ap abila dibandingkan dengan perkembangan seka rang yang begitu pesat, sebenarnya teknologi ini mengalam i hambatan dalam perkembangan kurang lebih selama 60 tahun. Hal ini

semi konduktor belum

dikembangkan dengan baik. Sete lah di temukannya transistor maka dimung kinkan perkembangan

teknologi menjadi lebih pesat.

di karenakan perkembangan tek nologi yang murah seperti transistor atau

Akar dari perkembangan digita l wireless dan seluler dimulai sejak 1940 saat

1.2 Perkembangan Te knologi Seluler

saat ini yaitu teknologi

telepon tanpa kabel (wireless) dian taranya AMPS (Advance Mobile Phone System), GSM (Global System for

Mobile system) dan CDMA (Code Di ivision Multiple Access).

Dengan perkembangan teknol ogi wireless yang sedang berkembang pesat

1.2.1 AMPS (Advance Mobile Ph one System)

AMPS merupakan generasi pe rtama pada teknologi selular. System ini di alo kasikan pada Band 800 Mhz. jaringan ini mengguakan sirku it terintergrasi yang sangat besar yang terdiri d ari Computer Dedicated dan System Switch.

KUN JUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

yang sangat besar yang terdiri d ari Computer Dedicated dan System Switch . KUN JUNGI :

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com AMPS menggunakan range frekuensi antara 824 Mhz 894 Mhz yang diperuntukan pada ponsel

AMPS menggunakan range frekuensi antara 824 Mhz 894 Mhz yang diperuntukan pada ponsel analog. AMPS hanya di operasikan pada band 800 Mhz dan tidak menawarkan fitur lain yang umum digunakan pada layanan seluler seperti e-mail dan browsing di web. Kualitas suara yang kurang bagus serta beberapa permasalahan teknis menjadi kendala dari system AMPS ini sehingga system ini tidak berkembang dan bahkan ditinggalkan setelah teknologi digital berkembang.

1.2.2 GSM (Global System for Mobile telekomunication)

GSM merupakan generasi kedua setelah AMPS, GSM pertama kali dikeluarkan pada tahun 1991 dan mulai berkembang pada tahun 1993 dengan diadopsi oleh beberapa negara seperti Afrika Selatan, Australia, Timur Tengah, dan Amerika Utara. Perkembangan pesat dari GSM disebabkan karena penggunaan system yang digital sehingga memungkinkan pengembang untuk mengekploitasi penggunaan algoritma dan digital serta memungkinkannya penggunaan Very Large Scale Intergration (VLSI). Untuk mengurangi dan memperkecil biaya Handled terminalnya, pada saat ini GSM telah menggunakan fitur Intelegent Network (jaringan kecerdasan).

GSM adalah system telekomunikasi bergerak dengan menggunakan system selular digital. GSM pertama kali dibuat memang dipersiapkan untuk menjadi system telekomunikasi bergerak yang memiliki cakupan internasional berdasarkan pada teknologi Multyplexing Time Division Multiple access (TDMA). GSM mempunyai frekuensi 900 Mhz selain itu GSM juga menggunakan frekuensi 1800 Mhz dengan nama Personal Communication Network. GSM juga menyediakan layanan untuk mengirimkan data dengan kecepatan tinggi yang menggunakan teknologi High Speed Circuit Switch Data (HSCSD) yang mampu mengirimkan data sampai 64 Kbps hingga 100 Kbps. Di Indonesia jaringan GSM di tempati oleh PT. Telkomsel, Exelkomindo, Satelindo, Indosat.

1.2.3 CDMA (Code Devision Multiple Access)

CDMA merupakan generasi ketiga (3G). teknologi telpon tanpa kabel sangat dirasakan perkembangannya, dengan munculnya berbagai macam jenis telepon selular. Sekarang ini yang sedang berkembang adalah telepon tanpa kabel yang menggunakan Code Devision Multiple Access yang menggunakan teknik penyebaran spectrum. Berbeda dengan metode Global System for Mobile Communication (GSM) yang menggunakan Time Division Multiplexing (TDM), CDMA tidak memberikan penanda pada frekuensi khusus pada setiap user. Setiap channel menggunakan spectrum yang tersedia secara penuh. Percakapan individual akan di encode atau di sandikan dengan pengaturan digital secara pseudo random. CDMA merupakan perkembangan AMPS yang pertama kali di gunakan oleh militer Amerika Serikat sebagai komunikasi Intelejen pada waktu perang. Perkembangan CDMA tidak secepat perkembangan GSM yang banyak diadopsi oleh sebagian besar operator di berbagai macam Negara. Di Indonesia untuk jaringan CDMA ditempati oleh PT. Mobile-8, Telecom, Telkomflexy dan Esia.

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

untuk jaringan CDMA ditempati oleh PT. Mobile-8, Telecom, Telkomflexy dan Esia. KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com 1.3 Konsep Dasar Teknologi Selular System selular adalah system yang canggih sebab

1.3 Konsep Dasar Teknologi Selular

System selular adalah system yang canggih sebab system ini membagi suatu kawasan dalam beberapa sel kecil. Hal ini digunakan untuk memastikan bahwa frekuensi dapat meluas sehingga mencapai ke semua bagian pada kawasan tertentu sehingga beberapa pengguna dapat menggunakan ponsel mereka secara simultan tanpa jeda dan tanpa terputus-putus.

1.3.1 Definisi Selular

Pada system seluler, untuk menggambarkan cakupan area secara geografis digunakanlah penggambaran heksagonal. Area inilah yang disebut sel (Cell). Mengapa bentuknya heksagonal bukan lingkaran untuk menggambarkan sebuah sel?

Cell / area Cell / area Cell / area
Cell /
area
Cell /
area
Cell /
area

Gambar 1

Anda dapat melihat pada gambar 1, jika anda menggambarkan sebuah sel dalam bentuk lingkaran, maka sel satu dengan yang lainnya tidak akan dapat saling berkesinambungan dengan sempurna. Pada system selular, semua daerah dapat dicakup tanpa adanya gap sel satu dengan yang lain sehingga kurva heksagonal lebih mewakili, kerena cakupan area dapat tergambarkan dengan rapih serta mencakup keseluruhan area.

Untuk lebih jelasnya anda dapat melihat pada gambar 2, dimana sebuah Antena akan dapat mengirim dan menerima sinyal pada tiga daerah yang berbeda, dimana setiap sel hanya tercakup sebagian saja dari ketiga sel yang tercakup.

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

berbeda, dimana setiap sel hanya tercakup sebagian saja dari ketiga sel yang tercakup. KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjun gi www.belajarservicehp.com

Kunjun gi www.belajarservicehp.com Gambar 2 Beberapa komponen penti ng pembentuk system dari seluler adalah pera latan
Kunjun gi www.belajarservicehp.com Gambar 2 Beberapa komponen penti ng pembentuk system dari seluler adalah pera latan

Gambar 2

Beberapa komponen penti ng pembentuk system dari seluler adalah pera latan seluler itu sendiri seperti Base Station Radio, Antena dan Base Station Controller yang akan mengatur lalulintas dari beberapa sel dan saling berhubungan pula de ngan jaringan telepon publik.

1.3.2 Arsitektur Jaringan GSM Jaringan di dalam Global

entitas fungsional yang dibagi menj adi 3 (tiga) bagian yaitu:

System for Mobile Telecommunication (GSM)

disusun dari beberapa

1.3.2.1 Mobile Station Mobile Station yang merup akan perangkat dibawa oleh pelanggan atau kat a lain telepon selulernya

yang akan menerima maupun men girimkan data. Mobile Station terdiri dari Radio transceiver, Display dan

Digital Signal Proccesor (DSP) dan

telecommunication (GSM) identita s panggilan tidak dihubungkan dengan handp honenya tetapi dengan

kartu SIM sehingga bila kartu SI M dimasukan keterminal lain maka pengguna

panggilan dan dapat melakukan pelanggan yang lainnya. Mobile International Mobile Subscriber

Subscriber Identity (IMSI) yang dapa t mengidentifikasi pelanggan. Akan tetapi IMEI

dengan IMSI tidak saling

dalam mobilitas pribadi. Dengan kata lain kita da pat memindahkan kartu

Identity (IMEI) sedangkan kartu SIM memi liki InternationalMobile

dapat dikenali dengan

pemanggilan dari terminal tersebut serta da pat menerima layanan

akan tetap menerima

kartu SIM (Subscriber Identity Module). Dalam G lobal System for Mobile

Equipment

atau

Handphone

secara

unik

tergantung maka dapat digunakan SIM ke Handphone manapun juga.

maka dapat digunakan SIM ke Handphone manapun juga. Gambar 3 (Mobile station) KUN JUNGI :

Gambar 3 (Mobile station)

KUN JUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

maka dapat digunakan SIM ke Handphone manapun juga. Gambar 3 (Mobile station) KUN JUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjun gi www.belajarservicehp.com

Kunjun gi www.belajarservicehp.com 1.3.2.2 Base Station Subsystem hubungan antara radio dengan mobile station. Base

1.3.2.2 Base Station Subsystem

hubungan antara radio

dengan mobile station. Base Station

yang mengandung transceiver radi o yang menangani sebuah cell atau daerah da n berhubungan dengan mobile station dan Base Station Co ntroller (BSC) yang cara kerjanya mengatur hub ungan radio antara satu

merupakan penghubung

Subsystem terdiri atas dua bagian yaitu : Base T ransceiver Station (BTS)

(BBS)

Base Station Subsystem (B BS) merupakan peralatan yang mengendalikan

dan beberapa Base Transceiver St ation. Selain itu juga Base Transceiver Station antara Mobile station dengan Mobi le Service Switching Center (MSC)

Mobile station dengan Mobi le Service Switching Center (MSC) Gambar 4 (Base station) 1.3.2.3 Network Subsystem
Mobile station dengan Mobi le Service Switching Center (MSC) Gambar 4 (Base station) 1.3.2.3 Network Subsystem

Gambar 4 (Base station)

1.3.2.3 Network Subsystem

Service Switcing Center

(MSC) kegunaannya untuk melaku kan switching pengguna jaringan bergerak den gan pengguna jaringan bergerak atau tetap. Mobile Servic e Switching Center (MSC) juga menyediakan hu bungan dengan jaringan PSTN dan ISDN. Penysalan di antar a entitas fungsional ini menggunakan Signaling Sistem Number 7 (SS7)

yang digunakan untuk Trunk Signali ng dalam ISDN dan digunakan secara luas di jari ngan umum sekarang.

Network Subsystem yang

merupakan bagian utamanya adalah mobile

Informasi mengenai mobile station data. Yang pertama adalah Home

semua pelanggan yang terdaftar di suatu jaringan GSM beserta lokasi dari mobile s tation. Lokasi dari suatu

Sedangkan yang kedua

adalah Visitor Location Register ( VLR) berisi informasi berisi administrasi terpi lih dari Home Location

Register (HLR) yang dibutukan unt uk control pangilan dan izin bagi pengguna serv ice berlangganan untuk

setiap pengguna. Register lain yang

Register (EIR) yang merupakan basi is data yang berisi daftar Mobile Station yang va alid dalam jaringan GSM yang teridentifikasi lewat nomor IM EI. Sedangkan Autenthication Center adalah ba sis data terproteksi yang menyimpan salinan PIN (Personal Id entity Number) yang digunakan untuk autentifi kasi.

digunakan untuk autentikasi dan keamanan ad alah Equipment Identity

Mobile Station disimpan dalam be ntuk Mobile Station Roaming Number (MSRN).

disimpan dalam dua Location Register yang m erupakan sebuah basis Location Register (HLR) yang berisi semua inf ormasi administrasi dari

KUN JUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

sebuah basis Location Register (HLR) yang berisi semua inf ormasi administrasi dari KUN JUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com Gambar 5 (Mobile network architecture) KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM
Kunjungi www.belajarservicehp.com Gambar 5 (Mobile network architecture) KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Gambar 5 (Mobile network architecture)

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com Gambar 5 (Mobile network architecture) KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com Bab 2 Sistem Modul Telepon Seluler KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Bab

2

Sistem Modul Telepon Seluler

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com Bab 2 Sistem Modul Telepon Seluler KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com 2.1 Pendahuluan Sistem Handphone terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat

2.1 Pendahuluan

Sistem Handphone terdiri dari perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software). Tanpa perangkat lunak handphone hanya benda keras saja, demikian juga perangkat tanpa perangkat keras, tanpa perangkat keras hanya merupakan kode-kode computer saja.

2.2 Perangkat Keras (Hardware)

Hardware merupakan kumpulan perangkat-perangkat komponen elektronika yang mendukung suatu system elektonika, sebuah hardware dapat kita rasakan dan keberadaannya secara fisik. Hardware handphone adalah sebagai subsistem dari system Handphone yang terdapat gabungan system radio wireless, telpon, dan Komputer. Pada dasarnya system handphone dapat di pecah menjadi beberapa bagian yaitu:

handphone dapat di pecah menjadi beberapa bagian yaitu: 2.2.1 RF (Radio Frekuensi) Sistem RF adalah bagian

2.2.1 RF (Radio Frekuensi)

Sistem RF adalah bagian yang berfungsi untuk mentransmisikan data informasi, bagian ini akan berperan sebagai system wireless pada system selular. System RF terdapat dua rangkaian yang terintergrasi pada system RF, yaitu:

dua rangkaian yang terintergrasi pada system RF, yaitu: 2.2.1.1 Sistem pemancaran (Transmitter) Agar data informasi

2.2.1.1 Sistem pemancaran (Transmitter)

Agar data informasi dapat di pancarkan kepada Base Station tentunya harus ada yang membawa data informasi.

Dengan menggunakan system pemancaran (Transmitter) data informasi akan di satukan (Modulation) dengan signal pembawa yaitu pada teknologi GSM mempunyai frekuensi 900Mhz-1900Mhz. Signal data informasi yang telah termodulasi akan dikuatkan terlebih dahulu sebelum dipancarkan oleh PA (Power

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

telah termodulasi akan dikuatkan terlebih dahulu sebelum dipancarkan oleh PA (Power KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com Amplyfier Transmitter), sebab jarak antara ponsel dengan base station cukup jauh, oleh

Amplyfier Transmitter), sebab jarak antara ponsel dengan base station cukup jauh, oleh karena itu base station akan dapat menerima signal informasi yang dikirimkan oleh ponsel bila signal yang telah termodulasi tersebut telah benar-benar kuat. Pada system ini akan menjadi penentu pada proses registrasi jaringan pada ponsel.

2.2.1.2 Sistem penerimaan (Receiver)

Sistem ini berfungsi untuk penerimaan data informasi dari base station. Dengan menggunakan sistem penerimaan, ponsel akan dapat menerima data informasi yang dipancarkan oleh Base Station.

Signal data informasi yang dikirimkan oleh Base Station masih berbentuk Signal data yang masih termodulasi dengan signal pembawa. Agar data informasi dapat di teruskan kepada bagian DSP (Digital Signal Proccesor) harus di pisahkan terlebih dahulu signal data informansinya dengan signal pembawa, subsistem ini dinamakan dengan demodulasi.

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

data informansinya dengan signal pembawa, subsistem ini dinamakan dengan demodulasi. KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com 2.2.1.3 SubSistem Tranceiver (transitter dan receiver). System komunikasi wireless

2.2.1.3 SubSistem Tranceiver (transitter dan receiver).

2.2.1.3 SubSistem Tranceiver (transitter dan receiver). System komunikasi wireless didukung oleh beberapa subsistem

System komunikasi wireless didukung oleh beberapa subsistem yang saling berkaitan satu system kepada system yang lainnya, oleh karena itu bila diantara subsistem ini terdapat kerusakan maka semua system transceiver tidak akan berfungsi dengan baik.

agar penganalisaan kerusakan ponsel dapat anda bedakan kategori kerusakannya maka anda harus memahai subsistem berikut ini:

2.2.1.1.1 Antenna switch/Duplexer

Seperti yang telah saya bahas diatas bahwa system komunikasi wireless pada ponsel terdapat dua sistem yang berbeda, yaitu bagian penerimaan dan pemancaran. Tentunya terdapat dua jalur yang berbeda, yaitu jalur masuk dan keluar. Sedangkan jalur komunikasi kepada Base Station hanya terdapat satu jalur, dan antenna pada ponsel hanya terdapat satu.

Oleh karena itu pada system transceiver perlu menggunakan Duplexer. Duplexer terdapat pada IC Antena switch yang berfungsi untuk pergantian fungsi antenna kepada sistem penerimaan atau kepada

antenna akan dikoneksikan kepada bagian sistem penerimaan atau sistem pemancaran

secara bergantian dengan kecepatan tinggi, sehingga tidak terasa adanya pergantian sistem tersebut disaat

kita melakukan komunikasi.

pemancaran

Pada sistem komunikasi masa lalu, sistem penerimaan dan pemancaran harus di fungsikan dengan pergantian secara manual, misalkan interkom atau HT dimana alat tersebut di saat di gunakan untuk pemancaran, tombol pada bagian samping harus di tekan. di saat menerima tombol pada bagian samping harus di lepas. Dengan kemajuan tekhnologi saat ini cara tersebut sudah tidak lagi di gunakan karena sudah menggunakan sistem Duplexer.

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

cara tersebut sudah tidak lagi di gunakan karena sudah menggunakan sistem Duplexer. KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com Antenna switch pada nokia 8210 2.2.1.1.2 PA (Power Amplifier Transmitter) PA (Power
Kunjungi www.belajarservicehp.com Antenna switch pada nokia 8210 2.2.1.1.2 PA (Power Amplifier Transmitter) PA (Power

Antenna switch pada nokia 8210

2.2.1.1.2 PA (Power Amplifier Transmitter)

PA (Power Amplyfier) berfungsi sebagai penguatan signal yang akan dipancarkan kepada Base Station. signal data informasi yang telah dimodulasikan dengan signal pembawa harus betul-betul kuat agar dapat diterima dengan baik oleh Base Station.

Pada GSM900, PA akan menguatkan signal sekitar 2Watt (3dBm input level) dan pada jalur EGSM akan menguatkan sekitar 1Watt (6dBm input level). Fungsi lain dari PA yaitu sebagai penguat signal pengirim data ke operator yang menandakan bahwa nomor simcard pada ponsel telah aktif (telah teregistrasi). Selain itu bila kinerja PA tidak baik biasanya mengakibatkan borosnya baterai, sebab PA membutuhkan daya yang cukup besar. Kondisi ini biasanya sering terjadi pada daerah yang signalnya kurang baik sehingga mengakibatkan beban kerja PA menjadi lebih berat.

sehingga mengakibatkan beban kerja PA menjadi lebih berat. PA (Poewr Amplyfier Transmitter) pada nokia 8210 2.2.1.1.3

PA (Poewr Amplyfier Transmitter) pada nokia 8210

2.2.1.1.3 HF Amplifier / LNA (low noise amplifier)

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Transmitter) pada nokia 8210 2.2.1.1.3 HF Amplifier / LNA (low noise amplifier) KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com HF /LNA mempunyai fungsi sebagai penguat receiver (penerimaan). Sebelum proses pemisahan

HF /LNA mempunyai fungsi sebagai penguat receiver (penerimaan). Sebelum proses pemisahan signal pembawa dengan signal data pada bagian prosesor signal, bagian penerimaan signal dari operator ponsel harus di perkuat oleh LNA. Dimana LNA akan menguatkan sekitar -43 dBm. Setelah signal di kuatkan oleh LNA akan di teruskan ke bandpass filter,dimana fungsi dari bandpass filter yaitu untuk menghilangkan noise yang di akibatkan dari efek signal pembawa.

Pada bagian ini biasanya jarang sekali bermasalah karena sistem tersebut tidak menggunakan daya yang cukup besar, hanya saja biasanya masalah timbul jika daya kepada LNA tidak diberikan oleh bagian power supply maka penerimaan ponsel akan bermasalah karena bagian penerimaan tidak dapat berfungsi bila LNA tidak berfungsi dengan baik.

2.2.1.1.4 RF processor

Fungsi dari sistem RF proccesor atau sistem PLL yaitu sebagai prosessor signal (pengolahan Frequensi). Pengolahan frekuensi signal terbagi dalam 2 proses yaitu:

Modulation (mixing/pencampuran) signal data/suara dengan signal pembawa. Pada bagian transmitter (pemancaran), signal data akan di modulasikan dengan signal pembawa yang diproses oleh RF/IF agar signal data/suara tersebut bisa terkirim ke operator atau dengan kata lain signal data/suara akan di campur(mixing) dengan signal pembawa. Setelah itu signal suara/data akan di terima oleh operator, karena signal data/suara telah dimodulasikan dengan signal pembawa.

Demodulation (pemisahan signal data/suara dengan signal pembawa). Pada bagian receiver (penerima),signal yang di terima oleh ponsel dari operator masih tercampur dengan signal pembawa. Untuk itu signal pembawa tersebut harus di pisahkan dari signal data/suara agar dapat di olah oleh IC audio untuk diproses lalu di teruskan ke speaker.

Fungsi lain dari RF/IF yaitu sebagai prosesor clock 13mhz (pemrosesan denyut 13 mhz untuk denyut CPU). CPU memerlukan denyut sebesar 13 mhz yang mana denyut tersebut di proses oleh RF/IF yang di hasilkan oleh crystal oscillator 26mhz. bila denyut 13Mhz ini bermasalah maka ponsel akan mati total karena tidak ada Clock untuk system Logic.

akan mati total karena tidak ada Clock untuk system Logic. 2.2.1.1.5 VCO (Voltage Control Oscilator) KUNJUNGI

2.2.1.1.5 VCO (Voltage Control Oscilator)

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

karena tidak ada Clock untuk system Logic. 2.2.1.1.5 VCO (Voltage Control Oscilator) KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com VCO dapat berfungsi karena adanya AFC, dimana AFC digunakan untuk mengunci transceiver

VCO dapat berfungsi karena adanya AFC, dimana AFC digunakan untuk mengunci transceiver frequency pada base station. AFC-voltase dihasilkan multi mode conventer oleh 11Bit D/A conventer. Rangkaian ini di dukung karena menggunakan VCO (voltage controled oscilator) yang mana VCO akan menghasilkan getaran sebesar 3420 3840 mhz. Dimana frequensi tersebut akan di olah oleh RF Procccesor untuk proses PLL yang akan menghasilkan gelombang pemancaran ataupun penerimaan yakni untuk frequency 900-1800- 1900 mhz.

Sistem ini di dukung karena adanya VCTXO(voltage controlled temperature compensated cristal oscilator).VCTXO akan menghasilkan denyut sebesar 26 mhz. sistem ini ada pada Crystal Oscilator 26 Mhz.

26 mhz. sistem ini ada pada Crystal Oscilator 26 Mhz. 2.2.1.1.6 Crystal Oscilator 26 Mhz Crystal

2.2.1.1.6 Crystal Oscilator 26 Mhz

Crystal Oscillator 26 Mhz akan menghasilkan denyut sebesar 26 Mhz. kemudian denyut tersebut akan di proses oleh RF processor yang kemudian menghasilkan denyut sebesar 13Mhz untuk denyut kepada system Logic pada CPU, Untuk jalannya system digital pada baseband, terutama CPU.

Untuk jalannya system digital pada baseband, terutama CPU. 2.2.2 Baseband OSC 26 Mhz pada Nokia 8210

2.2.2

Baseband

OSC 26 Mhz pada Nokia 8210

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

system digital pada baseband, terutama CPU. 2.2.2 Baseband OSC 26 Mhz pada Nokia 8210 KUNJUNGI :

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com Pada ponsel.diantaranya: bagian ini merupakan bagian 2.2.2.1 CPU (Central Proccesor
Kunjungi www.belajarservicehp.com Pada ponsel.diantaranya: bagian ini merupakan bagian 2.2.2.1 CPU (Central Proccesor

Pada

ponsel.diantaranya:

bagian

ini

merupakan

bagian

2.2.2.1 CPU (Central Proccesor Unit)

pengolahan

input

ataupun

output

pada

keseluruhan

system

CPU merupakan prosesor utama pada ponsel dimana semua system diatur dan diolah oleh CPU, contohnya Proses Tranceiver, LCD, keyboard, kamera, Bluetooth, systemUI dll. CPU adalah komponen yang bertugas mengolah segala input/output yang diterima oleh ponsel. Atau dengan kata lain merupakan otak dari bekerjanya ponsel. CPU dapat bekerja karena terdapat perintah dari Sistem Operasi yang tersimpan pada IC flash. Data system operasi ini merupakan data-data penting, tanpa data data tersebut ponsel tidak akan bekerja dengan baik, data-data tersebut ada beberapa bagian yaitu pertama data-data MCU merupakan data-data operating system pada ponsel; kedua data-data ppm merupakan data-data tampilan seperti language, ringtone dll; dan yang ketiga adalah data data yang terdapat pada eeprom yaitu no imei, registrasi, signal, versi tahun pembuatan dll. Semua data-data tersebut akan diteruskan ke CPU untuk diproses dan diolah.

Cara kerja CPU yaitu menerima perintah-perintah dari keyboard yang kita ketik, selanjutnya perintah- perintah tersebut akan diolah dan diproses untuk di teruskan kepada system yang lain. Fungsi lain dari CPU adalah memberikan perintah kepada LCD, vibra,dan buzzer.

CPU memberikan perintah kepada LCD agar dapat menampilkan semua informasi pada ponsel, maka jika CPU bermasalah akan terjadi beberapa kerusakan misalnya ponsel akan: mati total, tidak ada signal, tidak bisa baca kartu, LCD blank, Hank, UI bermasalah, dll.

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

total, tidak ada signal, tidak bisa baca kartu, LCD blank, Hank, UI bermasalah, dll. KUNJUNGI :

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com 2.2.2.2 Main memory Main memory adalah subsistem yang akan menyimpan semua pemograman
Kunjungi www.belajarservicehp.com 2.2.2.2 Main memory Main memory adalah subsistem yang akan menyimpan semua pemograman

2.2.2.2 Main memory

Main memory adalah subsistem yang akan menyimpan semua pemograman (Software) pada system ponsel. Main memory terdapat beberapa bagian komponen IC (Intergrated Circuit) yang mempunyai penyimpanan data yang berbeda, yaitu:

IC Flash IC Flash berfungsi sebagai penyimpanan data secara permanen, yang mana data-data tersebut tidak akan hilang datanya bila daya dimatikan. IC Flash akan terisi data-data penting. Data-data tersebut adalah data MCU dan PPM, data MCU berisikan data-data Operating System (OS) sedangkan data-data pada PPM berisikan data-data tampilan, language pack (paket bahasa), ringtone dll.

Data-data yang tersimpan pada IC Flash bukan hanya data Operating System saja, juga terdapat data CP (Content Pack) dan User Area yang menyimpan data-data fitur yang terdapat pada ponsel seperti:

Game, Aplikasi, Wallpaper, Nada dering, Foto, Film, Phonebook, dll.

IC Flash yang pertama kali di pasang pada rangkaian ponsel masih kosong, agar dapat bekerja dengan baik IC Flash tersebut harus diisikan data programnya yaitu di ReFlash dengan mengunakan Komputer. Kerusakan yang sering terjadi pada IC flash misalnya blink, Contact Service, mati total dan sebagainya, namun kerusakan ini belum tentu rusak secara hardware mungkin saja rusak secara software, dalam arti memory tersebut normal akan tetapi data-data program yang tersimpan sudah bermasalah, untuk mengatasi masalah seperti ini IC Flash pada ponsel tidak perlu diganti melainkan data-data yang telah error tersebut harus di hapus dan diisikan kembali (Re Flash) menggunakan computer.

EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) EEPROM mempunyai tugas untuk menyimpan data informasi yang sudah diprogram oleh pabrik ponsel itu sendiri. penyimpanan data pada EEPROM ialah penyimpanan nanvolatil, sebab data yang ada di dalamnya tidak akan hilang jika dayanya dimatikan. Data yang tersimpan pada EEPROM diantaranya:

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

tidak akan hilang jika dayanya dimatikan. Data yang tersimpan pada EEPROM diantaranya: KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com No IMEI (International Mobile Equipment Identifier). Security Code. ESN

No IMEI (International Mobile Equipment Identifier).

Security Code.

ESN (Elektronik Serial Number).

MIN (Mobile Identification Code),

SID (Sistem Identification Code

RAM (Random Access Memory)

RAM mempunyai tugas untuk penyimpan data sementara. Penyimpanan data pada RAM disebut write operation (operasi tulis) atau menulis, sedangkan penditeksian dan pemanggilan data dari RAM disebut read operation (operasi baca) atau membaca. Sifat dari penyimpanan data dari RAM ialah

penyimpanan data sementara (memory volatile), dimana data akan hilang bila tidak ada arus listrik (daya).

dimana data akan hilang bila tidak ada arus listrik (daya). 2.2.2.3 DSP (Digital Signal Proccesor) DSP

2.2.2.3 DSP (Digital Signal Proccesor)

DSP merupakan subsistem yang akan mengolah signal data informasi, apakah itu data informasi audio atau grafik dan alfanumerik. Sistem DSP di dukung oleh beberapa subsistem yaitu:

Multy Mode Conventer (A/D D/A convertion) Multy Mode Converter Berfungsi sebagai alat penghubung baseband dengan bagian RF, dimana pada bagian baseband menggunakan sistem digital sedangkan pada bagian RF menggunakan sistem analog. Pada sistem baseband dengan RF akan saling berhubungan, oleh karena itu system ponsel memerlukan penerjemah atau Converter, Multy Mode Converter akan merubah signal Analog menjadi signal Digital (A/D convertion) dan akan merubah signal Digital menjadi signal Analog (D/A convertion).

Audio processor Audio Proccesor berfungsi sebagai penguat signal suara untuk ke speaker atau dari mic. Signal audio sebelumnya sangat lemah oleh karena itu perlu di kuatkan oleh IC audio agar dapat di teruskan ke

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

sangat lemah oleh karena itu perlu di kuatkan oleh IC audio agar dapat di teruskan ke

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com speaker dan suara dapat terdengar oleh telinga manusia. Begitu pula signal suara yang di

speaker dan suara dapat terdengar oleh telinga manusia. Begitu pula signal suara yang di hasilkan oleh mic sangat rendah amplitudonya, agar dapat di terima oleh RF maka signal suara tersebut harus di kuatkan terlebih dahulu oleh Audio Proccesor. Fungsi lain dari audio amlpifier adalah sebagai Pulse Code Communication (PCM).

amlpifier adalah sebagai Pulse Code Communication (PCM). 2.2.2.4 Power supply DSP pada Nokia 8210 Power supply

2.2.2.4 Power supply

DSP pada Nokia 8210

Power supply merupakan pengolahan pembagian atau distribusi tegangan yang awalnya di berikan oleh battrey untuk di bagikan ke semua system. Pada semua subsystem ponsel membutuhkan tegangan yang berbeda-beda tergantung untuk keperluannya, dengan adanya power supply tegangan yang di butuhkan oleh system ponsel akan di olah dan di bagikan oleh power supply. Tegangan kepada kartu SIM juga di distribusikan oleh Power Supply.

kepada kartu SIM juga di distribusikan oleh Power Supply. Power supply pada Nokia 8210 2.2.2.5 Control

Power supply pada Nokia 8210

2.2.2.5 Control charging

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

distribusikan oleh Power Supply. Power supply pada Nokia 8210 2.2.2.5 Control charging KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com Control Charging berfungsi sebagai pengontrol pengisian battrey ponsel. Prinsip kerja

Control Charging berfungsi sebagai pengontrol pengisian battrey ponsel. Prinsip kerja dari charging control adalah daya yang akan diterima oleh battery ponsel dari charge trafo akan di proses terlebih dahulu oleh charging control. Charging Control di perintahkan oleh CPU dan Power Supply, agar dapat bekerja secara otomatis, dimana daya akan diberikan kepada battery bila tegangan battery dibawah batas maksimum, dan daya tidak akan diberikan bila tegangan pada battery sudah ada pada batas maksimum. System pengontrolan pengisian battery akan di perintah oleh CPU, oleh karena itu tegangan battery pada ponsel harus ada pada batas kerja ponsel yaitu 3,6V agar system handphone masih dapat berfungsi, maka jika tegangan battery di bawah batas tegangan minimum battery tidak akan dapat diisi oleh trafo charge. Solusinya battery harus di isi terlebih dahulu oleh desktop charger.

battery harus di isi terlebih dahulu oleh desktop charger. Charging control pada Nokia 8210 KUNJUNGI :

Charging control pada Nokia 8210

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

harus di isi terlebih dahulu oleh desktop charger. Charging control pada Nokia 8210 KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com 2.2.3 UI (User Interface) UI (User Interface) adalah bagian yang akan menghubungkan

2.2.3 UI (User Interface)

Kunjungi www.belajarservicehp.com 2.2.3 UI (User Interface) UI (User Interface) adalah bagian yang akan menghubungkan

UI (User Interface) adalah bagian yang akan menghubungkan informasi dari system ponsel kepada pengguna ponsel atau sebaliknya, misalkan anda akan mengirim SMS, maka anda harus menekan keypad agar ponsel dapat menerima perintah-perintah yang kita ketikan. Atau ada panggilan masuk kepada ponsel maka ponsel akan berdering agar pengguna ponsel dapat segera menerima panggilan tersebut. Komponen- komponen yang selalu berhubungan dengan pengguna ponsel salah satunya seperti: keypad, LCD, Buzer, Vibrator, Lampu LED, dll.

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

pengguna ponsel salah satunya seperti: keypad, LCD, Buzer, Vibrator, Lampu LED, dll. KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com Setiap komponen UI selalu ada System UI Driver untuk mengendali-kan komponen tersebut

Setiap komponen UI selalu ada System UI Driver untuk mengendali-kan komponen tersebut yang diperintahkan dari CPU.

komponen tersebut yang diperintahkan dari CPU. UI driver pada Nokia 8210 2.3 Perangkat lunak (Software).

UI driver pada Nokia 8210

2.3 Perangkat lunak (Software).

Ponsel pada generasi sekarang sudah lebih maju lagi, dengan perkembangan teknologi digitalnya yang makin sempurna. Seperti halnya komputer, handphone bukan saja sebagai alat komunikasi melainkan dapat digunakan untuk kamera, radio, video streem, mms, internet, dan masih banyak lagi kemampuan- kemampuan yang dapat terlayani.

Dengan menggunakan sistem digital komputerisasi, ponsel membutuhkan suatu perangkat lunak (Software) untuk menjalankan semua program yang terdapat pada ponsel.

Perangkat lunak adalah serangkaian instruksi yang dapat dipahami oleh perangkat keras pengolahan data atau computer sehingga perangkat keras dapat melaksanakan pemrosesan data sesuai dengan yang di kehendaki.

Perangkat lunak dapat di klasifikasikan ke dalam 2 bagian besar yaitu:

2.3.1 perangkat lunak sistem

Perangkat lunak system yaitu perangkat lunak yang mengoprasikan keseluruhan system pada handphone yang terdiri dari MCU, PPM, Eeprom. Perangkat lunak ini dapat di sebut dengan FIRMWARE . Firmware tersimpan pada IC flash, terkecuali data Eeprom.

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

dengan FIRMWARE . Firmware tersimpan pada IC flash, terkecuali data Eeprom. KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com Untuk perbaikan perangkat lunak (Software) harus menggunakan computer dan

Untuk perbaikan perangkat lunak (Software) harus menggunakan computer dan program-program khusus .

perangkat lunak system dibagi menjadi bebrapa bagian :

2.3.1.1 MCU.

MCU (Micro Controller Unit) merupakan data system operasi program, yang berisikan rutin-rutin, prosedur, versi, logika, bluetooth code, juga untuk mengendalikan dan mengkoordinasikan kegiatan operasi dari suatu system.

2.3.1.2 PPM.

PPM (Post Programming Memory) yaitu data program yang berisi perangkat lunak bahasa, ringtone, gambar, fontasi, daftar seluruh jaringan, country code, dan lain-lain. perangkat lunak bahasa merupakan program yang dibuat sebagai penerjemah antara program yang ditulis dengan bahasa sehari-hari menjadi bahasa mesin yang berbentuk bilangan binary. Kumpulan/pilihan bahasa yang tersedia pada ponsel dinamakan language pack. perangkat lunak bahasa pada ponsel nokia terdapat pada data PPM (Post Programming Memory). Language pack yang terdapat pada ponsel akan berbeda-beda tergantung area penjualan ponsel tersebut, misalkan bila ponsel tersebut akan di jual ke eropa oleh pabriknya maka pada language packnya tidak akan terdapat pilihan bahasa Indonesia. Berbeda dengan ponsel yang akan dijual di asia, pada pilihan bahasanya akan terdapat bahasa Indonesia.

2.3.1.3 EEPROM

EEPROM (Electrically Erasable Programmable Read Only Memory) mempunyai tugas untuk menyimpan informasi yang sudah diprogram oleh pabrik ponsel itu sendiri. Data yang tersimpan pada EEPROM diantaranya:

No IMEI (International Mobile Equipment Identifier).

Security Code.

ESN (Elektronik Serial Number).

MIN (Mobile Identification Code),

SID (Sistem Identification Code

2.3.2

Perangkat lunak Aplikasi

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Code), SID (Sistem Identification Code 2.3.2 Perangkat lunak Aplikasi KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com Perangkat lunak aplikasi yaitu perangkat lunak tambahan sebagai program pendukung untuk

Perangkat lunak aplikasi yaitu perangkat lunak tambahan sebagai program pendukung untuk meningkatkan fitur-fitur handphone. Pada perangkat lunak aplikasi perkembangannya begitu pesat, sehingga fungsi handphone bukan hanya digunakan sebagai komunikasi saja. Diantaranya :

2.3.2.1 Pengolahan kata

Program pengolahan kata ini untuk membantu handphone dalam membuat, mengedit, mengatur, menyimpan, dan mencetak suatu document. Contohnya:

eBook

QReader

Handy book

Mobipocket reader

2.3.2.2 Pengolahan angka

Program pengolahan angka ini membantu handphone dalam membuat, mengedit, mengatur, mencetak table berupa table angka dan grafis. Contohnya:

Y Calc

Handsetsoft calculators

Micro calc

2.3.2.3 Grafis

program yang menjadikan computer berfungsi sebagai alat Bantu dalam membuat, mengedit, mengatur, menyimpan, dan mencetak dokumen yang terdiri dari gambar, border, grafik, dan sebagainya. Contohnya:

Image plus

Photo editor

Photo fusion

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

grafik, dan sebagainya. Contohnya: Image plus Photo editor Photo fusion KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com 2.3.2.4 Multimedia program aplikasi handphone yang berfungsi dalam membuat, mengedit,

2.3.2.4

Multimedia

program aplikasi handphone yang berfungsi dalam membuat, mengedit, mengatur, menyimpan berupa dari data, gambar, video, dan animasi, pemutar lagu. Contohnya:

Mp3 go

Real one player

Smart movie

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

dan animasi, pemutar lagu. Contohnya: Mp3 go Real one player Smart movie KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com Bab 3 Cara bekerja pesawat Handphone KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Bab

3

Cara bekerja pesawat Handphone

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com Bab 3 Cara bekerja pesawat Handphone KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com 3.1 Pendahuluan Sebelum anda melangkah lebih jauh tentang mereparasi handphone, tentunya

3.1

Pendahuluan

Sebelum

anda

melangkah

lebih

jauh

tentang

mereparasi

handphone,

tentunya

anda

harus

memahami dulu prinsip kerja handphone agar dapat mempermudah proses analisa kerusakan pada ponsel.

Pada bab ini akan dibahas secara garis besar dan secara umum, karena perkembangan teknologi selular saat ini selalu berubah.

3.2 Pusat pengolahan perintah input/output.

3.2.1 Perintah input.

Setiap anda melakukan perintah kepada ponsel, misalkan mengetik sms, memainkan game, merubah pengaturan ponsel, merekam suara, foto, dan lain-lain. Semua perintah diatas merupakan suatu perintah dari pengguna ponsel kepada ponsel, dimana perintah tersebut bisa melewati alat seperti: keypad, kamera, infra red, Bluetooth. Semua perintah input tersebut akan diterima oleh CPU, kemudian CPU akan mengolah semua perintah masukan tersebut. CPU dapat memproses semua perintah input berdasarkan data operating system yang terdapat pada IC flash. IC flash akan menyimpan data input tersebut bila diperintahkan oleh CPU, Sedangkan IC RAM akan menerima data dari CPU untuk sementara.

diperintahkan oleh CPU, Sedangkan IC RAM akan menerima data dari CPU untuk sementara. KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

diperintahkan oleh CPU, Sedangkan IC RAM akan menerima data dari CPU untuk sementara. KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com 3.2.2 Perintah Output. CPU akan memberikan terusan perintah dari perintah input,

3.2.2 Perintah Output.

CPU akan memberikan terusan perintah dari perintah input, perintah dari CPU sangat universal pada keseluruhan system navigasi handphone misalkan: memberikan perintah untuk menampilkan informasi grafik pada LCD, memberikan perintah kepada UI (vibrator, buzzer, led), memberikan perintah kepada power supply untuk meretribusikan tegangan, dan lain-lain.

power supply untuk meretribusikan tegangan, dan lain-lain. 3.3 Power Supply 3.3.1 Power up/down (On/Off) Proses untuk

3.3 Power Supply

3.3.1 Power up/down (On/Off)

Proses untuk menghidupkan ponsel tidak sama dengan rangkaian elektronik biasa seperti TV radio dll. Pada system handphone hampir sama dengan computer, dimana proses menghidupkan ataupun mematikan tidak dengan cara melepaskan hubungan daya kepada power supply. Pada system computer sebenarnya bila diberikan daya, system tersebut berfungsi hanya saja dalam keadaan nonaktif, bila di analogikan kepada manusia dalam keadaan tertidur, dimana system tersebut akan siap diberi perintah kapanpun untuk mengaktifkan semua system. Oleh karna itu bila handphone telah di pasangkan battery maka tegangan battery akan langsung masuk kepada IC power Supply, disaat bersamaan IC power supply akan memberikan tegangan kepada bagian processor. rangkaian SW On/Off handphone dapat anda lihat pada gambar diawah ini.

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

processor. rangkaian SW On/Off handphone dapat anda lihat pada gambar diawah ini. KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com CPU SW Resistor On/Off Power Splay Rangkaian SW On/Off Handphone 3.3.2 Distribusi
CPU SW Resistor On/Off Power Splay
CPU
SW
Resistor
On/Off
Power Splay

Rangkaian SW On/Off Handphone

3.3.2 Distribusi tegangan

Rangkaian pada handphone terdapat banyak subsistemnya, yang mana setiap sub system mempunyai kebutuhan supply tegangan yang berbeda-beda dan pada setiap system akan diberikan tegangan bila disaat diperlukan. Daya pada handphone pertama diberikan oleh battery, tegangan dari battrey akan dilanjutkan kepada IC power supply, oleh IC power supplylah semua supply tegangan akan diberikan tergantung kebutuhannya.

VCXO

PURX IC VTX POWER VXYN V ????? BATREY
PURX
IC
VTX
POWER
VXYN
V ?????
BATREY

VCOBBA

3.3.3 Pengisian battery

Proses pengisian battery pada handphone sangat teliti sekali, dimana system pengisian akan diatur secara komputerisasi. Tegangan battery akan di diteksi oleh IC power supply dan CPU, bila battery dalam keadaan penuh maka handphone akan menolak pengisian dari trafo charger. System pengisian ini diproses oleh IC charging.

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

menolak pengisian dari trafo charger. System pengisian ini diproses oleh IC charging. KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com 3.4 Transmisi data informasi Pada dasarnya system transmisi pada system komunikasi

3.4 Transmisi data informasi

Pada dasarnya system transmisi pada system komunikasi terdapat dua system, bagian penerimaan (receiver) yang berfungsi sebagai penerimaan data informasi suara ataupun data alfanumerik dan grafik dari base station kepada handphone. Sedangkan bagian pemancaran (transmitter) berfungsi sebagai pengiriman data informasi suara ataupun data alfanumerik, grafik dan proses registrasi jaringan.

3.4.1 Proses registrasi jaringan

3.4.1.1 Inisialisasi

Pertama kali ponsel anda melakukan proses pemanggilan disebut dengan inisialisasi. Hal ini terjadi saat anda pertama kali mengaktifkan ponsel anda. Anda akan mendapatkan koneksi dari sell site terdekekat, kemudian jaringan seluler akan melakukan pemeriksaan account atau keanggotaan anda masih aktif atau tidak, maka panggilan anda akan diproses lebih lanjut.

3.4.1.2 Pemeriksaan daftar frekuensi

Ponsel anda akan melakukan pemeriksaan daftar frekuensi yang ada di SIM anda. Pemeriksaan meliputi kualitas aliran frekuensi carrie, kemudian mencari Broadcash Control Channel atau BCCH. Setiap BCCH akan mentransmisikan penanda data yang unik, membedan antara AMPS dan GSM. Di system AMPS menggunakan system frekuensi radio yang terdedikasi pada setiap sel, sedangkan pada GSM semua frekuensi dapat membawa informasi, akan tetapi yang lebih penting adalah channel yang digunakan untuk aliran datanya bukan radio frekuensinya

3.4.1.3 Identifikasi informasi

Base station atau Broadcash Control Center akan melanjutkan pengiriman untuk melakukan identifikasi informasi tentang sell site. Identitas jaringan tersebut adalah Carreier wireless itu sendiri, kode area lokasi saat itu, dan frekuensi yag digunakan, serta informasi tentang sel sekitarnya. Kesemua informasi tersebut digunakan untuk mengetahui apakah ponsel anda sedang aktif dan membutuhkan pelayanan. BCCH adalah bukan merupakan frekuensi radio yang didedicated. BBCH akan menggunakan channel yang akan membawa informasi dalam bentuk bit pada semua frekuensi didalam sebuah sel.

3.4.1.4 Pemeriksaan Broadcash Control Control Channel

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

frekuensi didalam sebuah sel. 3.4.1.4 Pemeriksaan Broadcash Control Control Channel KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com Frekuensi radio ponsel akan melakukan pemeriksaan bradcash control channel, dimana

Frekuensi radio ponsel akan melakukan pemeriksaan bradcash control channel, dimana ponsel anda akan mengirimkan sinyal untuk memriksa apakah sinyal tersebut masih di dalam jangkauan. Ponsel akan melakukan scanning seperti radio keseluruh daftar frekuensi BCCH satu-persatu serta memeriksa penerimaan sinyal. Pengukuran akan dilakukan pada setiap level channel. Cell site akan mengirimkan sinyal kuat ke ponsel anda. Sementara itu di broadcash control channel yang merupakan mobile monitor melakukan data stream dari ase station yang disebut frekuensi control burs atau frequency control channel burs (FCCB). Sinyal ponsel mobile anda akan melakukan sinkronisasi dengan system selular dengan sarana koneksi wireless. Setelah ponsel anda dengan base station telah berkomunikasi, maka semuanya siap digunakan.

3.4.2. Pemancaran data informasi

3.4.2.1. pengolahan signal data suara, grafik, alfanumerik.

Disaat pengguna handphone sedang melakukan komunikasi, maka gelombang sinyal suara yang dihasilkan dari pengguna ponsel akan merambat di udara. Gelobang signal suara tersebut akan di terima

oleh microphone untuk dirubah menjadi gelombang elektromagnetik. Dan akan dilanjutkan kepada bagian audio processor untuk dikuatkan dan diproses.

Jika pengguna handphone melakukan sms, maka perintah yang di ketik oleh pengguna handphone kepada keyboard akan di proses oleh CPU (Central Proccesor Unit)

3.4.2.2. perubahan signal digital menjadi signal analog (D/A Converter).

Pada bagian ini signal data informasi akan dikonversikan menjadi berbentuk signal analog. Sebab pada bagian RF masih menggunakan signal berbentuk analog sedangkan pada bagian processor utama karakternya berbentuk digital. Hal ini perlu adanya penyesuaian antara dua karakter yang berbeda agar dapat saling berhubungan.

Selanjutnya signal data informasi yang telah di konversikan akan dilanjutkan kepada bagian RF.

3.4.2.3. Pencampuran signal data dengan signal pembawa.

Signal data informasi akan dikirim kepada base station, tentunya harus ada yang membawa signal data informasi tersebut. Oleh karena itu signal data informasi akan dicampur dengan signal pembawa oleh RF processor. Signal pembawa pada teknologi GSM mempunyai kisaran frekuensi 900-1900 MHz, gelombang ini awalnya dihasilkan oleh VCO, dimana VCO akan menghasilkan gelombang sebesar 3420-3840 MHz yang selanjutnya akan di olah oleh RF processor.

Setelah signal data informasi sudah dicampur dengan signal pembawa maka akan dilanjutkan kepada bagian penguatan.sistem ini dinamakan dengan Modulasi.

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

maka akan dilanjutkan kepada bagian penguatan.sistem ini dinamakan dengan Modulasi. KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com 3.4.2.4. Penguatan akhir Signal data informasi yang sudah dicampur dengan signal pembawa

3.4.2.4. Penguatan akhir

Signal data informasi yang sudah dicampur dengan signal pembawa akan diterima oleh base station, sedangkan jarak handphone kepada base station cukup jauh. Maka signal tersebut harus betul- betul kuat agar dapat di terima oleh base station. Maka signal tersebut harus diperkuat oleh PA Power Amplyfier. Bila penguatan akhir pada bagian pengiriman tidak berfungsi dengan baik maka ponsel tidak akan bisa meregistrasikan jaringan kepada operator, hal ini di sebabkan karena base station tidak dapat menerima signal data informasi dari handphone.

3.4.2.5. Pembagian jalur Transmisi

Setelah dikuatkan maka signal akan dilanjutkan kepada antenna switch untuk di hubungkan kepada antenna. Antenna switch dapat di analogikan seperti bandara, dimana pada bagian transmisi data informasi pada handphone terdapat dua jalur, yaitu penerimaan dan pemancaran. Maka tanpa adanya antenna switch signal yang di terima dengan signal yang akan dipancarkan akan saling bertabrakan, karena pada teknologi GSM hanya ada terdapat satu jalur yang sebut dengan system TDMA.

3.4.2.6. Pemancaran ke base station

Signal

selanjutnya

akan

dipancarkan

melalui

antenna

kepada

base

station.

Antenna

akan

menetukan hasil dari pemancaran, maka lemah atau kuatnya signal tergantung dari kualitas antennanya.

3.4.3. Penerimaan data informasi.

3.4.3.1. Penerimaan data dari base station

Signal informasi yang dipancarkan base station akan diterima terlebih dahulu oleh antenna handphone. Dan selanjutnya akan di teruskan kepada antenna switch untuk di teruskan kepada LNA.

3.4.3.2. Pembagian jalur transmisi

Agar signal pemancaran dengan signal penerimaan tidak bertabrakan, maka akan dibagi terlebih dahulu transmisi signalnya oleh antenna switch.

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

bertabrakan, maka akan dibagi terlebih dahulu transmisi signalnya oleh antenna switch. KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

Kunjungi www.belajarservicehp.com

Kunjungi www.belajarservicehp.com 3.4.3.3. Penguatan awal Agar signal dapat diterima dengan baik oleh bagian RF, signal

3.4.3.3. Penguatan awal

Agar signal dapat diterima dengan baik oleh bagian RF, signal yang dipancarkan oleh base station akan dikuatkan terlebih dahulu oleh LNA (Low Noise Amplyfier). LNA bukan saja difungsikan sebagai penguatan saja, tetapi dapat di fungsikan sebagai pemotong noise (desah).

3.4.3.4. Pemisahan signal pembawa dengan signal informasi

Signal yang dihasilkan oleh LNA masih tercampur dengan signal pembawa, agar dapat diproses oleh bagian DSP (Digital signal proccersor) maka signal data informasi harus dipisahkan terlebih dahulu oleh RF processor. System ini dinamakan dengan Demodulasi.

3.4.3.5. perubahan signal analog menjadi signal digital (D/A Converter).

Pada bagian ini signal data informasi akan dikonversikan menjadi berbentuk signal digital. Sebab pada bagian RF masih menggunakan signal berbentuk analog sedangkan pada bagian processor utama karakternya berbentuk digital. Hal ini perlu adanya penyesuaian antara dua karakter yang berbeda agar dapat saling berhubungan.

Selanjutnya signal data informasi yang telah di konversikan akan dilanjutkan kepada bagian processor utama (CPU). Bila signal data informasi tersubut adalah suara maka akan dilanjutkan kepada audio amplifier.

3.4.3.6. Penguatan akhir pada signal suara

Bila signal data informasi tersebut data suara, maka akan dikuatkan terlabih dahulu oleh audio amplifier sebelum dilanjutkan kepada speakers. Signal audio tersebut akan dirubah menjadi gelombang elektromagnetik, selanjutnya akan di hubungkan kepada speakers agar signal elektromagnetik tersebut menjadi signal suara yang merambat diudara agar dapat di dengar oleh telinga manusia.

Untuk bab selanjutnya silahkan download langsung di:

belajarservicehp.com

KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM

manusia. Untuk bab selanjutnya silahkan download langsung di: belajarservicehp.com KUNJUNGI : WWW.BELAJARSERVICEHP.COM