Anda di halaman 1dari 4

JURNAL PEREKONOMIAN BRAZIL Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Sosiologi Pertanian

oleh: Eva Febrianty Annisa NPM 240110090025

JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN 2010

Perekonomian di Brazil

Brazil adalah negeri yang besar. Wilayah teritorialnya adalah yang terluas dari seluruh negara Amerika Latin. Alam memberikan Brazil banyak sumberdaya dan areal hutannya yang luas menjadi paru-paru bagi dunia. Penduduknya salah satu yang terbesar di dunia menjadikan negara ini negara raksasa. Seorang William L. Schurrz menyebut Brazil sebagai The Infinite Country. Tentunya menjadi tidak lengkap kiranya jika pembahasan mengenai Amerika Latin tidak menyertakan kajian atas negeri ini. Dilihat dari luas wilyah dari negara Brazil memiliki wilayah yang paling luas jika dibandingkan dengan negara-negara di Amerika Latin lainnya dan dari segi ekonomi Brazil berhasil melakukan diversifikasi ekonomi tidak hanya di bidang industri tetapi juga di bidang jasa dengan sama baiknya. Selama awal dekade 1990an, sektor perbankan mencapai 16 persen dari GDP. Sektor finansial ini mendukung industrialisasi Brazil. Bursa saham di Sao Paulo dan Rio de Janeiro sebagai tempat untuk melakukan privatisasi. Dilma Rousseff terpilih sebagai presiden perempuan pertama Brazil yang tak terkait dengan isu gender. Dia diyakini mampu menyajikan peningkatan ekonomi yang lebih baik bagi rakyatnya. Rousseff yang menjadi presiden perempuan terpilih pertama di Brazil tersebut diyakini akan menjadi salah satu perempuan terkuat di dunia. Sebagai kandidat yang dijagokan Lula, pemimpin paling populer di Brazil, kemenangan Rousseff memang bukan kejutan spektakuler. Dunia menantikan keanggunan tangan besinya untuk memajukan Brazil melebihi pendahulunya. Harapan tersebut tak berlebihan mengingat pemilih Brazil dengan tegas mengatakan salah satu pertimbangan terbesar mereka dalam memenangkan Rousseff bukanlah permasalahan gender. Rousseff diyakini mampu mengambil kebijakan ekonomi yang dapat menjaga Status quo pertumbuhan ekonomi Brazil. Saat ini gross national income per capita Brazil secara nominal mencapai US$8,040 dengan daya beli US$10,260. Jauh berbeda dengan kondisi Brazil 30 tahun lalu. Pendapatan per kapita Brazil saat itu hanya sekitar US$1,000. Dalam analisis editorial Washington Post, perempuan yang resmi dilantik Januari 2011

Eva Febrianty Annisa 240110090025 Perekonomian Brazil

itu setidaknya akan menghadapi warisan perekonomian yang memerlukan kecermatan kebijakan. Pertama pembengkakan neraca pembayaran pemerintah. Kedua nilai mata uang yang dinilai terlalu tinggi serta kesulitan pembangunan infrastruktur. "Jalan-jalan, pelabuhan, bandara, semua tidak mampu bersaing dengan perekonomian sehingga ada penundaan yang sangat besar untuk ekspor dan impor karena perekonomian Brazil tidak memiliki kapasitas untuk menangani kuantitas yang besar," papar Solana Pyne, dari GlobalPost di Rio de Janeiro. Namun Rousseff sendiri melaju yakin dengan beberapa kebijakan ekonomi prokerakyatan yang tak akan banyak berubah dari garis kebijakan Lula. Mantan menteri perekonomian masa pemerintahan Lula itu berjanji untuk memperluas peran negara dalam eksploitasi ladang minyak baru untuk berinvestasi pada berbagai sektor publik seperti pendidikan dan kesehatan. "Kita akan meneruskan kemajuan yang sudah ada. Semua harus ikut merasakan kemajuan pembangunan itu. Target saya adalah meneruskan pekerjaan Presiden Lula dalam menghapuskan kemiskinan," ungkapnya saat pengumuman kemenangannya. Rousseff unggul dengan perolehan suara 55,6%, jauh meninggalkan lawan politiknya, Jose Serra, yang hanya mengantongi 44,4% suara. Rousseff diharapkan mampu membawa Brazil menduduki peringkat lima besar dunia di bidang ekonomi pada 2016, saat negeri berpenduduk sekitar 50 juta jiwa ini menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas mendatang. Perdana menteri Brazil, Guido Mantega, menyatakan Gross Domestic Product negaranya naik 8% tahun ini. Berdasarkan data Brazilian Institute of Geography and Statistics (BIGE), GDP Brazil mencapai 937.2 milyar reais ($552.5 milyar) pada kuarter ketiga 2010. Angka tersebut naik 6.7% dibandingkan tahun lalu. Perkembangan ekonomi tersebut lebih didukung oleh sektor industri yang naik 8.3% sejak kuarter ketiga 2009. Dalam periode yang sama, sektor pertanian meningkat 7%. Menurut Guido, saat ini Brazil menempati posisi kedua dunia setelah Cina sebagai negara dengan pencapaian GDP terbesar. Brazil telah berhasil melampaui India yang biasanya menduduki posisi kedua. Selama 9 bulan awal tahun ini, konsumsi masyarakat Brazil naik 6.9% menjadi $333.7 milyar dari 1.6% pada

Eva Febrianty Annisa 240110090025 Perekonomian Brazil

kuarter kedua. Pengeluaran pemerintah juga naik 4.1% atau $108.8 milyar selama 3 kuarter pertama. Pertumbuhan ekspor hingga September 2010 naik 10.8% sedangkan sektor impor naik 39.8%. Investasinya juga naik sekitar 25.6%. Perdana menteri Mantega memprediksikan pertumbuhan ekonomi Brazil tahun 2011 adalah sebesar 5%. Selain itu, angka inflasi juga akan tetap terkontrol dengan baik. Menanggapi pertumbuhan GDP tersebut, Henrique Meirelles selaku presiden bank sentral Brazil mengatakan bahwa ekonomi brazil adalah untuk pertumbuhan ekonomi jangka panjang dan investasi Brazil akan terus bertambah seiring dengan kondisi ekonomi yang semakin baik.

Sumber (dengan perubahan): http://ganjarbrasilia.wordpress.com/analisis-potensi-negara-brazil-menjadinegara-adidaya/ http://bataviase.co.id/node/460531 http://kamusforexx.blogspot.com/2010/12/gdp-brazil-naik-8-sepanjang-2010.html

Eva Febrianty Annisa 240110090025 Perekonomian Brazil