Anda di halaman 1dari 11

Format Laporan MATERI 2 1. Pendahuluan 1.1 latarbelakang 1.2 tujuan ... 2. tinjauan pustaka 2.

1 definisi penanaman minimal 2 2.2 alat tanam 2.2.1 macam-macam alat tanam 2.2.2 prinsip kerja alat tanam 2.3 motoring device 2.3.1 pengertian 2.3.2 macam-macam motoring devise 3. data dan perhutungan 4. pembahasan 5. penutup 5.1 kesimpulan 5.2 saran Daftar Pustaka Format laporan praktikum DBT Materi Media tanam dan bahan tanam 1. Pendahuluan 1.1 Latar belakang 1.2 Tujuan ... 2. Tinjauan Pustaka 2.1 pengertian media tanam dan bahan tanam 2.2 macam-macam media tanam nontanah dan sifatnya (plus gambar literature) 2.3 fungsi media tanam 2.4 pengertian perkecambahan dan proses kimia pemecahan dormansi biji. 2.5 Maca-macam tipe perkecambahan 2.6 Perbedaan biji, benih dan bibit. 2.7 Pengertian perbanyakan generative dan vegetative. 2.8 Macam-macam perkembangbiakan vegetative (plus gambar literature) 2.9 Keuntungan dan kerugian perbanyakan vegetative. 2.10 Faktor-faktor yang berpengaruh pada perbanyakan vegetative. 3. Hasil dan pembahasan 3.1 tabel dan hasil pengamatan (plus grafik(sesuai parameter pengamatan) + foto hasil pengamatan)

3.2 presentase keberhasilan perbanyakan. 3.3 Pembahasan 3.3.1 Presentase keberhasilan perbanyakan 3.3.2 Saat tumbuh tunas/saat perkecambahan 3.3.3 Tinggii tanaman/panjang tanaman 3.3.4 Jumlah daun 3.3.5 Perbandingan perlakuan semua media tanam pada komoditas yang sama. 4. Penutup 4.1 kesimpulan 4.2 Saran dan kritik Daftar Pustaka NB:1. laporan dibuat secara individu, ditulis tangan dikertas A4 dengan menggunakan tinta warna biru. 2. pengumpulan laporan paling lambat tanggal 3 mei 2012 diasisten masingmasing

Indonesia merupakan negara agraris yang memilki potensi yang besar untuk perkembangan dunia pertanian. Indonesia memiliki sumberdaya alam yang sangat melimpah, mulai dari luas wilayah yang seluas 1919440 km2 ( Anonim, 2010 ) hingga kondisi lahan yang sangat subur. Hal ini terbukti dengan banyaknya gunung berapi di Indonesia. Seharusnya sebagai negara agraris dengan kondisi lahan yang subur mampu menjadikan sektor pertanian sebagai salah satu sektor ekonomi vital yang memilki prospek ke depan yang baik. Namun, kenyataan yang ada di negara kita, sektor pertanian seperti di anak tirikan dan dianggap tidak berprospek. Sehingga tidak heran apabila perkembangan sektor pertanian ini tidak sepesat yang diharapkan. Salah satunya penyebabnya adalah kurangnya teknologi pendukung yang dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Sebenarnya pemerintah telah mencoba mencanangkan berbagai kebijakan untuk teknologi pertanian, namun masih belum menunjukan hasil yang signifikan. Salah satu yang menjadi kendala besar bagi perkembangan pertanian di Indonesia adalah kurangnya alat tanam yang dapat meningkatkan efesiensi proses tanam. Untuk itu parktikum tentang Identifikasi dan Kalibrasi Alat Tanam ini dilakukan, agar dapat memberi gambaran bagi mahasiswa tentang alat tanam. 1.2 Tujuan

Adapun tujuan dari praktikum ini antara lain adalah:


Mengetahui beberapa jenis alat tanam mekanis dalam menanam biji-bijian dan memahami prinsip kerjanya Mampu menggunakan seed table dengan tujuan dapat mengkalibrasi alat tanam.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Pengertian Penanaman

Penanaman merupakan salah satu kegiatan yang sangat penting dalam budidaya tanaman. (AnonymousA. 2011)

Penanaman adalah kegiatan menanam benih pada medium yang telah disediakan sesuai prosedur baku. (AnonymousB. 2011)

Penanaman yaitu aktivitas yang dilakukan pada budidaya tanaman.

(AnonymousC. 2011)

Penanaman adalah tindakan dalam menanam benih pada suatu lahan atau tanah. (AnonymousD .2011)

2.2 Alat Tanam 2.2.1 Macam-Macam Alat Tanam Macam dan jenis alat/mesin penanam dapat digolongkan menjadi 3 golongan berdasarkan sumber tenaga atau tenaga penarik yang digunakan, yaitu: 1. Alat penanam dengan sumber tenaga manusia Alat penanam dengan sumber tenaga manusia dapat pula digolongkan menjadi 2 golongan, yaitu:

Alat penanam tradisional

Alat penanam tradisional yang umum digunakan adalah alat yang disebut tugal. Tugal merupakan alat yang paling sederhana yang dapat digerakkan dengan tangan dan cocok untuk menanam benih dengan jaraktanam lebar. Tugal bentuknya bermacam-macam sesuai dengan modifikasi suatudaerah atau negara. Bentuk tugal di Indonesia merupakan bentuk tugal yang paling sederhana, karena pada tugal tersebut tidak terdapat bentuk mekanisme pengeluaran benih. Disini benih dimasukkan kedalam tanah secara terpisah, artinya memerlukan bantuan orang lagi. Tidak demikian halnya pada tugal yang telah dikembangkan di India dan Inggris. Berat alat ini berkisar 0,2 sampai 2,0 kg.

Alat penanam semi-mekanis

Bentuk dan macam alat penanam semi-mekanis ini juga bermacam-macam sekali. Alat-alat penanam ini cocok digunakan, baik pada tanah-tanah ringan maupun berat serta cocok untuk benih-benih berukuran besar dan kecil. Dengan berat alat 12 sampai 15 kg. (Surman, R.L, 1989) 2. Alat penanam dengan sumber tenaga hewan Alat penanam dengan sumber tenaga hewan juga banyak sekali macamnya, tergantung modifikasi suatu daerah serta jenis benih yang akan ditanam. (. 2011) 3. Alat penanam dengan sumber tenaga traktor

Alat penanaman dengan sumber tenaga dari traktor dapat digolongkan menjadi 3 golongan., yaitu: 1. Alat penanaman sistem baris lebar Alat baris penanaman sistem baris lebar ini telah dirancang untuk menempatkan benih-benih dalam tanah dengan jarak baris tanam satu dengan yang lain cukup lebar, sehingga akan mungkin dilakukan penyiangan dan meningkatkan efisiensi pemanenan. Alat penanam seperti ini banyak digunakan untuk tanaman seperti : jagung, kapas, sorgum, serta kacangkacangan. 1. Alat penanaman sistem baris sempit Alat penanam tipe ini adalah dirancang khusus untuk menanam benihbenih kecil atau rumputrumputan dalam baris dan alur yang sempit serta kedalaman yang seragam. Karena inilah, maka pengoperasian alat-alat mekanis dalam baris kecil sekali kemungkinannya. Alat penanam sistem baris yang sempit ada yang mempunyai corong pemasukan yang hanya untuk benih saja dan adapula yang mempunyai corong yang cukup luas namun terbagi menjadi dua bagian, satu bagian menjadi tempat benih dan bagian lain menjadi tempat pupuk. 1. Alat penanaman sistem sebar Penanaman sistem sebar merupakan cara penanaman yang paling lama dan sederhana. Penebaran benih dengan mengunakan mesin lebih teliti dan cepat bila dibandingkan penebaran dengan tangan. (E. V. POPOF,1986) 2.2.2 Bagian-Bagian Alat Tanam 1. Alat penanam dengan sumber tenaga manusia 1. Alat penanam tradisional Bagian-bagian utama dari tugal menurut fungsinya adalah sebagai berikut :

Tangkai pegangan Tempat atau kotak benih Saluran benih Pengatur pengeluaran benih

1. Alat penanam semi-mekanis Bagian-bagian utama dari alat penanam tipe ini adalah :

Tangkai pendorong

Roda depan Kotak benih Pengaturan pengeluaran benih Saluran benih Pembuka alur Penutup alur Roda belakang

2. Alat penanam dengan sumber tenaga hewan Bagian-bagian alat penanaman sederhana ini adalah :

Batang tarik Batang pengendali Pembuka alur Corong benih Saluran benih

3. Alat penanam dengan sumber tenaga traktor 1. Alat penanaman sistem baris lebar

Pembuka alur Corong benih

K 1. Alat penanaman sistem baris sempit Bagian-bagian utama dari alat penanam sistem baris sempit ini adalah :

Kerangka Roda-roda Kotak benih dan pupuk Pengatur pengeluaran benih Saluran benih Pembuka alur Pengatur kedalaman Penutup dan penekan alur

c. Alat penanaman sistem sebar


Kerangka Roda-roda Kotak benih dan pupuk

Pengatur pengeluaran benih Saluran benih Pembuka alur Pengatur kedalaman (E. V. POPOF,1986)

2.2.3Prinsip Kerja Alat Tanam 1. Alat penanam dengan sumber tenaga manusia 1. Alat penanam tradisional Prinsip kerja tugal ini adalah jika ujung tugal ditancapkan atau dimasukkan kedalam tanah, maka tekanan ini akan menyebabkan terbukanya mekanisme pengatur pengeluaran benih sehingga dengan sendirinya benih-benih akan jatuh kedalam tanah. 1. Alat penanam semi-mekanis Tugal semi mekanis yang menggunakan pegas pada saat mata tugal masuk kedalam tanah. Pengatur pengeluaran benih tertekan keatas oleh permukaan tanah. Kemudian mendorong tangkai pegas, sehingga lubang benih terbuka dan benih pun terjatuh ke bawah yang dibuat oleh mata tugal. Selanjutnya pada saat tugal diangkat dari permukaan tanah, benih kembali pada posisi semula karena kerja dari pegas, dan gerakan ini menutup lubang jatuhnya benih. Mekanisme penjatuhan benih berlangsung dengan putaran roda dengan melalui batang penghubung antara penutup/pembuka lubang jatuhnya benih dengan lempengan pengungkit dipusat roda depan. Alat penanaman semi-mekanis jenis lain adalah yang ditarik tenaga manusia, sebagai contoh alat penanaman pada desain IRRI dengan jumlah jalur 6. Mekanisme penjatuhan padi dengan alat tersebut juga menggunakan putaran roda dimana putaran ini memutar lempeng penjatuh benih melalui sumbu selebar alat. Syarat-syarat penggunaan jenis alat ini adalah keadaan tanah sawah harus macek-macek dan benih gabahnya harus direndam dulu selama 2 kali 24 jam. 2. Alat penanam dengan sumber tenaga hewan Alat penanam tipe ini yang paling sederhana adalah tipe yang hanya mempunyai satu atau dua buah jalur dengan pemasukan benih dilakukan secara terpisah, artinya benih dijatuhkan oleh operator melalui corong pemasukan terus melalui saluran benih yang kemudian sampai dan masuk kedalam tanah. Alat penanaman dibuat dari logam kecuali corong pemasukan dan saluran benih. Kedalaman dan jarak tanam dapat diatur sesuai dengan kebutuhan.

3. Alat penanam dengan sumber tenaga traktor

1. Alat penanaman sistem baris lebar Berdasarkan cara penempatan benih dalam tanah, maka alat penanam sistem baris lebar dapat dibagi 3 tipe yaitu : drill, hill-drop dan checkrow. Sedangkan untuk penempatan alat pananam pada traktor dapat dibagi 2 golongan, yaitu : trailing dan mounted. 1. Alat penanaman sistem baris sempit Penanaman sistem baris sempit ini hamper sama dengan system baris lembar yang bebeda hanya pada jarak antar benih sempit. 1. Alat penanaman sistem sebar Penanaman sistem sebar ini memerlukan adanya pembuka alur, maka dari itu harus disiapkan dengan pengolahan tanah yang menggunakan peralatan seperti garu piring. Dan juga sistem ini tidak memerlukan penutupan. Penutupan kemudian dapat dilakukan dengan garu paku atau yang lainnya. Alat penanaman sistem sebar terdapat 3 sistem alat, yaitu :tipe sentrifugal atau endgate, tipe pesawat terbang dan penebar rumput-rumputan. (Surman, R.L, 1989) 2.3 Mattering Device 2.3.1 Pengertian Mattering Device

Mattering Device merupakan bagian dari alat tanah yang berada pada posisi tengah ataupun bawah yang berfungsi untuk mengatur pengeluaran benih sehingga benih dapat jatuh dengan jumlah tertentu dan jarak tertentu sehingga proses penanaman bisa berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku dalam penanaman benih. Mattering Device merupakan alat untuk membagi benih dalam jumlah tertentu sesuai dengan persyaratan yang dituntut oleh pertumbuhan tanam. Terdapat bermacam-macam bentuk tergantung dari sifat karakteristik benih dan jarak yang dikehendaki.

2.3.2 Macam-Macam Mattering Device


Horizontal Feed/Rotor matering devices Vertical Feed/Rotor matering devices (Hardjoanidjojo S,2000) BAB IV PEMBAHASAN

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum,yaitu: seperangkat Seed Table, Two Handible Planter, Seed Drill, Rotary job Planter, biji-bijian seperi kacang hijau, timbangan,stopwatch dan meteran. Cara Kerja pengenalan dasar mesin penanam: a. mengamati kondisi fisik dari mesin penanam berikut alat pendukungnya. b. menimbang masa 100 biji bahan yang digunakan Analisa Prosedur Pada praktikum tentang identifikasi dan kalibrasi alat tanam ini pertama kali yang harus kita lakukan adalah menyiapkan alat dan bahan. Setelah itu kita ukur panjang seed table dengan meteran untuk mengetahui data panjang seed table. Selain itu kita timbang massa bahan ( jagung dan kacang hijau ) sebanyak 100 biji untuk mendapatkan data yang dibutuhkan dalamperhitungan. Setelah itu pasir kuarsa dimasukkan ke dalam hopper pasir sebagai media simulasi lahan tanam. Kemudian control panel dinyalakan hingga pasir kuarsa tepat berada dimulut mekanis agar biji awal yang jatuh dapat berada tepat pada media pasir. Kemudian bahan ( biji kacang hijau ) dimasukkan pada hopper biji. Control panel dinyalakan lagi serentak dengan stopwatch juga dinyalakan agar dapat terukur waktu yang dibutuhkan selama proses. Setelah itu, diukur jarak antar biji dan juga jumlah biji untuk mengetahui jarak tanam dan banyaknya biji yang keluar dari matering device. Diulangi lagi untuk biji jagung. Dilakukan 2 kali pengulangan dengan biji yang berbeda untuk mengetahui perbedaan dan efesiensi untuk jenis biji yang berbeda. LIAT DI BUKU Pengenalan dasar mesin penanam ini dimaksudkan untuk mengetahui teknis mesin tersebut serta cara pengaturan tiap tiap bagiannya hubungannya dengan penggunaan mesin penanam untuk melakukan penanaman suatu jenis tanaman dengan dosis benih tertentu. Alat penanam benih berfungsi untuk meletakkan benih yang akan ditanam pada kedalaman, jumlah tertentu dan seragam, dan pada sebagian besar alat penanam dapat menutup benih dengan tanah. Mesin ini memiliki jenis mesin penanam tipe drill, jenis alat pengeluaran benih horizontal feed, jenis tabung penyalur tabung spiral, dan jenis alat pembuat alurnya adalah disk. Jenis alat penutup benihnya adalah drag chain, dnegan jenis benih yang ditanam adalah biji-bijian. Ukuran panjang conveyeor adalah 5,70 m,mattering device 8mm, keliling roda penggerak 1,1 m jarak antar alur tanam 0,45 m, rataan putaran roda penggerak 12 rpm. Seeder ini mempunyai bagian bagian penting, yaitu: seed matering device (SMD), tabung penyalur (seed tube), alat pembuat alur (furrow opener), dan alat penutup alur (seed coveting device). Selain itu juga terdapat kerangka, roda rada, kotak benih, pengatur SMD, dan drag chain. Seed matering devices. Alat ini mempunyai fungsi sebagai pembagi benih dalam jumlah tertentu sesuai dengan persyaratan yang dituntut oleh pertumbuhan tanaman. Jenis seed matering devices seeder yang diamati adalah horizontal feed / rotor matering devices. Tabung penyalur (seed tube). Alat ini berfungsi sebagai penyalur benih ke alur yang telah dibuat oleh furrow opener. Kecepatan pengaliran benih ditentukan oleh pemantulan benih pada dinding saluran, hambatan dan panjang saluran. Alat

pembuat alur (furrow opener).Alat ini berfungsi membuka alur dalam tanah tempat biji akan ditanam. Bentuk alat disesuaikan dengan keadaan permukaan tanah (jenis tanah, vegetasi, seresah, dan kekasaran permukan). Pada praktikum ini, jenis furrow opener seeder ini adalah disk. Alat penutup alur (seed covering device). Alat ini bekerja sebagai penutp benih yang sudah berada dalam alur dengan tanah kembali. Bentuk dari alat penutup alur dipengaruhi oleh keadaan tanah dan iklim. Dari berbagai macam alat penutup alur, seeder ini berjenis rantai (drag chain). Kerangka. Kerangka dipasang kokoh serta diperkuat pada sudut sudutnya. Kerangka harus cukup kuat untuk mencegah kelengkungan dan menjaga agar bagian bagian tetap dalam keadaan sejajar, mengingat semua bagian dihubungkan oleh kerangka. Kotak benih.Kotak ini dibuat dari logam, dan harus mempunyai kapsitas yang besar. Selain itu juga mempunyai tutup yang rapat yang berfungsi melindungi kotak (khususnya benihnya) dari hujan. Perkembangan dan pertumbuhan suatu benih setelah ditanam tergantung pada viabilitas benih, kondisi tanah dan air serta lingkungan hidupnya. Penggunaan mesin tanam berpengaruh pada kedalaman tanam, jumlah benih tiap lubang, jarak antar lubang dalam baris dan jarak antar baris. Selain itu ada kemnungkinan kerusakan benih dalam proses aliran benih oleh alat tanam. Pada seeder dilakukan percobaan untuk mengetahui apakah variasi bukaan SMD mempengaruhi keseragaman pengeluaran benih pada tiap-tiap seed tube. Percobaan dilakukan dengan pembukaan SMD dengan variasi 1/3, 2/3, dan 3/3. Dari alat pengeluaran benih diambil 7 sampel, dan dari tiap pembukaan SMD percobaan diulang sebanyak 5 kali. Analisa perhitungannya menggunakan analisa variasi satu arah dan dua arah. Dilihat dari hasil perhitungan kecepatan pengeluaran benih dan kebutuhan benih per hektar dapat disimpulkan bahwa semakin besar kecepatan pengeluaran benih maka semakin besar kebutuhan benih per hektar. Beberapa sifat fisik benih yang mempengaruhi penggunaan mesin penanam adalah sebagai berikut :

Keseragaman bentuk dan ukuran Jumlah per-satuan volume Ketahanan terhadap tekanan dan gesekan

BAB V PENUTUP

Penerapan teknologi alat tanam di ini dapat membantu para petani untuk menanam benih , seperti : jagung, kacang ijo, kedelai, kacang tanah, dan lain-lain. Dengan adanya alat tanam maka akan mempermudah dalam penanaman denga waktu yang relatif singkat. Dengan demikian alat tanam benih yaitu seperangkat Seed Table ini merupakan salah satu alat yang patut dikembangkan untuk meningkatkan produktivitas tanaman berdasarkan pada efesiensi penanaman, kapasitas penanaman, desain yang fleksibel, kemudahan operasional, ketepatan

penanaman, dan kemudahan untuk diadopsi oleh pengusaha alat dan mesin pertanian. Selain itu alat tanam ini sudah dapat menjawab permasalahan yang telah dihadapi petani dalam proses penanaman benih

http://veganojustice.wordpress.com/2011/04/21/identifikasi-dan-kalibrasi-alat-tanam/ http://blog.ub.ac.id/class/2011/12/27/identifiksi-dan-kalibrasi-alat-tanam/ DAFTAR PUSTAKA

AnonymousA. 2011. Sosialisasi Peningkatan Pemanfaatan Traktor Untuk Penanam Biji Bijian.http://www.epetani.deptan.go.id. Diakses tanggal 9 April 2011
AnonymousB. 2011. Alat dan Mesin Penanaman. http://www.ocw.usu.ac.id. Diakses tanggal 9 April 2011 AnonymousC.Budidaya Sedap Malam. 2011.. http://www. agribisnis.deptan.go.id. Diakses tanggal 9 April 2011 AnonymousD. 2011.Alat Penanaman. http://www. ucupneptune.blogspot.com. Diakses tanggal 9 April 2011 E. V. POPOF,1986.Mekanika Tanah. Erlangga Jakarta. Surman, R.L, 1989, Mengerjakan Tanah dan Alat-Alat Pertanian, SPMA Cetakan ke II, Jakarta.

BPM. ARENDS, 1980. MOTOR BENSIN, Erlangga Jakarta. Hardjoanidjojo S, Pengantar Keteknikan Pertanian, IPB, Bogor.