Anda di halaman 1dari 31

BAB I PENDAHULUAN 1.1.Latar Belakang Nitrogen merupakan salah satu unsur yang paling luas penyebarannya di alam.

Sekitar 3,81015 ton N2-molekuler terdapat di atmosfer, sedangkan pada litosfer terdapat sekitar 4,74 kalinya. Diperkirakan, setiap tahun biosfer menerima tambahan N netto sebesar 9 juta metrik ton, dari selisih total tambahan melelui fiksasi biologis dengan total kehilangan akibat denitrifikasi. Siklus nitrogen dari fiksasi N2-atmosfer secara fisik/kimiawi yang menyuplai tanah bersama presipitasi, dan oleh mikroorganisme baik secara simbiotik maupun nonsimbiotik yang menyuplai tanah baik melaliu inangnya maupun setelah mati. Sel-sel mati ini bersama dengan sisa tanaman/hewan akan menjadi bahan organic yang siap didekomposisikan dan melalui serangkaian proses mineralisasi (aminisasi, amonifikasi, dan nitrifikasi) akan melepaskan N-mineral (NH4+ dan NO3-) yang kemudian di immobilisasi oleh tanaman atau mikrobia. Gas amoniak hasil proses aminisasi apabila tidak segera mengalami amonifikasi akan segera tervolatilisasi ke udara, begitu pula dengan gas N2 hasil denitrifikasi nitrat, keduanya merupakan sumber utama N2-atmosfer. Kehilangan nitrat dan ammonium melalui mekanisme pelindingan (leaching) merupakan salah satu penyebab penurunan kadar N di dalam tanah. Unsur nitrogen di dalam tanaman dijumpai dalam bentuk anorganik atau organik yang bergabung denagn C, H, O dan kadangkala dengan S untuk membentuk asam amino , asam nukleat, klorofil, alkanoid, dan basa purin. Unsur N tersebut berkorelasi sangat erat dengan perkembangan jaringan meristem, sehingga sangat menentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman 1.2.Tujuan Untuk mengetahui definisi Nitrogen Untuk mengetahui berbagai macam proses siklus nitrogen Untuk mengetahui metabolisme nitrogen Untuk mengetahui ketersediaan nitrogen dalam tanaman

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 1

Untuk mengetahui gejala yang terjadi pada tanaman akibat kelebihan dan kekurangan nitrogen Untuk mengetahui metabolisme asam amino yang berkaitan dengan nitrogen

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 2

BAB II PEMBAHASAN
2.1. Pengertian Nitrogen Nitrogen adalah unsur yang diperlukan untuk membentuk senyawa penting di dalam sel, termasuk protein, DNA dan RNA. Nitrogen adalah komponen utama dalam semua asam amino, yang nantinya dimasukkan ke dalam protein, protein adalah zat yang sangat kita butuhkan dalam pertumbuhan. Nitrogen juga hadir di basis pembentuk asam nukleat, seperti DNA dan RNA yang nantinya membawa hereditas. 2.2. Proses-Proses Nitrogen Gas nitrogen banyak terdapat di atmosfer, yaitu 80% dari udara. Nitrogen bebas dapat ditambat/difiksasi terutama oleh tumbuhan yang berbintil akar (misalnya jenis polongan) dan beberapa jenis ganggang. Nitrogen bebas juga dapat bereaksi dengan hidrogen atau oksigen dengan bantuan kilat/ petir. Tumbuhan memperoleh nitrogen dari dalam tanah berupa amonia (NH3), ion nitrit (N02- ), dan ion nitrat (N03- ).Beberapa bakteri yang dapat menambat nitrogen terdapat pada akar Legum dan akar tumbuhan lain, misalnya Marsiella crenata. Selain itu, terdapat bakteri dalam tanah yang dapat mengikat nitrogen secara langsung, yakni Azotobacter sp. yang bersifat aerob dan Clostridium sp. yang bersifat anaerob. Nostoc sp. dan Anabaena sp. (ganggang biru) juga mampu menambat nitrogen. Nitrogen yang diikat biasanya dalam bentuk amonia. Amonia diperoleh dari hasil penguraian jaringan yang mati oleh bakteri. Amonia ini akan dinitrifikasi oleh bakteri nitrit, yaitu Nitrosomonas dan Nitrosococcus sehingga menghasilkan nitrat yang akan diserap oleh akar tumbuhan. Selanjutnya oleh bakteri denitrifikan, nitrat diubah menjadi amonia kembali, dan amonia diubah menjadi nitrogen yang dilepaskan ke udara. Dengan cara ini siklus nitrogen akan berulang dalam ekosistem. Lihat Gambar.

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 3

Nitrogen hadir di lingkungan dalam berbagai bentuk kimia termasuk nitrogen organik, amonium (NH4 +), nitrit (NO2-), nitrat (NO3-), dan gas nitrogen (N2). Nitrogen organik dapat berupa organisme hidup, atau humus, dan dalam produk antara dekomposisi bahan organik atau humus dibangun. Proses siklus nitrogen mengubah nitrogen dari satu bentuk kimia lain. Banyak proses yang dilakukan oleh mikroba baik untuk menghasilkan energi atau menumpuk nitrogen dalam bentuk yang dibutuhkan untuk pertumbuhan.

Hampir semua jazad mikro, tumbuhan tinggi dan hewan membutuhkan nitrogen (amonia,nitrat). Bentuk nitrogen anorganikini begitu juga nitrogen organik (protein,asam amino,asam nukleat dll.) relatigf sedikit ditemukan di dalam tanah/air, dan konsentrasinya kadang-kadang merupakan faktor pembatas bagi pertumbuhan tanaman. Keadaan ini menyebabkan transformasi nitrogen menjadi hal yang menarik bagi ahli mikrobiologi. 1. Penambatan gas nitrogen (N2) Simbiosis (Rhizobium,BGA) Non simbiosis (Azorobacter, Azospirilum). 2. Amonnifikasi nitrogen seluler (Pseudomonas, Bacillus,Proteus) 3. Nutrifikasi a (Nitrosomonas,Notrosococcus), b (Nitrobacter,Nitrococcus) 4. Denitrifikasi (Pseudomonas,Nitrococcus) 5. Mineralisasi

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 4

6. Imobilisasi 7. Petir Bagfian atas dari daur memperluhatkan cara nhitrogen atmosfer diubah langsung menjadi benda hidup oleh jazad hidup tanah. Proses selanjutnya setelan N terpendam dalam tumbuh-tumbuhan sebagai protoplasma dll, diubah kejaringfan hewan. Bila tumbuhan dan hewan mati dan hancur, jazad hidup saprofit mengubah nitrogen itu kembali menjadi amonium. Proses ini disebut amonifikasi. Oksidasi amonia menjadi nitrit (nutrifikasi tahap I) dilakukan oleh Nitrosomonas dan Nitrosococcus (khemoautotrof). Nitrit yang terbentuk dioksidasi lebih lanjut (nitrifgikasi tahap II) menjadi nitrat oleh jazad khemoautotrofg lain seperti Nitrobacter dan Nitrococcus. Beberapa bakteri dapat menggunakan nitrat sebagai sumber nitrogen seluler melalui proses reduksi. Umumnya disebut reduksi nitrat. Proses reduksi nitrat menjadi molekul nitrogen (N2) disebut denigfikasi (respirasi anaerob), tetapi bila nitrat direduksi hanya menjadi nitrit disenut reduksi nitrat. Bila nitrit direduksi menjadi amonia disebut denitrosigfikasi.

Protein tumbuhan dan hewan

Amonifikasi

NH4+

denitrosigfikasi nutrifikasi I

reduksi nitrat NO2 Nitriikasi NO3 Denitrifikasi

Penambatan Nitrogen

Penambatan nitrogen adalah proses yang menyebabkan nitrogen bebas digabungkan secara kimia dengan unsur lain. Dalam atmosfer dengan satuan luas satu acre (0,46 ha) tanah diperkirakan ada 35.000 ton nitrogen bebas. Walaupun esensial mutlak bagi kehidupan, tidak satu molekulpun dapat digunakan begitu saja oleh tumbuhan, hewan atau manusia tanpa campur tangan jazad mikro penambat nitrogen.

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 5

Sejumlah jazad mikro tanah dan air mampu menggunakan molekul nitrogen dalam atmosfer sebagai sumber N. Jazad mikro ini dibagi menjadi dua kelompok menurut cara penambatan N yang dilakukan yaitu : 2. Penambatan N secara non-simbiotik, yaitu jazad mikro yang mampu mengubah molekulNmenjadi nitrogen sel secara bebas tanpa tergantung pada organisme hidup lainnya. Jazad mikro penambat N itu secara enzimatis menggabungkan N atmosfer dengan unsur-unsur lain untuk membentuk senyawa N-organik dalam sel hidup. Dalam bentuk organik ini kemudian N dilepaskan kedalam bentuk terlambat, tersedia bagi tanaman baik secara langsung maupun melalui aktifitas jasad mikro. Penambatan N non-simbiotik dapat juga terjadi di atmosfer akibat

halilintar dan nitrogen oksida yan terbentuk oleh pembakaran mesin dapat mengalami fotokimia dan nitrogen yang terikat dengan cara ini jatuh ke tanah bersama air hujan. Penambatan Nitrogen Secara Simbiotik Dalam sistem ini penambatan molekul nitrogen adalah hasil kerja sama mutualisme antara tumbuhan (leun dan tumbuhan lain) dengan sejenis bakteri. Masing-masin simbion secara sendiri-sendiri tidak dapat menambat nitrogen. Simbiosis antara bakteri dengan tumbuhan, misalnya antara species Rhizobium dengan legum adalah endosimbiosis, karena berlangsung didalam tumbuhan. Bakteri hidup dalam sel dan jaringan tumbuhan. Di dalam tanah, bakteri Rhizobium bersifat organotrof, aerob, bentuk batang pleomorfi, gram negatif, tidak berspora dan berflagella (1-6). Bakteri ini mudah tumbuh dalam media biakan khususnya yang mengandung ragi atau kentang. Suhu optimum antara 25-300C dengan pH optimum 7,0. Bakteri Rhizobium bila masuk ke dalam sistem perakaran legum menyebabkan pembentukan bintil akar. Dalam bintil akar bakteri berubah bentuk menjadi bakteroid (bentul L,V,Y,T,X). Bakteri dalam bentuk bakteroid dapat menambat nitrogen dari udara dengan bantuan enzim nitrogenase yan dibentuk bakteri. Rhizobium yang tumbuh dalam bintil akar legum mengambil langsun nitrogen dari udara. Dengan aktivitas sselam abersama sel tanaman dan bakteri, nitrogen itu disusun menjadi senyawa nitrogen organik seperti asam amino dan
Biokimia Tanaman-Nitrogen Page 6

polipeptida yang ditemukan dalam tumbuhan, bakteri dan tanah di sekitarnya. Penyediaan hara nitrogen oleh Rhizobium dapat mencapai 60-75 % dari jumlah yang dibutuhkan tumbuhan. Agar mendapatkan keuntungan yang maksimum dari kegiatan Rhizobium, kita tidak dapat semata-mata tergantung pada infeksi spontan oleh mikroflora tanah. Banyak tampat yang mengandung Rhizobium yang tidak efektif. Jadi inokulasi dengan galur bakteri Rhizobium terpilih yang sesuai dengan tanaman inangnya dan mempunyai daya saing yang tingi terhadap mikroflora asli pada tanah setempat akan memberikan respons yang sangat nyata. Penambatan Nitrogen Non-Simbiotik Penambatan nitrogen secara hayati yang non sinbiotik dilakukan oleh jasad mikro yang hidup bebas. Menurut Tedja Imas dkk. (1989), beberapa jasad mikro yang dapat menambat N2 secara non simbiotik adalah Azotobacter. Bakteri ini bersifat mesofilik dan aerob obligat dengan laju respirasi yang sangat tinggi. Efisiensi penambatan nitrogen rendah sehinga kurang berarti di alam Species lain adalah Beijerinckia dan Derxia, bersifat aerobik dan tumbuh baik pada keadaan asam (sampai pH 3). Bakteri ini umum dijumpai di tanah-tanah trofis. Ada dua cara yang baik untuk mengukur perubahan nitrogen/penambatan nitrogen adalah : 1. Penggunaan isotop
15

N2 dengan cara ini jazad mikro yang diteliti


15

ditumbuhkan dengan diberi

N2 maka akan tergabung ke dalam


15

protoplasma. Tehnik ini cukup sensitif dan tepat, tapi

N2 sangat

mahal harganya dan diperlukan alat canggih spektrotometer yang mahal. 2. Dengan uji redaksi asetilin, metode ini berdasarkan pada prinsip bahwa jazad mikro yang dapat mereduksi N2 (berikatan 3) juga dapat mereduksi asetilin (juga berikatan 3). N = N ------reduksi 2NH3 HC = CH ------reduksi H2N = CH3 Gas estilen yang merupakan hasil reduksi asetelin dapat ditentukan dengan mudah dengan menggunakan gas kromatografi. Cara ini termasuk sensitif,

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 7

memerlukan substrat (asetelin) yang tidak mahal, dan gas kromatografi merupakan alat yang umum dipakai di banyak lab. Faktor-faktor yang mempengaruhi penambatan nitrogen non simbiotik adalah faktor lingkungan, terutama ciri kimia dan fisika habitatnya (Tedja Imas,1989). Faktor-faktor tersebut meliputi ketersediaan senyawa nitrogen, kesediaan nutrigen anorganik, macam sumber energi yang tersedia, pH, kelembab,dan suhu. Jazad mikropenambat N2 pada umumnya juga mampu menggunakan amonium, nitrat, dan senyawa nitroge organik. Amonium lebih disukai dan bersama-sama dengan senyawa-senyawa yang dapat diubah menjadi amonium (seperti urea dan nitrat) merupakan penghambat penambatan nitrogfen yang paling efektif. Bila jazad mikro penambatan nitrogen ditumbuhkan pada media yang mengandung garam-garam amonium dan senyawa nitrogen lainnya, beberapa nutrien anorganik diperlukan dalam jumlah lebih sedikit daipada medium tersebut bebas dari nitrogen. Dalam penambatan nutrigen diperlukan molibdenum, besi, calsium dan kobalt dalam jumlah yang cukup. Bagi jazad heterotrof, tersedianya sumber energi merupakan faktor utama yang membatasi laju dan besarnya asimilasi N2. Penambatan gula sederhana, selulosa, jerami, atau sisa-sisa tanaman dengan nisbah C/N yang tinggi seringsekali meningkatkan dengan nyata transformasi N. pH mempunyai pengaruh yang nyata, Azotobacter dan Sianobakteri tergolong sangat peka pada tanah-tanah dengan pH kurang dari 6,0 sedangkan Beijerinckia tidak peka dan dapat tumbuh dan menambat N2 pada pH 3-9. Kelembab tanah sering kali menentukan laju penambatan nitrogen dan kandungan air optimum tergantung pada tanah yang bersangkutan dan jumlah bahan organik yang tersedia. Bila kelembaban terlalu tinggi maka keadaan aerobik berubah menjadi anaerobik. Suhu optimum bagi penambatan nitrogen adalah suhu sedang. Penambatan terhenti pada suhu beberapa derajat di atas suhu optimum. Di beberapa daerah beriklim sedang bagian Utara didapati bahwa penambatan nitrogen masih

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 8

berlangsung sekalipun pada musim dingin. Jazad mikro pelakunya diperkirakan algae atau lumut kerak.

2.2.1. Fiksasi Nitrogen Fiksasi nitrogen adalah proses alam, biologis atau abiotik yang mengubah nitrogen di udara menjadi ammonia (NH3). Mikroorganisme yang mem-fiksasi nitrogen disebut diazotrof. Mikroorganisme ini memiliki enzim nitrogenaze yang dapat menggabungkan hidrogen dan nitrogen. Reaksi untuk fiksasi nitrogen biologis ini dapat ditulis sebagai berikut : N2 + 8 H+ + 8 e 2 NH3 + H2 Mikro organisme yang melakukan fiksasi nitrogen antara lain : Cyanobacteria, Azotobacteraceae, Rhizobia, Clostridium, dan Frankia. Selain itu ganggang hijau biru juga dapat memfiksasi nitrogen. Beberapa tanaman yang lebih tinggi, dan beberapa hewan (rayap), telah membentuk asosiasi (simbiosis) dengan diazotrof. Selain dilakukan oleh

mikroorganisme, fiksasi nitrogen juga terjadi pada proses non-biologis, contohnya sambaran petir. Lebih jauh, ada empat cara yang dapat mengkonversi unsur nitrogen di atmosfer menjadi bentuk yang lebih reaktif : a. Fiksasi biologis Beberapa bakteri simbiotik (paling sering dikaitkan dengan tanaman polongan) dan beberapa bakteri yang hidup bebas dapat memperbaiki nitrogen sebagai nitrogen organik. Sebuah contoh dari bakteri pengikat nitrogen adalah bakteri Rhizobium mutualistik, yang hidup dalam nodul akar kacang-kacangan. Spesies ini diazotrophs. Sebuah contoh dari hidup bebas bakteri Azotobacter. b. Industri fiksasi nitrogen Di bawah tekanan besar, pada suhu 600 C, dan dengan penggunaan katalis besi, nitrogen atmosfer dan hidrogen (biasanya berasal dari gas alam atau minyak bumi) dapat dikombinasikan untuk membentuk amonia (NH3). Dalam proses Haber-Bosch, N2 adalah diubah bersamaan dengan

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 9

gas hidrogen (H2) menjadi amonia (NH3), yang digunakan untuk membuat pupuk dan bahan peledak c. Pembakaran bahan bakar fosil Mesin mobil dan pembangkit listrik termal, yang melepaskan berbagai nitrogen oksida (NOx). d. Proses lain Selain itu, pembentukan NO dari N2 dan O2 karena foton dan terutama petir, dapat memfiksasi nitrogen. 2.2.2. Asimilasi Tanaman mendapatkan nitrogen dari tanah melalui absorbsi akar baik dalam bentuk ion nitrat atau ion amonium. Sedangkan hewan memperoleh nitrogen dari tanaman yang mereka makan. Tanaman dapat menyerap ion nitrat atau amonium dari tanah melalui rambut akarnya. Jika nitrat diserap, pertama-tama direduksi menjadi ion nitrit dan kemudian ion amonium untuk dimasukkan ke dalam asam amino, asam nukleat, dan klorofil. Pada tanaman yang memiliki hubungan mutualistik dengan rhizobia, nitrogen dapat berasimilasi dalam bentuk ion amonium langsung dari nodul. Hewan, jamur, dan organisme heterotrof lain mendapatkan nitrogen sebagai asam amino, nukleotida dan molekul organik kecil. a. Asimilasi Nitrogen Tanaman mendapatkan nitrogen dari tanah melalui absorbsi akar baik dalam bentuk ion nitrat atau ion amonium. Sedangkan hewan memperoleh nitrogen dari tanaman yang mereka makan. Tanaman dapat menyerap ion nitrat atau amonium dari tanah melalui rambut akarnya. Jika nitrat diserap, pertama-tama direduksi menjadi ion nitrit dan

kemudian ion amonium untuk dimasukkan ke dalam asam amino, asam nukleat, dan klorofil. Pada tanaman yang memiliki hubungan mutualistik dengan rhizobia, nitrogen dapat berasimilasi dalam bentuk ion

amonium langsung dari nodul. Hewan, jamur, dan organisme heterotrof lain mendapatkan nitrogen sebagai asam amino, nukleotida dan molekul organik kecil.

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 10

Ada beberapa sumber nitrogen yang dapat diambil tumbuhan yakni NO3, NH4+, N-organik dan N2, terutama pada bakteri dan algae tertentu. Pada tumbuhan tinggi umumnya, sumber nitrogen yang paling banyak diserab adalah NO3 dan NH4+ dan beberapa N-organik.

Pada tumbuhan tinggi umumnya, sumber terpenting nitrogen adalah ion nitrat (NO3=) yang diambil dari larutan tanah. Di dalam tanah, spesiasi ion nitrat tidaklah stabil. Dalam situasi aerobik, ion nitrogen lebih banyak dalam bentuk nitrat. Sebaliknya, dalam suasana anarobik, nitrat akan tereduksi secara bertahap menjadi ion amonia (NH4+). Bakteri nitrifikasi dan denitrifikasi berperan pada proses konversi tersebut. Di alam dikenal ada banyak bakteri terlibat dalam konversi nitrat menjadi amonia, atau sebaliknya. Proses-proses pengubahan dari amonia menjadi nitrat disebut nitrifikasi. Sebaliknya, terjadi peristiwa pengubahan nitrat , nitrit menjadi amonia atau N2 yang disebut denitrifikasi. Proses nitrifikasi melibatkan bakteri nitrosomonas dan nitrobakter. Pada proses pembusukan dari senyawa N-organik, akan dihasilkan ion-ion amonia, yang prosesnya disebut amonifikasi. Yang dibutuhkan dalam asimilasi nitrogen yaitu : o Memerlukan cadangan sumber energi o Energi berasal dari fotosintesis o Reaksi terjadi pada jaringan dan kompartemen sel yang berbeda. o Berkaitan erat dengan metabolisme karbon.

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 11

Nitrat dan amonium merupakan sumber utama nitrogen anorganik yang diambil oleh akar tanaman tinggi. Bentuk mana yang disukai, jika itu terjadi, biasanya amonium dibutuhkan pada awal pertumbuhan dan nitrat kemudian. Kombinasi kedua bentuk tersebut umumnya akan dimanfaatkan tanaman secara optimal. Beberapa tanaman dapat juga langsung menyerap urea (Harper, 1984), meskipun kebanyakan urea akan dihidrolisis terlebih dulu menjadi amonium sebelum diserap tanaman. Proses masuknya nitrat ke dalam akar tanaman bersama dengan air dan solut terlarut lain secara aliran massa. Akibatnya, nitrat-N yang tercuci ke bawah perakaran berpotensi untuk naik ke atas menuju daerah perakaran ketika horison permukaan mengering dan tanaman memanfaatkan air dari lapisan yang lebih dalam. Akibat yang lain adalah bahwa tanaman dapat menampakkan gejala defisiensi N meskipun tanah cukup banyak mengandung N, jika kelembaban dan akibatnya aliran massa nitrogen menjadi terbatas. o Sebagian besar amonium harus bergabung ke dalam senyawa organik dalam akar, sebaliknya nitrat bersifat mobil dalam xilem dan dapat disimpan dalam vakuola akar, batang, organ-organ penyimpan. Akumulasi nitrat dalam vakuola penting artinya bagi keseimbangan kation-anion dan untuk pengaturan secara osmotik, khususnya pada spesies nitrophilik seperti Chenopodium album dan Urtica dioica (Smirnoff dan Stewart, 1985). Namun demikian, agar supaya dapat digabungkan ke dalam struktur organik serta memenuhi fungsi pentingnya sebagai unsur hara, maka nitrat harus direduksi terlebih dahulu menjadi amonia. Reduksi dan assimiliasi nitrat bagi kehidupan tanaman sama pentingnya dengan reduksi dan asimilasi CO2 dalam fotosntesis. Asimilasi Amonium Sementara nitrat dapat disimpan dalam vakuola tanpa efek yang merugikan, amonium dan khususnya amonia mitra keseimbangannya [NH3 (yang larut dalam air) = NH4+ + OH-] adalah beracun pada konsentrasi yang sangat rendah. Pembentukan asam amino, amida-amida dan senyawa-senyawa yang terkait adalah jalan utama detoksifikasi baik ion-ion amonium yang

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 12

diambil oleh akar maupun amonia yang berasal dari hasil reduksi nitrat atau fiksasi-N2. Langkah-langkah prinsip dalam asimilasi ion-ion amonium (Gambar 7-3) yang diberikan melalui akar adalah pengambilan ke dalam sel-sel akar dan bergabung ke dalam asam amino dan amidaamida dengan suatu pelepasan proton-proton untuk kompensasi muatan Perembesan amonia ke membran plasma, dengan pembebasan proton yang terjadi sebelum perembesan, telah dibahas sebagai suatu model alternatif (Mengel et al., 1976). Dari kedua-duanya penemuan bersifat percobaan (Martin, 1970) dan pertimbangan teoritis (Raven dan Smith, 1976) nampak bahwa hampir semua (menyangkut) amonia yang berasimilasi ditranslokasi ke tajuk sebagai asam amino, amida-amida, dan senayawa-senyawa terkait untuk penggunaan lebih lanjut.

Asimilasi amonium dalam akar membutuhkan karbohidrat yang banyak oleh karena diperlukan untuk skeletons karbon dalam sintesis asam-asam amino dan amida-amida. Dalam akar juga sama mengenai asimilasi amonia dari reduksi nitrat atau fiksasi-N. Transport amonia hasil assimilasi dari akar ke tajuk terjadi terutama secara eksklusif dalam xilem.

Gambar 7-3. Model asimilasi amonium dalam akar (Raven dan Smith, 1976)

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 13

Dalam rangka memperkecil kehilangan karbon yang disebabkan oleh transport nitrogen, senyawa-senyawa yang kaya nitrogen (N/C rasio > 0.4) mengangkut nitrogen hasil asimilasi meninggalkan akar (Wallace dan Plate, 1965; Streeter, 1979). Satu, dan jarang dua atau lebih, senyawasenyawa berikut eksudat akar mendominasi dalam xilem: amida glutamin (2N/5C) dan asparagin (2N/4C; asam amino arginin (4N/6C); dan ureida allantoin (4N/4C). Sesuai juga dengan model ekonomi karbon ini, dalam transport phloem menuju pembentukan buah, yang merupakan sink nonfotosintesis, asam-asam amino dengan N/C rasio > 0.4 adalah bentuk transport nitrogen yang dominan (Pate, 1973). Senyawa nitrogen organik yang rendah berat molekulnya digunakan secara dominan untuk transport jarak jauh atau untuk disimpan dalam sel individu berbeda-beda diantara famili tanaman (Tabel 7-3). Pada kacang-kacangan umumnya dan pada kedelai khususnya, sebagian besar transport nitrogen hasil fiksasi oleh nodul akar digabungkan ke dalam ureida allantoin dan asam allantoin (Layzell dan LaRue, 1982). Meskipun lokasi asimilasi amonia berbeda (akar, nodul akar, dan daun) enzim kunci yang terlibat adalah glutamine synthetase dan glutamate synthase (Gambar 7-4). Kedua enzim itu telah ditemukan di dalam akar, dalam kloroplas, dan dalam mikrorganisma pemfiksasi-N, dan bukti meyakinkan bahwa asimilasi amonia itu paling banyak jika tidak semua berasal dari pengambilan amonium, fiksasi-N, reduksi nitrat, dan fotorespirasi yang dimediasi oleh jalur glutamine synthetase-glutamate synthase. Dalam jalur ini asam amino glutamate bertindak sebagai akseptor untuk amonia, dan amida glutamine dibentuk. Glutamine synthetase mempunyai suatu gaya affinitas sangat tinggi untuk amonia (Nilai Km rendah) dan dengan begitu mampu untuk memasuki amonia sekalipun konsentrasinya sangat rendah. Ini diaktifkan oleh pH tinggi dan konsentrasi ATP dan magnesium yang tinggi, dan semua tiga factor itu ditingkatkan dalam stroma kloroplas atas kekuatan cahaya..

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 14

Dalam kloroplas, reduksi nitrat dengan rangsangan cahaya dan asimilasi amonia yang ditingkatkan kemudian secara efisien dikoordinir untuk mencegah level amonia menjadi terlalu tinggi sehingga mereka melepaskan fotofosforilasi (Krogmann et al., 1959). Keracunan amonia mungkin berhubungan dengan perembesan amonia yang cepatmelintasi biomembran. Sebagai contoh, amonia, tetapi bukan amonium ( NH4), berhamburan dengan cepat melintasi membran terluar dari kloroplas (Heber et al., 1974). Enzim yang lain dalam asimilasi amonia, glutamate synthase (GOGAT), mengkatalisasi perpindahan kelompok amida (-NH2) dari glutamine ke 2-oxoglutarate, yang belakangan adalah produk dari siklus asam trikarboksilik (Gambar 7-4). Untuk reaksi ini baik ferredoxin yang direduksi (dari photosystem) atau NAD(P)H (dari respirasi) diperlukan untuk pemeliharaan siklus asimilasi amonia dan yang selebihnya dapat digunakan untuk biosynthesis protein, sebagai contoh. Sebagai suatu alternatif, manakala pemberian amonia besar, kedua-duanya molekul glutamate dapat bertindak sebagai suatu akseptor amonia, dan satu molekul glutamine meninggalkan siklus itu. Jalur alternatif untuk asimilasi amoniuam Glutamate dehydrogenase (GDH) mengkatalisis reaksi dua arah untuk membentuk glutamat atau membuang gugus amina dari glutamat . 2-oxoglutarate + NH4+ + NAD(P)H glutamate + H2O + NAD(P)+ Meskipun reaksi diatas nampak seperti asimilasi amonium menjadi glutamat, namun berbagai bukti menunjukkan bahwa GDH bukanlah untuk menggantikan GS dan GOGAT namun lebih banyak berperan sebagai mekanisme untuk memisahkan amina (de-aminasi) dari glutamat. Setelah terasimilasi menajdi glutamin dan glutamat, nitrogen kemudian diinkorporasikan menjadi asam amino lain melalui reaksi transaminasi. Enzim yang berperan dalam hal ini secara umum dikenal sebagai aminotransferase. Salah satu contoh enzim ini adalah aspartate aminotransferase (AAT) yang mengkatalis reaksi Glutamate + oxaloacetate aspartate + 2-oxoglutarate

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 15

Dimana gugus amina dari glutamat ditransfer menuju atom C-2 asam keto (Gambar 7-4 tengah bawah). Aspartate adalah asam amino yang berpartisipasi dalam malate-aspartate shuttle dari mitokondria dan kloroplas menuju sitoplasma, dan dalam transport karbon dari sel mesofil menuju sel seludang pembuluh (bundle sheath) pada fiksasi karbon tanaman C4.

Gambar 7-4. Struktur dan lintasan senyawa terkait dengan metabolisme amonium. Amonium dapat diasimilasi melalui kombinasi dengan glutamat untuk membentuk glutamin (Glutamin sintetase) atau dengan aminasi reduktis 2-oxoglurata yang menghasilkan glutamat (glutamat dehidrogenase). Dua glutamat

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 16

dihasilkan dari glutamin dan 2-oxoglutarat (glutamat sintase). Donor elektron (kofaktor tereduksi) diperlukan dalam reaksi tersebut: feredoksin pada daun hijau dan NADH pada jaringan nonfotosintetik. Nitrogen ditransfer dari glutamin atau glutamat menjadi asam amino lain melalui reaksi transaminasi Semua reaksi transaminasi memerlukan kofaktor pyridoxal phosphate (vitamin B6). Aminotransferase ditemukan dalam sitoplasma, kloroplas, mitokondria, glioksisom, dan peroksisom. Enzim yang terdapat dalam klorplas kemungkinan berperan penting dalam biosintesis asam amino karena daun tanaman atau kloroplas yang diisolasi jika dipajankan pada CO2 diberi label radiokatif akan segera menggabungkan C berlabel menjadi glutamat, asapartat, alanin, serin, dan glisin. Peran asparagin dan glutamin sebagai jembatan antara metabolisme N dan C Asparagin, yang diisolasi dari asparagus pada awal 1806, merupakan bentuk amida pertama yang teridentifikasi. Fungsinya bukan sebagai prekursor protein, namun sebagi senyawa kunci untuk transport dan penyimpanan nitrogen karena stabilitasnya dan tingginya rasio nitrogen:karbon (2N:4C untuk asparagin vs. 2N:5C untuk glutamin atau 1N:5C untuk glutamat). Jalur utama sintesis asparagin mencakup transfer amida nitrogen dari glutamin ke aspartat (Gambar 7-4 bawah): Glutamine + aspartate + ATP asparagine + glutamate + AMP + PPi Reaksi tersebut dikatalis oleh asparagine synthetase (AS), yang banyak ditemukan pada sitoplasma daun dan akar dan dalam nodul pemfiksasi N. Intensitas cahaya dan kandungan karbohidrat yang tinggi, kondisi yang merangsang aktivitas glutamine synthetase (GS) dan Fd-glutamate synthase (Fd-GOGAT), menghambat ekspresi gen dan aktivitas asparagine synthetase

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 17

(AS). Pengaturan yang berlawanan pada jalur yang saling bersaing ini membantu keseimbangan antara metabolisme karbon dan nitrogen dalam tanaman. Kondisi cukup energi (cahaya dan karbohidrat tinggi) menstimulir GS dan GOGAT, menghambat AS, sehingga mendorong asimilasi N menjadi glutamin dan glitamat, senyawa yang kaya akan karbon dan berpartisipasi dalam sintesis bahan tanaman baru. Sebaliknya, keterbatasan energi menghambat GS dan GOGAT, menstimulir AS, sehingga mendorong asimilasi N menuju asparagin, senyawa yang kaya nitrogen dan cukup stabil untuk transport jarak jauh atau untuk disimpan dalam jangka waktu lama (asparagine is stable for long-distance transport or long-term storage).

2.2.3. Amonifikasi Jika tumbuhan atau hewan mati, nitrogen organik diubah menjadi amonium (NH4+) oleh bakteri dan jamur. Sebagian besar keberadaan N2 di dalam tanah dalam bentuk molekul anorganik. Organisme yang sudah mati diuraikan melalui proses hidrolisis yang menyebabkan protein terurai menjadi asam amino. Proses ini disebut deaminasi. Proses selanjutnya, asam amino yang sudah terbentuk dikonversi menjadi ammonia (NH3) dan proses ini disebut amonifikasi. Amonifikasi dibantu oleh beberapa mikroorganisme seperti bakteri dan jamur. Amonia merupakan senyawa dalam bentuk gas, pada tanah yang kering mudah menguap, sebaliknya pada tanah yang lembab/basah ammonia terlarut dalam air dan membentuk ion ammonium (NH4+ ). Selanjutnya ion amonium dapat digunakan oleh bakteri dan tumbuhan untuk sintesa asam amino. Walaupun demikian, pemanfaatan nitrogen oleh kebanyakan tumbuhan umumnya dalam bentuk NO3- karena NH4+ akan dioksidasi menjadi NO3- oleh bakteri nitrifikasi. Disamping itu ammonium/ammonia ini bersifat racun bagi tumbuhan dan dapat menghambat pembentukan ATP di kloroplas dan mitokondria.
Biokimia Tanaman-Nitrogen Page 18

2.2.4. Nitrifikasi Konversi amonium menjadi nitrat dilakukan terutama oleh bakteri yang hidup di dalam tanah dan bakteri nitrifikasi lainnya. Tahap utama nitrifikasi, bakteri nitrifikasi seperti spesies Nitrosomonas mengoksidasi amonium (NH4 +) dan mengubah amonia menjadi nitrit (NO2-). Spesies bakteri lain, seperti Nitrobacter, bertanggung jawab untuk oksidasi nitrit menjadi dari nitrat (NO3-). Proses konversi nitrit menjadi nitrat sangat penting karena nitrit merupakan racun bagi kehidupan tanaman. Proses nitrifikasi dapat ditulis dengan reaksi berikut ini : 1.NH3 + CO2 + 1.5 O2 + Nitrosomonas NO2- + H2O + H+ 2.NO2- + CO2 + 0.5 O2 + Nitrobacter NO33.NH3 + O2 NO2 + 3H+ + 2e 4.NO2 + H2O NO3 + 2H+ + 2e note : "Karena kelarutannya yang sangat tinggi, nitrat dapat memasukkan air tanah. Peningkatan nitrat dalam air tanah merupakan masalah bagi air minum, karena nitrat dapat mengganggu tingkat oksigen darah pada bayi dan menyebabkan sindrom methemoglobinemia atau bayi biru. Ketika air tanah mengisi aliran sungai, nitrat yang memperkaya air tanah dapat berkontribusi untuk eutrofikasi, sebuah proses dimana populasi alga meledak, terutama populasi alga biru-hijau. Hal ini juga dapat menyebabkan kematian kehidupan akuatik karena permintaan yang berlebihan untuk oksigen. Meskipun tidak secara langsung beracun untuk ikan hidup (seperti amonia), nitrat dapat memiliki efek tidak langsung pada ikan jika berkontribusi untuk eutrofikasi ini." Nitrifikasi merupakan proses oksidasi ion amonium menjadi nitrat (NO3 ). Proses ini dilakukan oleh bakteri autotrof yang termasuk ke dalam genus Nitrosomonas dan Nitrobacter. Nitrosomonas akan mengoksidasi ion ammonium menjadi nitrit (NO2-) dan selanjutnya Nitrobacter akan mengoksidasi nitrit (NO2-) menjadi nitrat (NO3-). Tumbuhan cenderung menggunakan nitrat (NO3-) sebagai sumber nitrogen untuk sintesa protein karena nitrat memiliki mobilitas yang lebih tinggi di dalam tanah dan lebih mudah terikat dengan akar tanaman
-

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 19

daripada amonium. Meski sebenarnya ion amonium lebih efisien sebagai sumber nitrogen karena memerlukan lebih sedikit energi untuk sintesa protein, tetapi karena bermuatan positif maka lebih sulit dimanfaatkan karena sudah lebih dulu terikat oleh tanah lempung yang bermuatan negatif. 2.2.5. Denitrifikasi Denitrifikasi adalah proses reduksi nitrat untuk kembali menjadi gas nitrogen (N2), untuk menyelesaikan siklus nitrogen. Proses ini dilakukan oleh spesies bakteri seperti Pseudomonas dan Clostridium dalam kondisi anaerobik. Mereka menggunakan nitrat sebagai akseptor elektron di tempat oksigen selama respirasi. Fakultatif anaerob bakteri ini juga dapat hidup dalam kondisi aerobik. Denitrifikasi umumnya berlangsung melalui beberapa kombinasi dari bentuk peralihan sebagai berikut: NO3 NO2 NO + N2O N2 (g) Proses denitrifikasi lengkap dapat dinyatakan sebagai reaksi redoks: 2 N O3 + 10 e + 12 H+ N2 + 6 H2O Dalam beberapa tahap selama berlangsungnya siklus nitrogen, terjadi pembebasan dan pengikatan N2 bebas (atmospheric nitrogen). Terlepasnya N2 bebas akibat suatu proses yang terjadi dalam siklus nitrogen disebut denitrifikasi, yang pada dasamya adalah konversi nitrat menjadi gas nitrogen. Beberapa spesies dalam genus Pseudomonas merupakan kelompok bakteri terpenting yang melaksanakan proses denitrifikasi dalam tanah. Sejumlah jenis yang lain seperti Paracoccus, Thiobacillus, dan Bacillus juga mampu melakukan proses denitrifikasi. Bakteri-bakteri yang termasuk ke dalam kelompok ini adalah pada umumnya merupakan mikroorganisme yang aerob, tetapi pada kondisi anaerob mereka juga mampu menggunakan nitrat dalam situasi dimana oksigen berperan sebagai akseptor elektron akhir (anaerobic respiration). Proses

denitrifikasi tidak menguntungkan bagi kesuburan tanah karena terjadi

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 20

pembebasan N2 ke atmosfer dari senyawa nitrat. 2.2.6. Oksidasi Amonia Anaerobik Dalam proses biologis, nitrit dan amonium dikonversi langsung ke elemen (N2) gas nitrogen. Proses ini membentuk sebagian besar dari konversi nitrogen unsur di lautan. Reduksi dalam kondisi anoxic juga dapat terjadi melalui proses yang disebut oksidasi amonia anaerobik NH4+ + NO2 N2 + 2 H2O 2.3. Reduksi Nitrogen Mekanisme proses reduksi nitrat yang diakui akhir-akhir ini dalam tanaman tingkat tinggi maupun rendah adalah sebagai berikut: NO3 + 8H+ + 8e- NH3 + 2H2O + OHBeberapa bakteri menggunakan nitrat sebagai penerima elektron pada kondisi anaerobik (respirasi nitrat) dan menghasilkan gas-gas nitrogen (N2 dan NOx), suatu proses yang menyebabkan hilangnya nitrogen dari dalam tanah melalui denitrifikasi. Reduksi nitrat menjadi amonia dimediasi oleh dua enzim yang berbeda: nitrat reduktase, yang mereduksi nitrat menjadi nitrit; dan nitrit reduktase, yang mereduksi nitrit menjadi amonia.

Nitrat reduktase adalah suatu enzim kompleks dengan berat molekul ~200.000 pada tanaman tingkat tinggi, dan sampai 500.000 pada tanaman tingkat rendah. Enzim ini mengandung beberapa kelompok prostetik, termasuk FAD, sitokrom, dan molibdenum. Terlokalisasi dalam sitoplasma tanaman tingkat tinggi dan memerlukan baik NADH maupun NADPH sebagai donor elektron. Diduga

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 21

bahwa selama proses reduksi elektron-elektron secara langsung ditransfer dari molibdenum ke nitrat.

2.4. Agen yang Berperan Dalam Siklus Nitrogen Dibawah ini adalah agen-agen yang berperan dalam siklus nitrogen. 1. Fiksasi nitrogen oleh bakteri dapat memperbaiki atmosfer gas nitrogen (N 2) untuk amonia (NH 3) dalam reaksi pengurangan. Persamaan untuk reaksi ini adalah: N 2 + 3H 2 -> 2NH 3 Beberapa bakteri pengikat nitrogen yang hidup bebas di tanah misalnya Azotobacter Beberapa, misalnya Rhizobium, membentuk mutualistic (simbiotik) hubungan dengan legum (kacang polong, kacang-kacangan, semanggi dll, Ini adalah anggota Papilionaceae) di mana bakteri hidup di nodul pada akar tanaman. Bakteri menyediakan tanaman dengan tetap nitrogen, tanaman

memberikan bakteri dengan karbohidrat.

Gambar di bawah ini

menunjukkan nodul akar dalam anggota Papilionaceae 2. Decomposer adalah bakteri dan jamur yang membusuk bangkai binatang dan tanaman dan, dalam proses mengkonversi nitrogen organik mereka (yang ditemukan dalam protein dan asam nukleat) menjadi anorganik, amonium (NH 4 +) . 3. Bakteri nitrifikasi adalah bakteri yang interconvert molekul nitrogen anorganik: Nitrosomonas mengubah amonium (NH 4 +) ke nitrit (NO 2 -) ,Nitrobacter mengubah nitrit (NO 2 -) menjadi nitrat (NO 3 -) .Secara bersama proses-proses ini dikenal sebagai nitrification .Nitrification hanya terjadi bila kondisi tanah tidak sesuai yaitu berawa, terlalu dingin atau terlalu asam. Jika kondisi tanah yang tidak sesuai terakumulasi amonium 4. Baktei denitrifikasi adalah bakteri yang mengubah nitrat (NO 3 -) untuk nitrit (NO 2 -) dan kemudian ke gas nitrogen (N 2) .Bakteri ini mengkonversi nitrogen anorganik ke dalam atmosfer nitrogen; suatu proses yang dikenal sebagai denitrifikasi. Contoh bakteri ini adalah Pseudomonas, Thiobacillus dll. Ini adalah denitrifikasi bakteri anaerob sehingga hanya terjadi dalam kondisi anaerob (misalnya ketika tanah berawa
Biokimia Tanaman-Nitrogen Page 22

5. Fiksasi nitrogen oleh energi yang tinggi yang tersedia dari petir yang cukup untuk memperbaiki atmosfer nitrogen nitrat 6. Haber-Bosch: ini adalah sepenuhnya proses buatan yang digunakan dalam pembuatan pupuk amonium tetapi karena kontribusi terhadap total fiksasi nitrogen atmosfer sering termasuk 7. Pencucian: hilangnya nitrat dari tanah sebagai akibat dari hujan lebat turun. Nitrat larut ke dalam tubuh air (misalnya danau) memperkaya mereka dan membuat mereka lebih subur. Proses ini dikenal sebagai eutrofikasi. 2.5. Nitrogen Tersedia Bagi Tanaman Nitrogen yang dapat di manfaatkan oleh tanaman tinggkat tingggi khususnya tanaman budidaya dapat di bedakan atas empat kelompok utama yaitu: 1. Nitrogen nitrat (NO3-), 2. Nitrogen ammonia (NH4+), 3. Nitrogen molekuler (N2) dan 4. Nitrogen organic. Namun tidak semua dari bentuk bentuk nitrogen ini dapat tersedia bagi tanaman. Umumnya tanaman pertanian memanfaatkan nitrat dan ammonium kecuali pada beberapa tanaman legume yang mampu memanfaatkan N bebas melalui proses fiksasi N dengan bersimbiosis dengan bakteri Rhizobium. N organic kadang kadang dapat dimanfaatkan oleh tanaman tinggi akan tetapi tidak mampu mencukupi kebutuhan N tanaman dan umumnya dimanfaatkan lewat daun melalui pemupukan lewat daun. Bagi tanaman pertanian terutama manfaat N dalam bentuk ion nitra, akan tetapi dalam kondisi tertentu khususnya pada tanah tanah masam dan kondisi an aerobic tanaman akan memanfaatkan N dalam bentuk ion ammonium (NH4+). Pada tanaman tanaman yang tumbuh aktif dengan cepat nitrat yang terabsopsi oleh akar tanaman akan terangkut dengan cepat ke daun mengikuti alur transpirasi. Oleh karena itu metabolisme nitrat pada kebanyakan tanaman budidaya umumnya terjadi didaun walaupun metabolisme nitrogen juga terjadi pada akar tanaman.

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 23

2.6. Peranan Nitrogen Bagi Pertumbuhan Tanaman Nitrogen adalah unsur yang sangat penting bagi petrumbuhan tanaman. Nitrogen merupakan bagian dari protein, bagian penting konstituen dari protoplasma, enzim, agen katalis biologis yang mempercepat proses kehidupan. Nitrogen juga hadir sebagai bagian dari nukleoprotein, asam amino, amina, asam gula, polipeptida dan senyawa organik dalam tumbuhan. Dalam rangka untuk menyiapkan makanan untuk tanaman, tanaman diperlukan klorofil, energi sinar matahari untuk membentuk karbohidrat dan lemak dari C air dan senyawa nitrogen. Adapun peranan N yang lain bagi tanaman adalah :

Berperan dalam pertumbuhan vegetatif tanaman. Memberikan warna pada tanaman, Panjang umur tanaman Penggunaan karbohidrat. Dll.

2.7. Gejala Kelebihan dan Kekurangan Nitrogen pada Tanaman Kekurangan salah satu atau beberapa unsur hara akan mengakibatkan pertumbuhan tanaman tidak sebagaimana mestinya yaitu ada kelainan atau penyimpangan-penyimpangan dan banyak pula tanaman yang mati muda yang sebelumnya tampak layu dan mengering. Adapun gejala yang ditimbulkan akibat dari kekurangan dan kelebihan unsure N bagi tnaman adalah sebagai berikut: 1. Efek kekurangan unsur N bagi Tanaman.

Pertumbuhan kerdil, Warna daun menguning, Produksi menurun, Fase pertumbuhan terhenti, Kematian.

2. Efek dari kelebihan unsur N bagi tanaman.


Kualitas buah menurun. Menyebabkan rasa pahit (spt pada buah timun).
Page 24

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Produksi menurun, Daun lebat dan pertumbuhan vegetative yang cepat, Menyebabkan keracunan pada tanaman.

2.8.Metabolisme nitrogen pada biji yang berkecambah

Di sel penyimpanan pada semua biji, protein cadangan disimpan pada struktur ikatan membran yang dinamakan benda protein. Benda protein bukan merupakan protein murni, tapi juga mengandung banyak fosfat, magnesium dan kalsium cadangan biji.

Fosfat diesterifikasi menjadi enam gugus hidroksil dari gula alkohol enam karbon yang dinamakan myoinositol. Produk dari esterifikasi disebut fitat, dan ionisasi H+ dari guguis fosfat memungkinkan Mg2+, Ca2+, Zn2+, dan mungkin K+ untuk membentuk garam yang dinamakan fitin atau kadangkala fitat. Fitin biasanya menempel pada protein di benda protein.

Imbibisi air oleh biji kering menyebabkan berlangsungnya berbagai reaksi kimia sehingga terjadi perkecambahan dan perkembangan kecambah. Protein di dalam benda protein dihidrolisis oleh proteinase (protease) dan peptidase menjadi asam amino dan amida.

Beberapa asam amino dan amida yang dilepaskan selama proses hidrolosis protein di dalam biji akan digunakan untuk membentuk protein baru yang khusus, asam nukleat dsb. Tapi sebagian besar diangkut melalui floem ke sel yang sedang tumbuh di akar dan tajuk.

Akar muda segera menyerap NO3- dan NH4+, dan asimilasi nitrogen untuk tumbuhan yang sedang tumbuh lainnya mulai lagi.

2.9.Reaksi yang Umum Terjadi pada Metabolisme Asam Amino


Transaminasi. Deaminasi. Pembentukan urea.

2.9.1.Transaminasi

Katalis: enzim aminotransferase.

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 25

Mentransfer gugus amino ke -ketoglutarate hasilnya: asam keto + glutarate.

Enzim aminotransferase.
o o

Koenzim: piridoksal fosfat. Yg ada pada seluruh jaringan: Piruvat + asam -amino jadinya: L-alanin + Asam -keto.

1. Alanin transaminase

2. Glutamate transaminase -ketoglutarat + asam -amino jadinya: L-glutamat + asam -keto.

Lysine, threonine, proline, dan hidroksiproline tidak mengalami transaminasi.

2.9.2.Deaminasi

Pemindahan gugus amino dan ion H. Hasilnya ammonia (NH3). Rangka karbonnya mengalami:
o o o

Dioksidasi pada siklus krebs. Digunakan untuk glukoneogenesis. Diubah menjadi asam lemak.

Enzimnya glutamate dehidrogenase:


o o o o o

Reversibel. Sebagai enzim pengendali. Inhibitor alosterik: ATP, GTP, NADH. Aktivator alosterik: ADP, GDP. Didapat di berbagai jaringan dalam sitoplasma dan mitokondria.

Enzimnya glutamate dehidrogenase:

2.9.3. Siklus Urea


Ammonia yang toxic (NH3) diubah menjadi ammonium ion (NH4+). NH4+ diubah di liver jadi urea. Urea terdiri dari 2 NH2:
o o

1 dari NH4+. 1 dari aspartate.

Urea diekskresikan ke urin.

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 26

Jika asam amino berlebihan:


Untuk sintesis protein. Untuk sintesis produk khusus. Kalau masih sisa, dikatabolisme:
o o

N untuk urea. Kerangka karbon untuk senyawa amfibolik (bisa dipecah jadi energi atau sintesis glukosa).

Senyawa amfibolik yang terbentuk dapat digunakan untuk sintesis lemak dan glikogen.

2.10. Pembuatan tumbuhan yang mampu mengikat Nitrogen (N2) sendiri Nitrogen merupakan elemen esensial dari protein, DNA, dam RNA. Pertumbuhan tanaman juga sangat dipengaruhi oleh nitrogen ini. Pada tumbuhan tertentu, terutaa polong-polongan, di akarnya sering terdapat akar yang menggelembung, yang disebut nodul. Di dalam nosul ini terdapat bakteri Rhizobium yang bersimbiosis. Bakteri Rhizobium dapat mengikat nitrogen dan mengubah nitrogen menjadi nitrat. Prosese tadi disebut fiksasi nitrogen. Akibat adanya simbiosis ini, tumbuhan polong-polongan tercukupi kebutuhan nitratnya, dan sebaliknya menghasilkan gula bagi bakteri. Serelia atau tumbuhan rumput-rumputan berbiji merupakan tumbuhan yang mensuplai 50% makanan pokok penduduk dunia. Namun, serelia tidak memiliki bakteri yang dapat memfiksasi nitrogen di akarnya, sehingga kebutuhan nitrogennya dapat diperoleh dari pupuk buatan. Kelebihan pupuk buatan dapat dapat terbilas air dan mencemari air minum dan lain-lain. Dengan adanya bioteknologi, para ilmuwan mencoba mengembangkan tumbuhan yang akarnya dapat bersimbiosis dengan Rhizobium. Ide ini melibatkan 12 gen nif, yang dapat mengontrol fiksasi nitrogen. Para ilmuwan mencoba menyisipkan gen nif kepada : 1. tumbuhan serelia yang sesuai, 2. bakteri yang berasosiasi dengan tumbuhan serelia, 3. plasmid Ti dari Agrobacterium dan kemudian menginfeksi tumbuhan yang sesuai dengan bakteri yang telah direkayasa.

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 27

Para ilmuwan memanfaatkan rekayasa genetika untuk mengisolasi gen yang diinginkan kemudian menyisipkannya ke sel organisme lain yang dikehendaki. Dalam penyisipan ini dilibatkan bakteri Agrobacterium tumefaciens untuk memasukkan gen ke sel-sel tumbuhan. Sel Agrobacterium memiliki untaian DNA yang disebut plasmid Ti [T=tumor, i=including]. Gen yang dikehendaki disisipkan dulu ke plasmid Ti. Tumbuhan yang diinfeksi Agrobacterium mengalami tumor ganas yang disebabkan oleh Ti. Tumor ini disebut crown gall yang sel-sel didalamnya masing-masing mengandung plasmid Ti yang telah disisipkan gen. tumbuhan dapat dikulturkan dari potongan kecil jaringan dari crown gall. Tumbuhan hasil kultur ini telah memiliki sifat yang berbeda karena telah disisipkan gen, jadi sifat gen akan sesuai dengan gen yang disisipkan. Nitrogen memasuki ekosistem melalui 2 jalur alami:

Melalui hujan dan debu nitrogen. Melalui fiksasi nitrogen, yang dilakukan oleh mikroba prokariotik dengan kemampuan mengubah N2 menjadi senyawa yang dapat digunakan untuk mensintesis senyawa organik bernitrogen seperti asam amino.

Sumber utama: Atmosfer (80%) Tanaman Bahan organik tanah Industri pupuk nitrogen kimiawi menyumbang pada daur nitrogen di alam. Terjadi halilintar di udara ternyata dapat menghasilkan zat Nitrat, yang kemudian di bawa air hujan meresap ke bumi. Sisa-sisa tanaman dan bahan-bahan organis. Mikrobia atau bakteri-bakteri. Pupuk buatan (Urea, ZA dan lain-lain)

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 28

Hasil dari fiksasi nitrogen adalah amonia, yang di dalam tanah akan berubah menjadi amonium setelah mengalami penambahan ion H + (amonifikasi), yang dapat digunakan oleh tanaman. Beberapa bakteri aerob dapat mengoksidasi amonium menjadi nitrat, melalui proses yang disebut nitrifikasi. Nitrat juga dapat digunakan oleh tanaman. Beberapa bakteri dapat menggunakan oksigen dari nitrat dan melepaskan N2 ke udara (denitrifikasi).

Fungsi Nitrogen bagi tanaman adalah: Diperlukan untuk pembentukan atau pertumbuhan bagian vegetatif tanaman, seperti daun, batang dan akar.

Berperan penting dalam hal pembentukan hijau daun yang berguna sekali dalam proses fotosintesis.

Membentuk protein, lemak dan berbagai persenyawaan organik. Meningkatkan mutu tanaman penghasil daun-daunan. Meningkatkan perkembangbiakan mikro-organisme di dalam tanah.

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 29

BAB III PENUTUP 3.1. Kesimpulan Nitrogen merupakan salah satu unsure makro esensial yang dibutuhkan oleh tanaman. Tanaman menggunakan nitrogen dalam proses pembentukan DNA, RNA, maupun protein sebagai pembangun jaringan tubuh tumbuhan. Nitrogen dapat diserap tanaman dalam bentuk nitrat dan ammonium. Amonium adalah salah satu bentuk senyawa nitrogen yang tidak dapat diakumulasikan dalam jaringan tumbuhan dalam jangka waktu yang lama Senyawa ini dapat menghambat produksi ATP. Gejala defisiensi nitrogen adalah tanaman tumbuh kerdil dan daunnya menjadi kekuningan (klorosis). 3.2. Saran

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 30

DAFTAR PUSTAKA Campbell, N.A, J.B Reece, L.G.Mitchell. 2003. Biologi Edisi Kelima jilid II. Jakarta:Erlangga. Hanafiah, Kemas Ali. 2007. Dasar-Dasar Ilmu Tanah. Jakarta: Rajawali Press. Miftahudin, et.al. 2008. Fisiologi Tumbuhan Dasar. Bogor: Departemen Biologi FMIPA IPB.

Biokimia Tanaman-Nitrogen

Page 31