Anda di halaman 1dari 18

UNIVERSITAS NEGRI YOGYAKARTA

Blogger : thezeins.blogspot.com ShadowRasyid.blogspot.com

Blogger Kelompok :

Zierraku.blogspot.com

JARINGAN KOMPUTER
Inter VLAN Routing dan Routing Static

Arif Riyanto ( 11520241001 )


Zein Syahida kusuma putra ( 11520241002 ) Muhammad Rasyid ( 11520241016)

Eka Legya Franita ( 11520241018 )

PENDIDKAN TEK NIK INFOR MAT ILA AN GK ATAN 2011

I. Identitas Mata kuliah


Nama Matakuliah Jumlah SKS Dosen Penganpu : Jaringan Komputer. : 2 SKS : Dr. Eko Marpanaji.

II. Tujuan
1. Mampu membangun LAN dan VLAN 2. Mampu membuat inter-VLAN Routing. 3. Mampu memahami konsep routing dan table routing. 4. Memahami konsep keamanan jaringan.

III. Study Kasus Bermula dari sebuah tugas yang diberikan dari dosen, para mahasiswa dibagi menjadi beberapa kelompok dalam mengerjakan tugas tersebut. Masing masing anggota kelompok menggunakan dua komputer yang berbeda VLAN, agar antar anggota kelompok dapat berkomunikasi dan sharing data untuk dapat mengerjakan tugas dengan cepat maka tiap anggota kelompok dihubungkan dengan menggunakan jaringan komputer. Untuk menghubungkan komputer yang menggunakan router.
VLAN (Virtual Local Area Network) berguna untuk membagi broadcast domain, pembagian dilakukan tanpa memperhatikan lokasi dari sisi dimana perangkat ditempatkan. Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai routing pada router dengan VLAN yang berbeda. Perlu diingat bahwa satu VLAN adalah satu alamat jaringan sehingga memiliki satu broadcast domain juga. Karena VLAN bekerja pada layer 2 OSI maka dibutuhkan perangkat layer 3 untuk menghubungkan VLAN yang berbeda.

berbedada VLAN dengan

IV.Dasar Teori
Satu VLAN adalah satu broadcast domain, sehingga satu buah komputer di sebuah VLAN tidak dapat terkoneksi dengan komputer yang berbeda VLAN. Agar komputer yang berbeda VLAN dapat terkoneksi maka dibutuhkan perangkat layer 3 yaitu router. Persyaratan router yang dapat dipakai untuk routing VLAN adalah router tersebut harus bisa dibuat trunking ke switch. Oleh karena itu, PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011 Page 2

router-nya harus tersedia interface fastethernet, selain itu IOS untuk router tersebut juga harus mendukung trunking. Cirinya adalahinterface-nya bisa dibuat subinterface, dan mendukung enkapsulasi ISL serta DOT1Q. Inter-VLAN routing adalah proses mem-forwardtraffic network dari satu VLAN ke VLAN lain menggunakan router. VLAN diasosiasikan dengan ip subnet yang unik pada network. Konfigurasi subnet akan memfasilitasi proses routing pada lingkungan beberapa VLAN. Ketika kita menggunakan router untuk memfasilitasiinter-VLAN routing, interface pada router dapat dihubungkan dengan VLAN yang berbeda. Setiap device pada VLAN tersebut mengirimkan traffic melalui router untuk mencapai VLAN lain. Secara tradisional LAN routing menggunakan router dengan beberapa interface physical. Setiap interface harus dihubungkan dengan network yang berbeda dan dikonfigurasikan dengan subnet yang berbeda. Dalam network tradisional yang menggunakan beberapa VLAN, untuk mensegmentasi network traffic menjadi broadcastdomain logical, routing ditunjukkan dengan

menghubungkaninterface physical router yang berbeda ke port physical switch yang berbeda pula. Port switch terhubung dengan router dalam mode interface port . Setiap router interface kemudian dapat menerimatraffic dari VLAN yang telah diasosiasikan dengan switch interfaceyang terhubung, dan traffic dapat di routing ke VLAN lain yang terhubung dengan interface lain. Inter-VLAN routing secara tradisional mengharuskan beberapainterface physical pada kedua router dan switch. Bagaimanapun juga, tidak semua konfigurasi inter-VLAN routing mengharuskan beberapaphysical interface. Beberapa router software memperbolehkan konfigurasi router sebagai link trunk. Hal ini membuka kemungkinan terjadinya inter-VLAN routing. Router on a stick adalah salah satu jenis konfigurasi router yang mana sebuah interface physical me-routing traffic antara beberapa VLAN pada network. Router interface dikonfigurasikan untuk beroperasi sebagai link trunk dan terhubung dengan sebuah portswitch dalam mode trunk. Router menunjukkan inter-VLAN routingdengan trunk dari switch dan menerima traffic internal VLAN yang telah VLAN

di tag pada interface

secara

me-routing antar

menggunakan sub-interface. Kemudian router akan mem-forward traffic VLAN yang di tag menuju VLAN tujuan pada interfacephysical yang sama. Sub-interface adalah beberapa interface virtual yang diasosiasikan dengan interface physical. Sub-interface ini dikonfigurasikan dengan software pada router yang secara independent dikonfigurasikan dengan ip address dan VLAN untuk beroperasi pada VLAN tertentu. Subinterface dikonfigurasikan untuk beberapa subnet yang berbeda namun berhubungan dengan VLAN

PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011

Page 3

lain yang memfasilitasi routing secara logical sebelum frame data di tagVLAN dan dikirimkan ke physical
interface.

Static route
Pada suatu jaringan bisnis berskala besar atau enterprise yang terdiri dari banyak lokasi yang tersebar secara remote, maka komunikasi antar site dengan management routing protocol yang bagus adalah suatu keharusan. Baik static route ataupun dynamic routing haruslah di design sedemikian rupa agar sangat efficient. Suatu static route adalah suatu mekanisme routing yang tergantung dengan routing table dengan konfigurasi manual. Disisi lain dynamic routing adalah suatu mekanisme routing dimana pertukaran routing table antar router yang ada pada jaringan dilakukan secara dynamic. Lihat juga artikelmemahami IP routing protocols. Dalam skala jaringan yang kecil yang mungkin terdiri dari dua atau tiga router saja, pemakaian static route lebih umum dipakai. Static router (yang menggunakan solusi static route) haruslah di configure secara manual dan dimaintain secara terpisah karena tidak melakukan pertukaran informasi routing table secara dinamis dengan router-router lainnya. Lihat juga artikel tentang memahami hardware router. Suatu static route akan berfungsi sempurna jika routing table berisi suatu route untuk setiap jaringan didalam internetwork yang mana dikonfigure secara manual oleh administrator jaringan. Setiap host pada jaringan harus dikonfigure untuk mengarah kepada default route atau default gateway agar cocok dengan IP address dari interface local router, dimana router memeriksa routing table dan menentukan route yang mana digunakan untuk meneruskan paket. Lihat juga DNS forwarding untuk memahami default gateway. Konsep dasar dari routing adalah bahwa router meneruskan IP paket berdasarkan pada IP address tujuan yang ada dalam header IP paket. Dia mencocokkan IP address tujuan dengan routing table dengan harapan menemukan kecocokan entry suatu entry yang menyatakan kepada router kemana paket selanjutnya harus diteruskan. Jika tidak ada kecocokan entry yang ada dalam routing table, dan tidak ada default route, maka router tersebut akan membuang paket tersebut. Untuk itu adalah sangat penting untuk mempunyai isian routing table yang tepat dan benar. Static route terdiri dari command-command konfigurasi sendiri-sendiri untuk setiap route kepada router. sebuah router hanya akan meneruskan paket hanya kepada subnet-subnet yang ada pada routing table. Sebuah router selalu mengetahui route yang bersentuhan langsung kepada nya

PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011

Page 4

keluar interface dari router yang mempunyai status up and up pada line interface dan protocolnya

V. Alat dan Bahan 1. Software paket tracer 5.1. 2. PC/Laptop. VI.Langkah kerja
1. Inter VLAN Router a. Buatlah jaringn sesuai gambar

b. Konfigurasi ip addres VLAN administrasi dengan network 192.168.1.0/24 berikut ini konfiguras ip addres pada salah satu PC.

PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011

Page 5

c. Membuat jaringan VLAN manajemen.

d. Konfigurasi ip addres VLAN manajemen dengan network 192.168.2.0/24. Berikut ini merupakan salah satu contoh configurasi ip addres.

PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011

Page 6

e. Konfigurasi swict VLAN

f.

Tambahakan 1 buah router pada switch interface 24 dan interface fa0 pada router.

PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011

Page 7

h. Pengecekan koneksi dengan ping

PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011

Page 8

2. Static Router
a. Buatlah jaringan network seperti berikut

b. Konfigurasi masing masing komputer dengan ip addres yang diinginkan.

PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011

Page 9

c. Konfigurasi

d. Pengecekan dengan Ping

PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011

Page 10

PEMBAHASAN dan TROBELSUTING


Bahan Diskusi 1. 9 komputer dapat saling berhubungan. Gambar simulasi

Konfigurasi a. Router 2

PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011

Page 11

b. Router 12

PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011

Page 12

c. Router 13

PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011

Page 13

PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011

Page 14

Tabel Routing a. Router 2 Destination 192.168.1.0 192.168.2.0 192.168.3.0 192.168.4.0 192.168.5.0 Netmask /24 /24 /24 /24 /24 Gateway * * 192.168.2.253 192.168.2.253 192.168.4.253

b. Router 2 Destination 192.168.1.0 192.168.2.0 192.168.3.0 192.168.4.0 192.168.5.0 Netmask /24 /24 /24 /24 /24 Gateway 192.168.2.254 * * * 192.168.5.253

c. Router 2 Destination 192.168.1.0 192.168.2.0 192.168.3.0 192.168.4.0 192.168.5.0 Netmask /24 /24 /24 /24 /24 Gateway * * 192.168.4.253 192.168.4.253 192.168.2.254

PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011

Page 15

PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011

Page 16

KESIMPULAN
Berdasarkan praktikum yang kami lakukan dapat ditarik beberapa kesimpulan mengenai Inter-VLAN Routing dan Static Routing, yaitu :

1. Inter-VLAN Routing adalah proses memforward traffic network dari satu VLAN ke VLAN yang lain menggunakan router. 2. Untuk inter-VLAN dapat menggunakan satu router untuk dihubungkan ke beberapa VLAN. 3. Router harus tersedia interface fastethernet selain itu IOS juga harus mendukung trunking. 4. Routing statis adalah konsep komunikasi data yang menggambarkan salah satu cara untuk mengkonfigurasi pemilihan path dari router dalam jaringan komputer. 5. Untuk router static tidak perlu menggunakan VLAN. 6. Proses routingnya lebih mudah karena tidak perlu menyeting VLANnya. 7. Untuk membuat rangkaian jaringan dengan menggunakan static routing sebaiknya membuat tabel routing terlebih dahulu. 8. Tabel routing berfungsi untuk IP yang perlu ditambahkan dalam rangkaian jaringan tersebut.

9. Static routing dapat mengatur pengiriman IP hingga sampai ke tujuannyabaik untuk host
yang berada di dalam satu jaringan atau terhubung langsung maupun untuk host yang berada di jaringan yang berbeda atau tidak saling terhubung.

PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011

Page 17

DAFTAR PUSTAKA
http://komunitasituny.blogspot.com/2012/03/inter-vlan-routing-cisco-paket-tracert.html http://www.sysneta.com/static-route

PENDIDKAN TEKNIK INFORM ATILA ANGKATAN 2011

Page 18