Anda di halaman 1dari 14

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PADA USAHA KECIL Fongnawati Budhijono Kristyowati

( Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Satya Wacana Salatiga )

Abstract
Successful companies and high performance business know how to adapt to continuously changing marketplace. Realized their constraints, small business management quite frequent apply flexibel strategies to cope with market forces. Quite often their strategies are set up by considering their accounting information system, which are depend on many independent variables. In this research we try to find out the effect off our independent variables, which are educational background, leadership experience, type of business dan business scale to the usage of accounting information system in small business. Based on regression analysis, we can find that all toghether educational background, leadership experience, type of business dan business scale have significant effect to the usage of accounting information system in small business, but partially only educational background has positif and significant effect.

Key concepts:

Information experience

of accountancy at micro business, background of education, of managing business, variable of job title, business scale. Terlepas dari kiat-kiat yang ditempuh, kelemahan yang sering dijumpai pad a usaha kecil adalah dalam keorganisasian, keuangan, administrasi, pembukuan dan pemasaran. Kelemahan keorganisasian umumnya berupa tidak jelasnya struktur organisasi dan pembagian tugas serta wewenang. Selain itu status karyawan, seringnya unsur keluarga diikutcampurkan ke dalam persoalan-persoalan usaha, sistem penggajian dan kepegawaian yang tidak beres. Kelemahan di bidang pemasaran, berupa ketidakserasian antara program produksi dan penjualan. Kurangnya penelitian pasar juga menjadikan mereka tidak tahu dengan jelas bagaimana posisi pasarnya, cara menghadapi persaingan, apa guna promosi, dan lain-lain. Berbagai kekurangan ini sering memunculkan jebakan melakukan perluasan usaha yang emosional tanpa dukungan data dan fakta yang aktual. Dalam bidang keuangan, ada hal-hal yang sering diabaikan para pengusaha

Latar Belakang
Perubahan lingkungan bisnis yang cepat dewasa ini menjadikan persaingan usaha semakin ketal. Hanya perusahaan yang memiliki berbagai keunggulan kompetitif dalam mengelola berbagai informasi, sumber daya manusia, alokasi dana, penerapan teknologi, sistem pemasaran dan pelayanan yang akan mampu memenangkan persaingan. Menyadari berbagai keterbatasan yang dimiliki, pada umumnya usaha kecil mempunyai strategi tersendiri, yaitu dengan membuat produk yang khusus, unik, dan spesial dengan daerah pemasaran yang tidak terlalu jauh sehingga perilaku konsumen dapat benarbenar dipahami serta komunikasi dengan konsumen berjalan cepat, disamping juga menghindari bersaing langsung dengan usaha besar. Keterbatasan permodalan menjadikan mereka bersifat luwes dan sering menghasilkan inovasi-inovasi untuk dapat berkembang menjadi besar.

Sistem Informasi Akuntansi Pada Usaha Keci/, Fongnawati Budhijono, Krist yo wa ti

47
7/24

http://www.univpancasila.ac.id

kecil, kebanyakan mereka tidak atau belum menerapkan prinsip-prinsip pengelolaan keuangan yang baik, terutama usaha kecil perorangan. Pengendalian keuangan umumnya tanpa pedoman terinci per tahun, tri wulan, per bulan atau mingguan. Kelemahan ini seringkali terungkap ketika mereka akan mengambil kredit di bank, kebanyakan mereka belum memiliki sistem pembukuan yang teratur dan tertib. Hal lain yang sering dianggap remeh adalah tidak adanya batasan tegas dan jelas antara harta pribadi dengan usaha. Seorang pengusaha yang juga pemilik tunggal sering mengabaikan gajinya sendiri atau anggota keluarganya yang ikut terlibat dalam usaha. Dalam bidang pembukuan dan administrasi, banyak pengurus usaha kecil yang tidak membiasakan diri membuat catatan-catatan tentang kegiatan-kegiatan yang terjadi dalam usahanya. Data transaksi, keuangan, janjijanji dagang, harta, persediaan dan sebagainya sangat terbatas sekali. Proses produksi menjadi terhambat hanya akibat tidak diketahui bahwa persediaan sudah habis karena tidak ada catatan gudang atau produksi. Pemilik hanya mengandalkan daya ingat dengan sedikit catatan untuk menunjang kebijaksanaan yang diambil. Mereka cenderung menggunakan naluri dalam mengelola usahanya. Dalam prinsip pengelolaan modern, catatan tentang semua aktifitas usaha mutlak diperlukan. Kebijaksanaan usaha hanya dapat diambil dengan tepat jika tersedia cukup data yang menunjang. Data ini berasal dari hasil evaluasi atas jalannya usaha. Jika catatan aktifitas usaha tidak tersedia, tentunya evaluasi itu tidak dapat dilakukan dengan baik. Penggunaan informasi akuntansi yang memadai merupakan suatu alat bagi pemilik untuk mengarahkan dan mengendalikan usaha-usaha yang melampaui pengamatan dan pengawasan

perorangan yang tidak dapat dijalankannya sendiri. Beberapa penelitian telah dilakukan di Indonesia, menunjukkan bahwa praktek akuntansi usaha kecil di Indonesia belum berjalan dangan baik. Banyak kelemahan dalam praktek akuntansi pada usaha kecil. Kelemahan tersebut disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain faktor pendidikan dan overload standar akuntansi yang dijadikan pedoman dalam penyusunan pelaporan keuangan. Selain itu faktor yang lain adalah ukuran bisnis, masa memimpin operasional usaha dan sektor industri. Penelitian yang dilakukan Murniati (2002), varia bel yang secara signifikan mempengaruhi penyiapan dan penggunaan informasi akuntansi di perusahaan kecil adalah pendidikan pemilik dan subsektor industri. Sedangkan menurut penelitian Holmes dan Nicholls (1989) menyatakan bahwa ukuran bisnis, masa manajemen memimpin operasional usaha, sektor industri, dan pendidikan pemilik atau manajer usaha berpengaruh secara signifikan terhadap penggunaan sistem akuntansi di perusahaan kecil. Dari hasil penelitian di atas, penulis ingin membandingkan hasil penelitian tersebut dengan periode yang berbeda serta dengan ruang lingkup yang berbeda pula. Apakah dengan varia bel yang sama akan memberikan hasil yang sama dengan penelitian yang terdahulu. Gambaran Obyek penelitian Sebagai obyek dalam penelitian ini adalah usaha-usaha kecil yang ada di kota Salatiga, baik industri rumah tangga maupun usaha kecil untuk pertanian atau jasa pariwisata dan jasa umum yang memiliki tenaga kerja 1-19 orang dan mempunyai modal sendiri tidak lebih dari 150 juta rupiah serta turn over tidak melebihi 600 juta rupiah per tahun. Untuk usaha industri, pertambangan dan jasa konstruksi diambil yang mempunyai modal

Akuntabilitas, Volume 5, No.1 September 2005, 47 - 60


http://www.univpancasila.ac.id 7/24

48

sendiri berjumlah maksimum 250 juta rupiah dan perputaran modal maksimum 1 milyar rupiah per tahun.
Masalah Penelitian

memiliki tenaga kerja antara 1-19 orang. (BPS Indonesia, 2000) Menurut Laporan Hasil-hasil Rapat
Kerja Nasional ke I Kompartemen Pembinaan Pengusaha Keeil Kadin Indonesia, Jakarta, Maret 1985,

Banyak kegagalan perusahaan keeil dalam usahanya, dikarenakan kurangnya informasi akuntansi dalam manajemen perusahaan. Seringkali pemilik mengabaikan masalah peneatatan semua kegiatan usaha yang sangat diperlukan bagi kelanearan dan pengelolaan usaha. Ketersediaan informasi yang baik semestinya dapat membantu mereka dalam mengelola organisasi seeara menguntungkan.
Tujuan Penelitian dan Manfaat

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui sejauh mana latar belakang pendidikan dan pengalaman memimpin pemilik usaha, jenis usaha serta skala usaha mempengaruhi penggunaan sistem informasi akuntansi. lnformasi yang diperoleh diharapkan dapat membantu pihak-pihak yang berkepentingan terhadap usaha keeil sehingga dapat mengambil keputusan bisnis yang rasional serta sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijaksanaan khususnya dalam pembinaan akuntansi pada usaha keeil dan pembinaan sub sektor usaha keeil pada umumnya.
LANDASAN TEORI Sistem Informasi Akuntansi

membagi berdasarkan sektor-sektor usaha yaitu usaha perdagangan, pertanian atau jasa pariwisata dan jasa umum terdapat modal sendiri yang jumlahnya tidak melebihi 150 juta rupiah dan perputaran modal (turn over) tidak melebihi 600 juta rupiah per tahun. Untuk usaha industri, pertambangan dan jasa konstruksi, modal sendiri berjumJahmaksimal 250 juta rupiah dan perputaran modal maksimal 1 milyar rupiah per tahun. Sistem informasi akuntansi merupakan suatu sistem informasi yang menerima data, kemudian mengolahnya menjadi informasi, berupa informasi keuangan (Muhammad Yusuf, 2000). Informasi yang dihasilkan tersebut ditujukan kepada pihak eksternal perusahaan dan internal perusahaan, yang berguna untuk pengambilan keputusan ekonomik. Sistem informasi akuntansi harus berstruktur, mudah dijalankan dan memungkinkan untuk segera mendeteksi kesalahan. Sistem informasi harus dapat memberi petunjuk untuk menemukan penyebab dan lokasi kesalahan. Oleh karena itu, sistem, prosedur dan teknik pemrosesan eukup penting untuk dipahami karena sistem pemrosesan data mempengaruhi kualitas dan jenis informasi yang dihasilkan. Didalam perusahaan penggunaan sistem informasi akuntansi sangat penting untuk berbagai kebutuhan dalam pengambilan keputusan. Terutama bagi usaha keeiJ yang akan terus berkembang, sistem informasi akuntansi merupakan alat bagi pemilik usaha untuk dapat mengarahkan dan mengendalikan usahanya untuk dapat mengelola organisasi seeara

Sistem Informasi Akuntansi didefinisikan sebagai manusia dan sumber-sumber modal suatu organisasi yang bertanggung jawab untuk penyiapan informasi keuangan dan juga informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data transaksi (Barry E.
Cushing, 1996) Usaha Kecil

Usaha Keeil adalah perusahaan yang

Sistem Informasi Akuntansi Pada Usaha Keeil, Fongnawati Budhijono, Kristyowati

http://www.univpancasila.ac.id

7/24

49

menguntungkan guna menunjang kelangsungan hidup perusahaan. Masih banyak usaha kecil yang belum menggunakan secara maksimal informasi akuntansi dalam usahanya. Pengusaha kecil umumnya belum melakukan perencanaan, pencatatan serta pelaporan keuangan yang rutin dan tersusun baik. Hal ini menyebabkan perusahaan tidak mempunyai dokumentasi informasi kegiatan usaha dengan baik. Akibatnya, pada saat perusahaan harus berhubungan dengan pihak luar, misalnya pengajuan kredit, tidak dapat ditunjukkan laporan keuangan perusahaan. Kalaupun pengusaha sudah melakukan pencatatan, cara dan sistem pencatatannya tidak sesuai dengan sistem pencatatan yang standar. Pengaruh Latar Belakang Pendidikan Pemilik terhadap Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi Dalam hal pendidikan, sangat jelas bahwa skills dalam segala bidang mulai dari buruh hingga manajer sangat menentukan keberhasilan suatu usaha. Hasil studi empiris dari Mc Pherson di Afrika memperlihatkan bahwa tingkat sumber daya manusia sangat berpengaruh terhadap laju pertumbuhan output dan perkembangan industri rumah tangga. Peningkatan efisiensi dan produktifitas sangat dibutuhkan oleh tingkat ketrampilan atau pendidikan pekerja dan pengusaha atau manajer (Mc Pherson, 1996). Penelitian Murniati (2002) menyebutkan bahwa pendidikan pemilik atau manajer mempengaruhi secara signifikan terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi pada perusahaan kecil. Kemampuan dan keahlian pemilik atau manajer perusahaan kecil sangat ditentukan dari pendidikan formal yang pernah ditempuh. Tingkatan pendidikan formal yang rendah (SD sampai SMU) dari manajer perusahaan, penggunaan sistem

informasi akuntansi akan lebih rendah dibandingkan dengan pemilik atau manajer dengan pendidikan yang tinggi (Perguruan Tinggi). Pengaruh Pengalaman Memimpin terhadap Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi Pengalaman adalah sesuatu hal yang pernah dialami, diketahui, dikerjakan, dirasakan, ditanggung, dan sebagainya.
(Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2002).

Pengalaman memimpin usaha merupakan masa atau lamanya seseorang pernah menjadi pimpinan suatu usaha. Dalam penelitian ini tingkat pengalaman memimpin usaha diukur pada saat seseorang tersebut mulai menerima tanggungjawab sebagai pemimpin usaha sampai penelitian ini dilaksanakan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan Holmes dan Nicholls (1989), masajabatan pemimpin mempengaruhi secara signifikan terhadap penggunaan informasi akuntansi pada perusahaan kecil. Dalam memimpin operasional suatu usaha, pemimpin akan memperoleh pengala man dari berbagai pihak baik dari luar perusahaan maupun dari dalam perusahaan. Pengalaman pengelolaan perusahaan manajer akan terus bertambah seiring dengan masa jabatannya memimpin usaha. Semakin lama seseorang memimpin suatu usaha, maka semakin banyak memperoleh pembelajaran bagaimana ia dapat mengelola usaha. Pengaruh Jenis Usaha terhadap Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi Jenis usaha suatu perusahaan akan memberikan variasi informasi akuntansi yang perlu disiapkan dan digunakan. Penelitian Holmes dan Nicholls (1989) memperlihatkan bahwa kelompok atau sektor industri mempengaruhi jumlah

Akuntabilitas,

Volume 5, NO.1 September

2005, 47 - 60
7/24

50

http://www.univpancasila.ac.id

informasi akuntansi yang disiapkan dan digunakan perusahaan kecil. Hasil penelitian tersebut memperlihatkan bahwa informasi akuntansi statutory, budget, additional lebih banyak disiapkan dan digunakan dalam sektor manufaktur dibandingkan dengan sektor lain, sedangkan informasi akuntansi statutory dan budget lebih banyak disiapkan dan digunakan sektor transportasi. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Murniati (2002), Statutory merupakan informasi akuntansi yang diwajibkan oleh undangundang yang berlaku, misalnya laporan laba rugi, arus kas, neraca dan laporan perubahan modal. Budget (anggaran) merupakan data perencanaan keuangan perusahaan, seperti anggaran penjualan, anggaran biaya produksi, anggaran biaya operasi, dan anggaran arus kas. Sedangkan additional merupakan informasi tambahan yang biasanya disediakan untuk keperluan pengolahan perusahaan dan untuk mendukung pengambilan keputusan yang lebih baik, misalnya laporan biaya produksi, rasio keuangan, titik impas, laporan sumber dan penggunaan modal kerja, daftar umur piutang dan laporan posisi persediaan.
Konferensi Nasional Usaha Keei/" di Jakarta, tanggal 7-8 Oktober 1988,

mempekerjakan antara 1 sampai 4 orang, usaha disebut industrial cottage dan bila mempekerjakan antara 5 sampai 19 orang tenaga kerja disebut industri skala kecil. Dalam penelitian ini kategori industrial cottage dimasukkan dalam kategori usaha kecil. Hasil penelitian Holmes dan Nicholls (1989), skala usaha berhubungan positif terhadap tingkat penyediaan akuntansi. Apabila skala usaha meningkat, maka proporsi perusahaan dalam penyediaan informasi akuntansi meningkat.
Model

Dalam penelitian ini digunakan model penelitian sebagaimana tampak pada gambar 1.
Latar belakang pendidikan Pengalaman memimpin Jenis usaha Skala usaha

Penggunaan SIA pada usaha kecil

membagi usaha kecil ke dalam beberapa sektor yaitu, sektor pertanian, industri pangan, industri tekstil, industri kayu dan kerajinan, industri kulit, industri logam, industri perdagangan dan jasa.
Pengaruh Skala Usaha Penggunaan Sistem Akuntansi terhadap Informasi

Gambar 1 Modellatar belakang pendidikan, pengalaman memimpin dan jenis usaha mempengaruhi penggunaan SIA pada usaha keei/ METODOLOGI PENELITIAN Gambaran Populasi dan Sampel

Skala usaha merupakan ukuran besaran suatu usaha. Dalam usaha kecil, skala usaha tercermin dari segi jumlah tenaga kerja full time (Murniati, 2003). BPS mendefinisikan usaha kecil didasarkan pada jumlah tenaga kerja yang diserap. Bila aktifitas usaha

Sebagai populasi dalam penelitian ini adalah semua usaha kecil di kota Salatiga, yang berjumlah 1761 Unit Usaha. Penentuan jumlah sampel yang akan diteliti mengacu pada rules of thumb yang diajukan Roscoe (1975), dalam analisis berganda ukuran sam pel adalah kelipatan (sepuluh kali atau lebih) jumlah variabel
7/24

Sistem Informasi Akuntansi Pada Usaha Keei/, Fongnawati Budhijono, Kristyowati

http://www.univpancasila.ac.id

51

(Supramono & Intyas Utami, 2003 : 65). Penelitian ini menggunakan lima variabel, jadi jumlah sampel yang diteliti minimal berjumlah 50 atau lebih. Pengambilan sam pel menggunakan Judgement sampling method dengan memfokuskan penelitian pada pemilik usaha dengan pertimbangan pemilik yang sekaligus sebagai pengelola usaha memiliki informasi yang dibutuhkan dalam penelitian ini.
Aras Pengukuran Konsep

Butir pertanyaan

Corrected Item Total Correlation ( r)

Dalam penelitian ini, konsep diukur pad a aras pengukuran interval, sedangkan untuk tingkat penggunaan sistem informasi akuntansi, diukur dengan menggunakan skala 0 hingga 4 dengan ketentuan pilihan jawaban sangat tidak setuju, tidak setuju, ragu-ragu, setuju, sangat setuju. Data diperoleh melalui kuisioner yang disebarkan kepada para pemilik usaha kecil di kota Salatiga. Dalam penelitian ini kuesioner disusun dengan 21 pernyataan untuk mengukur tingkat penggunaan sistem informasi akuntansi pada perusahaan kecil. Analisis dimulai dengan menguji validitas terlebih dahulu, baru diikuti oleh uji reliabilitas. Dari tampilan output SPSS (reliability analysis) pada kolom Corrected Item - Total Correlation terlihat bahwa nilai r masing-masing butir pernyataan (butir 1- butir 21) nilainya > r tabel ( nilai r tabel dengan df 66 = 0,16). Jadi dapat disimpulkan bahwa masing-masing pernyataan adalah valid. Dari tampilan Reliability Analysis, didapat nilai Cronbach Alpha = 0,9334. Angka ini jauh di atas 0,06, jadi dapat disimpulkan bahwa reliabilitas dari konstruk atau variabel penggunaan sistem akuntansi tinggi.
Tabel1

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21

0.5154 0.8010 0.6730 0.6289 0.7408 0.5462 0.6374 0.4760 0.7394 0.6115 0.7606 0.6431 0.7119 0.4847 0.3939 0.6278 0.7057 0.6207 0.6289 0.5593 0.3114

Jumlah 70 responden rtable 0,16 ALPHA 0.9334 Sumber : Data Primer 2004 Teknik Analisis

Analisis Reliabilitas dan Validitas dengan Cronbach Alpha

Dalam penelitian ini digunakan analisis regresi berganda untuk menganalisis hubungan dependensi antara satu variabel dependen dengan empat variabel independen. Model sam pel untuk anal isis regresi berganda: Y = a+b,x, + b;cz + b;C3 + b;C4 + e Keterangan : Y penggunaan sistem informasi akuntansi pada usaha kecil a konstanta b1 koefisien regresi variabel latar belakang pendidikan b2 koefisien regresi variabel pengalaman memimpin usaha

Akuntabilitas,

Volume 5, NO.1 September

2005, 47 - 60
7/24

52

http://www.univpancasila.ac.id

koefisien regresi variabel jenis usaha b4 koefisien regresi variabel skala usaha Sebelum melakukan pengujian hipotesis melalui anal isis regresi, data terlebih dahulu perlu diuji dengan asumsi klasik yang meliputi uji multikoliniearitas, autokorelasi, heterokedastisitas dan normalitas. b3
ANALISIS DAN BAHASAN ANALISIS

Jenis Usaha

Untuk mengukur jenis usaha digunakan variabel dummy, yaitu dengan angka 1 untuk jenis usaha manufaktur dan angka a untuk jenis usaha non manufaktur.
Tabel1.3

Gambaran jenis usaha responden


Jenis usaha skor Manufaktur 1 Non manufaktur 0 Total Sumber: data prima-2004 Skala Usaha Tabel1.4 Frekuensi 19 51 70
%

Hasil pengolahan data beserta bahasannya diperoleh dari pengambilan kuesioner terhadap 70 orang pemilik usaha kecil di kota Salatiga.
Latar Belakang Pendidikan Tabel1.1

27,14 n,85 100

Gambaran skala usaha responden


Jumlah pekerja 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Frekuensi 24 19 8 4 6 1 % 34.29 27.14 11.43 5.71 8.57 1.43 0.00 1.43 0.00 1.43 1.43 0.00 0.00 1.43 1.43 0.00 1.43 1.43 1.43

Gambaran latar belakang pendidikan responden


Pendidikan Skor 1 SO SlTP 2 SlTA 3 Diploma 4 Sarjana 5 Pasca sariana 6 Total Sumber data primer responden) Pengalaman Memimpin Tabel1.2 frekuensi % 16 22,86 7 10 28 40 8 11,43 10 14,28 1,43 1 70 100 2004 (Iampiran-data

a
1

a
1 1

11 12 13 14 15 16 17 18 19

Gambaran pengalaman memimpin


Pengalaman Skor frekuensi % memimpin <1 tahun 4,29 0 3 1 10 14,29 1 - 2 tahun 11,43 2 - 3 tahun 2 8 3 - 4 tahun 7 10 3 4 - 5 tahun 4 4 5,71 > 5 tahun 54,28 5 38 Total 70 100 Sumber data primer 2004 (Iampiran-data responden)

a a
1 1

a
1 1 1

Total 70 100.00 Sumber : data primer 2004

Sistem Informasi Akuntansi Pada Usaha Keei/, Fongnawati Budhijono, Krist yo wa ti


http://www.univpancasila.ac.id 7/24

53

Penggunaan Sistem Informasi Akuntansi Untuk mengetahui tingkat penggunaan sistem informasi akuntansi, disajikan 21 pernyataan dengan kategori jawaban SS, S, E, TS, STS, dan diberi skor 0 sampai 4. Tabel1.5 penggunaan SIA responden Penggunaan Sistem Infonnasi Akuntansi 2,6204 0,75087 1 4

Gambaran Statistik

Mean Std. Deviation Min Max Range 3 70 N Sumber : data primer 2004 (Iampiran-data

responden)

Tingkat penggunaan sistem informasi akuntansi mempunyai rata-rata (mean) 2,6204 dengan standard deviasi sebesar 0,75087. Tingkat panggunaan yang paling rendah adalah 1 dan tingkat yang paling tinggi adalah sebesar 4. Tabel1.6 rata-rata penggunaan
RATA.RATA PEI'3GUNAAN RES PONllEN Jl.RNAL 1 2 3 4 5 8 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 1 1.75 2.75 3.25 2 3.5 3 3 3 3.75 2.75 2.75 3.75 3.75 3.25 2.25 1.75 3.25 3.75 4 1.75 KAS 2.3 1.5 2.8 2.8 3 4 2.5 3.8 3 3.3 3.5 2.3 3.5 3.3 1.5 1 3 4 3.8 3.3 2.3 PEMBE~ PENJUALAN 1.6666667 1 2.3333333 3.886&667 3.3333333 3.666&667 2.3333333 3.3333333 3 1.666&667 3.3333333 2.3333333 3.666&667 3.3333333 2 2.3333333 3 3.666&667 3.6666867 2.666&667 2.666&667 PERSECIAAN BARANG 1 1 2 3 2 3 1 3 3 1 3 3 3 1 1 1 3 3 3 4 3 NOTA 1 3 3 3.5 2 4 3 3.5 3 2 2.5 3 3.5 2 3 3 3.5 3.5 4 4 2 PERHlUNGAN GAol 2 1 3 3 0 3 3 4 3 3 3 3 4 3 2 3 3 4 4 4 1 lITANGI PllITANG 2 1.6667 2 4 1 3 2 3.3333 2.6667 2.3333 2.6667 3.3333 2.3333 4 1.6667 3 2 3.6667 4 3.3333 1.3333 LABA RUGI 1 2 1 1 1.5 3 2.5 1 3 3 2.5 3 2.5 0.5 1 1 2 3 4 3 1.5 MOOAL 1 1 2 3 0 3 3 2 3 1 3 3 3 4 1 1 0 3 4 4 1 RATARATA 1A35 1.546 2.315 3.019 1.648 3.352 2.481 2.991 2.963 2.333 2.917 2.852 3.25 2.7511 1.824 1.954 2.3111 3.454 3.7&6 3.583 1.833

Gambaran

SIA responden

Akuntabilitas,

Volume 5, No.1 September 2005, 47 - 60


http://www.univpancasila.ac.id 7/24

54

22 23 24 26 28 27 28 28 30 31 32 33 34 36 36 37 38 39 40 41 42 43 44 46 46 47 48 49 60 61 62 63 64 66 66 67 68 69 80 61 62 63 64 86 66 67 68 69 70

275 25 3 3 275 1.5 1


4

2.5 2 25 35 2.5 0.8 2 33


4

2.3333333 16666667 2.6666667 23333333 3 16666667 16666667 26666667


4

3
1

3 2 3 3 25 1 1
4 4

2 2 3 2 3 1 1
4 4

26667 2 3 2.6667 2 1 3 2.6667 3.3333 1.6667 1.6667 2.6667 26667 1 1.6667 2 3.6667 2.6667 3.3333 1.6667 3 2.3333 3 36667 3 1.6667 3 3 3.6667 3.6667 2.3333 0.6667 3 2 4 4 0.3333 3 1.3333 3.6667 3 1.6667 3 1.3333 3.3333 1.6667 2.3333 3.6667 0.6667 2.6333

1.5 3 1 3 2 0 1 1.5 3 1 2 3 3 1 2.5 3 2 0 3.5 1.5 3.5 1 2 1.5 2 1 3.5 1.5 3 3.5 2.5 0 1 0 4 4 1 1 3 3 1.5 2 2 3 2.5 2 3 4 0 2.06 1 3 3 1

3 3 3 3 3 1 1
4

2.628 2.13 2.463 2.833 2.628 0.991 1.407 3.343 3.676 1.37 1.862 3.046 2.769 1.628 2.843 3.083 2.666 3.407 3.87 2.037 3.186

3 2 1 1
4 4

375 2 2.5 3.5 3.25 2 3.25 3.5 15


4 4

2 1 3.3 3 1.8 35 3.3 35 4


4

1.6666667 2 3 3

1 3 3 1 0 2
4

1 0.5 3 3 3 3
4

1 1 3 3 3
4 4

3 3 3 1 3 0 3 4
4

2.6666667
4

3.3333333
4

2
4 4

2
4

2 4 4 1
4

4 2.6666667 3.6666667 16666667 3

4 35 3 2 25 3.5 3 2.5 3 15 35
4 4

1.75 15 1.5 3 325 3 2 3.25 3 3.25


4

3.3 3 1.5 2
4

3
4

3 3 3 3 3 3 2 3
4

1 3
4

3 3 3 1 2 1 1 3 1 1 0
4

1.889 2.722 3.287 2.63 1.964 2.889 2.083 3.464 3.083 2.464 0.928 3.666 1.674 4 4 1.667 2.778 2 3.186 2.464 1.907 2.269 1.896 2.6 2.389 3.13 3.472 0.928 2.66

3.6666667 26666667 1.6666667 3 2 36666667 33333333 2 16666667


4

3 18 3.3 28
4

3 2 3 2 4 1 3 2
4

33 15 1.5
4

275 1
4

3 1
4

0.5
4

2
4 4

1
4 4

1.6666667
4 4

3
4 4

2.5
4

1
4

1
4 4

4 2.5 3 3 3 2.5 2 2.5 1 3 3 3


4

4 3 3 3 4 3 3 2 1 2 3 4
4

25 3 2 3.25 3.75 2.5 2.5 1.75 3 3.5 3.25 375 1 2.810

2.3 3 2 2.8 3 2 2 2 2 3 33 35 1.5 2.7

1.3333333 3 '.6666667 3 2.3333333 2 2.3333333 2 2.6666667 2.3333333 33333333 3.3333333 16666667 2.6962381

1 3 1 3 1 1 3 2 1 1 3 3 1 2.4142867

3 1 3 2 1 1 3 3 2 3 2 0 2.214

0.5 2.81

2 2.767143

RATA RATA

http://www.univpancasila.ac.id

7/24

Sistem Informasi Akuntansi Pada Usaha Keeil, Fongnawati 8udhijono, Krist yowa ti

55

Paparan di atas menggambarkan bahwa responden sudah mengetahui dan menggunakan catatan jurnal, kas, pembelian I penjualan, nota atau faktur. Mereka juga sudah memperhitungkan gaji untuk pekerjanya. Sedangkan untuk catatan persediaan barang, dan perhitungan laba rugi serta modal mempunyai rata-rata lebih rendah. Artinya sebagian besar pemilik usaha tidak atau belum menggunakan catatan persediaan barang, perhitungan laba rugi serta perhitungan modal. Uji Asumsi Klasik Uji multikolinieritas dilakukan dengan melihat nilai tolerance dan VIF. Multikolinieritas terjadi jika nilai toleransi dibawah 0,10 dan VIF di atas 10. Dari tabel terlihat bahwa nilai tolerance semua variabel bebas di atas 0,10 dan nilai VIF

di bawah 10. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak ada multikoliniearitas diantara variabel bebas. Tabel1.7 Nilai Tolerance dan VIF Variabel X1 X2 X3 X4 Sumber : data tolerance 0,777 0,915 0,755 0,752 primer 2004 VIF 1,287 1,093 1,325 1,330 (Iampiran

regresi-collinearity statistics) Dalam tampilan SPSS terlihat bahwa nilai Durbin Watson sebesar 2,009 sedangkan batas atas (du) sebesar 1,74 jadi dapat dikatakan bahwa pada model regresi tidak ada problem autokorelasi.

Model Summary
Adjusted R Model R R Square Square 1 .503 .253 .207 a Predictors: (Constant), X-I, X2, Xl, X3 h Dependent Variahle: Yl Std. Error of the Estimate .669 Durbin-Watson 2.009

Untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain dapat dilihat dari hasil output SPSS yang meregresikan variabellogaritma dari kuadrat residual sebagai variabel dependen. Apabila koefisien parameter beta dari persamaan regresi tersebut signifikan secara statistik, maka dalam data model empiris yang diestimasi terdapat heterokedastisitas. Terlihat dari tampilan SPSS di bawah, koefisien parameter variabel be bas tidak ada yang signifikan secara statistik, maka dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat haterokedastisitas. Coefficients Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Std. Error Beta .575 .117 -.080 .089 .059 .381 -.051 .039 -.259 t -1.114 -.596 .481 -.376 -1.895 Sig. .269 .553 .632 .708 .063

B 1 (Constant) -.641 X1 -6.981 E-02 X2 4.295E-02 X3 -.143 X4 -7.468E-02 Dependent Vanable: LNU21

Akuntabilitas,

Volume 5, NO.1 September

2005, 47 - 60
7/24

56

http://www.univpancasila.ac.id

Dengan melihat tampilan grafik histogram maupun grafik normal dapat disimpulkan bahwa grafik histogram memberikan pola distribusi yang mendekati normal. Sedangkan pada grafik normal plot
!

terlihat titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal, serta penyebarannya mengikuti arah garis diagonal. Kedua grafik ini menunjukkan bahwa model regresi layak dipakai karena memenuhi asumsi normalitas.

Histogram Dependent Variable: Y1

Freq
Std. Dev = .97 Mean = 0.00 N = 70.00 -2.00 -1.50 -100-.50 2.50 0.0 0 .50 1.00 1.50 2.00 2.50 3.00

R egress ion Sta nda rdized Residual

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual Dependent Variable: Y1


1.00

.75

Expected Cum Probe


.50

.25

000 0.00
.25 .50

.75

1.00

Observed Cum Probe

Sistem Informasi Akuntansi Pada Usaha Keeil, Fongnawati Budhijono, Kristyowati


I

57
7/24

http://www.univpancasila.ac.id

Tabel1.8 Hasil analisa regresi berganda latar belakang pendidikan, pengalaman memimpin, jenis usaha dan skala usaha terhadap penggunaan SIA pada usaha kecil Variabel Konstanta X1 X2 X3 X4 Koefisien b 2,012 0,191 -0,00509 0,139 0,003859 5,511 0,001 0,207 F value signifikansi Adjusted R2

Sumber : data primer 2004 Dengan menggunakan anal isis regresi berganda diperoleh persamaan : akan turun sebesar 0,003859. Dari nilai adjusted R2 didapat nilai 0,207 yang berarti 20,7 % penggunaan sistem informasi akuntansi dijelaskan oleh variabel latar belakang pendidikan, pengalaman memimpin, jenis usaha dan skala usaha sedangkan 79,3 % dijelaskan oleh sebab-sebab lain. Uji statistik F menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen. Dari tabel ANOVA, didapat F hitung adalah 5,511 dengan tingkat signifikansi 0,001. Karena probabilitasnya lebih kecil dari 0,05 dan F hitung > F tabel (2,745) maka variabel latar belakang pendidikan, variabel pangalaman memimpin dan variabel jenis usaha mempunyai pengaruh secara bersamasama terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi. Dari analisis dan pembahasan ke empat variabel independen di atas, ternyata variabel yang mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi pada usaha kecil hanya variabel latar belakang pendidikan. Sedangkan variabel pengalaman memimpin, jenis usaha dan skala usaha tidak mempunyai pengaruh secara signifikan terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi.

Y = 2,012 +0,191 x1- 0,00509 x2 + 0,139

x3

+ 0,003859

x .+ e

Koefisien regresi latar belakang pendidikan sebesar 0, 191 menyatakan bila ada peningkatan satu jenjang latar belakang pendidikan maka penggunaan sistem informasi akuntansi akan naik sebesar 0,191. Koefisien regresi pengalaman memimpin sebesar - 0,00509 menyatakan hubungan yang berlawanan arah yaitu bila ada peningkatan satu jenjang pengalaman memimpin maka penggunaan sistem informasi akuntansi akan turun sebesar - 0,00509. Koefisien regresi jenis usaha sebesar 0,139 bila ada peningkatan satu tingkat jenis usaha maka penggunaan sistem informasi akuntansi akan naik sebesar 0,139. Demikian sebaliknya bila ada penurunan satu tingkat jenis usaha maka penggunaan sistem informasi akuntansi akan turun sebesar 0,139. Koefisien regresi skala usaha sebesar 0,003859 bila ada peningkatan satu satuan skala usaha maka penggunaan sistem informasi akuntansi akan naik sebesar 0,003859. Demikian sebaliknya bila ada penurunan satu satuan skala usaha maka penggunaan sistem informasi akuntansi

Akuntabilitas,

Volume 5, No.1 September

2005, 47 - 60
7/24

58

http://www.univpancasila.ac.id

Penggunaan sistem informasi akuntansi di perusahaan keeil dapat ditingkatkan dengan eara lebih memperhatikan faktor pendidikan. Karena dari hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan seorang pemilik usaha dalam hal ini pendidikan formal, maka proporsi penggunaan sistem informasi akuntansi semakin tinggi. Pihakpihak yang terkait dengan usaha keeil seperti pemerintah daerah dapat meningkatkan penggunaan informasi akuntansi pada usaha keeil dengan meningkatkan pendidikan melalui pendidikan non formal yaitu dengan mengadakan pelatihan tentang kemampuan kewirausahaan dan ketrampilan teknis sumber daya man usia. Hal ini dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan instansi terkait dan Perguruan Tinggi untuk mengadakan pelatihan yang materinya disesuaikan dengan kebutuhan pengusaha keeil. Diharapkan pada penelitian di masa datang dapat diperluas dengan penggunaan variabel bebas yang ada di luar analisis yang kemungkinkan mempunyai pengaruh terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi pada usaha keeil. Variabel lain yang diduga mempunyai pengaruh terhadap variabel dependen adalah faktor perbedaan persepsi pemilik usaha dan perhatian dari pemerintah daerah terhadap perkembangan usaha keeil. KESIMPULAN 1. Latar belakang pendidikan mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi pada usaha keeil, yang artinya jika latar belakang pendidikan naik maka terjadi peningkatan terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi. 2. Pengalaman memimpin tidak berpengaruh seeara positif dan

3.

4.

5.

signifikan terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi pada usaha keeil. Jenis usaha tidak berpengaruh seeara signifikan terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi pada usaha keeil. Skala usaha tidak berpengaruh seeara signifikan terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi pada usaha keeil. Latar belakang pendidikan, pengalaman memimpin, jenis usaha dan skala usaha mempunyai pengaruh seeara bersama-sama terhadap penggunaan sistem informasi akuntansi pada usaha keeil, dilihat dari uji F ( nilai F hitung > F tabel).

DAFTAR PUSTAKA Azwar, Saifudin (1995), Sikap Manusia dan Pengukurannya, Pustaka Pelajar, Yogyakarta Badan Pusat Statistik BPS Barry E (1986), (2000), Statistik J a k art a -

Indonesia 2000,
Indonesia: Chushing,

Sistem Informasi Akuntansi Dan Organisasi Perusahaan, Erlangga, Jakarta


Imam (2002), Aplikasi Analisis Multivariate dengan Program SPSS, Elex Media Komputindo, Jakarta

Ghozali,

Hasan, Iqbal (2002), Pokok-pokok Materi

Statistik 2 (Statistik Inferensi)


PT Bumi Aksara, Jakarta Indriantoro, Nur dan Supomo, Bambang

(1999),Metodo/ogi Penelitian untuk Akuntansi dan ManajemenBPFE


Yogyakarta Kiryanto (1999), atas

Manajer

Pengaruh Persepsi Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi Pada Usaha Keei/, Fongnawati Budhijono, Kristyo wa ti

59
7/24

http://www.univpancasila.ac.id

Keuangan terhadap Keberhasi/an Perusahaan Keci/, Jurnal Ekonomi dan Bisnis, Vo1.2. NO.1, Januari 2001 Murniati (2003), /nvestigasi Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penyiapan dan Penggunaan /nformasi akuntansi Perusahaan Keeil dan Menengah, Simposium Nasional Akuntansi 5, September 2002 Mulyadi (1997), Sistem Akuntansi, Yogyakarta, Bagian Penerbitan STIE YKPN Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (1986), Kamus Besar Bahasa Indonesia Balai Pustaka, Jakarta Santoso, Singgih (2001), S P S S Versi 11 Mengo/ah Data Statistika Seeara Profesiona/ Elex Komputindo, Jakarta Santoso, Singgih (2001), B u k u Latihan SPSS Statistik Parametrik Elex . Komputindo, Jakarta Seminar Kebijakan Pengembangan Usaha Skala Keci/ da/am Era Pembangunan Ekonomi Indonesia (1987), Insitut Manajemen .Prasetya Mulya, Jakarta Sa/atiga Da/am Angka (2001), Statistik Kotamadya Salatiga Kantor

Supramono dan Utami, Intiyas (2003),Design Proposal Pene/itian Studi Akuntansi dan Keuangan Salatiga: FE UKSW Press Wibowo, Singgih (1990), Menge/ola Perusahaan Swadaya, Jakarta Pedoman Keci/. Penebar

Yusuf, Muhammad (2000), Penggunaan Sistem /nformasi Akuntansi dan Aspek Peri/aku Manusia, Gema Stikubank, edisi 32 NO.lll/Juni

Akuntabilitas,

Volume 5, NO.1 September

2005, 47 - 60
7/24

60

http://www.univpancasila.ac.id