Anda di halaman 1dari 8

ALKOHOL Tujuan Percobaan Membuat alkohol dari glukosa secara fermentasi Membandingkan hasil alkohol dari proses fermentasi

si dengan variabel Tinjauan Pustaka 1. Pengertian Umum Alkohol Alkohol adalah senyawa yang memiliki rumus molkul R-OH gugus alkil tersubstitusi. Gugus ini bisa alkohol primr, sekunder, tersier bisa juga rantai terbuka. Ikatan rangkap ataupun rantai tertutup/siklis yang berikatan dengan gugus aromatis. (Organic Chemistry 3
th

hal 492-493). Alkohol dapat dibuat dari bahan

yang mengandung gula atau dari bahan yang dapat dijadikan gula. Bagi bahan bergula pembuatan alkohol lebih sederhana. Untuk bahan yang dapat dijadikan gula diperlukan proses pendahuluan yang disebut sacharifikasi, macam-macam proses sacharifikasi : 1. Sacharifikasi secara kimia Contohnya hidrolisa secar kimia dengan katalisator asam, misalnya hidrolisa pati dengan katalisator HCl ataupun H2SO4 2. Sacharifikasi secara biokimia Yaitu dengan aktivitas enzim misalnya amilas dan selulosa, misalnya sacharifikasi pati secara biochemist dengan amilase. 2. Pembuatan Starter Tujuan pembuatan starter untuk memperbanyak yeast dan untuk melatih yeast tersebut pada kondisi yang akan difermentasi. Syarat yeast yang dapat dipakai dalam proses fermentasi : a. Mempunyai kemampuan tumbuh dan berkembang biak dengan cepat dalam membuat struktur yang sesuai.

b. Dapat menghasilkan enzim dengan cepat untuk mengubah gula menjadi alkohol. c. Mempunyai daya fermentasi yang tinggi terhadap glukosa, fruktosa, galaktosa dan maltosa d. Tahan terhadap mikroba lain. 3. Teori Fermentasi Fermentasi berasal dari kata fever yang berarti mendidih. Hal ini tejadi pada gejala fermentasi yang terlihat gelembung udara yang merupakan akibat katabolisme anaerob yang menghasilkan CO2. Mulanya fermentasi digunakan untuk menujukan proses perubahan glukosa menjadi alkohol yang berlangsung anaerob, kemudian berkembang menjadi seluruh perombakan senyawa organic yang dilakukan mikroorganisme yang melibatkan enzim yang dihasilkannya. Produk fementasi dapat digolongkan menjadi 4 jenis yaitu produk biomassa, produk enzim sintesis, produk metabolit primer serta produk transformasi. (Diktat Mata Kuliah Mikrobiologi Industri hal 1-2) 4. Penyiapan Bersih Yeast yang digunakan sebagai starter harus murni, volume untuk pemasukan harus agak besar dengan Aceptac Perth yang telah steril dimasukan dalam media pembiakan. Ditulari dengan yeast murni, lalu dimasukan ke dalam tabung yeast. Dalam tabung ini ditambahkan asam sulfat dan ammonium sulfat sehingga PH 4-5 dan suhu diatur 25-80oC. Hasil dari tabung yast dimasukan ke dalam ruang fermentasi. Pada mulanya yeast memerlukan O2 untuk pertumbuhannya maka pada larutan anaerob diberikan O2, setelah terjadi CO2 dan reaksi menjadi anaerob,pemberian O2 dihentikan dan diusahakan tidak ada O2 yang masuk pada ruang fermentasi. Suhu selama fermentasi harus dijaga pada kondisi optimum antara 20-30oC, waktu fermentasi biasanya 30-70 jam.Tergantung pada suhu fermentasi, konsentrasi gula dan faktor lain. ( Buku Petunjuk Praktikum Mikrobiologi Industri )

5. Mekanisme Fermentasi Alkohol


jalurHDP glukosa 2 piruvat

e tan ol 2 NAD, 2 NaOH 2 Asetaldehid


dihidrogenasi , Asetaldehid NADH CH 3 CO KOA NADH CH 3CHO KOA
Piruvat , CH 3 COCOH dekarboksilase CH 3 CHO CO 2 Piruvat , ase CH 3 NADH 2 dekarboksl CH 3 CH 2 OH NAD

Fermentasi alkohol dapat menggunakan bakteri lajur peruraian glukosa melalui jalur HDEP, namun demikian dapat dengan bakteri yang melalui jalur HDP seperti Sarcins Ventricoli. ATP Glukosa ADP NAD,NADH 6 PHospHat glukonat H2O PHospoglukonat dehidrase 2 Keto 3 deoksiglukonat 6 pHospat (KDOP) Heksokinase Glukosa 6 pHospat

NAD NADH 2 piruvat 2 ADP, 2 ATP Acetaldehid NADH, NAD Ethanol Gliseraldehid 3 pHospat + CO2

6. Langkah Fermentasi Alkohol 1. Persiapan Inokulum 2. Persiapan Media 3. Fermentasi 4. Analisa Ethanol 5. Analisa Glukosa 7. Komposisi Utama Proses Fermentasi 1. Fermentasi media 2. Sterilisasi media, fermentasi dan peralatan 3. Produk starter yang aktif, murni untuk inokulasi skala tangki industri 4. Pemeliharaan, pertumbuhan mikroorganisme pada aktivitas yang optimum untuk pembentukan produk. 5. Pemindahan dan pemurnian 8. Fungsi Aerasi Pada Pertumbuhan Yeast 1. Mencegah terjadinya fermentasi dan menaikan respirasi 2. Memberikan pengadukan terhadap medium 3. Mengeluarkan bahab-bahan beracun 4. merangsang sel vegetatif untuk tumbuh 9. Hal-Hal Yang Mempengaruhi Fermentasi 1. Kadar gula 2. pH 3. Waktu 4. Suhu 5. Nutrien 6. Volume Starter 7. Pemilihan Yeast 8. O2 : 10-18% : 4-4,5 : 7 hari : 80oF : mengandung unsure makro dan mikro nutrient : 5%V : sesuai dengan syarat yang sudah ditentukan : tidak diperlukan

10. Fungsi Reagen 1. Glukosa 2. KH2PO4 DAN MgSO4.7H2O 3. NaOH 4. H2SO4 5. Indikator MB 6. Aquadest 7. Ragi 8. Fehling A+B 11. Manfaat Alkohol Bahan obat-obatan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Industri farmasi Pembuatan minuman Pemberi aroma zat pembunuh kuman Bahan baker Pelarut Reagensia Bahan baku sintesa : Bahan yang akan difermentasikan : Sebagai sumber nutrient untuk mempercepat pertumbuhan mikroba : Pengaturan PH (menetralkan PH) : Pengaturan PH : Untuk titrasi saat menganalisa kadar glukosa sebelum dan sesudah fermentasi : Untuk pengenceran : Sebagai sumber mikroorganisme (Saccaromycaes Cereviceae) : Untuk titrasi/ penentuan TAT

Metodologi Percobaan Bahan 1. Glukosa 2. KH2PO4 dan Mg2SO4 3. NaOH 4. H2SO4 5. Indikator MB

6. Aquadest 7. Ragi 8. Fehling A+B Cara Kerja A. Pembuatan Starter a. Buat larutan glukosa %W basis ml dan tambahkan ... [seperti (NH4)2SO4, KH2PO4, MgSO4, atau urea sesuai variabel] sebagai nutrient. b. Larutan tersebut disterilkan dengan cara dididihkan. c. Dinginkan pada suhu kamar. d. Atur pHnya [sesuai variabel] e. Tambahkan gram ragi ke dalam larutan tersebut [sesuai variabel]. f. Larutan lalu diaerasi selama 7 hari. B. Fermentasi Media 1. Analisa Glukosa Standar a. Pembuatan glukosa standar b. Larutkan 1.25 gram glukosa anhidrit sampai 500 ml. c. Standarisasi kadar glukosa 1. Ambil 5 ml glukosa standar, encerkan sampai 100 ml, ambil 5 ml, netralkan pHnya. 2. Tambahkan 5 ml fehling A dan 5 ml fehling B 3. Titrasi dengan glukosa standar sambil dipanaskan 60-700C sampai warna biru hampir hilang lalu tambahkan 2 tetes MB 4. Titrasi lagi dengan glukosa standar sampai warna biru menjadi merah bata 5. Catat kebutuhan titran F = Vtitran + 5 ml glukosa standar 2. Persiapan sari buah a. Siapkan sari buah yang telah bebas dari ampas sesuai variabel b. Sari buah disterilkan dengan cara didihkan.

c. Dinginkan sampai suhu kamar, lalu atur pH [sesuai variabel] 3. Mengukur kadar glukosa sari buah a. Ukur densitas sari buah b. Cari M [lihat langkah kerja terakhir] c. Ukur kadar glukosa sari buah dengan rumus berikut : ( )

4. Penentuan kadar glukosa substrat a. Atur kadar glukosa substrat sebelum fermentasi sebesar % [sesuai variabel] b. Contoh : Bila dalam substrat kita menginginkan kadar glukosanya 14%. Bila %SB > 14 %, perlu diencerkan : ( ( ( ( ) ) ) ( ) )

Bila %SB <14%, perlu ditambah sukrosa :

Berat sukrosa =X mol . 342 gr/mol = Y gram Y gram dilarutkan ke dalam substrat tersebut 5. Fermentasi media sari buah a. Ambil substrat yang telah diatur kadar glukosanya. b. Tambahkan starter sesuai variabel c. Ukur densitas dan volume konstan sebelum fermentasi d. Fermentasi anaerob selama hari [sesuai variabel]
C. Analisa Hasil

1. Ukur volume total dan densitas setelah fermentasi 2. Cari F dan M 3. Analisa kadar glukosa hasil fermentasi dengan rumus :

4. Menghitung volume alkohol a. Kadar alkohol terfermentasikan (%gf) b. Mol glukosa terfermentasi

c. Volume alkohol

D. Cara penentuan M (M=Vtitran)

1. Ambil 5 ml sari buah, encerkan hingga 100 ml, ambil 5 ml 2. Tambahkan 5 ml fehling A dan 5 ml fehling B 3. Titrasi dengan glukosa standar sambil dipanaskan 60-700C, sampai warna biru hampir hilang, lalu tambahkan 2 tetes MB 4. Titrasi lagi dengan glukosa standar sambil dipanaskan sampai warna biru menjadi merah bata 5. Catat kebutuhan titran