Anda di halaman 1dari 2

5. Persyaratan I. Pendahuluan a.

Pengertian Persyaratan (Pasal 2 ayat (1) butir d Konvensi Wina 1969) Persyaratan adalah suatu pernyataan sepihak, dengan bentuk dan nama apapun, yang dibuat oleh suatu negara, ketika menandatangani, meratifikasi, mengakseptasi, menyetujui, atau mengaksesi atas suatu perjanjian internasional, yang maksudnya untuk mengesampingkan atau mengubah akibat hukum dari ketentuan tertentu dari perjanjian itu dalam penerapannya terhadap negara yang bersangkutan. Persyaratan adalah pernyataan sepihak yang dikemukakan oleh suatu negara pada waktu menyatakan persetujuan untuk terikat pada suatu perjanjian internasional, yang isinya menyatakan: a). Menolak untuk menerima atau mengakui atau tidak mau terikat pada, atau tidak mau menerima akibat hukum dari salah satu atau beberapa ketentuan dari perjanjian tersebut, dan/atau; b). Mengubah atau menyesuaikan isi atau memberikan arti tersendiri atas salah satu atau beberapa ketentuan dari perjanjian tersebut sesuai dengan kepentingan negara yang bersangkutan. b. Maksud dan tujuan persyaratan Maksudnya adalah untuk mengesampingkan atau mengubah akibat hukum dari ketentuan tertentu dari perjanjian itu dalam penerapannya terhadap negara yang bersangkutan. Tujuannya yaitu menarik sebanyak mungkin negara yang ada di dunia untuk menyepakati dan menjadi pihak dalam suatu perjanjian. c. Mengapa suatu negara dapat/boleh mengajukan persyaratan Suatu negara dapat berpartisipasi dalam perjanjian internasional dengan tunduk terhadap seluruh atau semua pasal yang terdapat di dalam perjanjian tersebut. Namun, pada kenyataannya sangat sulit bagi setiap negara yang ingin ikut dalam suatu perjanjian menerima secara utuh pasalpasal di dalam perjanjian tersebut, walaupun perjanjian itu merupakan kesepakatan dari utusannya yang turut berunding dalam merumuskan perjanjian itu. Bagi negara yang ingin tetap turut serta pada suatu perjanjian tetapi tidak setuju pada ketentuan tertentu di dalam perjanjian itu, dapat mengajukan suatu pensyaratan. II. Persyaratan yang diatur dalam Konvensi Wina 1969 a. Siapa yang dapat mengajukan Yang mengajukan persyaratan adalah negara yang berkedudukan sebagai subjek hukum internasional yang paling dominan. b. Pada kondisi apa / bilamana persyaratan dapat diajukan c. Kepada siapa ditujukan Sekertaris Jendral PBB d. Apakah persyaratan berlaku untuk PI secara keseluruhan atau sebagian e. Apakah memerlukan persetujuan dari contracting parties f.Apa akibat hukum persyaratan:

f.1. bagi negara yang menerima f.2. bagi negara yang menolak Tidak terjadi apa-apa karena negara tersebut tidak tunduk terhadap beberapa bagian dari perjanjian internasional tersebut. g. Kapan mulai berlakunya persyaratan bagi: g.1. negara yang menerima g.2. negara yang tidak menyatakan sikap tegas i. Apakah persyaratan dapat ditarik kembali III. Prosedur * Reservasi, pernyataan menerima reservasi, menolak reservasi harus diformulasikan dalam dalam bentuk tertulis dan disampaikan kepada negara peserta lain dan negara yang berhak menjadi peserta * Jika reservasi diformulasikan pada saat penandatangan maka harus diformalkan pd saat meratifikasi atau mengikutsertai perjanjian. a. Prosedur pengajuan persyaratan b. Prosedur penerimaan persyaratan c. Prosedur penolakan terhadap persyaratan d. Memberikan bagan/simulasi tentang prosedur a s/d c di atas IV. Kasus a. Kasus yang membahas tentang adanya persyaratan yang diajukan pada PI yang tidak memuat klausula persyaratan (misalnya persyaratan terhadap konvensi genosida) a.1. Siapa para pihak a.2. Bagaimana kasus posisi a.3. Apa masalah hukumnya a.4. Bagaimana solusi hukumnya a.5. Apakah pihak yang mengajukan dapat diterima sebagai negara pihak pada PI b. Mahasiswa memberikan contoh kasus atas diajukannya reservasi pada PI atas sebagian ketentuan dari PI yang bersangkutan; yang bukan termasuk ketentuan-ketentuan yang telah ditentukan PI sebagai ketentuan yang dapat direservasi dan menjelaskan apakah persyaratan yang diajukan bertentangan atau tidak dengan ketentuan2 dalam konvensi wina mengenai persyaratan. V. Praktek negara mengenai reservasi Kompetensi: mahasiswa harus mengetahui dan dapat menjelaskan tentang a. Model-model persyaratan dan kecenderungan praktek negara dewasa ini b. Membuktikan penjelasan sub. Va dengan contoh-contoh konkrit