Anda di halaman 1dari 8

Cytomegalovirus, Virus Bandel yang Harus Diwaspadai

05/10/2009 39 Komentar

Cytomegalovirus (CMV) merupakan virus yang diklasifikasikan dalam keluarga virus herpes, memiliki potensi yang berbahaya bagi janin, pasien operasi cangkok organ, mengganggu atau merusak organ paru-paru, jantung, mata, usus, ginjal, lambung, dan lain-lain. Pengobatannya pun tidak semudah mengobati virus lainnya. Adakah solusi alami untuk mengatasi CMV? . Organ yang Bisa Terkena Infeksi CMV CMV dapat mengenai hampir semua organ dan menyebabkan hampir semua jenis infeksi. Organ yang bisa terkena CMV adalah:

Ginjal, sehingga disebut CMV nefritis; Hati, sehingga disebut CMV hepatitis; Jantung, sehingga disebut CMV myocarditis; Paru-paru, sehingga disebut CMV pneumonitis; Mata, sehingga disebut CMV retinitis; Lambung, sehingga disebut CMV gastritis; Usus, sehingga disebut CMV colitis. Otak, sehingga disebut CMV encephalitis.

. Gejala atau Akibat dari CMV Akibat dari terinfeksi CMV dapat ringan namun juga dapat amat berbahaya. Gejala dapat bervariasi mulai dari amat berat hingga gejala minimal, bahkan ada juga yang tanpa gejala. Karena dapat menyerang hampir semua organ, gejalanya sangat bervariasi tergantung dari organ yang diserang. Biasanya CMV menyebabkan demam, penurunan jumlah sel darah putih (leukopenia) dan letih- lesu. Gejalanya dapat ringan hingga berat. Kreatinin dapat meningkat pada pasien cangkok ginjal dengan infeksi CMV. Infeksi pada paru-paru menimbulkan sesak dan batuk. Pada sistem cerna seperti misalnya lambung dan usus, infeksi CMV menyebabkan mual, muntah dan diare. Ensefalitis (otak) CMV dapat menyebakan kejang, nyeri kepal, dan koma.

Apabila penderita sedang hamil, CMV bisa menginfeksi janin dan mengakibatkan gangguan pada organ tertentu janin. . Menyerang Organ Janin Virus CMV pada wanita hamil dapat berakibat pada janin yang dikandungnya dengan manifestasi berbeda-beda, misalnya kulit berwarna kuning, pembesaran hati dan limpa, kerusakan atau hambatan pembentukan organ tubuh seperti mata, otak, gangguan mental, dan lain-lain tergantung organ janin mana yang diserang. Umumnya janin yang terinfeksi CMV lahir prematur dan berat badan lahir rendah. . Masalah Bagi Pasien Cangkok Organ Virus CMV biasa menghinggapi pasien cangkok organ pasca transplantasi karena biasanya para pasien ini diberikan obat-obatan yang menekan sistem kekebalan tubuh. Pemberian obat ini dimaksudkan supaya sistem kekebalan tubuh pasien operasi cangkok organ tidak menyerang organ baru yang dicangkokkan. Efek samping dari penekanan sistem kekebalan tubuh ini adalah ketidakmampuan tubuh untuk melawan infeksi, termasuk serangan CMV. . Diagnosa CMV Kebanyakan infeksi yang ada tidak terdiagnosa karena CMV seringkali menampakkan sedikit gejala, bahkan bisa juga tanpa gejala. Diagnosis pasti CMV ditetapkan berdasarkan pemeriksaan PCR (Polymerase Chain Reaction) yang mendeteksi keberadaan DNA (materi genetik) virus CMV dalam darah. Disamping itu, infeksi CMV juga ditetapkan dengan pemeriksaan kadar antibodi IgG dan IgM. . Penularan CMV Virus CMV ada dalam cairan tubuh pasien CMV dan ditularkan melalui kontak selaput lendir (mulut dan kelamin). Selain itu, penularan CMV bisa melalui transfusi darah, dan pada bayi umumnya tertular pada saat masih dalam kandungan atau dari ASI. .

Infeksi CMV Bisa Berulang CMV tergolong virus yang bandel atau hampir tidak bisa dihilangkan dari tubuh inang. Sekali terinfeksi, virus akan membenamkan diri dalam tubuh dan dapat menyebabkan infeksi berulang pada masa mendatang. Untuk men . Pengobatan CMV Secara medis konvensional, pengobatan yang paling sering dipakai untuk infeksi CMV adalah Ganciclovir. Namun, pengobatan secara holistik bisa Anda lakukan penggabungan dari berbagai terapi alami, seperti misalnya jus anggur merah, terapi bawang putih, terapi VCO (Virgin Coconut Oil), dan terapi propolis (antivirus kuat terbuat dari air liur/sarang lebah). . Link referensi: http://www.hopkinsmedicine.org/heic/id/cmv/ http://en.wikipedia.org/wiki/Cytomegalovirus http://roche.co.id/bahasa/disease/disease_cmv_id.htm CMV DALAM KEHAMILAN CMV adalah virus DNA dan merupakan kelompok dari famili virus Herpes sehingga memiliki kemampuan latensi. Virus ditularkan melalui berbagai cara a.l tranfusi darah, transplantasi organ , kontak seksual, air susu , air seni dan air liur ; transplansental atau kontak langsung saat janin melewati jalan lahir pada persalinan pervaginam. 30 60% anak usia sekolah memperlihatkan hasil seropositif CMV, dan pada wanita hamil 50 85%. Data ini membuktikan telah adanya infeksi sebelumnya. Gejala infeksi menyerupai infeksi mononukleosis yang subklinis. Ekskresi virus dapat berlangsung berbulan bulan dan virus mengadakan periode laten dalam limfosit, kelenjar air liur, tubulus renalis dan endometrium. Reaktivasi dapat terjadi beberapa tahun pasca infeksi primer dan dimungkinkan adanya reinfeksi oleh jenis strain virus CMV yang berbeda. DIAGNOSIS Virus dapat di isolasi dari biakan urine atau biakan berbagai cairan atau jaringan tubuh lain. Tes serologis mungkin terjadi peningkatan IgM yang mencapai kadar puncak 3 6 bulan pasca infeksi dan bertahan sampai 1 2 tahun kemudian.

IgG meningkat secara cepat dan bertahan seumur hidup Masalah dari interpretasi tes serologi adalah : 1. Kenaikan IgM yang membutuhkan waktu lama menyulitkan penentuan saat infeksi yang tepat 2. Angka negatif palsu yang mencapai 20% 3. Adanya IgG tidak menyingkirkan kemungkinan adanya infeksi yang persisten DAMPAK TERHADAP KEHAMILAN CMV adalah infeksi virus kongenital yang utama di US dan mengenai 0.5 2.5 % bayi lahir hidup. Infeksi plasenta dapat berlangsung dengan atau tanpa infeksi terhadap janin dan infeksi pada neonatus dapat terjadi pada ibu yang asimptomatik. Resiko transmisi dari ibu ke janin konstan sepanjang masa kehamilan dengan angka sebesar 40 50%. 10 20% neonatus yang terinfeksi memperlihatkan gejala-gejala : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Hidrop non imune PJT simetrik Korioretinitis Mikrosepali Kalsifikasi serebral Hepatosplenomegali hidrosepalus

80 90% tidak menunjukkan gejala namun kelak dikemudian hari dapat menunjukkan gejala : 1. Retardasi mental 2. Gangguan visual 3. Gangguan perkembangan psikomotor Seberapa besar kerusakan janin tidak tergantung saat kapan infeksi menyerang janin. CNV rekuren berkaitan dengan penurunan resiko janin dengan angka penularan ibu ke janin sebesar 0.15% 1% Tidak ada terapi yang efektif untuk cytomegalovirus dalam kehamilan. Pencegahan meliputi penjagaan kebersihan pribadi, mencegah tranfusi darah Usaha untuk membantu diagnosa infeksi CMV pada janin adalah dengan melakukan :

1. Ultrasonografi untuk identifikasi PJT simetri, hidrop, asites atau kelainan sistem saraf pusat 2. Pemeriksaan biakan cytomegalovirus dalam cairan amnion

Cytomegalovirus Pengobatan
Cytomegalovirus Intravenous Immune Globulin (Human) (CMV-IGIV), adalah sebuah imunoglobulin G (IgG) mengandung sejumlah standar antibodi terhadap sitomegalovirus (CMV). Ini dapat digunakan untuk profilaksis penyakit sitomegalovirus terkait dengan transplantasi ginjal, paru-paru, hati, pankreas jantung, dan. Sendiri atau dalam kombinasi dengan agen antivirus, telah ditunjukkan untuk:

Mengurangi risiko terkait CMV penyakit dan kematian di beberapa risiko tinggi pasien transplantasi Memberikan manfaat kelangsungan hidup jangka panjang terukur Menghasilkan efek samping yang minimal terkait pengobatan dan kejadian buruk.

Gansiklovir pengobatan digunakan untuk pasien dengan kekebalan depresi yang memiliki penyakit penglihatan baik yang berhubungan atau mengancam jiwa. Valgansiklovir (dipasarkan sebagai Valcyte) adalah obat antivirus yang juga efektif dan diberikan secara lisan. Efektivitas terapi sering terganggu dengan munculnya obat-resisten isolat virus. Berbagai perubahan asam amino dalam protein kinase UL97 dan DNA polimerase virus telah dilaporkan menyebabkan resistensi obat. Foskarnet atau sidofovir hanya diberikan kepada pasien dengan CMV tahan terhadap gansiklovir, karena foskarnet telah nefrotoksisitas buruk, mengakibatkan peningkatan atau penurunan Ca2 + atau P, dan penurunan Mg2 +. atau biasa disingkat CMV adalah virus DNA yang merupakan kelompok virus herpes sehingga memiliki kemampuan latensi. Virus ini dapat menyerang siapa saja. Orang yang terserang virus cytomegalovirus pada umumnya tidak menimbulkan gejala karena itu sangat penting untuk melakukan pemeriksaan TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus, dan Herpes ) sebelum atau pada awal kehamilan. Pada umumnya orang dewasa sudah memiliki antibody terhadap virus ini karena sudah pernah terjangkit saat masih anak-anak. Tapi bagi wanita hamil yang baru pertama kali terjangkit virus ini maka janinnya dapat terinfeksi juga. Kerusakan yang ditimbulkan oleh virus ini pada janin tergantung pada usia kehamilan ketika ibu terinfeksi virus cytomegalovirus.

Dampak virus Cytomegalovirus pada kehamilan :

Janin mengalami keguguran

Janin lahir cacad Janin lahir premature Janin lahir dengan berat badan rendah Janin mengalami gangguan perkembangan motorik Kulit berwarna kuning Pembesaran hati dan limpa Kerusakan atau hambatan pembentukan organ tubuh seperti mata, otak dan telinga Gangguan mental

Pengobatan : Sama seperti penyakit lain yang ditimbulkan oleh virus, tidak ada obat khusus yang dapat diberikan pada orang yang terinfeksi virus cytomegalovirus . Karena infeksi ini akan sembuh dengan sendirinya jika system imun tubuh bekerja dengan baik.

Pencegahan :

Konsumsi makanan bergizi agar system imun tubuh kuat Menjaga kebersihan pribadi Tidak melakukan transfuse darah Menghindari orang yang terjangkit virus Cytomegalovirus

Penularan virus cytomegalovirus dari ibu ke janin melalui :


Plasenta Proses kelahiran Air susu

Cara mendiagnoasa infeksi virus Cytomegalovirus pada janin dapat dilakukan dengan cara : 1. Melakukan pemeriksaan ultrasonography ( USG ) untuk mendeteksi PJT Simetri, hidrop, asites ( kelainan sistem saraf pusat ). 2. Tes laboratorium dengan cara membiakkan virus cytomegalovirus dalam cairan amnion.

CYTOMEGALOVIRUS dalam KEHAMILAN dr.Bambang Widjanarko, SpOG Fak.Kedokteran dan Kesehatan UMJ JAKARTA

Cytomegalovirus CMV adalah virus DNA dan merupakan kelompok dari famili virus Herpes
sehingga memiliki kemampuan latensi. Virus ditularkan melalui berbagai cara a.l tranfusi darah, transplantasi organ , kontak seksual, air susu , air seni dan air liur ; transplansental atau kontak langsung saat janin melewati jalan lahir pada persalinan pervaginam. 30 60% anak usia sekolah memperlihatkan hasil seropositif CMV, dan pada wanita hamil 50 85%. Data ini membuktikan telah adanya infeksi sebelumnya. Gejala infeksi menyerupai infeksi mononukleosis yang subklinis. Ekskresi virus dapat berlangsung berbulan bulan dan virus mengadakan periode laten dalam limfosit, kelenjar air liur, tubulus renalis dan endometrium. Reaktivasi dapat terjadi beberapa tahun pasca infeksi primer dan dimungkinkan adanya reinfeksi oleh jenis strain virus CMV yang berbeda.

DIAGNOSIS Virus dapat di isolasi dari biakan urine atau biakan berbagai cairan atau jaringan tubuh lain. Tes serologis mungkin terjadi peningkatan IgM yang mencapai kadar puncak 3 6 bulan pasca infeksi dan bertahan sampai 1 2 tahun kemudian. IgG meningkat secara cepat dan bertahan seumur hidup Masalah dari interpretasi tes serologi adalah : 1. Kenaikan IgM yang membutuhkan waktu lama menyulitkan penentuan saat infeksi yang tepat 2. Angka negatif palsu yang mencapai 20% 3. Adanya IgG tidak menyingkirkan kemungkinan adanya infeksi yang persisten

DAMPAK TERHADAP KEHAMILAN


CMV adalah infeksi virus kongenital yang utama di US dan mengenai 0.5 2.5 % bayi lahir hidup. Infeksi plasenta dapat berlangsung dengan atau tanpa infeksi terhadap janin dan infeksi pada neonatus dapat terjadi pada ibu yang asimptomatik. Resiko transmisi dari ibu ke janin konstan sepanjang masa kehamilan dengan angka sebesar 40 50%. 10 20% neonatus yang terinfeksi memperlihatkan gejala-gejala : 1. Hidrop non imune 2. PJT simetrik

3. 4. 5. 6. 7.

Korioretinitis Mikrosepali Kalsifikasi serebral Hepatosplenomegali hidrosepalus

80 90% tidak menunjukkan gejala namun kelak dikemudian hari dapat menunjukkan gejala : 1. Retardasi mental 2. Gangguan visual 3. Gangguan perkembangan psikomotor Seberapa besar kerusakan janin tidak tergantung saat kapan infeksi menyerang janin. CMV rekuren berkaitan dengan penurunan resiko janin dengan angka penularan ibu ke janin sebesar 0.15% 1% Tidak ada terapi yang efektif untuk cytomegalovirus dalam kehamilan. Pencegahan meliputi penjagaan kebersihan pribadi, mencegah tranfusi darah Usaha untuk membantu diagnosa infeksi CMV pada janin adalah dengan melakukan : 1. Ultrasonografi untuk identifikasi PJT simetri, hidrop, asites atau kelainan sistem saraf pusat 2. Pemeriksaan biakan cytomegalovirus dalam cairan amnion Diposkan oleh Bambang Widjanarko di 04:45 Label: Komplikasi Antepartum, Komplikasi Kehamilan, Obstetri, Penyakit Infeksi dalam Kehamilan