Anda di halaman 1dari 9

No Diagnosa 1.

keperawatan Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakmampuan mencerna dan menggunakan nutrisi kurang tepat

Tujuan Setelah diberikan asuhan keperawatan selama ...x 24 jam diharapkan kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan KH ; Meningkatkan 24-30 Ib pada masa prenatal atau yang tepat untuk berat badan sebelum hamil Mempertahankan gkulosa darah puasa (FBS) antara 60-100 mg/dl, dan 1 jam postprandial tidak lebih dari 140 mg/dl Mengungkapkan pemahaman tentang aturan tindakan individu dan kebutuhan pemantauan diri yang sering

Intervensi Timbang BB klien setiapkunjungan prenatal Kaji masukkan kalori dan pola makan dalam 24 jam Tinjau ulang/ berikan informasi mengenai perubahan yang diperlukan pada penatalaksanaan diabetic Tinjau ulang pentingnya makan dan kudapan yang teratur bila menggunakan insulin Perhatikan adanya mual dan muntah, khususnya pada trimester pertama Kaji pemahaman tentang efek stress pada diabetes Ajarkan klien metode finger stick untuk memantau glukosa sendiri dengan menggunakan strip enzim dan meter reflektan Anjurkan pemantauan keton urin pada saat terjaga dan bila rencana makan atau kudapan diperlambat Kolaborasi: 1. Rujuk pada ahli diet terdaftar pada diet individu dan konseling pertanyaan mengenai diet

Rasional Penambahan BB adalah kunci penunjuk untuk memutuskan penyesuaian kalori Membantu dalam mengevaluasi pemahaman klien tentang mentaati aturan diet Kebutuhan metabolisme dan janin/ maternal membutuhkan perubahan besar selama gestasi, memerlukan pemantauan ketat dan adaptasi Makan sedikit dan sering menghindari hiperglikemia postprandial dan ketosis puasa/ kelaparan Mual dan muntah dapat mengakibatkan defisiensi karbohidrat, yang dapat menimbulkan metabolism lemak dan terjadinya ketosis Stress dapat meningkatkan kadar glukosa, menciptakan fluktuasi kebutuhan insulin Kebutuhan insulin sehari dapat dinilai berdasarkan temuan glukosa serum periodic Ketidakcukupan masukan kalori ditunjukkan dengan ketonuria Kolaborasi:

2. Pantau keadaan glukosa serum (FBS, preprandial, 1dan 2 jam postprandial) pada kunjungan awal kemudian sesuai kondisi klien 3. Tentukan hasil HbAic setiap 2-4 mgg 4. Siapkan untuk perawatan di rumah sakit bila diabetes tidak terkontrol

2.

Kekurangan volume cairan dan elektrolite berhubungan dengan kehilangan cairan berlebihan dan tidak adekuatnya intake cairan

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama ...x 24 jam diharapkan kesimbangan cairan dan elektrolit dengan KH ; 1. Turgor kulit kembali normal 2. Membrane mukosa lembab 3. BB stabil 4. Tanda vital dalam batas

diet spesifik pada individu perlu untuk mempertahankan normoglikemia, dan untuk mendapatkan penambahan berat badan yang diinginkan Insiden abnormalitas janin dan bayi baru lahir menurun bila kadar FBS direntang antara 60 dan 100 mg/dl, kadar prepandial antara 60 dan 105 mg/dl, 1 jam postprandial tetap rendah 140 mg/dl, dan 2 jam postprandial kurang dari 120 mg/dl Memberikan keakuratan gambaran rata-rata control glukosa serum selama 60 hari sebelumnya. control glukosa serum memerlukan waktu 6 minggu untuk stabil. Morbiditas bayi dihubungkan pada hiperinsulinemia janin karena hiperglikemia maternal. Kaji dan dokumentasikan turgor Pengkajian status cairan dan kulit, kondisi membrane mukosa, elekrolit yang akurat menjadi TTV dasar rencana asuhan Timbang BB setiap hari hari keperawatan dan evaluasi dengan menggunakan alat yang intervensi sama Penimbangan berat bada Catat intake dan output secara perludilakukan secara rutin untuk adekuat mengetahui kesesuaian BB dengan Jika klien mampu, najurkan untuk umur kahamilan

normal

mengonsumsi cairan peroral dengan perlahan , dan tingkatkan jumlah cairan sesuai order Tes urine terhadap aseton, albumin, dan glukosa Kolaborasi Berikan cairan intravena sesuai order yang terdiri dari elektrolit, glukosa, dan vitamin

3.

Gangguan psikologis, ansietas berhubungan dengan situasi kritis atau mengancam pada status kesehatan maternal atau

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama ...x 24 jam diharapkan pasien tenang dengan KH ; Mengungkapkan kesadaran tentang perasaan mengenai diabetes dan persalinan. Menggunakan strategi koping yang tepat

Atur keberadaan perawat secara kontinu selama persalinan. Pastikan respon yang ada pada pesalinan dan penatalaksanaan medis. Kaji keefektifan sistem pendukung. Ajarkan tehnik relaksasi dan distraksi Jelaskan semua prosedur

Poliuri menyebabkan pasien benyak kehilangan cairan. Pengkajian output dan input yang tepat membantu menentukan tindakan Mencegah kekurangan cairandan memperbaikai keseimbanganasam-basa, perubahan kadar elektrolit, dan hipovitaminosis Menetapkan data dasar yang dilakukan secara rutin untuk mendeteksi situasi potensial risiko tinggi seperti ketidakadekuatan intake karbohidrat, diabetic ketoaidosis, dan hipertensi dalam kehamilan Kolaborasi 1. Selanjutnya guna mempertahankan kesimbangan asam-basa dan keadaan elektrolit yang tidak seimbang Meningkatkan kontinuitas asuhan. Pasien dan keluarga perlu mengetahui bahwa mereka tidak sendiri dan tersedianya tenaga bantuan dengan segera. Memberikan pengkajian dasar untuk perbandingan selanjutnya, mengidentifikasi kekuatan dan masalah yang potensial.

janin.

tindakan perawatan Fasilitasi semua keluhan atas ungkapan perasaan Informasikan kepada keluarga tentang kemajuan persalinan dan keadaan janin.

4.

Kurang pengetahuan tentang kondisi diabetik, prognosa dan kebutuhan tindakan pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi, kesalahan informasi dan tidak mengenal sumber informasi.

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama ...x 24 jam diharapkan pengetahuan pasien meningkat terhadap penyakitnya KH ; berpartisipasi dalam penatalaksanaan diabetes selam kehamilan. mengungkapkan pemahaman tentang prosedur, tes laboratorium, dan aktivitas yang melibatkan pengontrolan diabetes mendemonstrasikan kemahiran memantau sendiri dan pemberian insulin

Kaji pengetahuan tentang proses dan tindakan terhadap penyakit dari klien Berikan informasi tentang cara kerja dan efek merugikan dari insulin Berikan informasi tentang kebutuhan program latihan eingan. Ingatkan untuk berhenti latihan bila glukosa melebihi 300mg/dl Berikan informasi mengenai dampak kehamilan pada kondisi diabetic dan harapan masa datang Anjurkan klien mempertahankan pengkajian harian dirumah terhadap kadar glukosa serum, dosis insulin, diet, latihan, reaksi, perasaan umum tentang

Memberikan perasaan kontrol terhadap situasi. Pengetahuan tentang apa yang terjadi membantu menurunkan rasa takut. Suasana terbuka dan mendukung menurunkan intimidasi karena prosedur atau peralatan. Membantu untuk menghilangkan atau meminimalkan rasa khawatir dan mengembangkan rasa percaya. Keputusan berdasarkan informasi dapat dibuat hanya bila terdapat pemahaman yang jelas tentang proses penyakit dan rasiuonal penatalaksanaanny Perubahan metabolic prenatal menyebabkan kebutuhan insulin berubah Klien harus latihan setelah makan ntuk membantu mencegah hipoglikemia dan menstabilkan penyimpanan glukosa, kecuali terjadi peningkatan glukosa berlebih dimana latihan dapat menyebabkan ketoasidosis Peningkatan pengetahuan dapat menurunkan rasa takut tentang ketidaktahuan, meningkatkan kemungkinan kerjasama, dan dapat membantu menurunkan

kesejahteraan, dan pemikiran lain yang berhubungan Bantu klien/ keluarga untuk mempelajari pemberian glucagon Tinjau kadar Hb atau Ht Jelaskan penambahan berat badan normal pada klien. anjurkan klien memantau penambahan berat badannya sendiri dirumah diantara waktu kunjungan. Penambahan total pada trimester pertama harus 2,5-4,5 Ib [1,1-2 kg] kemudian 0,8-0,9 Ib/mgg[360-400 g/mgg]setelahnya

5.

Resiko tinggi terhadap trauma, pertukaran gas pada janin berhubungan dengan ketidakadekuatan kontrol diabetik maternal, makrosomnia atau retardasi

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama ....x 24 jam diharapkan trauma tidak terjadi dengan KH ; Kehamilan cukup bulan. Meningkatkan keberhasilan kelahiran dari bayi usia gestasi yang tepat Bebas cedera Menunjukkan kadar glukosa normal, bebas tanda

Tinjau ulang riwayat pranatal dan kontrol maternal. Periksa adanya glukosa atau keton dan albumin dalam urin ibu dan pantau tekanan darah Observasi tanda vital. Anjurkan posisi rekumben lateral selama persalinan. Lakukan dan bantu dengan pemeriksaan vagina untuk menentukan kemajuan

komplikasi janin. Bila ditinjau ulang oleh praktisi pemberi perawatan, catatan harian klien dapat membantu bagi evalusi dan perubahan terapi Adanya gejala-gejal hipoglikemia dengan kadar glukosa darah di bawah 70 mg/ dl memerlukan intervensi segera Anemia lebih diperhatikan pada klien dengan diabetes yang ada sebelumnya kerana peningkatan kadar glukosa menggantikan oksigen pada molekul Hb mengakibatkan penurunan kapasitas pembawa oksigen Pembatasan kalori dengan akibat ketonemia dapat menyebakan kerusakan janin dan menghambat penggunaan protein optimal Hiperglikemia maternal pada periode pranatal meningkatkan makrosomia, membuat janin berisiko terhadap cedera kelahiran karena distosia atau disporsia sefalopelvis. Kadar glukosa maternal yang tinggi pada kelahiran meransang pankreas janin, mengakibatkan hiperinsulinemia. Peningkatan glukosa dan kadar

pertumbuhan intra uterin.

hipoglikemia

persalinan..

keton menandakan ketoasidosis yang dapat mengakibatkan Kolaborasi : asidosis janin dan potensial cedera 1. Tinjau hasil tes pranatal susunan syaeaf pusat. seperti profil biofisikal, tes Peningkatan infeksi asenden, dapat nonstres dan tes stres kontraksi. mengakibatkan sepsis neonatal. 2. Dapatkan atau tinjau ulang Meningkatkan perfusi plasenta dan hasil dari amniosentesis dan meningkatkan kesediaan oksigen ultrasonografi. untuk janin. 3. Pantai kadar glukosa serum Persalinan yang lama dapat maternal dengan finger stick meningkatkan resiko distres janin setiap jam, kemudian setiap 2-4 Kolaborasi jam sesuai indikasi. Memberikan informasi tentang 4. Observasi frekuensi denyut cadangan pada plasenta untuk jantung janin. oksigenasi janin selama periode 5. Lakukan pemberian cairan intrapartal. dekstrose 5% per parenteral. Memberikan informasi tentang 6. Siapkan untuk induksi maturasi paru janin. persalinan dengan oksitosin atau Peningkatan kebutuhan energi, seksio saesar. penurunan kadar glikogen. 7. Kolaborasi dengan tim Tacikardi, bradikardi atau medis lain sesuai indikasi. deselerasi lambat pada penurunan variabilitas menandakan kemungkinan hipoksia janin. Mempertahankan normoglikemia tanpa pemberian glukosa sampai persalinan aktif mulai. Mendapatkan kelahiran dari bayi sesuai usia gestasi yang tepat. Profesionalisasi dapat memberikan bantuan atau tindakan yang tepat.

6.

Resiko tinggi terhadap cedera maternal berhubungan dengan ketidakadekuatan kontrol diabetik, profil darah abnormal atau anemia, hipoksia jaringan dan perubahan respon umum.

Setelah diberikan asuhan keperawatan selama ... x 24 jam diharapkan cedera maternal tidak terjadi dengan KH ; Tetap normotensif Mempertahankan normoglikemi Bebas dari komplikasi seperti infeksi, pemisahan plasenta.

Perhatikan klasifikasi white untuk diabetes. Kaji derajad kontrol diabetik. Kaji perdarahan pervaginam dan nyeri tekan abdomen. Pantau terhadap tanda dan gejala persalinan preterm. Bantu untuk belajar memantau glukosa darah di rumah yang dilakukan 6 kali sehari. Periksa keton dalam urin setiap hari. Identifikasi kejadian hipoglikemia dan hiperglikemia. Pantau adanya edema dan tentukan tinggi fundus uteri. Kaji adanya infeksi saluran kencing. Pantau dengan ketat bila obat tokolitik digunakan untuk menghentikan persalinan.. Kolaborasi : Pantau kadar glukosa serum setiap kunjungan. Dapatkan HbA1c setiap 2-4 minggu sesuai indikasi. Kaji Hb dan Ht pada kunjungan awal lalu selama trimester kedua dan preterm. Instruksikan pemberian insulin sesuai indikasi. Dapatkan urinalisa dan kultur

Klien dengan klasifikasi D, E atau F adalah berisiko tinggi terhadap komplikasi kehamilan. Perubahan vaskuler yang dihubungkan dengan diabetes menandakan resiko abrupsi plasenta. Distensi uterus berlebihan karena makrosomia atau hidramnion dapat mempredisposisikan pada persalinan awal. Memungkinkan keakuratan tes urin yang lebih besar karena ambang ginjal terhadap glukosa menurun selama kehamilan. Ketonuria menandakan adanya kondisi kelaparan yang secara negatif dapat mempengaruhi perkembangan janin Insiden hipoglikemia sering terjadi pada trimester ketiga karena aliran glukosa darah dan asam amino yang kontinue pada janin dan untuk menurunkan kadar insulin antagonis laktogen plasenta. Insiden hiperglikemia memerlukan regulasi diet atau insulin untuk normoglikemia khususnya pada trimester kedua dan ketiga karena kebutuhan insulin sering meningkat dua kali. Diabetes cenderung kelebihan

urin, kultur rabas vagina, berikan antibiotika sesuai indikasi. Kumpulkan spesimen untuk ekskresi protein total, klirens kreatinin nitrogen urea darah dan kadar asam urat. Jadwalkan pemeriksaan oftalmologi selama trimester pertama, trimester kedua dan ketiga bila berada dalam diabetes klasifikasi kelas D atau diatasnya. Siapkan untuk ultrasonografi pada gestesi ke-8, 12, 26, 36 dan 38 untuk menentukan ukuran janin dengan menggunakan diameter biparietal, panjang femur dan perkiraan berat badan janin. Mulai terapi intra vena dengan dekstrose 5%, berikan glukogon sub cutan bila dirawat di rumah sakit dengan shock insulin dan tidak sadar. Ikuti dengan pemberian susu skim 8 oz bila mampu menelan

cairan karena perubahan vaskuler. Insiden hidramnion sebanyak 6% 25% pada kasus diabetes yang hamil kemungkinan berhubungan dengan peningkatan kontribusi janin pada cairan amnion dan hiperglikemia meningkatkan haluaran urin janin. Deteksi awal adanya infeksi saluran kencing dapat mencegah pielonefritis. Obat tokolitik dapat meningkatkan glukosa darah dan insulin plasma Kolaborasi Mendeteksi ancaman ketoasidosis, menentukan adanya ancaman hipoglikemia. Mengontrol secara akurat glukosa selama 60 hari terakhir. Anemia mungkin ada dengan masalah vaskuler. Kebutuhan insulin menurun pada trimester pertama kemudian meningkat dua kali dan empat kali lipat pada trimester kedua dan ketiga. Membantu mencegah atau mengatasi pielonefritis. Monilial vulvovaginitis dapat menyebabkan sariawan oral pada bayi baru lahir. Kemajuan perubahan vaskuler dapat merusak fungsi ginjal

dengan diabetes jangka panjang atau berat. Latar belakang retinopati dapat berlanjut selama kehamilan karena keterlibatan vaskuler berat. Terapi koagulasi laser dapat memperbaiki dan menurunkan fibrosis optik. Mengetahui adanya tanda makrosomia dan diproporsi cephalopelvis. Glukagon adalah substansi alamiah yang bekerja pada glikogen hepar dan mengubahnya menjadi glukosa yang memperbaiki status hipoglikemik.